<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1978655410352353878</id><updated>2012-02-16T02:47:56.884-08:00</updated><category term='kufur asghar'/><title type='text'>Da'wah wal Qital</title><subtitle type='html'>* Kembali kepada alQur’an dan asSunnah berasas manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah, mengikuti jejak salafush sholih dalam pemahaman dan pengamalan
* Pemurnian syari’at Islam dari segala bentuk penyimpangan, memperjuangkan berdirinya Khilafah Islamiyah dan mendukung seruan jihad global
* Mengajak kepada persatuan umat.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1978655410352353878/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>abu.icanimovic</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05403105886630943501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/TA0kHbW_w4I/AAAAAAAAABw/4uFTph-5HSw/S220/586MSC_logo-736079.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>36</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1978655410352353878.post-8516117278838611825</id><published>2011-03-13T03:22:00.009-07:00</published><updated>2011-03-13T04:10:18.448-07:00</updated><title type='text'>Hakadza Naral Jihad-Bagian 2</title><content type='html'>&lt;h3 style="color: rgb(0, 0, 0);" class="western"&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://rumahjihad.blogspot.com/2009/06/bab-ii-hakadza-naral-jihad-jihad-ala-al.html"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;b&gt;BAB II-Hakadza Naral Jihad – Jihad ala Al Qoidah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/h3&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;oleh : Syaikh Hazim Al Madani&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bab dua ini terdiri dari dua pokok pembahasan.&lt;br /&gt;Pertama: Pendahuluan sejarah&lt;br /&gt;Kedua : Definisi musuh dan klasifikasinya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2 style="color: rgb(0, 0, 0);" class="western" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;b&gt;I. Pendahuluan sejarah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Diantara perbedaan yang memprihatinkan adalah gerakan jihad sepakat dengan adanya beberapa musuh namun belum pernah sepakat siapa yang harus diprioritaskan…. dan siapa yang harus ditangguhkan…kecuali pada akhir-akhir ini ketika musuh sudah menyatukan barisannya, tersingkap tirai dan topengnya dan tampak jelaslah wajah-wajahnya yg kecut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Agar tidak bertele-tele kami mengajak untuk mengenali musuh melalui agenda-agenda mereka yang dilancarkan terhadap kita sejak abad yang lalu kemudian kita akan kembali untuk mengklasifikasikan musuh dan menentukan skala prioritas amal terhadap mereka, berikut siapa yang kita tangguhkan sesuai dengan fase dan tahapannya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebelum masuk pada pembahasan ini aku ingatkan satu point penting yaitu membaca sejarah…sejarah …sejarah khususnya para pemimpin gerakan Islam …. Teristimewa sejarah abad yang lalu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2 style="color: rgb(0, 0, 0);" class="western" align="JUSTIFY"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Paparan Ringkas Sejarah Musuh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Secara ringkas aku akan membagi tahapan pekerjaan musuh menjadi dua tahapan pokok. Sebagaimana akan kusebutkan satu point penting untuk tiap tahapan agar menghindari berpanjang lebar. Meskipun pembahasan ini penting, akan tetapi kita orang arab menyukai yang ringkas … Dua tahapan diatas adalah &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;h3 style="color: rgb(0, 0, 0);" class="western" align="JUSTIFY"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Tahapan pertama : Dimulai dari jatuhnya khilafah berlanjut sampai kolonialisme berakhir dengan para boneka yang setia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/h3&gt; &lt;ol style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pada  tahapan ini, juga sebelumnya musuh berusaha membangkitkan fanatisme  golongan, krisis ekonomi dan embargo internasional, sebagai jalan  untuk memecah dan mengalahkan daulah khilafah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Perang  eropa terhadap daulah khilafah dan kolonialisme yang menimpanya,  selanjutnya bangsa Eropa merampas negeri-negeri Islam di timur dan  di barat tanpa hitungan dan pengawasan dihadapan warisan yang  hilang, yang ditinggalkan pemiliknya, kemudian mereka (umat Islam)  justru mengemis kepada musuh-musuh dien untuk mendapatkan ganti yang  sedikit dan fatamorgana yang semu, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;padahal  merekalah pemilik yang sebenarnya&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Perang  dunia: dikarenakan barat merindukan kekuatan dan menginginkan semua  bangsa tunduk padanya juga memprioritaskan ghonimah (kita dan  selatan globe adalah ghonimah) maka perang dunia itu terjadi  lantaran memperebutkan sumber daya alam, kepentingan, daerah jajahan  dan pengikut sesama bangsa barat sendiri… oleh karena itu  muncullah negara-negara yang memerintah dunia, kadang Inggris dan  Prancis, kadang Jerman dan Itali, kadang Rusia dan Amerika.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="JUSTIFY"&gt;&lt;a name="BLOGGER_PHOTO_ID_5349984032868084082"&gt;&lt;/a&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Pemecahan  negeri Islam dan mendirikan Israel, sebagaimana telah diketahui  bahwa kekuatan umat dan kedaulatannya diukur berdasarkan asas ;  kemajuan peradabannya, kepadatan penduduknya, luas geografisnya,  sumberdaya alamnya dan kekuatan militernya. Oleh karena itu diantara  plaining musuh terpenting adalah menghancurkan kekuatan diatas.  Mereka berusaha untuk memecah belah dan merubahnya menjadi wilayah  tanpa penduduk… penduduk tanpa sumber daya alam… sumber daya  alam tanpa kekuatan… kekuatan tanpa dien … dien terkucil tanpa  pengikut… pengikut tanpa wilayah…. Wilayah tanpa penduduk. Mereka (musuh) memecah umat Islam yang satu menjadi beberapa  pemerintahan dari para budak yang masing-masing dibuatkan satu  fanatisme yaitu fanatisme arab. Mereka pisahkan dari umat Islam,  kemudian dibuatkan pula bentuk persatuan kelompok, yang dinamakan  dengan Majelis Kerjasama Teluk dan dipisahkan pula dari bangsa arab.  Dan kepadatan penduduk yang ada di Yaman juga dipisahkan dari  mereka, akhirnya semakin luaslah lubang yang mereka gali. Mereka  menanamkan fanatisme kesukuan dan kedaerahan…kesesatan… kegelapan yang saling menyelimuti &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;  &lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_dEFdbW_7C-I/Sj72IekdKXI/AAAAAAAAAGU/Jnwa7AE_L_8/s320/2009-06-20_043144.gif" name="graphics1" align="BOTTOM" border="0" /&gt;  hal inilah yang sebenarnya menjaga existensi Israel bahkan  membuatnya terus tumbuh dan berkembang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebagian orang ada melontarkan statemen seputar berdirinya Israel, terkadang mereka berkata hal itu karena pecahnya kaum muslimin, atau mereka mengatakan Israel adalah pemimpin Eropa di tanah Arab, mereka menyebutkan beberapa argument yang hampir sama yang kesemuanya berangkat dari sudut pandang ini ….barangsiapa yang berenang di lautan kebingungan seperti ini, berpendapat tidak mengapa hidup damai berdampingan dengan Israel….&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ahli ilmu mengetahui argument-argumen diatas dan memahami bahwa masalahnya lebih dalam dari sekedar ini. Sesungguhnya bangsa Israel datang ke Palestina itu sesuai dengan keyakinan agamanya, bukan bagi bangsa Yahudi saja, bahkan bagi generasi baru mereka diantara para pengikut salib. Sebab mereka sedang menyiapkan kembalinya tuhan di negeri nenek moyang yang dijanjikan, yang dirampas kaum muslimin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Karenanya perang ini bersifat aqidah; tidak ada ruang untuk hidup berdampingan dengan berdamai disini…. Maka kita juga harus melihat persoalan tersebut menurut cara pandang ini, sehingga titik tolak dan perencanaan kita yang seharusnya kita gulirkan dan akan terus bergulir menjadi pas, yang mestinya InsyaAllah sesuai dengan kabar gembira (Bisyaroh Rosulullah, bukankah kita tentara Almahdi di malhamah kubro?)&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;5. Para  boneka &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;:  tidak mungkin kolonialisme berlangsung terus-menerus di negeri  merdeka, oleh karena itu penjajah berinisiatif untuk mengkader orang  yang menggantikannya dari kalangan pribumi, orang yang bisa  meneruskan kepentingan-kepentingan penjajah; dengan begitu sambil  menyelam minum air….. Disatu sisi bisa memadamkan api  pemberontakan dari hati rakyat… sehingga perang dan permusuhan  hanya terjadi sesama warga pribumi, antara yang tulus dan yang  menjilat; di sisi lain penjajah tetap sebagai pihak yang mengambil  keuntungan; sehingga kepentingannya tetap terjaga dan darahnya tetap  terlindungi…. Penjajah tidak tampak kecuali seperti pihak yang  melerai diantara dua kelompok yang berselisih, bahkan kadang- kadang  tampak seperti pangganti sementara sampai menggangkat boneka baru:…  Para boneka dikader dengan dua model pendidikan, model Prancis dan  Inggris….&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kalau orang-orang Prancis Mengkader para boneka dan menggangkatnya menjadi penguasa disertai seorang wakil tersembunyi dari pihak Prancis yang mengendalikan pemerintahan dan menjaga kepentingan. Sementara para boneka tampak hanya sebagai formalitas belaka (perhatikan negeri-negeri di maghrib arab seluruhnya tetap berada dibawah pengaruh budaya perancis) Adapun model pendidikan Inggris mengkader para boneka dan mengirim konsulnya untuk bekerja sebagai penasehat dan penentu kebijakan bagi pemerintah… &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.49in; margin-bottom: 0in; color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.49in; margin-bottom: 0in; color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Oleh karena itu kalian lihat negeri-negeri yang dijajah oleh Inggis masyarakatnya tetap menjaga kebanyakan tradisinya akan tetapi pemerintahan setempat tidak akan mampu menentang masukan-masukan sang penasehat:…. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jika boneka tersebut membangkang; sang konsul tersebut dengan segera menggantinya; atas dasar ini jarang terjadi pergantian para boneka pada model pendidikan Prancis. Hanya saja dalam hal mengganti para boneka juga ada dua model, Inggris dan Amerika.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kalau inggris berpendapat pergantian dilakukan masih dalam satu pemerintahan dan tetap dari pejabat yang ada di pemerintahan tersebut; Sementara Amerika berpendapat melakukan pergantian total, perpijak pada kepemilikan mereka yang mutlak terhadap kekuatan, kesombongan dan merendahkan terhadap bangsa selain mereka perhatikan apa yang terjadi di Amerika selatan dan sebagian tempat di belahan dunia. oleh karena itu Yahudi melangkahi Inggris dan sikap dinginnya, kemudian Yahudi beralih merangkul Amerika, karena dirasa bisa lebih cepat merealisasikan cita-cita mereka untuk mendirikan negara:, yang InsyaAllah tidak akan pernah terwujud.&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;6. Perang  dingin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;,  Jihad di Afghanistan ….setelah kepemilikan senjata nuklir, rupanya  menjelaskan kepada bagian utara belahan dunia, bahwa mereka tidak  mampu menggunakannya untuk menyerang bangsa lain, maka perang  tersebut akhirnya berubah menjadi penyebaran idiologi kepada bangsa  lain. Perang antara dua adi daya (Sovyet dan Amerika) berubah  menjadi serentetan perang antar blok….Hal tersebut menjadi lengkap  dengan diperolehnya daerah-daerah jajahan baru,  kepentingan-kepentingan baru dan pengikut-pengikut baru terhadap  idiologi masing-masing (Komunis dan kapitalis)…. Kemudian  datanglah masa Afghanistan ….Dikepunglah Uni sovyet (ortodok) oleh  dua kekuatan : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;ol style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="JUSTIFY"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;u&gt;Hamba-hamba  Allah yang mukhlis&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;u&gt;,&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;  yang jiwanya dipenuhi dengan rasa cemburu terhadap hukum-hukum Allah  yang diinjak-injak, yang melihat kemulyaan ada pada Islam jika  menjadi syariatnya, mereka tumpah ruah membela dien dan kehormatan  maka bergulirlah roda perang disana…. Yang diamati dengan seksama  oleh barat (protestan dan katolik) …&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ketika barat melihat kekuatan kaum muslimin dan keteguhan mereka, barat pun paham saatnya telah tiba untuk balas dendam terhadap rivalnya, Rusia. Mengingat kekalahan masa lalunya di Vietnam… menjaga kepentingannya di teluk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="color: rgb(0, 0, 0);" start="2"&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="JUSTIFY"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;u&gt;Barat  yang yahudi dan Nasroni dibawah kepemimpinan Reagen&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;u&gt;.&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;br /&gt;Bangsa  barat mengeluarkan perintah kepada para anteknya untuk kembali  menghidupkan kegiatan agama untuk melawan komunisme, kebangkitan  Islam tumbuh berkembang melalui keinginan mereka. Sebagaimana mereka  juga memerintahkan kepada antek-anteknya untuk mendukung financial  jihad afghon, dengan harapan Rusia bisa hancur oleh umat Islam dan  umat Islam hancur oleh Rusia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dus, mereka yang memetik keuntungan, sehingga keluarlah seruan yang berkumandang untuk mengerahkan harta untuk jihad afghon…. Akan tetapi hal ini berkembang begitu saja tanpa kendali, muncullah di setiap tempat para mujahidin pembela…Tumbanglah Rusia . Mujahidin membawa fikroh jihad ke seluruh penjuru. Karena mereka bukan para pegawai pemerintah, melainkan para sukarelawan yang tulus, sehingga urusan ini tak terkendali lagi. Meskipun sudah diupayakan untuk mengantisipasi hal ini, akan tetapi mujahidin punya aturan main sendiri. Para alumninya memenuhi bumi… disusul munculnya Al-qoidah…dan Taliban, jihad pun meluas, tiga benua diliputi oleh jihad, Somalia, Bosnia dan Chechnya bahkan semakin deraslah arus jihad…..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Mereka di tampar diwajahnya yang kecut di jantung negerinya sendiri di New York dan Washinton.&lt;br /&gt;Jadi, masuknya Rusia ke Afghanistan dan dibukanya jalan bagi mujahidin adalah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;kesalahan fatal yang selalu di sesalkan Barat&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt; (dimana mereka telah berhasil memecah umat di awal abad 19 dan menyatukannya kembali di akhir abad ini, di Afghanistan).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Ini adalah kunci pembuka bagi umat Islam….&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;b&gt;boleh jadi bahaya itu bermanfaat&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;…Karena sejak jatuhnya khilafah, umat belum pernah bersatu sebagai sebuah umat (bukan sebagai sebuah Negara atau pemerintahan) kecuali dalam jihad Afghon. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Dengan kata lain, umat terpecah ketika meninggalkan jihad dan bersatu kembali ketika melaksanakan jihad&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kita kenal di sana saat itu kaum muslimin menjadi umat yang satu dari Mesir, Irak, Syam, Maghrib arab, (Tunisia, Al-jazair, Maroko) Mauritania, Sudan, Libia, Somalia, Kepulaun Qomar, Indonesia, Patani, Kepulauan Maldef, Malaisya, Filiphina, Pakistan, Banglades, India, Tajikistan, Turkistan, Turkmenistan, Usbekistan, Turki dan Iran, kita seperti generasi umat yang satu, Robb kita satu dien kita satu, cita-cita kita satu, Firman Allah QS21 : 92, &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="CENTER" lang="en-US"&gt;&lt;img src="http://docs.google.com/File?id=dd9d2s3h_10q5hpqwhs_b" name="graphics2" align="BOTTOM" border="0" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="LEFT"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;i&gt;Dan mereka telah memotong-motong urusan (agama) mereka di antara mereka. Kepada Kami lah masing-masing golongan itu akan kembali.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="ar-SA"&gt;&lt;i&gt;23&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="ar-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="ar-SA"&gt;&lt;i&gt;: 52&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" dir="RTL" align="CENTER" lang="en-US"&gt;&lt;img src="http://docs.google.com/File?id=dd9d2s3h_11fzcvw9fv_b" name="graphics3" align="BOTTOM" border="0" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Aku meyakini bahwa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt; tholiah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;nya adalah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;qoidah anshorullah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt; atau qoidah jihad yang masyhur dengan nama &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Al-Qaidah…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt; Inilah umat Islam, dengan kebangkitannya yang baru, aku berharap tidak berpanjang lebar akan tetapi aku sedang menggambarkan peristiwa seabad dalam satu atau beberapa lembar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="LEFT"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Tahapan kedua : Perbudakan total (inilah yang mereka yakini, namun mustahil bisa terjadi)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="LEFT" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Firman Allah 9 : 32&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; color: rgb(0, 0, 0);" align="CENTER" lang="en-US"&gt;&lt;img src="http://docs.google.com/File?id=dd9d2s3h_12hb4tjxs9_b" name="graphics4" align="BOTTOM" border="0" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menggulirkan  strategi perdamaian dan hidup berdampingan dengan aman dan  memprogandakan hal tersebut kepada umat islam melalui para tokoh,  pemimpin dan intelektual arab. Hal ini berhasil dengan diterimanya  perjanjian damai dengan Yahudi oleh Anwar Sadat (yang terkenal  dengan perjanjian camp David), Salam Suj'an….. Dan kita tidak  heran jika kemudian pangeran Abdullah juga menerimanya, dan pemimpin  arab yang lain akan menyusul menerima perjanjian damai dengan  Israel.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Semakin  represif terhadap rakyat, tujuannya agar mau mengakui keberadaan  kekuatan Israel, keunggulan militernya dan koalisinya dengan barat  yang tidak perlu dibantah lagi. Kita telah melihat sejauh mana  represif yang dilancarkan pemerintahan Sharon terhadap rakyat  Palestina meskipun menghadapi penolakan dengan banyaknya amaliat dan  darah yang tertumpah dari rakyat Palestina, sebagaimana represif  yang dilancarkan oleh Amerika Serikat terhadap Irak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Pada pertengahan tahun 2002-pertengahan tahun  2003, persekongkolan Zionis-salibis dan antek-anteknya dari  kalangan penguasa dan penghianat berupaya untuk mengosongkan medan  jihad dari segala bentuk perlawanan bersenjata dengan cara  menghantam gerakan jihad, dengan membunuh tokoh-tokohnya dan  menangkap anggota-anggotanya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;u&gt;Biasanya,  upaya ini berhasil dengan bantuan pemerintah lokal dengan &lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;memutar  balikkan materi-materi jihad khususnya bab &lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;ingkarul  munkar&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;u&gt;  dan infiltrasi yang di lancarkan oleh yahudi untuk membenturkan  gerakan jihad dengan penguasa lokal agar bisa merealisasikan tujuan  diatas (pembunuhan dan penangkapan)&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 0.49in; margin-bottom: 0in; color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Ini juga merupakan point berbahaya, pemisahan pemuda mujahid dari umat, penggelaran mereka dengan khowarij, kelompok sesat, kelompok minoritas bukan representatif umat, umat berlepas diri dari sikap mereka.&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.49in; margin-bottom: 0in; color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Oleh karena itu kita harus waspada dan tidak masuk jebakan ini !!&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="color: rgb(0, 0, 0);" start="4"&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Menguasai  sumber daya alam dan membuat skets peta politik baru bagi  Negara-negara Arab. Selanjutnya daerah-daerah yang memiliki sumber  daya alam melimpah dikuasai oleh PBB (AS)… Mendirikan Israel Raya  dari Nil sampai Furat,… membangun Negara Kristen di selatan Mesir…  Pembagian wilayah di Sudan … Daulah Suniyah di Hijaz… dari sana  mereka mengangkat pemimpin dan penguasanya yang cocok yang bisa  menjaga kepentingan barat dan mempertahankan exsistensinya. Oleh  karena itu mereka tidak melihat kita sebagai kelompok yang cerai  berai, tapi tetap sebagai sebuah umat yang perlu untuk semakin  dipecah. karenanya Bush berkata: "&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;b&gt;ini  adalah perang salib baru&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kalian jangan menyangka bahwa ini akan terjadi; kita kembali pada firman Allah surat al anfal 37&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="CENTER" lang="en-US"&gt;&lt;img src="http://docs.google.com/File?id=dd9d2s3h_13d6r9xhff_b" name="graphics5" align="BOTTOM" border="0" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;37. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;i&gt;supaya Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas sebagian yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, dan dimasukkan-Nya ke dalam neraka Jahannam. Mereka itulah orang-orang yang merugi. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;h2 style="color: rgb(0, 0, 0);" class="western" align="JUSTIFY"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;II. Musuh, siapa dia, siapa yang kita prioritaskan dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;siapa yang kita tangguhkan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/h2&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebagai pendahuluan untuk masuk pada pembahasan tentang musuh dan memetakan skala prioritas amal terhadap mereka, secara ringkas akan ku terangkan dua bentuk jihad yang telah dilaksanakan saat ini,dari hasil experimen para mujahidin, kemudian dari sini kita akan menyimpulkan banyak hal: &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;b&gt;Experimen pertama&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;: jihad melawan penguasa-penguasa sekuler, telah berlalu hampir sepertiga abad sejak dimulainya roda perang melawan penguasa sekuler di Mesir, Syam dan negeri-negeri arab yang lain, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;kesimpulan experimen di semua tempat tersebut:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Perlawanan  yang tidak teratur yang dilancarkan oleh gerakan islam dalam rangka  melakukan amar ma'ruf nahi mungkar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Benturan  dengan falsafah penguasa sekuler.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Infiltrasi  berdarah dari lembaga keamanan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Amal  da' wah berubah menjadi amal jihad dan dimulainya amaliyat balas  dendam yang tidak teratur. &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jeleknya  pemilihan sasaran.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tidak  adanya kesepakatan untuk membatasi kunci yang dijadikan isu sentral  peperangan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hilangnya  peran sisi media di medan perang dan penguasaan penguasa terhadap  hal tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pencitraan  buruk oleh ulama pemerintah terhadap mujahidin dan penggelaran  mereka sebagai khowarij.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dukungan  internasional bagi para penguasa. sekuler&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Cooling  down militer mujahidin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hijrahnya  mujahidin ke luar negeri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kemenangan  penguasa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Penangkapan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="JUSTIFY"&gt;&lt;a name="BLOGGER_PHOTO_ID_53499840328680840821"&gt;&lt;/a&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Menarik  kembali amal-amal yang telah dikerjakan(taraju').&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_dEFdbW_7C-I/Sj72IekdKXI/AAAAAAAAAGU/Jnwa7AE_L_8/s320/2009-06-20_043144.gif" name="graphics6" align="BOTTOM" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setiap point dari masing-masing point diatas butuh penjelasan rinci yang perlu dijabarkan dan contoh-contoh yang perlu disebutkan sehingga gambarannya tampak jelas bagi generasi berikutnya. Oleh karena itu Insya Allah aku akan kembali setelah ini dan meringkas beberapa faedah, melalui lembaran-lembaran berikut aku akan masuk pada beberapa unsur (variabel) yang penting.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;b&gt;Experimen kedua&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;: Jihad melawan penguasa dunia internasional&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Adalah Uni Sovyet sebuah Negara yang memiliki aqidah dan manhaj sebagaimana juga memiliki kekuatan militer yang melegenda yang tidak mungkin bisa ditaklukan oleh aliansi barat. Dalam bidang militer Uni Sovyet memiliki angkatan darat terbesar yang pernah dikenal oleh sejarah. Dalam hal peradaban di dukung oleh teori komunisme yang dijadikan aqidah dan agama yang telah tersebar di setengah belahan bumi. Para penguasa muslim pun tunduk kepadanya, juga masyarakatnya. Laju gerak komunisme mengalahkan kapitalisme dengan telak. Aliansi baratpun mengetahui tidak ada yang bisa menghentikan laju gerak komunisme kecuali peradaban yang memiliki bangunan yang kokoh, oleh karenanya mereka merasa tidak mampu utuk menghadapi komunisme. Tidak ada peradaban lain di horizon ini selain islam. Uni Sovyet terburu-buru untuk mendapatkan minyak dan oil di tanah arab. Akhirnya runtuhlah Uni Sovyet di Afghonistan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;b&gt;Afghanistan adalah bumi islam dan jihad&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;, yang memimpin jihad adalah para ulama, dan didukung oleh rakyatnya yang ksatria, yang siap berkorban apa saja demi berlakunya syariat islam. Experimen tersebut mendapat respon dunia islam internasional. Utusan-utusanpun datang ke Afghanistan yang merupakan jantung hati umat. Umat islam menang dan tumbanglah Uni Sovyet yang diikuti dengan tumbangnya teori dan idiologinya. Cerai berailah kekuasaannya dan semua yang bertasbih memuji-nya kecuali sedikit….. Terbebaslah Eropa Timur dan mayoritas negara-negara Afrika….Asia Tengah…Terjadi revolusi di dalam negeri Sovyet sendiri, sehingga Uni Sovyet tinggal puing-puingnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;u&gt;Pertanyaannya:&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt; Uni Sovyet telah menguasai setengah dunia dengan kekuatan militernya yang menajubkan dan peradabannya yang mapan! Lalu apakah yang dimiliki imperalis barat yang liberal sekarang ini? Apakah kekuatan militernya yang menakjubkan dan prinsip hedonismenya lebih dasyat dari yang telah dimiliki komunisme? Sebesar apapun yang dicapai oleh barat tetap tidak mampu menggungguli apa yang telah dicapai oleh komunisme. Maka barat tidak mungkin mampu menguasai dunia tanpa di dukung peradaban yang hakiki. Dan tidak ada yang bisa menghapus suatu peradaban kecuali peradaban lain yang lebih kuat darinya, sekedar mengingatkan, Bangsa Tartar/Mongol pernah memiliki kekuatan militer yang menajubkan ,namun sekarang tersisa apa?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Atas dasar ini, kemenangan pada perang yang akan datang melawan imperalis barat adalah jelas, akan tetapi butuh banyak energi…. Sesungguhnya ia adalah perang besar:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ringkasnya dengan tumbangnya Uni Sovyet tumbang pula antek-anteknya. Diantara yang tidak diragukan lagi bahkan termasuk keyakinanku bahwa tumbangnya tatanan dunia baru saat ini akan melahirkan dua hal: &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;ol style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kekosongan  kekuasaan politik yang belum pernah terjadi sebelumnya, disana akan  banyak pengganti yang terpersonifikasikan pada Negara yang pada masa  lalu pernah berkuasa, seperti China dan India. Tapi kita tunda dulu  pembicaraan mengenai penguasa dunia yang akan memerintah pada  kesempatan lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Cerai  berainya Negara-negara pengikutnya, rakyat akan terbebas dari  cengkraman para penguasa yang melarikan diri ke Negara bossnya.  Pertanyaannya: siapa yang lebih baik persiapannya untuk menyambut  hal itu? Orang-orang Islam ataukah para pengusung nasionalisme?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Kesimpulan dari dua experimen tersebut:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Isu  pertempuran yang ditawarkan pada experiment mujahidin melawan  penguasa sekuler belum mengenai sasaran, karena belum menyentuh  perasaan rakyat, maka harus ada isu perlawanan yang jelas yang  dengannya masyarakat optimis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Supaya  amal jihad lokal mencapai kesuksesan harus terpenuhi beberapa  faktor, yang terpenting adanya upaya politik yang mendahului;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;dilakukan  melalui jalan dakwah&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;  agar umat bergerak bersama mujahidin, tidak terpisah atau cenderung  sendiri- sendiri. Membuat koalisi internal umat (baik yang bersifat  kesukuan atau tandzim, yang sesuai dengan karakterisrik daerah  masing-masing), adanya tandzim yang bisa mengelola pertempuran yang  sesuai dengan ciri khas daerah tersebut, mempersiapkan masyarakat  agar sudi berkorban dan mau turut serta menanggung dampak-dampak  perang. Pengaturan yang baik dalam agenda-agenda amaliyat, membatasi  siapa yang menjadi sasaran, dan seterusnya. Hal ini belum terpenuhi  di experimen-experimen yang ada sampai hari ini kecuali di  Palestina.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Experimen-experimen  lokal tidak akan sampai pada tujuan selama di sana ada kekuatan  internasional yang memback up-nya. supaya tetap eksis menjaga  kepentingan barat. Solusinya menuju sukses adalah gerakan jihad  harus memakai neraca kekuatan yang dipakai oleh barat dan berusaha  untuk menyelaraskan experimennya sesuai dengan cara pandang barat  yaitu dengan merubah arah pertempuran menuju perang global dengan  mengikutsertakan umat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kekuatan  yang besar tidak bisa dilumpuhkan dengan berkala/berangsur tetapi  harus dengan sekali pukul. Tumbangnya kekuatan tersebut akan  berdampak pada tumbangnya Negara-negara pengikutnya. Oleh sebab itu  sebelum hancurnya kekuatan besar tersebut, harus ada pengganti yang  bisa mewadai seluruh pecahan-pecahannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pertempuran  yang akan datang adalah antara islam dengan imperalis dan  antek-anteknya yang hari ini di pimpim oleh persekongkolan  Yahudi-Nasrani.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di  sana ada neraca kekuatan baru dan aliansi yang lebih kuat daripada  aliansi Negara internasional yang pernah mendukung jihad  Afghanistan. Aliansi tersebut adalah umat islam dengan segala  kelompoknya selain pemerintah. Umat mampu untuk mendukung  keberlangsungan jihad dan sanggup melengserkan penguasa sekuler  selajutnya melangkah menuju pemerintahan islam jika didukung adanya  tandzim yang kuat dan baik serta memppunyai kepemimpinan yang sadar,  terpercaya dan tulus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pertempuran  memiliki dua sisi yang selamanya tidak akan pernah berubah, yaitu:  agenda politik dan agenda militer.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Agar  sukses dalam perang peradaban ini, harus ada kekuatan militer yang  melindungi dan menjaganya dari ancaman luar dan dalam. Kekuatan  militer tersebut tidak semata-mata bersandar pada prinsip-prinsip  militer belaka dalam visi misinya tapi juga memfokuskan pada  prinsip-prinsip syar'I yang akan menjaga kelurusan islam….&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Memiliki  persenjataan dan amunisi berikut perlengkapan-perlengkapan militer…  berusaha menyimpan dan mengamankan gudang-gudangnya, membuat serta  mengembangkannya adalah sendi penting dalam perang. Kemapanan  eksistensi barat dan Yahudi jika dibandingkan dengan umat islam  lebih disebabkan kaarena kepemilikan mereka terhadap besi dan api  (senjata dan amunisi). Sementara umat islam dengan seluruh  kelompoknya terbelenggu tatkala senjata dan amunisi kosong dari  tangan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Bahwa  pertempuran ini lama waktunya, bisa berlangsung sampai beberapa  generasi, sehingga tidak benar berjuang berpisah dari umat  atau…bukan bagian darinya. Justru gerakan jihad harus  terpersonifikasikan dalam skuad-skuad militer pioner dalam diri &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;umat  yang diberkahi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;  itu sendiri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Bahwasanya masyarakat yang tidak condong kepada dunia, tidak bakhil dengan hartanya dan darah anak-anaknya adalah masyarakat yang mulia yang mampu mengadakan perubahan yang diinginkan&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;. Tidak membutuhkan lagi selain adanya qiyadah yang bijak, visi yang jelas yang akan ditempuh dan senjata yang berada di tangannya yang bisa menjaga dan mengawal perjalanannya juga melumpuhkan musuhnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari experimen yang lalu, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;kita bisa mengklasifikasikan musuh-musuh yang saat ini aktif memerangi umat menjadi empat tingkatan&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;, sebagai catatan gradasi tersebut menentukan tingkat bahayanya atas umat, artinya yang disebut di awal berarti yang paling berbahaya, kemudian selanjutnya dan begitu seterusnya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Tingkatan pertama:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;ol&gt;&lt;ol&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Yahudi     (tidak boleh dbedakan antara zionis dengan yahudi, yahudi     Palestina atau yahudi luar)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kristen     barat; komandan perang salib baru, Amerika, Eropa barat     (Protestan maupun katolik).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kristen     timur; Rusia dan arab (ortodok), hindu-budha dan semisalnya ,kalangan     penyembah berhala juga kaum syiah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Tingkatan kedua:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Aimah  kuffar (penguasa sekuler)&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Para  menteri dan ulama su'nya &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Institusi  institusi keamanan yang bekerja untuk melindungi penguasa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Tingkatan ketiga:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;LSM-LSM  yang menjadi antek-antek peguasa baik media maupun underbaw lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kelompok  liberal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kelompok  fasik yang menyebarkan perbuatan keji dengan mengatasnamakan seni  dan yang serupa dengan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Tingkatan keempat:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Organisasi-organisasi  modern yang mempunyai manhaj berseberangan yang tidak mempunyai  kekuatan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Partai-partai  politik yang menyeru kepada nasionalisme.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dari experimen jihad lokal dan internasional kita sampai pada kesimpulan bahwa menghantam kekuatan internasional yang berkuasa saat ini akan berdampak pada cerai berainya antek-anteknya. Maka semakin bertambahlah variabel variabel kemenangan bagi para aktifis islam lain. Tiadalah kemenangan yang diraih dalam pemilu dibeberapa negara seperti Turki, Palestina dan Bahrain oleh partai-partai Islam kecuali buah dari amaliyat 11 September …. Aku sebutkan hal ini meskipun kita berbeda metode dengan jama'ah-jama'ah tersebut dalam melakukan perubahan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kelompok 1 dan 2 dari tingkatan pertama, mereka adalah persekongkolan Yahudi-Nasroni, yang disebut dengan penguasa tatanan dunia baru saat ini, kelompok inilah yang harus dijadikan target saat ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Beginilah yang kupahami dari penjelasan-penjelasan Al-qoidah, sebagaimana ini yang kuyakini benar, ….. Dan akan kujelaskan melalui beberapa pertanyaan berikut: &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mengapa target pada tahapan ini adalah persekongkolan yahudi-nasroni bukan tiga poros bonekanya yang terpersonifikasikan pada penguasa, para menteri dan LSM-LSM-nya? Di sana ada banyak faedah yang bisa diraih dengan menyerang kelompok ini, diantaranya:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menyatukan  umat dan memperjelas hakekat petempuran antara islam sebagai sebuah  umat, bukan hanya sebagai sebuah kelompok (mujahidin), atau sebuah  negara (Afghanistan) dengan musuh-musuhnya berikut sekutu-sekutunya.  Berkenaan dengan kondisi moral umat dan gerakan intifadhoh antara  sebelum dan sesudah serangan 11 September perbedaannya amat jelas.  Belum pernah terbayang sebelumnya dalam diri umat bahwa ia mampu  menyerang musuh dan mengalahkannya. Belum pernah terjadi demonstrasi  menentang Yahudi sampai di Kuwait. Belum pernah ada aksi jihad  melawan Amerika sampai di Kuwait. Belum ada ormas yang mendirikan  partai yang berasaskan islam menang dalam pemilu sampai hari ini  kecuali setelah serangan 11 September.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sesungguhnya serangan terhadap persekongkolan Yahudi-Nasrani akan memperjelas kubu lawan, menegaskan hakekat pertempuran, menyatukan umat dan menjadikan uamat akan bergerak bersama kita. Permusuhan terhadap bangsa Yahudi bukan terjadi hari ini saja, akan tetapi sudah menjadi fitroh yang digariskan dan warisan yang kita terima sejak lahir, bahkan hal tersebut ada dalam jiwa umat…. Seluruh umat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2. Runtuhnya  penguasa politik internasional yang berkuasa saat ini menyebabkan  runtuhnya penguasa-penguasa sekuler yang legalitas kekuasaannya  berasal dari dukungan politik internasional tersebut. Sebagaimana  yang telah saya sebutkan, ketika disebut para boneka, maka  mayoritasnya baik yang arab maupun ajam, kekuasaannya disahkan oleh  penguasa politik internasional bukan oleh rakyat maupun agamanya.  Atas dasar ini, kekuatan eksistensinya bergantung pada eksistensi  penguasa internasional. (dikuatkan dengan yang terjadi di Uni Sovyet  dan sekutu-sekutunya) disini ada faedah penting:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Yaitu memperlebar jarak antara rakyat dengan penguasanya, karena penguasa-penguasa tersebut, pertimbangannya selalu dalam rangka memuaskan pihak luar yang memberikan kekuasaan padanya. Adapun kondisi dalam negeri dan situasi yang berkembang dikalangan masyarakat adalah isu terjadinya krisis ekonomi, keamanan, sosial, politik dan militer. Oleh karena itu para penguasa tersebut tahu betul seberapa jauh presur yang dilancarkan oleh orang-oranng dalam negeri sendiri, ia hanya akan pergi meninggalkan negara, berkhianat kepada rakyat saat dukungan internasional kepadanya telah hilang. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Agar hal ini semakin jelas dan tidak memerlukan tambahan penjelasan lagi, contohnya seperti kondisi boneka Hamid karzai. Apakah terbayang di benak seorang, jika USA dan NATO meninggalkan Afghonistan apakah dia akan tetap eksis berkuasa? Demikianlah sebenarnya kondisi mayoritas penguasa sekuler lainnya. Hal ini tentu akan mempermudah kerja kita untuk menggulingkannya setelah tidak adanya dukungan internasional terhadapnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3. Untuk mengucilkan pemerintah sekuler yang berkuasa berikut under bawnya (para menteri, institusi keamanan dan lsm-lsm pendukungnya) dari rakyat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Ketika kita menyerang simbol simbol penting persekongkolan yahudi nashrani dan kepentingan kepentingannya, kita telah melepaskan diri dari tuduhan yang di lontarkan oleh pemerintah bahwa kita khowarij, perusak dan kaki tangan ataupun agen asing.&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt; Oleh karena itu serangan kita terhadap kelompok tersebut akan berakibat:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Menyingkap  sikap pilih kasihnya pemerintah dan menelanjangi watak aslinya di  mata rakyat, hal tersebut tampak jelas melalui pembelaan yang  dilakukannya terhadap kepentingan yahudi dan pembunuhan dan  penangkapan yang dilakukannya terhadap anak anak rakyatnya yg muslim.&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;  Pada tahapan ini kita harus sampai pada satu fase pertempuran tanpa  harus menembakkan satu pelurupun kepada pemerintah, apapun  kondisinya, kita harus sabar terhadap penangkapan dan penyiksaan,  juga kita harus mampu mengendalikan emosi dan perasaan sampai kita  mampu memperdalam jarak antara pemerintah dan rakyat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Menarik  simpati rakyat, ini adalah dampak logis dari point pertama, 100%  kongkrit, rakyat dengan serta merta akan melawan penguasa yang  menangkapi dan membunuhi anak-anak mereka&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;.  Hal ini dengan disertai upaya politik yang giat melalui pemantikan  isu-isu yang berkenaan dengan nasib dan penderitaan rakyat,  kekejaman dan kerusakan penguasa juga dukungannya terhadap Barat,  Yahudi dan Nashrani untuk memerangi saudara-saudara seiman di  Palestina, Irak dan Afghanistan akan semakin memisahkan penguasa  dari rakyatnya. Dengan demikian kita akan sampai pada hasil yang di  harapkan yaitu menngucilkan penguasa dari rakyat dan menciptakan  suasana umum yang menuntut adanya perubahan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Masyarakat  akan ikut memberikan kontribusi dengan memikul kesulitan-kesulitan  dan dampak-dampak perang, juga akan memotifasi mereka untuk rela  berkorban, ini juga dampak logis dari point di atas, di sini kita  saling bahu membahu dengan pemuda-pemuda umat memerangi kubu kafir  dan antek-anteknya, dengan demikian perang tidak hanya terbatas  antara penguasa dan satu kelompok umat tapi antara penguasa dan  rakyatnya.&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;  Kalau sekiranya kita tidak menyerang mereka tapi justru mengarahkan  serangan kita pada unsur-unsur pemerintah dan ulama-ulamanya,  sementara mereka tidak diragukan lagi juga termasuk anak- anak  negeri, tentu kita akan menemui banyak kerugian, dan inilah  sebenarnya yang dikhendaki oleh Yahudi. Sehingga kita tidak akan  memperoleh simpati sedikitpun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Karena  musuh yang terdiri dari 3 poros internasional (Yahudi, AS dan  Inggris) mereka sendiri sebenarnya yang datang menjajah  negeri-negeri kaum muslimin. Mereka tidak akan selamat dari krisis  ekonomi jika tidak menguasai minyak di tanah arab.&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;  Masalah sebenarnya bukanlah Sadam Husain dan senjatanya atau  pembangkangan sebagian pemimpin arab. Yang juga tidak boleh  dilupakan, musuh bergerak berdasarkan mitos agamanya yaitu dalam  rangka menyiapkan kerajaan tuhan di negeri suci. Dengan begitu  mereka memperoleh legetimasi dari sang pembuat syareat (menurut  anggapan mereka) karena hal tersebut dilakukan dalam rangka  memuaskan keinginan tuhan, demikian juga mereka akan mendapat  dukungan dari agama, sehingga dengan begitu mereka berhasil mengubah  warna perang menjadi sebuah perang suci. Selanjutnya rakyat di tiga  negara tersebut tidak akan keberatan untuk mendukung kebijakan  pemerintahnya agar bisa selamat dari krisis ekonomi, menyiapkan  kerajaan Tuhan…. Hal ini dikuatkan oleh hasil pemilu di kongres  Amerika dan partai Likuid Yahudi di Israel.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;h2 style="color: rgb(0, 0, 0);" class="western" align="JUSTIFY"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Ringkasan Dari Pergerakan Kita melawan musuh. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/h2&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Para mujahidin harus memahami beberapa perkara, yaitu: &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;ul style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;siapa    musuh kita? &lt;/span&gt;    &lt;/p&gt;    &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Siapa    yang kita prioritaskan? &lt;/span&gt;    &lt;/p&gt;    &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Siapa    kita? &lt;/span&gt;    &lt;/p&gt;    &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Siapa    yang bersama kita? &lt;/span&gt;    &lt;/p&gt;    &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Siapa    yang kita pending/tangguhkan? &lt;/span&gt;    &lt;/p&gt;    &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dan    bagaimana kita memenej masing-masingnya?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Tentang  siapa musuh kita&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;  , sudah dijelaskan ada empat golongan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-left: 0.49in; margin-bottom: 0in; color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;   &lt;/p&gt; &lt;ul style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Tentang  siapa yang diprioritaskan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;  , kita ulangi lagi untuk menegaskan, yaitu :persekongkolan  Yahudi-Nasrani yang terpersonifikasikan dalam diri USA, Yahudi baik  didalam maupun diluar Palestina, Inggris dan negara-negara Eropa  yang membantu disekililing mereka. Kita target mereka dan  kepentingannya di setiap tempat. &lt;span style="font-size:130%;"&gt;Jangan melangkahi mereka untuk  berpindah kepada target yang lain pada fase ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-left: 0.49in; margin-bottom: 0in; color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;   &lt;/p&gt; &lt;ul style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Tentang  siapa kita&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;  , kita adalah gerakan islam dengan segala kelompoknya, baik jamaah  jihad, jamaah dakwah, jamaah tarbiyah, jamaah ishlah dan  jamaah-jamaah lainnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;b&gt;Jamaah-jamaah  ini tidak diragukan lagi adalah ring inti bagi mujahidin&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Jamaah-jamaah  inilah yang harus membela mujahidin dan membantunya. Sebabnya sudah  jelas, kalau tunas mujahidin pupus, sudah barang tentu merekalah  yang akan menjadi target musuh berikutnya.&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Tentang  siapa yang bersama kita&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;  , &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;u&gt;seluruh  kaum awam umat islam, semua ormas umat islam yang mau menerima kita  dan mau bergerak di belakang panji kita, juga mau berkomitmen dengan  kita.&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;  Mereka ini adalah ring setrategis bagi mujahidin dan logistik yang  tak akan pernah habis setelah logistik Allah Taalla.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-left: 0.49in; margin-bottom: 0in; color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;   &lt;/p&gt; &lt;ul style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Tentang  siapa yang kita tangguhkan (pending),&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;  siapa saja yang menyelisihi kita tapi tidak memerangi kita. Masuk  dalam kelompok ini, negara-negara yang tidak memerangi kita, yang  hanya ingin mengamankan kepentingan dan kemaslahatannya. Pada fase  ini demi kemaslahatan, kita menahan tangan dari mereka, selama  kepentingannya selaras dengan kepentingan kita (seperti Ghothofan  pada perang Ahzab). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Termasuk  pula dalam kelompok ini gerakan-gerakan islam yang berbeda thoriqah  taghyirnya (metode perjuangan) dengan kita, yang &lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;salah  persepsi&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;  terhadap kita dan suka membesar-besarkan kesalahan-kesalahan kita.&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;  Kepada kelompok-kelompok ini kita sekali-kali jangan pernah  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;menghabiskan  energi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;untuk  meladeni mereka. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Mereka-mereka  ini tanpa disangsikan lagi di masa yang akan datang akan menjadi  pembela-pembela, ketika kemenangan sudah berpihak kepada kita.&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-left: 0.49in; margin-bottom: 0in; color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;   &lt;/p&gt; &lt;ul style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="JUSTIFY"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Tentang  bagaimana kita sebaiknya memenej setiap kelompok di atas,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;  manhaj yang diterapkan Al-Qaidah terbilang manhaj yang brilian,  kelas tinggi dan layak mendapat apresiasi dan acungan jempol.  Al-Qaidah mampu menghasung umat berada di barisannya, tak seorangpun  mengingkari hal ini. Prestasi yang telah di capai Al-Qaidah belum  pernah dicapai oleh jamaah islam manapun. Belum pernah kita dengar  Al-Qaidah bermusuhan dengan salah satu kelompok islam manapun,  kemudian mengarahkan busurnya kepada kelompok tersebut. Sebagaimana  kita belum pernah mendengar bahwa Al-Qaidah condong dan berpihak  kepada kelompok-kelompok musuh yang terikat perjanjian dengan  mereka, kemudian Al-Qaidah berdiri dibarisan mereka. Kita juga belum  pernah mendengar bahwa Al-Qaidah merubah strateginya untuk menyerang  selain persekongkolan Zionis-Salibis, atau Al-Qaidah kehilangan isu  sentral yang bisa menyatukan umat untuk melindungi tempat-tempat  suci………….sampai hari inipun ketika Al-Qaidah berubah menjadi  Tanzim Sirri (gerakan bawah tanah), yang kita tidak pernah lagi  mendengar kabar-kabar mereka kecuali sekilas-sekilas…… kita  belum pernah mendengarnya……….. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Aku adalah orang yang fanatik kepada Al-Qaidah dan amirnya Syaikh Usamah, mohon dimaklumi sikapku ini, namun menurutku mereka adalah kelompok terbaik yang menerapkan teori dan praktek sampai hari ini, sepanjang pengamatan dan analisaku terhadap experimen mujahidin sejak tigapuluh tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;a name="BLOGGER_PHOTO_ID_5349986382790891234"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kesimpulan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sesungguhnya skala prioritas amal jihad di arahkan kepada penguasa politik internasional (persekongkolan Yahudi-Nasrani) dan Negara-negara yang berada di sekelilingnya dari para penguasa sekuler yang lain (arab maupun ajam). Dengan menyerang , menghancurkan dan melengserkan mereka dari posisi dan peran politiknya saat ini, akan tumbanglah pemerintahan-pemerintahan yang didukungnya, yang secara otomatis rakyat juga akan terbebas dari belitan dan cengkeramannya. Dari sini baru kita mengarahkan permusuhan kepada para penguasa sekuler lokal… karena para penguasa ini mendapatkan legalitas kekuasaannnya dari penguasa induk. Yakinlah bahwa hari ini jika kita mampu mengubur induknya akan terkubur pula anak-anaknya. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1978655410352353878-8516117278838611825?l=abuicanimovic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/feeds/8516117278838611825/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/2011/03/hakadza-naral-jihad-bagian-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1978655410352353878/posts/default/8516117278838611825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1978655410352353878/posts/default/8516117278838611825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/2011/03/hakadza-naral-jihad-bagian-2.html' title='Hakadza Naral Jihad-Bagian 2'/><author><name>Mujahid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16235678722285318211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_kfRs7hQGr00/TPO6DbDM_ZI/AAAAAAAAAAM/Uypv7VOmp3s/S220/586MSC_logo-736079.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_dEFdbW_7C-I/Sj72IekdKXI/AAAAAAAAAGU/Jnwa7AE_L_8/s72-c/2009-06-20_043144.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1978655410352353878.post-886228718362769658</id><published>2011-03-12T02:00:00.001-08:00</published><updated>2011-03-12T02:34:56.408-08:00</updated><title type='text'>Hakadza Naral Jihad (Tahapan Jihad Al-Qoidah) - Bagian 1</title><content type='html'>&lt;p lang="en-US"&gt; &lt;/p&gt;&lt;h1  style="text-align: center; font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 51);font-family:arial;" class="western" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Oleh : Syaikh Hazim al Madani&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt; &lt;p  lang="en-US" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Jiwaku terasa tentram menulis 4 risalah seputar masalah ini (sebagai bentuk kesetiaan kepada Allah dan mujahidin). Risalah ini adalah analisa teoritisku terhadap petunjuk pelaksanaan yang sesuai dengan tahapan saat ini dari umur umat islam, dimana isinya sesuai dengan seruan, manhaj dan pemikiran tandzim Al-Qoidah dan amirnya Syaikh Usamah bin Ladin, semoga Allah memberkahi mereka dan menjaganya dari setiap keburukan…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;table  border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="308" style="font-family:arial;"&gt;  &lt;col width="88"&gt;  &lt;col width="220"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td bg="" style="color: rgb(204, 204, 204);" width="88"&gt;    &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Risalah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt;I&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td bg="" style="color: rgb(204, 204, 204);" width="220"&gt;    &lt;p lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Realita    gerakan Islam, peran mujahidin dan umat islam&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td width="88"&gt;    &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Risalah    II&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;    &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="220"&gt;    &lt;p align="LEFT" lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Musuh…Siapa    dia… Siapa yang kita prioritaskan dan siapa yang kita tangguhkan    (bersikap netral)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td bg="" style="color: rgb(204, 204, 204);" width="88"&gt;    &lt;p lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Risalah    III&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td bg="" style="color: rgb(204, 204, 204);" width="220"&gt;    &lt;p lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Persiapan    untuk bergerak dan menyiapkan umat untuk turut serta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td width="88"&gt;    &lt;p lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Risalah    IV&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="220"&gt;    &lt;p lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Jihad&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;h3  class="western" align="CENTER" lang="en-US" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(79, 129, 189);font-size:130%;" &gt;&lt;b&gt;BAB I&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;h1  class="western" align="CENTER" lang="en-US" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;b&gt;REALITA GERAKAN ISLAM, PERAN MUJAHIDIN DAN UMAT ISLAM&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt; &lt;p  style="margin-bottom: 0in;font-family:arial;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Umat islam dari timur sampai barat dari utara sampai selatan hidup dalam suasana perubahan dan angin revolusi dan pembebasan… Seluruh umat islam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt;merasakan suasana ini… Dengan seluruh gerakan dan kelompoknya… Adapun gerakan yang paling merindukan angin perubahan dan hawa pembebasan adalah gerakan jihad, yang mana gerakan ini sedang mencium tapak kembalinya Islam bahkan melihatnya datang dan menyakini sepenuhnya ia pasti terjadi sebentar lagi, tidak mustahil.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="margin-bottom: 0in;font-family:arial;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Oleh karena itu gerakan Islam harus mewaspadai para makelar revolusi dari golongan orang-orang yang mengaku islam yang selalu melakukan propaganda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-bottom: 0in;font-family:arial;" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Jika kemenangan sudah diperolehnya, mereka akan menelingkung Islam dan pemeluknya dari belakang. Entah sudah berapa banyak umat islam harus mengalami hal ini, di Sudan, Mesir, Al-Jazair, Yaman, Yordania sampai Afghonistan… ketika para ikon jihad menghianati darah saudaranya sendiri, para mujahidin, dan berusaha untuk mengaburkan masalah demi menyenangkan keinginan Barat yang tidak pernah ridlo sampai kita mengikuti millah mereka… sebelum munculnya harokah Taliban yang mengembalikan islam dan menjaga/melindungi darah mujahidin yang mengalir Fie Sabilillah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  align="JUSTIFY" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Saudaraku yang kukasihi karena Allah …inilah realita… Sesungguhnya semua gerakan islam menghendaki perubahan, khususnya di Negeri Haromain, sebuah negeri yang hanya dikuasai&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt;satu keluarga, mereka menguasai negeri dan rakyat, hidup disana sesuka perutnya, menghancurkan sawah ladang dan keturunan, menyebarkan kerusakan, menyiksa rakyat sampai menyerahkan bumi kita, sumber daya alamnya dan potensi-potensinya kepada musuh-musuh Allah, kepada bangsa keturunan kera dan babi dari golongan Zionis dan salibis, Yahudi dan Nasroni. Harta umat islam… Seluruh umat islam…mereka hambur-hamburkan seakan-akan mereka keluarkan dari kocek mereka dan dari hasil warisan nenek moyangnya. Bahkan yang lebih parah lagi mereka hendak memperbudak kita agar mau menjadi kacung bangsa penjajah…mereka sebarkan kebudayaan barat melalui media kita yang sesat,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt;dengan harapan bisa mencuci otak kita, supaya mau menerima budaya barat dalam kehidupan, dimana penyimpangan dari fitroh , kerusakan dan hedonisme dalam budaya mereka dinamai dengan kebebasan modern dan demokrasi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p  align="JUSTIFY" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Bahkan tidak berhenti sampai disini saja, yang lebih parah lagi ketika mereka berupaya merubah kurikulum pendidikan kita agar bisa merubah sejarah, sehingga kita tidak pernah lagi membaca, kecuali sejarah barat, tidak mendengar kepemimpinan kecuali kepemimpianan barat. Agar kita ridlo untuk mengikutiya, bahkan agar obsesi kita adalah menyusul mereka dan berjalan mengikuti jejaknya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p  align="JUSTIFY" lang="en-US" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Ya… beginilah mereka menginginkan untuk mewarnai pikiran kita, agar lisan kita selalu menyanjung dan agar hati kita selalu mendambakanya…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  align="JUSTIFY" lang="en-US" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Negeri Haromain adalah jazirah arab… semua jazirah….. sebagaimana yang kita ketahui… yaitu meliputi wilayah Syam dan Irak di utaranya teluk Persia di timurnya, samudra hindia dan laut arab di selatannya dan Laut qolzam bagian baratnya. Dengan kata lain mencakup: Saudi Arabia, Uni Emirat Arab dan Kuwait sebagai mana mencakup juga Yaman, Oman, Bahrain dan Qatar. Inilah daerah yang diharamkan oleh Allah bagi orang musyrik, Rosulullah pun memerintahkan kita dalam sabdanya : "Keluarkanlah orang-orang musyrik dari jazirah Arab."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  align="JUSTIFY" lang="en-US" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Atas karunia Allah, banyak saudara-saudara kita kaum muslimin… semua kaum muslimin… bangkit di Suria, Mesir, Libia, Maghrib arab, Yaman juga di negeri Haromain, Diantara mereka ada yang da'i adapula yang mujahidin. Sikap mereka layak dicatat dalam sejarah. Kemudian tumbuhlah generasi baru lewat tangan mereka, generasi yang merindukan kebenaran dan lebih mencintai apa yang ada disisi Allah meskipun menghadapi ujian dan aniaya…goncangan dan pukulan…diringi tumbangnya para ikon, jatuhnya para qiyadah, ada pula sebagian yang luntur dan banyak pula yang mengikuti. Hanya saja gunung yang kokoh itu tak akan pernah bergeser dan berubah, kita memohon kepada Allah agar menjaga mereka dari setiap keburukan… Agar merubah nasib ikhwan-ikhwan yang sedang menghadapi ujian, menghapus kesalahan mereka dan tidak menyiakan amal yang telah mereka persembahkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  align="JUSTIFY" lang="en-US" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Kesimpulan dari kebanyakan experimen jihad adalah kesuksesan di bidang militer akan tetapi kita selalu nihil dalam bidang politik. Saya telah mendengar muhadhoroh (ceramah) salah seorang ikon jihad dari Arab di Afghonistan suatu hari ketika beliau berkata: "Kita selalu menyibukkan diri dengan pengorbanan askari, sangat berseni dalam masalah ikhlas, mencintai syahadah (mati syahid) tanpa mau peduli kepada siapa urusan akhirnya jatuh, karena kita tidak mau peduli siapa sebenarnya yang mengendalikan urusan ini, kita masih saja berpendapat politik itu najis" banyak yang sependapat banyak pula yang mengingkari ucapannya. Realita akhirnya membuktikan kebenaran ucapannya. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p  lang="en-US" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;b&gt;Kesimpulan yang bisa diambil:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-bottom: 0in;font-family:arial;" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Disana ada realita yang mesti kita perhatikan dan masa depan yang harus kita gapai, jauh dari ego pribadi untuk sekedar mati syahid dan selamat dari fitnah dunia. Oleh karenanya pegorbanan jiwa dan darah karena Allah semata harus didasari tujuan agar anak-anak kita di masa datang hidup islami dihukumi Al-qur'an bukan undang-undang sekuler.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-bottom: 0in;font-family:arial;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Kehidupan itu punya dua sisi, satu sisi yang mengatur dan sisi lain yang melindungi (menjaga). Diantara upaya /asbab kemenangan adalah hendaknya kita mengambil semua sisi, tidak sebagiannya saja, sehingga kita diberi taufiq. Cukup bagi kita experimen-experimen kontemporer yang ada, dan kita harus bisa mengambil pelajaran dari experimen saudara-saudara kita&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt;tersebut. Kita tidak boleh mengulangi kesalahan mereka dan terjatuh ke dalam lubang yang sama. Kita mohon kepada Allah ampunan dan maaf untuk kita dan mereka serta mengumpulkan kita dan mereka di kediaman rahmat-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-bottom: 0in;font-family:arial;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;u&gt;Ketika aku katakan sisi politik, maksudku bukanlah curang, tipudaya, pencampuradukan antara yang haq dan batil, pengaburan urusan dien dan bunglon, bukan, bukan ini sekali lagi…&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt; Tetapi yang kumaksud adalah seperti yang kita pelajari dari Rosuluulah SAW karena beliau mengatur kehidupan umat dan memimpin umat berjihad di medan. Beginilah para pengusung dakwah. Di dalam diri Rosulullah  ada tauladan yang baik bagi kita. Kita mesti yakin bahwa disana ada qonun (ketentuan)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt;dalam membangun umat, jika kita abaikan qonun dan asas tersebut pasti kita hanya akan berputar-putar di alam asbab, mengerahkan kemampuan dan upaya dari generasi ke generasi berikutnya dalam keadaan tetap menyimpang dari petunjuk Rosulullah SAW dan perintah Allah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-bottom: 0in;font-family:arial;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Jika demikian, bertolak dari realita di atas, kita adalah umat yang mampu untuk mengadakan perubahan,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt;kita memiliki manhaj dan irodah untuk melaksanakannya, kedua hal tersebut adalah variabel penting dalam mengadakan perubahan, yang harus ditopang oleh beberapa variabel lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-bottom: 0in;font-family:arial;" align="JUSTIFY" lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Karenanya kita membutuhkan kesadaran berpolitik, visi ke depan, kepemimpinan yang tulus dan berfikir konprehensif. Kepemimpinan yang tahu betul jauhnya perjalanan, punya planning yang baik juga mempunyai keberanian dan kemampuan untuk memikul beban dan sabar menempuh ujian. Karena ini bukanlah rihlah sehari tapi perjalanan beberapa generasi. Sebagaimana qiyadah ini juga harus mampu membuat perangkat-perangkat yang bisa digunakan untuk merealisasikan visinya sesuai dengan tahapan amal yang berakhir dengan pendirian daulah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-bottom: 0in;font-family:arial;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Qiyadah yang sadar adalah yang tahu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt;kalau pekerjalannya terkadang menghabiskan umurnya, namun buahnya bisa jadi akan dipetik oleh anak-anaknya…Sehingga sikap potong kompas dan segera ingin memetik hasil jangan sampai menjadikannya tergesa-gesa…yang akibatnya ia sendiri tidak bisa memetik buahnya dan tidak ada yang bisa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt;wariskan untuk generasi berikutnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-bottom: 0in;font-family:arial;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Teori dan langkah politik ini harus disertai dengan kekuatan, karena tidak diragukan lagi, bahkan kita yakin bahwa bahan pembangunan umat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt;adalah darah, tidak akan diperhitungkan selain darah… Karenanya gemerlapnya politik di parlemen yang dengannya umat dikhianati, tidak bisa dijadikan alat perubahan selamanya. Karena singkatnya ia adalah pengkaburan, bunglon dan berlemah-lemah terhadap musuh. Robb kita tidak meridhoinya, tidak menerima dan menyetujuinya. Bahkan membiarkannya jatuh sedikit demi sedikit sampai ke pusaran kesesatan yang kadang-kadang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt;tidak akan bisa keluar daripadanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  align="JUSTIFY" lang="en-US" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Perlu disebutkan disini, diantara unsur penting lain disamping adanya qiyadah dan perangkat-perangkat pendukungnya adalah adanya generasi yang paham, berfikir utuh dan mampu membedakan antara yang murahan dan yang bermutu, juga siap berkorban apa saja untuk membela dien.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  align="JUSTIFY" lang="en-US" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Perkataanku generasi, tidak boleh dipahami hanya pemuda saja…. TIDAK… aku sedang berbicara tentang suatu masa dengan setiap orang yang hidup didalamnya… bapak-bapaknya, ibui-ibunya, pemuda-pemudanya… kakek-kakeknya dan cucu-cucunya, laki-laki dan perempuanya…pemuda dan pemudinya. Kita tidak akan pernah lupa bahwa yang pertama kali syahid di jalan Allah adalah Sumayyah sebagaimana aku tidak akan lupa ketika manusia pada lupa bahwa ibu-ibu adalah faktor terpenting dalam menyiapkan generasi. Karena seorang ibu seperti Khonsa', generasinya tidak akan pernah kalah selama-lamanya. Tak diragukan lagi menurutku para ibu di Palestina yang mendorong dan memotivasi anak-anaknya untuk berperang agar syahid di jalan Allah adalah sebuah kemenangan yang dekat, indikator yang baik dan kembalinya generasi perubahan yang kita dambakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  align="JUSTIFY" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Sesungguhnya yang aku maksudkan adalah umat islam…semua umat…dengan semua rakyatnya…di Afrika dan Asia… dari Mouritania di baratnya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;u&gt;sampai Indonesia&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt; di timurnya, inilah generasi yang sadar dan paham, yang sedang aku bicarakan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  align="JUSTIFY" lang="en-US" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Oleh karena itu wajib bahkan fardlu ain bagi kita untuk mengenali di bawah bendera mana kita sedang melangkah, bukan ini saja, bahkan mengenali siapa yang membawa panji, kita tahu betul kondisinya, kenal dhohirnya, diennya, ibadahnya, taqwanya, waro'nya, kadar kecintaannya pada dunia dan zuhudnya juga sifat-sifat dan karakternya. Bukan itu saja bahkan kita harus memahami jauhnya perseteruan antara haq dan batil, sembari memperhatikan neraca kekuatan, koalisi-koalisi yang dibolehkan, fiqh netralitas dan fiqih konfrontasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  align="JUSTIFY" lang="en-US" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Tinggal satu lagi … yaitu memahami masalah neraca kekuatan dan koalisi… ini adalah diantara perkara penting yang tidak boleh diabaikan ketika mengkaji realita hari ini, agar kita mengetahui kekuatan musuh dan mengetahui kemampuan dan potensi perang orang yang bersama kita. Siapa musuh kita, siapa yang netral, dan siapa yang wait and see mengikuti yang menang. Dunia saat ini sedang menanti perubahan, mengikuti kekuatan yang akan menguasainya dan tidak ada keberhasilan tanpa kekuatan. Oleh karena itu kita lihat dunia kadang condong ke timur kadang ke barat. Ketika kemenangan ada pada salah satunya maka dunia secara keseluruhan akan berpihak padanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  align="JUSTIFY" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Hari ini dunia bersekongkol terhadap kita, yang tidak setuju dengan persekongkolan ini itu tidak berarti suka pada kita, akan tetapi karena ingin memanfaatkan kita, karena kita dianggap ghonimah, meskipun ada perbedaan kepentingan diatas, yang terkadang melahirkan beberapa kemungkinan koalisi, hanya saja kita menghendaki sekutu yang tulus yang mau berkorban dan tidak menghianati kita &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt;………&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt;..yaitu menyiapkan umat islam!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  align="JUSTIFY" lang="en-US" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Aku akan yakinkan hal itu berikut kutunjukkan bukti-buktinya sehingga para aktifis muslim yakin bahwa umatnya selalu berada dibelakangnya, membela dan mau berkorban dengan segala yang bernilai dan mahal dan tidak membiarkan mereka sendirian di medan selama-lamanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  align="JUSTIFY" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Di Afghonistan ketika dukungan dunia Arab dan dunia islam terhenti karena larangan Amerika… ketika pemerintahan-pemerintahan yang ada tidak mau mendanai mujahidin afghon maka siapa yang memberikan bantuan sampai munculnya Taliban … apakah pemerintah dan tentaranya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt;ataukah umat dan anak-anaknya? Bukankah masyarakat islam yang menyisihkan hartanya dan dipersembahkan untuk mujahidin dengan tulus ikhlas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  align="JUSTIFY" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Ketika roda perang berputar di Bosnia siapa yang segera merespon dengan memberi dukungan untuk islam dan pemeluknya? Siapa yang membiayai&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt;apakah pemerintah dan tentaranya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt;ataukah umat dan anak-anaknya? Bukankah masyarakat islam yang menyisihkan hartanya dan dipersembahkan untuk mujahidin dengan tulus ikhlas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  align="JUSTIFY" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Dalam episode perang Chechnya yang pertama dan kedua dibawah bayang-bayang kekuatan yang menguasai dunia (Rusia), yang memerintah bangsa arab dan 'ajam … Siapakah yang menanggung dampak perang dan membiayainya?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Siapa yang tergerak untuk datang dan membela, dan senantiasa terus mengorbankan jiwanya secara murah untuk Allah ? apakah pemerintah dan tentaranya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt;ataukah umat dan anak-anaknya? Bukankah masyarakat islam yang menyisihkan hartanya dan dipersembahkan untuk mujahidin dengan tulus ikhlas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  align="JUSTIFY" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Selama perang Palestina dengan semua fasenya, khususnya Intifadhoh terakhir.. …..contoh teladan dalam pengorbanan yang telah dipersembahkan dan akan senantiasa dipersembahkan …. dukungan dana yang menakjubkan yang dipersembahkan… kita tidak tahu apakah sampai ataukah dicuri oleh pemerintah Arab…Siapa yang berkorban? … Siapa yang menghancurkan kapal induk Amerika USS Cole… siapa yang menghancurkan NewYork dan Washington pada hari selasa yang diberkahi… apakah pemerintah dan tentaranya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt;ataukah umat dan anak-anaknya? Bukankah masyarakat islam yang menyisihkan hartanya dan dipersembahkan untuk mujahidin dengan tulus ikhlas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  align="JUSTIFY" lang="en-US" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Telah hilang neraca kekuatan, dunia tidak lagi condong ke timur atau ke barat, tidak ke utara atau ke selatan, yang ada hanya ada dua kubu, kubu iman dan kubu kafir… kubu kafir dengan seluruh pengikutnya di satu timbangan, mujahidin dan umat ditimbangan yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  align="JUSTIFY" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Kita ringkas dari hal diatas bahwa umat islam adalah satu timbangan kekuatan yang harus kita perhatikan… inilah yang dipahami oleh barat dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt;para penguasa sekuler, oleh karena itu mereka berusaha terus menerus untuk mengucilkan dan memisahkan kita dengan umat, dan mereka berusaha sekuat tenaga untuk itu……..Allah memenangkan urusanNya akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui… Sesungguhnya dukungan yang hakiki bagi mujahidin setelah karunia Allah adalah umat islam yang senantiasa mencintai mereka dan diharapkan bisa mengembalikan Al-qur'an sebagai aturan hidup, agar umat bisa hidup dibawah pancaran cahayanya dan bayang-bayang keadilannya sampai bertemu dengan Robbnya. … Yang wajib dipahami oleh mujahidin adalah bagaimana menjadikan umat selalu berada di belakang barisannya, tidak dibiarkan menjadi santapan empuk bagi penguasa dan pemerintahnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1 class="western"  lang="en-US" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;b&gt;Kesimpulan:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt; &lt;p  align="JUSTIFY" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Qiyadah yang ikhlas, generasi yang sadar, perangkat pendukung yang digunakan untuk bekerja, sesuai dengan visi politik (manhaj), memiliki irodah dan kekuatan militer untuk mengadakan perubahan…Inilah yang kita cita-citakan dan kita akan kembali InsyaAllah membahas masalah ini pada bab selanjutnya agar kita bisa melihat bagaimana hal itu bisa terwujud…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  align="JUSTIFY" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Tidak lengkap rasanya berbicara tentang realita umat tanpa berbicara tentang musuh, akan tetapi karena urgennya pembahasan ini akan aku sendirikan dalam bab dua.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  align="JUSTIFY" lang="en-US" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Barangsiapa yang mempunyai masukan atau saran baik meluruskan atau menambah hendaknya disampaikan, semoga Robb menunjukkan kita pada petunjuk, selanjutnya kita perbaiki perjalanan jihad ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-bottom: 0in;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-bottom: 0in;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1978655410352353878-886228718362769658?l=abuicanimovic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/feeds/886228718362769658/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/2011/03/hakadza-naral-jihad-tahapan-jihad-al.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1978655410352353878/posts/default/886228718362769658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1978655410352353878/posts/default/886228718362769658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/2011/03/hakadza-naral-jihad-tahapan-jihad-al.html' title='Hakadza Naral Jihad (Tahapan Jihad Al-Qoidah) - Bagian 1'/><author><name>Mujahid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16235678722285318211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_kfRs7hQGr00/TPO6DbDM_ZI/AAAAAAAAAAM/Uypv7VOmp3s/S220/586MSC_logo-736079.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1978655410352353878.post-7706038733898365343</id><published>2011-02-19T20:32:00.000-08:00</published><updated>2011-02-19T20:43:03.687-08:00</updated><title type='text'>Menjaga Diri dan Keluarga dari API NERAKA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="western" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p dir="RTL" class="western" align="CENTER"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;b&gt;قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt; وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلآئِكَةٌ غِلاَظٌ شِدَادُُ لاَّيَعْصُونَ اللهَ مَآأَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَايُؤْمَرُونَ &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;التحريم &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;: 6 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p dir="RTL" class="western" align="CENTER"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="western" style="text-indent: 0.26in;" align="JUSTIFY"&gt;”&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;Hai orang-orang yang beriman, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;b&gt;peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt; yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. (QS. At Tahrim 66:6)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;       Berikut ini kami ambilkan beberapa perkataan sahabat dan tabiin serta ahli fiqih dari berbagai macam Tafsir. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="western" style="text-indent: 0.26in;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;h1 style="text-align: center;" class="western"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Umar bin Khottob&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt; &lt;p class="western" align="CENTER"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;saat turun ayat ini, bertanya kepada Rasul. Kami akan jaga diri kami, lalu bagaimana dengan keluarga kami ? Jawab Rasul : Kau larang  mereka apa yang Allah telah larang dari-Nya, kamu perintah mereka dengan apa yang Allah telah perintah dari-Nya, jika itu kau lakukan, akan menyelamatkan mereka dari neraka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" align="CENTER"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;b&gt;Al-Qurtubi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" align="CENTER"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;Di dalamnya hanya ada satu masalah : yaitu penjagaan seseorang terhadap diri dan keluarganya dari siksa neraka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="western" align="CENTER"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;b&gt;Ali bin Abi Tolhah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" align="CENTER"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;dari Ibnu Abbas : Jaga diri dan keluargamu, suruhlah mereka dzikir dan doa kepada Allah, sehingga Allah menyelamatkan kamu dan mereka dari neraka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" align="CENTER"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;b&gt;Sebagian Ulama&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" align="CENTER"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;kalau dikatakan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Qu anfusakum&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt; : mencakup arti anak-anak, karena anak adalah bagian dari mereka. Maka hendaklah orang tua mengajarkan tentang halal dan haram dan menjauhkannya dari kemaksiatan dan dosa, juga mengajarkan hukum-hukum lain selain hal tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" align="CENTER"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;b&gt;Ali bin Abi Tholib&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" align="CENTER"&gt;“&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arabic Transparent;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;دبوهم وعلموهم&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arabic Transparent;"&gt;&lt;span style="font-size: 15pt;font-size:130%;" &gt;&lt;i&gt; “ &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="western" align="CENTER"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;Didiklah dan ta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;’&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;limlah ( &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;b&gt;ajarlah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt; ) dirimu &amp;amp; keluargamu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" align="CENTER"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;I&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;b&gt;bnu Abbas&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" align="CENTER"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;" &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arabic Transparent;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;اعملوا بطاعة الله واتقوا معاصي الله وأمروا أهليكم بالذكر ينجيكم الله من النار &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western"&gt;Ta&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;’&lt;/span&gt;atlah kamu kepada Allah. Janganlah bermaksiat kepada-Nya, Suruhlah keluargamu untuk dzikir mengingat Allah, niscaya Allah akan selamatkannya dari neraka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" align="CENTER"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="western" align="CENTER"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;b&gt;Mujahid&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" align="CENTER"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;" &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arabic Transparent;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;اتقوا الله وأوصوا اهليـكم بتقوى ال &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arabic Transparent;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;له&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western"&gt;Takwalah kepada Allah dan suruhlah keluargamu untuk takwa kepada-Nya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" align="CENTER"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;b&gt;Qotadah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p dir="RTL" class="western" align="CENTER"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;" &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arabic Transparent;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;تأمرهم بطاعة الله وتنها هم عن معصية الله فإذا رأيت لك معصية قذعتهم عنها وزجرتهم عنه   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western"&gt;Kau suruh keluargamu untuk taat kepada Allah, kau cegah mereka supaya tidak maksiat. Jika kamu lihat  maksiat di antara keluargamu, maka ingatkan mereka dan tinggalkan kemaksiatannya.&lt;/p&gt;   &lt;p class="western" align="CENTER"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;b&gt;Adh-Dhohak&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" align="CENTER"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;" &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arabic Transparent;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;حق على المسلم ان يعلم اهله من قرابته وامائه وعبيده ما فرض الله عليهم وما نهاهم الله عنه&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western"&gt;Hak seorang muslim adalah supaya mengajari keluarga dan sanak kerabatnya tentang kewajiban mereka kepada Allah dan memberitahu larangan-larangan-Nya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" align="CENTER"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;b&gt;Ulama Fiqih&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" align="CENTER"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;" &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arabic Transparent;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;وهكذا فى الصوم&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arabic Transparent;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;ليكون ذلك تمرينا له على العبادة لكى يبلغ وهو مستمر على العبادة والطاعة ومجانبة المعصية وترك المنكر&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western"&gt;Demikian juga seperti mengajarkan masalah-masalah shoum, agar keluarga membiasakan ibadah, agar mereka terus-menerus dalam kondisi selalu  ibadah, taat kepada Allah, menjauhi larangan dan meninggalkan kemungkaran.&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" align="CENTER"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;b&gt;Al-Maroghi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" align="CENTER"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;Hai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya, hendaklah di antara kamu memberitahukan satu dengan yang lain, yaitu apa-apa yang menyelamatkan kamu dari neraka, selamatkanlah diri kalian darinya, yaitu dengan taat kepada Allah melaksanakan perintah-Nya, beritahulah keluargamu, tentang ketaatan kepada Allah, karena dengan itu akan menyelamatkan jiwa mereka dari neraka, berilah mereka nasehat dan pendidikan. Hendaklah seorang lelaki itu membenahi dirinya dengan ketaatan kepada Allah, juga membenahi keluarganya sebagai rasa tanggungjawabnya sebagai pemimpin dan yang dipimpinnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" align="CENTER"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;b&gt;Al Qurthubi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western"&gt;Hak anak terhadap orang tua, hendaklah orang tua memberikan nama yang baik, mengajarkannya tulis menulis dan menikahkan bila telah baligh. Tidak ada pemberian orang tua terhadap anak yang lebih baik daripada mendidiknya dengan didikan yang baik.  &lt;/p&gt; &lt;p class="western" align="CENTER"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" align="CENTER"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;b&gt;Perintahlah anak-anakmu sholat jika sudah berumur 7 tahun, dan pukullah jika umur 10 th, meninggalkan sholatnya, pisahkan tempat tidur mereka”. [ Hadits ]&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;b&gt;TADZKIROH BAGI KITA ;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="western" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;b&gt;Jika  suatu keluarga ingin selamat dari api neraka&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;,  hendaklah mereka mempelajari dan mengikuti jejak  Rasulullah, para  Sahabat, Tabiin dan Tabiut Tabiin, dengan memahami pesan-pesan  mereka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="western" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;b&gt;Islam&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;  mendorong pemeluknya untuk menjadi pandai dan berkwalitas,  memotivasi untuk selalu mencari ilmu yang benar,  kemudian  mengamalkan dan mengajarkannya kepada orang lain, dalam hal ayat  tersebut adalah perhatian tegas kepada sanak keluarga dekat, agar  tidak lengah &amp;amp; tenggelam dalam kebodohan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="western" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;b&gt;Semoga  Allah SWT&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;i&gt;menjaga  diri kita, keluarga, dan sanak kerabat kita dari siksa api neraka,  kita ingatkan kembali do&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;i&gt;'&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;i&gt;a  berikut ini :&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p class="western" align="CENTER"&gt;&lt;span style="font-family:Arabic Transparent;"&gt;&lt;span style="font-size: 15pt;font-size:130%;" &gt;ربنا آتنا فىالدنيا حسنة وفى الأخرة حسنة وقنا عذاب النار&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-left: 0.2in; text-indent: -0.2in;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;i&gt;Ya Rob kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan di akhirat, dan jauhkanlah kami dari siksa api neraka&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-left: 0.2in; text-indent: -0.2in;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;Tentang do&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;'&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;a ini, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;b&gt;Al Hasan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt; mengatakan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;b&gt;: &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;kebaikan di dunia adalah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;ilmu dan ibadah yang baik&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-left: 0.2in; text-indent: -0.2in;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;b&gt;Ibnu Wahab&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt; mengatakan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;b&gt;:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt; kebaikan di dunia adalah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt; ilmu dan rizki yang baik&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;, dan penjagaan dari api neraka, adalah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;b&gt;Surga&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="western" align="LEFT"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;b&gt;Refferensi : &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="western" align="LEFT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" align="LEFT"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;1. Tafsir Ad-Durrul Mansyur Fit Tafsir Al Ma'tsur,&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Imam Suyuthi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" align="LEFT"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;2.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Tafsir Jami'ul Bayan Fi Tafsiril Qur'an,&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Ath Thobari.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" align="LEFT"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;3. Tafsir Al Jami' Liahkamil Qur'an,&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Al Qurthubi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" align="LEFT"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;4. Tafsir Al Qur'anul Adhim,&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Abul Fida' Ismail Ibnu Katsir. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="western" align="LEFT"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;5. Tafsir Al Maroghi,&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Ahmad Musthofa Al Maroghi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" align="LEFT"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;6. Tafsir Al Qosimi,&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Muhammad Jamaluddin Al Qosimi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" align="LEFT"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;7. Tafsir Fathul Qodir,&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Al Imam Asy-Syaukani&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" align="LEFT"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;8. Tafsir Alkamul Qur'an,&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Abu Bakar Muhammad bin Abdullah Alma'ruf Ibnul Aroby&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" align="LEFT"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;9. Al Asas Fie Tafsir,&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Said Hawa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" align="LEFT"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;10. Taisir Aly Al Qodir Li-ikhtishor Tafsir Ibnu Katsir,&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Muhammad  Nasib  Ar-Rifai&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1978655410352353878-7706038733898365343?l=abuicanimovic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/feeds/7706038733898365343/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/2011/02/menjaga-diri-keluarga-dari-api-neraka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1978655410352353878/posts/default/7706038733898365343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1978655410352353878/posts/default/7706038733898365343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/2011/02/menjaga-diri-keluarga-dari-api-neraka.html' title='Menjaga Diri dan Keluarga dari API NERAKA'/><author><name>Mujahid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16235678722285318211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_kfRs7hQGr00/TPO6DbDM_ZI/AAAAAAAAAAM/Uypv7VOmp3s/S220/586MSC_logo-736079.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1978655410352353878.post-8942538222350663783</id><published>2011-02-05T15:28:00.000-08:00</published><updated>2011-02-05T22:18:37.976-08:00</updated><title type='text'>Syariat Islam: Pilihan Akal Sehat</title><content type='html'>&lt;p  style="margin-right: -0.02in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:arial;"&gt; &lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;Amandemen UUD 1945 terus begulir. Pro-kontra pun berlangsung. Pihak yang tidak menghendaki proses amandemen diteruskan beralasan proses yang terjadi selama ini bukanlah amandemen, melainkan perombakan. Di pihak lain, ada yang menyetujui amandemen sebagian. Sedangkan untuk pasal-pasal yang sensitif, khususnya pasal 29 yang menyangkut adanya keinginan untuk menerapkan syariat Islam, tidak dapat diubah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-right: -0.02in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:arial;"&gt; &lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;Lepas dari pro-kontra di atas, kekhawatiran amandemen tersebut sebenarnya lebih dilatarbelakangi oleh penolakan terhadap syariat Islam. Tulisan ini tidak hendak masuk ke dalam pro-kontra amandemen karena yang semestinya dilakukan adalah perubahan total. Yang akan dikaji disini adalah ketidakpatutan menolak penerapan syariat Islam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-right: -0.02in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:arial;"&gt; &lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;b&gt;Wujud Kesadaran&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-right: -0.02in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:arial;"&gt; &lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;Islam, di samping mengandung hal-hal yang harus diimani &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;i&gt;('aqîdah, îmân&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;), juga berisi hukum-hukum untuk mengatur kehidupan. Hukum-hukum ini dikenal dengan syariat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-right: -0.02in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:arial;"&gt; &lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;Secara bahasa, syariat (&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;i&gt;asy-syarî'ah&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;) berarti sumber air minum (&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;i&gt;mawrid al-mâ' li al istisqâ&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;) atau jalan lurus (&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;i&gt;at-tharîq al-mustaqîm&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;). Sedangkan menurut istilah &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;i&gt;syar'î&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;, syariat itu bermakna: &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;i&gt;perundang-undangan yang diturunkan Allah Swt. bagi hamba-hamba-Nya baik dalam persoalan ibadah, akhlak, muamalah, dan sistem kehidupan untuk meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;. Syariat Islam merupakan syariat Allah Yang Mahabijaksana yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. untuk mengatur hubungan manusia dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;i&gt;Rabb&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;-nya, dirinya sendiri, dan sesama manusia. Jadi, setiap hukum yang digali dari sumber-sumber hukum Islam merupakan hukum syariat (&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;i&gt;al-ahkâm asy-syar'iyyah&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;) atau biasa disebut syariat saja. Karenanya, syariat Islam meliputi berbagai macam hukum; mulai dari cara bersuci hingga mengatur masyarakat dan negara. Atas dasar ini, yang disebut syariat Islam bukanlah sekadar sanksi kriminal (&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;i&gt;hudûd&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;) semata, melainkan seluruh hukum bagi semua aspek kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-right: -0.02in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:arial;"&gt; &lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;Kita semua sadar, bahwa Indonesia masih berada dalam krisis multidimensional. Tentu, semua ini merupakan produk dari sistem hidup dan kehidupan yang selama ini diterapkan. Yaitu sistem kapitalisme-sekular dalam segala bidang. Karenanya, untuk keluar dari krisis ini, tidak bisa hanya dengan mengganti para pengelolanya saja sementara tetap membiarkan sistem yang selama ini berlaku terus berjalan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-right: -0.02in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:arial;"&gt; &lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;Persoalannya adalah: sistem mana yang akan dipilih? Memilih sistem kapitalisme sama saja dengan mempertahankan kerusakan dan krisis. Sebab, krisis tidak hanya terjadi di Indonesia, AS, sebagai gembong kapitalisme juga mengalami hal yang serupa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-right: -0.02in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:arial;"&gt; &lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;Sementara itu, pilihan sosialisme-komunisme bukanlah merupakan pilihan yang rasional. Alasannya, sistem tersebut telah hancur sekalipun baru berkuasa selama 74 tahun. Bila demikian, alternatif pilihan terakhir hanyalah Islam. Oleh karena itu, tuntutan penegakkan syariat Islam haruslah dilandasi dengan kesadaran terhadap krisis dan kepekaan terhadap solusi terbaiknya. Pilihan ini ditopang oleh bukti sejarah tentang kehandalan syariat Islam yang mengungguli berbagai persoalan lebih dari 12 abad.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-right: -0.02in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:arial;"&gt; &lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;Syariat Islam datang dalam rangka memecahkan masalah bagi kemaslahatan semua elemen masyarakat. Sekadar menyebut contoh, ketika Islam menetapkan sebuah sistem ekonomi yang berlandaskan pada prinsip syariat, maka sistem itu ditujukan untuk seluruh masyarakat tanpa memandang Muslim ataupun non-Muslim. Ketentuan syariat Islam mengenai larangan riba dan judi serta penggunaan mata uang dinar dan dirham akan menjadikan ekonomi masyarakat tumbuh secara nyata.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-right: -0.02in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:arial;"&gt; &lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;b&gt;Penerapan Syariat Harus Total&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-right: -0.02in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:arial;"&gt; &lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;Setiap Muslim dituntut &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;secara syar'î &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;untuk menerapkan syariat Islam secara keseluruhan. Banyak sekali nash-nash yang menjelaskan hal ini. Di antaranya firman Allah Swt.:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-right: -0.02in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:arial;"&gt; &lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;i&gt;Apa saja yang diberikan oleh Rasul kepada kalian, terimalah. Apa saja yang dilarangnya atas kalian, tinggalkanlah. Bertakwalah kalian kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;b&gt;(TQS al-Hasyr [59]: 7).&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-right: -0.02in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:arial;"&gt; &lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;Kata &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;i&gt;mâ&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt; yang terdapat pada ayat di atas berbentuk umum, artinya mencakup seluruh bentuk perintah dan larangan Allah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-right: -0.02in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:arial;"&gt; &lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;Secara realitas, syariat Islam merupakan hukum Allah Swt. untuk menyelesaikan persoalan manusia. Syariat Islam harus dipandang sebagai solusi bagi masalah yang ada. Hal ini tergambar dari realitas hukum Islam itu sendiri. Bila hanya sebagian saja hukum Islam yang diterapkan, maka persoalan-persoalan yang dihadapi tidak akan tertanggulangi secara tuntas. Misalnya, untuk menjaga harta setiap individu masyarakat, Islam melarang pencurian. Dalam rangka meraih hal tersebut terdapat beberapa hukum yang saling berkaitan, antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:arial;" &gt;&lt;li value="1"&gt;&lt;p style="margin-right: -0.02in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0in;"&gt;  &lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;Islam  mewajibkan penguasa memberikan keterampilan kepada setiap warga  negara hingga mereka dapat bekerja. Negara wajib menyelenggarakan  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;b&gt;pendidikan  gratis, &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;termasuk  kepada mereka yang menganggur atau anak jalanan. Dengan  diterapkannya hal ini, maka tidak ada alasan bagi warga negara untuk  tidak bekerja karena tidak memiliki &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;i&gt;skill&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;.  &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-right: -0.02in; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;Berkaitan  dengan mereka yang mempunyai keahlian tetapi tidak mendapatkan  pekerjaan, Islam mewajibkan penguasa &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;b&gt;menciptakan  dan menyediakan lapangan kerja&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;.  &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-right: -0.02in; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;Dalam  menyediakan lapangan kerja, penguasa wajib memberikan kesempatan  yang sama. Karenanya, &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;b&gt;larangan  monopoli&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;  wajib diterapkan. &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-right: -0.02in; margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;Agar  kesenjangan tidak terjadi, hukum tentang kepemilikan wajib  diterapkan, yaitu: &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;ol style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:arial;" &gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-right: -0.02in; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;kepemilikan   umum (laut, sungai, BBM, listrik, barang tambang dsb) merupakan   milik umum; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;b&gt;tidak   boleh diprivatisasi,&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;   harus dikelola oleh negara. Hasilnya diberikan gratis kepada   masyarakat atau dijual kepada mereka dengan harga murah dan   untungnya untuk kepentingan masyarakat. &lt;/span&gt;   &lt;/p&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-right: -0.02in; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;kepemilikan   negara. Negara menerapkan &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;b&gt;hukum   &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;I'tha`   dawlah&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;,   yaitu negara memberikan sebagian hartanya kepada rakyatnya yang   miskin dan betul-betul membutuhkan, atau mengeluarkan kebijakan   pemberian pinjaman bagi pengusaha kecil tanpa dipungut biaya   tambahan (&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;b&gt;ekonomi   tanpa riba&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;).   &lt;/span&gt;   &lt;/p&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-right: -0.02in; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;kepemilikan   pribadi. Dengan kepemilikan pribadi, &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;b&gt;setiap   orang dijamin kepemilikannya&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;   dari kejahatan pihak lain. Haknya juga dijaga dari perampasan oleh   pihak lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-right: -0.02in; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;Persoalan  tanah sering menjadi sebuah persoalan besar. Karenanya, &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;b&gt;hukum  menghidupkan tanah mati&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;  (&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;i&gt;ihyâ  al-mawât&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;)  harus diterapkan. Mereka yang rajin membuka lahan mati akan  mendapatkan kesempatan mempunyai tanah sekalipun tidak mempunyai  uang. &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-right: -0.02in; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;Terhadap  mereka yang lemah, cacat; menjadi janda, yatim, miskin, atau hal-hal  lain yang menyebabkan tidak memungkinkannya mereka untuk bekerja,  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;b&gt;negara  wajib memaksa ahli waris&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;  mereka yang mampu untuk membiayainya. &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-right: -0.02in; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;Bila  mereka pada butir 6 tidak memiliki ahli waris yang mampu, penguasa  wajib &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;b&gt;menjamin  kebutuhan pokok&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;  (sandang, pangan, dan papan) mereka. &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-right: -0.02in; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;Selain  pendidikan, &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;b&gt;kesehatan  sebagai kebutuhan pokok pun wajib digratiskan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;  oleh penguasa. &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-right: -0.02in; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;Untuk  mendapatkan pemasukan dana bagi kebutuhan di atas, maka diterapkan: &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-right: -0.02in; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;b&gt;Hukum   zakat&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;.   Zakat dikelola negara. Yang tidak membayar zakat akan dikenai   sanksi. Harta zakat disalurkan bagi mereka yang berhak, termasuk   fakir/miskin. &lt;/span&gt;   &lt;/p&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-right: -0.02in; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;b&gt;Penerapan   hukum-hukum perusahaan milik umum&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;   yang dikelola negara. &lt;/span&gt;   &lt;/p&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-right: -0.02in; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;b&gt;Hukum   barang temuan, rikaz, jizyah, kharaj, dsb.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-right: -0.02in; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;Untuk  menghindari adanya kemudahan pencurian, diterapkan &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;b&gt;pengadilan  keliling&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;  di tempat-tempat keramaian (&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;i&gt;qâdhî  hisbah&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;).  &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-right: -0.02in; margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;Bila  mencuri lebih dari ¼ dinar selama bukan pada musim paceklik,  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;b&gt;dipotong  tangan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;  setelah melewati pembuktian. &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p  style="margin-right: -0.02in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:arial;"&gt; &lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;Dari kasus di atas terlihat jelas bahwa untuk menghindarkan terjadinya pencurian setidaknya diperlukan penerapan 16 hukum syariat. Potong tangan hanyalah salah satunya. Karenanya, untuk memelihara kepemilikan individu masyarakat dari pencurian, harus diterapkan semua syariat Islam tersebut. Bila tidak, syariat Islam sebagai solusi bagi permasalahan kehidupan dan rahmat bagi seluruh manusia tidak akan terasa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-right: -0.02in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:arial;"&gt; &lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;Demikian pula untuk menjaga akal, nyawa, keturunan, agama, dan sebagainya; diperlukan penerapan syariat Islam secara integral dalam hal-hal yang berkesesuaian. Sebab, antara satu hukum dengan hukum lainnya akan saling terkait. Ringkasnya, Islam akan dirasakan sebagai &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;i&gt;rahmatan lil 'âlamîn&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt; bila seluruh syariat Islam diterapkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-right: -0.02in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:arial;"&gt; &lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;b&gt;Menepis Keberatan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-right: -0.02in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:arial;"&gt; &lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;Hambatan-hambatan dalam menerapkan syariat Islam dapat dibagi menjadi dua kelompok. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;, kebencian orang-orang kafir, fasik, dan zalim terhadap syariat Islam. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;, kesalahan kaum Muslim dalam memahami syariat Islam. Akibatnya, muncullah 'keberatan' yang sebenarnya lebih merupakan pencerminan pada ketakberhasilannya dalam mengapresiasi ajaran Islam. Hambatan dari orang-orang kafir jelas bukan dalam kendali kaum Muslim. Karenanya, yang lebih penting adalah bagaimana menata kembali sikap kaum Muslim yang masih 'miring' terhadap syariat Islam, yang merupakan ajaran agama yang dianutnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-right: -0.02in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:arial;"&gt; &lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;Secara umum, kendala yang ada pada kaum Muslim dalam menerapkan syariat Islam, adalah lebih kepada masalah kekurangpahaman atau kebelumpahaman saja. Hal ini dapat dilihat dari 'keberatan' yang sering diungkapkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-right: -0.02in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:arial;"&gt; &lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;Di antara 'keberatan' itu adalah:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:arial;" &gt;&lt;li value="1"&gt;&lt;p style="margin-right: -0.02in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0in;"&gt;  &lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;b&gt;Islam  itu yang penting substansinya, bukan formalitasnya&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;.  Pendapat seperti ini bukan hanya berbahaya tetapi juga bertentangan  dengan realitas. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;,  tidak ada aturan yang diterapkan sekadar substansinya saja. Mengapa  mereka begitu getol memperjuangkan sekularisme, demokrasi, dan  berupaya mempertahankan formalitas sistem tersebut yang notabene  warisan kolonial? Padahal, jika mereka konsisten dengan pendapatnya,  semestinya cukup hanya substansi demokrasi saja yang dituntutnya,  dan substansi sekularisme saja yang diinginkannya?! Akan tetapi,  kenyataannya tidaklah demikian. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;,  dengan tidak diformalkannya syariat Islam berarti hanya akan  menciptakan peluang untuk main hakim sendiri. Padahal, semua sepakat  bahwa tidak boleh main hakim sendiri. &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-right: -0.02in; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;b&gt;Penduduk  yang hidup di suatu negara bukan hanya Muslim, tetapi juga  non-Muslim; tidak homogen tetapi heterogen&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;.  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;,  dalih ini sebenarnya mencerminkan kegagalan pihak tersebut memahami  realitas masyarakat. Pada kenyataannya, hukum manapun yang  diterapkan tidaklah diperuntukkan hanya bagi kalangan yang homogen  saja. Contohnya, di Amerika tidak semua penduduknya Kristen, akan  tetapi aturan yang diterapkannya adalah kapitalisme. Di Indonesia,  terdapat 4 agama resmi yang diakui, tetapi hukum yang diterapkan  juga kapitalisme atas dasar sekularisme. Di Cina, puluhan juta umat  Islam tinggal di sana, namun aturan yang diberlakukan aturan  sosialisme-komunisme. Jadi, tidak rasional menolak ditegakkannya  syariat Islam dengan alasan heterogenitas penduduknya. Mereka  sendiri tidak pernah melarang penerapan sistem kapitalisme meskipun  tidak semua penduduk berideologi kapitalisme; tidak pernah juga  berteriak tidak boleh menerapkan sosialisme-komunisme dengan alasan  tidak semua penduduknya berideologi sosialisme-komunisme. Sebenarnya  persoalannya bukan terletak pada homogen atau heterogen, tetapi  terletak pada sistem aturan mana yang akan diterapkan untuk mengatur  penduduk (apapun agamanya) demi terciptanya keadilan, kesejahteraan,  dan kebahagiaan masyarakat. Jawabannya, tentu saja Islam! &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;,  adanya ketidakpahaman terhadap kenyataan hidup Nabi Muhammad saw.  dan para sahabatnya. Sejarah menunjukkan bahwa penduduk negara Islam  saat itu tidak hanya Muslim, tetapi juga Yahudi dan Nasrani. Pada  Faktanya, lebih dari &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;u&gt;10  abad&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;  syariat Islam bertahan. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;i&gt;Ketiga&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;,  tidak adanya penghayatan bahwa syariat Islam itu adalah untuk  kebaikan bersama. Sebagai contoh, ketika riba dilarang sebagai  landasan perekonomian, hal ini tidaklah ditujukan hanya bagi  kepentingan kaum Muslim, melainkan juga untuk kepentingan penduduk  non-Muslim. Faktanya, akibat riba kini Indonesia dijerat utang luar  negeri. Yang rugi? Semua penduduk, Muslim dan non-muslim. &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-right: -0.02in; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;b&gt;Adanya  ragam pendapat tentang sistem politik dan kenegaraan Islam; sistem  mana yang akan diterapkan? &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;Alasan  ini pun terlihat 'genit'. Sebab, dalam sistem manapun, sulit hanya  ada satu pendapat saja. Misalnya, banyak beragam pendapat tentang  sistem republik, presidensil, atau parlementer. Bentuknya pun  pro-kontra; apakah kesatuan, federalisme, ataukah kesatuan dengan  otonomi daerah. Pendapat dalam sistem pemilihan pun berbeda-beda,  apakah harus pemilihan langsung (seperti keyakinan J.J. Rousseu),  perwakilan, distrik, dan sebagainya. Realitasnya, perbedaan pendapat  ini tidak menghalangi mereka menerapkan sistem demokrasi kapitalisme  dalam berbagai bidang, termasuk politik. Lalu, mengapa adanya  perbedaan pandangan tentang beberapa hal politik dan sistem  kenegaraan Islam dijadikan dalih untuk tidak ditegakkannya syariat  Islam? Sebaliknya, mengapa untuk sistem selain Islam tidak  diungkapkan alasan serupa? &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-right: -0.02in; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;b&gt;Hukum  Islam itu kejam, diskriminatif, dan 'primitif'&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;.  Tuduhan ini sebenarnya lebih menggambarkan ketakutan terhadap  syariat Islam. Padahal, jika kita mau berpikir, manakah sesungguhnya  yang lebih baik, misalnya: apakah masyarakat yang rata-rata  kehidupan seksual para anggotanya bersih karena diberlakukan hukum  Islam ataukah masyarakat yang permisif dan kacau; yang di dalamnya  industri seks sudah dianggap sebagai hal yang lumrah, aurat tidak  boleh dihalangi untuk dipamerkan karena diskriminatif, hukum  ditentukan oleh yang kuat (hukum rimba)? Tentu, masyarakat jenis  pertama merupakan masyarakat yang lebih luhur dan lebih sesuai  dengan harkat dan martabat manusia. Sebaliknya, yang kedua pada  hakikatnya menjurus pada masyarakat binatang yang hidup di hutan  belantara dengan hukum rimba, yang tidak jauh berbeda dengan hewan  ternak (Lihat QS al-A'râf [7]: 179). Akan tetapi, anehnya, banyak  masyarakat masih memandang bahwa masyarakat dan negara  sekular-kapitalistik yang serba permisif itulah yang dianggap  masyarakat modern (lebih tepat 'sok modern'), sedangkan masyarakat  yang menerapkan dan berupaya untuk menegakkan hukum Islam dipandang  sebagai masyarakat tradisional, konservatif, bahkan 'primitif'. Mana  yang lebih kejam, hukum yang memotong tangan pencuri yang  betul-betul terbukti dalam pengadilan ataukah hukum yang  memenjarakannya yang justru lebih mendidiknya menjadi seorang  penjahat kawakan? Aturan mana yang lebih diskriminatif; apakah hukum  yang memperlakukan semua orang secara adil ataukah hukum yang  memenjarakan seorang pencuri sandal seharga Rp 4000 selama 4 bulan,  sedangkan para perampok BLBI sebesar Rp 164 miliar bebas berkeliaran  penuh percaya diri? Padahal, kalau tolok ukurnya pencurian sandal  tersebut, seharusnya mereka dihukum 41.000.000 bulan atau 3.416.667  tahun! &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-right: -0.02in; margin-bottom: 0.19in;"&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;b&gt;Masyarakat  tidak siap. &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;Kita  layak untuk bertanya, ketika di Indonesia diterapkan lebih dari 80%  hukum Belanda (hingga sekarang), apakah rakyat ditanyai sudah siap  atau belum? Ketika aturan untuk menerapkan syariat Islam bagi Muslim  Indonesia dihapus oleh PPKI, apakah rakyat ditanya dulu siap atau  tidak dengan penghapusan itu? Dulu, saat diterapkan demokrasi  terpimpin dan demokrasi parlementer, apakah rakyat ditanyai  kesiapannya lebih dulu? Tidak! Lalu, mengapa alasan masyarakat tidak  siap itu hanya ditujukan kepada Islam. Padahal, benarkah masyarakat  tidak siap? Ataukah pihak yang tidak siap itu adalah hanya mereka  yang kini memegang kekuasaan, duduk di kursi empuk, dan banyak  kejahatannya hingga takut kezalimannya itu terbongkar bahkan  diadili? &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p  style="margin-right: -0.02in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:arial;"&gt; &lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;Itulah sebagian dalih yang diungkapkan untuk menolak syariat Islam. Namun, ternyata semuanya tidak sesuai dengan realitas alias mengada-ada. Berbagai dalih di atas hanya meneguhkan bahwa mereka tidak menggunakan akal sehat, tetapi sekadar karena dorongan hawa nafsu belaka. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;i&gt;Wallahu'alam bishawab&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-right: -0.02in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; color: rgb(51, 51, 51); font-family: trebuchet ms;font-family:arial;"&gt; &lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);font-size:130%;" &gt;&lt;i&gt;Sumbangan Majalah Al Islam&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1978655410352353878-8942538222350663783?l=abuicanimovic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/feeds/8942538222350663783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/2011/02/syariat-islam-pilihan-akal-sehat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1978655410352353878/posts/default/8942538222350663783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1978655410352353878/posts/default/8942538222350663783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/2011/02/syariat-islam-pilihan-akal-sehat.html' title='Syariat Islam: Pilihan Akal Sehat'/><author><name>Mujahid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16235678722285318211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_kfRs7hQGr00/TPO6DbDM_ZI/AAAAAAAAAAM/Uypv7VOmp3s/S220/586MSC_logo-736079.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1978655410352353878.post-5067770345752736981</id><published>2010-12-05T03:51:00.001-08:00</published><updated>2010-12-05T06:11:33.770-08:00</updated><title type='text'>Khalifah Umar bin Abdul Aziz : Sebuah Teladan</title><content type='html'>Wahai para aktivis harokah penegak syariah dan khilafah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak, marilah kita mempelajari secuil sejarah dari salafus saleh yang satu ini, tujuannya tidak lain adalah sebagai ibroh bagi kita untuk meneladani mereka. Aktualisasikanlah syakhsiyyah islamiyah mereka, akhlak mereka dam semangat mereka dalam dunia realita sekarang ini..Buktikanlah kepada musuh-musuh kita, bahwa pejuang-pejuang syariat adalah orang yg tidak seseram yang mereka bayangkan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERISTIWA MENAKJUBKAN DALAM HIDUP UMAR BIN ABDUL AZIZ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaran hidup khalifah yang ahli ibadah, zuhud dan khalifah rasyidin yang kelima ini lebih harum dari aroma misk dan lebih asri dari taman bunga yang indah. Kisah hidup mengagumkan laksana taman  yang harum semerbak, di mana pun Anda singgah di dalamnya yang ada hanyalah suasana yang sejuk di hati, bunga-bunga yang elok dipandang mata dan buah-buahan yang lezat rasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski kami tak sanggung memaparkan seluruh perjalanan hidup beliau yang tercatat dalam sejarah, namun tidak menghalangi kami untuk memetik setangkai bunga di dalam tamannya, atau mengambil sebagian cahayanya sebagai lentera. Karena “mala yudraku kulluhu laa yutraku ba’dhuhu”, apa yang tidak bisa diambil seluruhnya janganlah ditinggalkan sebagian yang dapat diambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengajak Anda untuk berbagi cerita tentang Umar bin Abdul Aziz dalam tiga peristiwa. Adapun peristiwa yang lain akan saya lanjutkan pada kitab selanjutnya jika Allah memberi kemudahan, insyaAllah.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kisah Pertama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah pertama yang mengesankan diriwayatkan oleh Salamah bin Dinar, seorang alim di Madinah, qadhi dan syaikh penduduk Madinah. Beliau menuturkan kisahnya, suatu ketika aku menemui khalifah muslimin Umar bin Abdul Aziz tatkala beliau berada di Khunashirah, tempat pemerahan susu. Sudah lama saya tidak berjumpa dengan beliau. Saya mendapatkan beliau berada di depan pintu. Pertama kali memandang, saya sudah tidak mengenali beliau lagi lantaran banyaknya perubahan fisik pada diri beliau dibandingkan dengan tatkala betemu dengan saya di Madinah. Saat di mana beliau menjadi gubernur di sana. Beliau menyambut kedatanganku dan berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar, “Mendekatlah kepadaku wahai Abu Hazim!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku, (Akupun mendekat), “Bukankah Anda amirul mukminin Umar bin Abdul Aziz?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar, “Benar!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku, “Apa yang menyebabkan Anda berubah? Bukankah wajah dahulu tampan? Kulit Anda halus? Hidup serba kecukupan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar, “Begitulah, aku memang telah berubah!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku, “Lantas apa yang  menyebabkan Anda berubah padahal Anda telah menguasai emas dan perak dan Anda telah diangkat menjadi amirul mukminin?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar, “Memangnya apa yang berubah pada diriku wahai Abu Hazim?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku, “Tubuh begitu kurus dankering, kulit Anda yang menjadi kasar dan wajahmu yang menjadi pucat, bening kedua matamu yang telah redup.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba saja beliau menangis dan berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar, “Bagaimana halnya jika engkau melihatku setelah tiga hari aku di dalam kubur, mungkin kedua mataku telah melorot di pipiku…perutku telah terburai isinya…ulat-ulat tanah menggrogoti sekujur badanku dengan lahapnya. Sungguh jika engkau  melihatku ketika itu wahai Abu Hazim, tentulah lebih tak mengenaliku lagi dari hari ini. Ingatkah Anda tentang suatu hadits yang pernah Anda bacakan kepadaku sewaktu di Madinah wahai Abu Hazim?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku, “Saya telah menyampaikan banyak hadits wahai amirul mukminin, lantas hadits manakah  yang Anda maksud?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar, “Yakni hadits yang diriwayatka oleh Abu Hurairah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku, “Benar, aku masih mengingatnya wahai amirul mukminin.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar, “Ulangilah hadits itu untukku, karena saya ingin mendengarnya dari Anda!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku, “Saya telah mendengar Abu Hurairah berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘Sesungguhnya di hadapan kalian terhampar rintangan yang terjal, sangat berbahaya, tidak ada yang mampu melewatinya dengan selamat melainkan orang  yang kuat’.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu menangislah Umar dengan tangisan yang mengarukan, saya khawatir jika tangisan itu memecahkan hatinya. Kemudian beliau mengusap air matanya dan menoleh kepadaku seraya berkata, “Apakah Anda sudi menegurkan wahai Abu Hazim bila aku berleha-leha mendaki rintangan yang terjal tersebut sehingga aku berhasil menempuhnya? Karena aku khawatir jika tidak mampu menempuhnya.”&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kisah kedua&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah kedua dalam kehidupan Umar bin Abdul Aziz diangkat sebagai khalifah beliau menulis surat untuk Sulaiman bin Abi As-Sari, gubernur beliau di Shugdi yang isinya, “Buatlah pondok-pondok di negerimu untuk menjamu kaum muslimin. Jika salah seorang diantara mereka lewat, maka jamulah ia sehari semalam, perbaguslah keadaannya dan rawatlah kendaraannya. Jika dia mengeluhkan kesusahan, maka perintahkan pegawaimu untuk menjamunya selama dua hari dan bantulah ia keluar dari kesusahannya. Jika ia tersesat jalan, tidak ada penolong baginya dan tidak ada kendaraan  yang bisa ditunggangi, maka berikanlah kepadanya sesuatu yang menjadi kebutuhannya hingga ia bisa pulang ke tempat asalnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubernur Sulaiman segera melaknsanakan titah amirul mukminin. Dia membangun pondok-pondok sebagaimana yang diperintahkan amirul mukminin untuk disediakan bagi kaum muslimin. Lalu berita tersebut tersebar di segala penjuru. Orang-orang di belahan bumi Islam di Barat dan di Timur ramai membicarakannya dan menyebut-nyebut keadilan dan ketakwaan khalifah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga sampai pula kabar itu kepada penduduk Samarkand. Mereka tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Mereka mendatangi gubernur Sulaiman bin As-Sari dan berkata, “Sesungguhnya pendahulu Anda yang bernama Qutaibah bin Muslim Al-Bahili telah merampas negeri kami tanpa mendakwahi kami terlebih dahulu. Dia tidak sebagaimana yang kalian lakukan –wahai kaum muslimin-  yakni menawarkan pilihan sebelum memerangi. Yang kami tahu, kalian menyeru musuh-musuh agar mau masuk Islam terlebih dahulu. Jika mereka menolak, kalian menyuruh mereka untuk membayar jizyah, jika mereka menolaknya baru kalian memberikan ultimatum perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, kami melihat keadilan khalifah Anda dan ketakwaannya. Sehingga kami berhasrat untuk mengadukan perlakuan pasukan kalian kepada kami. Dan kami meminta tolong kepada kalian atas apa yang telah dilakukan salah seorang panglima perang kalian terhadap kami. Maka ijinkanlah wahai amir agar salah satu di antara kami melaporkan hal itu kepada khalifah Anda untuk mengadukan kezhalimah yang telah kami rasakan. Jika kami memang memiliki hak untuk itu maka berikanlah untuk kami, namun jika tidak, kami akan pulang kembali ke asal kami.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubernur Sulaiman mengijinkan salah satu di antara mereka menjadi duta untuk menemui khalifah di Damaskus. Ketika utusan tersebut sampai di rumah khalifah dan mengadukan persoalan mereka kepada khalifah muslimin Umar bin Abdul Aziz, maka khalifah menulis surat untuk gubernur Sulaiman bin As-Sari yang antara lain berisi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Amma ba’du..Jika surat saya ini tela sampai kepada Anda, maka tunjuklah seorang qadhi untuk penduduk Samarkand yang akan mempelajari aduan mereka. Jika qadhi itu telah memutuskan bahwa kebenaran di pihak mereka, maka perintahkanlah kepada seluruh pasukan kaum muslimin untuk meninggalkan kota mereka. Ajaklah kaum muslimin yang telah tinggal bersama mereka untuk segera kembali ke negeri mereka. Lalu pulihkanlah situasi seperti semula sebagaimana tatkala kita belum memasukinya. Yakni sebelum Qutaibah bin Muslim Al-Bahili masuk ke negeri mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampailah utusan itu kepada Sulaiman lalu dia serahkan surat sarat dari amirul mukminin kepada beliau. Gubernur segera menunjuk seorang qadhi yang terkemuka yang bernama Jumai’ bin Hadhir An-Naaji. Beliau segera mempelajari aduan mereka, beliau meminta agar mereka menceritakan hal ihwal mereka. Juga mendengar kesaksian dari beberapa saksi dari pasukan muslim dan pemuka penduduk Samarkand, maka sang qadhi membenarkan tuduhan penduduk Samarkand dan pengadilan memenangkan pihak mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejurus kemudian, gubernur memerintahkan kepada seluruh pasukan kaum muslimin untuk meninggalkan kota Samarkand dan kembali ke markas-markas mereka. Namun tetap bersiap siaga berjihad pada kesempatan yang lain. Mungkin akan kembali memasuki  negeri mereka dengan damai, atau akan mengalahkan mereka dengan peperangan, atau bisa jadi pula bukan takdirnya untuk menaklukkan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala para pembesar mendengar keputusan sang qadhi yang memenangkan urusan mereka, masing-masing saling berbisik satu sama lain, “Celaka kalian, kalian telah hidup berdampingan dengan kaum muslimin dan tinggal bersama mereka, sedangkan kalian  mengetahui kepribadian, keadilan dan kejujuran mereka sebagaimana yang kalian lihat, mintalah agar mereka tetap tinggal bersama kita, bergaullah kepada mereka dengan baik, dan berbahagialah kalian tinggal bersama mereka.”&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kisah Ketiga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggallah peristiwa yang ketiga yang dialami oleh Umar bin Abdul Aziz. Kisah ini dikisahkan oleh Ibnu Abdil Hakam kepada kita di dalam kitabnya yang berharga “&lt;em&gt;Siirah Umar bin Abdul Aziz”&lt;/em&gt; (perjalanan hidup Umar bin Abdul Aziz). Beliau berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menjelas wafatnya Umar, masuklah Maslamah bin Abdul Malik dan berkata, ‘Wahai amirul mukminin sesungguhnya Anda melarang anak-anak Anda mendapatkan harta yang ada ini. Maka alangkah baiknya jika Anda mewasiatkan kepadaku atau orang yang Anda percaya di antara keluarga Anda.’ Ketika dia telah selesai berbicara, Umar berkata, “Tolong dudukkanlah saya!” maka mereka pun mendudukkan beliau, lalu beliau berkata, “Sungguh aku  mendengar apa yang Anda katakan wahai Maslamah, adapun perkataanmu  bahwa saya menghalangi anak-anak untuk mendapat bagian harta, maka sebenarnya demi Allah aku tidak menghalangi sesuatu yang menjadi hak mereka. Namun saya tidak berani memberikan harta yang memang bukan  hak mereka. Adapun yang kau katakan, “alangkah baiknya jika Anda mewasiatkan kepadaku atau orang yang Anda percaya di antara keluarga Anda (untuk menanggung) anak-anak Anda”, maka sesungguhnya wasiatku untuk anak-anakku hanyalah Allah yang telah menurunkan Al-Kitab dengan benar, Dia-lah yang melindungi orang-orang shaleh. Ketahuilah wahai Maslamah! Bahwa anak-anakku hanyalah satu diantara dua kemungkinan, apakah dia seorang yang shalih dan bertakwa sehingga Allah akan mencukupi mereka dengan karunia-Nya dan Dia menjadikan jalan keluar bagi kesulitan mereka. Ataukah dia anak durhaka yang berkubang dengan maksiat, sedangkan sekali-kali saya tidak mau menjadi orang yang membantu mereka dengan  harta untuk bermaksiat kepada Allah.” Setelah itu beliau berkata, “Panggillah anak-anakku kemari!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dipanggillah anak-anak amirul mukminin yang berjumlah belasan anak. Begitu melihat mereka meneteslah air mata beliau seraya berkata, “Aku tinggalkan mereka dalam keadaan miskin tak memiliki apa-apa.” Beliau menangis tanpa bersuara kemudian menoleh ke arah mereka dan berkata, “Wahai anak-anakku, aku telah meninggalkan kepada kalian kebaikan yang banyak. Sesungguhnya ketika kalian melewati seorang muslim atau ahli dzimmah mereka melihat bahwa kalian memiliki hak atas mereka. Wahai anak-anakku, sesungguhnya di hadapan kalian terpampang dua pilihan. Apakah kalian hidup berkecukupan namun ayahmu masuk neraka, ataukah kalian dalam keadaan fakir namun ayahmu masuk surga. Saya percaya bila kalian lebih memilih jika ayah kalian selamat dari neraka daripada kalian hidup kaya raya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau memperhatikan mereka dengan pandangan kasih sayang seraya berkata, “Berdirilah kalian, semoga Allah menjaga kalian, berdirilah kalian, semoga Allah melimpahkan rezeki kepada kalian…” Lalu Maslamah menoleh kepada beliau dan berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maslamah, “Saya memiliki sesuatu yang lebih baik dari itu wahai amirul mukminin!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar, “Apakah itu wahai Maslamah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maslamah, “Saya memiliki 300.000 dinar…saya ingin menghadiahkan kepada Anda lalu bagilah untuk mereka, atau sedekahkanlah jika Anda menghendaki.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar, “Apakah engkau ingin yang lebih baik lagi dari usulmu itu wahai Maslamah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maslamah, “Apakah itu wahai amirul mukminin?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar, “Engkau kembalikan dari siapa barang itu diambil, karena kamu tidak memiliki atas barang tersebut.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka meneteslan air mata Maslamah seraya berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maslamah, “Semoga Allah merahmati Anda wahai amirul mukminin tatkala hidup ataupun sesudah meninggal… sungguh Anda melunakkan hati yang keras di antara kami, mengingatkan yang lupa di antara kami, Anda akan senantiasa menjadi peringatan bagi kami.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak peristiwa itu, orang-orang mengikuti berita tentang anak-anak Umar sepeninggal beliau. Maka mereka melihat tak seorang pun di antara mereka yang hidup miskin dan meminta-minta. Sungguh benar firman Allah Ta’ala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraan mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan  perkataan yang benar.” (An-Nisaa': 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diadaptasi dari Dr. Abdurrahman Ra’fat Basya, &lt;em&gt;Shuwaru min Hayati at-Tabi’in&lt;/em&gt;, atau &lt;em&gt;Mereka Adalah Para Tabi’in&lt;/em&gt;, terj. Abu Umar Abdillah (Pustaka At-Tibyan, 2009), hlm. 219-228.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : alislamu.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1978655410352353878-5067770345752736981?l=abuicanimovic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/feeds/5067770345752736981/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/2010/12/khalifah-umar-bin-abdul-aziz-sebuah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1978655410352353878/posts/default/5067770345752736981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1978655410352353878/posts/default/5067770345752736981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/2010/12/khalifah-umar-bin-abdul-aziz-sebuah.html' title='Khalifah Umar bin Abdul Aziz : Sebuah Teladan'/><author><name>Mujahid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16235678722285318211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_kfRs7hQGr00/TPO6DbDM_ZI/AAAAAAAAAAM/Uypv7VOmp3s/S220/586MSC_logo-736079.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1978655410352353878.post-8594827235599445297</id><published>2010-11-29T07:25:00.002-08:00</published><updated>2010-11-29T07:32:13.086-08:00</updated><title type='text'>Hukum Fa'i di Indonesia : Sebuah Rujukan Ilmiah</title><content type='html'>&lt;div class="posttitle"&gt;     &lt;h2&gt;&lt;a href="http://lintastanzhim.wordpress.com/artikel/hukum-fa%e2%80%99i-di-indonesia/" rel="bookmark" title="Tautan Tetap ke Hukum Fa’i Di Indonesia"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;        &lt;/div&gt;                  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA – &lt;/strong&gt;Sebuah email mengatas namakan Abu Tholut Al Jawiy masuk ke redaksi Arrahmah.com, Senin (15/11). Dalam email tersebut, Abu Tholut memberikan Tadzkiroh (nasehat) kepada Akhi Abdurrochim Ba’asyir dan yang sependapat dengannya tentang fa’i di Indonesia. Berikut isi lengkap email dari Abu Tholut Al Jawiy yang dikirimnya dari Bumi Hijrah pada bulan Zulqo’dah 1431 H. Wallahu’alam bis showab!&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;TADZKIROH UNTUK AKHI ABDURROCHIM BA’ASYIR DAN YANG SEPENDAPAT DENGANNYA TENTANG FA’I DI INDONESIA&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;الحمد&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;لله&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;الذي&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;أنزل&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;الكتاب&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;والحكمة&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;هدى&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;للناس&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;ورحمة&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;،&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;وأنزل&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;الحديد&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;فيه&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;بأس&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;شديد&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;ومنافع&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;للناس&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;،&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;ثم&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;الصلاة&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;والسلام&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;على&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;من&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;أُمر&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;بقتال&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;الناس&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;حتى&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;لا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;تكون&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;فتنة&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;ويكون&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;الدين&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;كله&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;لله&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;،&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;اللهم&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;صلي&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;على&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;المبعوث&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;بين&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;يدي&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;الساعة&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;بالحسام&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;،&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;وعلى&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;آله&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;وصحبه&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;المجاهدين&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;الكرام&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; .. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;أما&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;بعد&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; .. &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lebih kurang satu hari sesudah Chaerul Ghozali memberikan keterangan yang penuh dusta tentang JAT di TV One lalu dengan cepat akhi Abdurrohim Ba’asyir dan beberapa Ikhwan atas nama JAT mengeluarkan pernyataan pers sebagai bantahan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya mendukung bantahan mereka terhadap tuduhan keterlibatan JAT di dalam aksi amaliyah jihadiyah di Medan dan sekitarnya baru-baru ini. Akan tetapi, di antara butir pernyataan pers tersebut terdapat kalimat yang menunjukkan prinsip (mabda) akhi Abdurrohim Ba’asyir dan ikhwannya tentang fa’i di Indonesia dengan lafadz shorih (jelas) menampakkan penyimpangan baik dari aspek hukum syar’i maupun kondisi obyektif waqi’ adanya peperangan global antara umat Islam yang diwakili para Mujahidin dengan kekuatan yahudi plus  nashoro Internasional yang dikomandoi oleh Amerika Serikat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalimat-kalimat yang dimaksud adalah sebagai berikut :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Butir no.4  : JAT memandang konsep Fa’i hanya berlaku di wilayah perang dan Indonesia bukanlah wilayah perang secara fisik. Indonesia adalah wilayah dakwah maka yang harus dilakukan adalah adu argumentasi/hujjah, perang nilai dan pemikiran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Butir no.6c : Pemahaman orang yang keliru tentang aplikasi Fa’i yakni menghalalkan perampokan harta bukan dalam wilayah perang, siapapun yang menganut paham menyimpang ini, sama sekali bertolak belakang dengan pemahaman yang kami ajarkan dalam Jamaah Anshorut Tauhid.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adanya penyimpangan yang dinyatakan oleh akhi Abdurrohim Ba’asyir dan ikhwannya tersebut dapat saya mengerti karena pernyataan pers mereka terkesan dikeluarkan dengan tergopoh-gopoh tanpa kajian ilmiah syar’iyyah terlebih dahulu. Dan ketergopohan menyebabkan kelalaian sehingga tadzkiroh ini ditulis dengan harapan sebagai pengingat bagi mereka sekaligus nasehat antar orang beriman.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;I.&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;APA YANG DINAMAKAN FAI&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Fa’i adalah istilah syar’iy sehingga tidak boleh diartikan secara sembarangan dan seenaknya apalagi disesuaikan dengan kehendak diri manusia yang bersifat subyektif dan tidak bebas dari pengaruh hawa nafsu. Untuk memahaminya dengan benar, kita harus merujuk kepada sumber hukum syar’iy yakni kitabulloh dan sunnah Nabi SAW beserta penjelasan para ulama As Salafus Sholih Rohimahumulloh. Kata Fa’i terdapat di dalam Al Quran Surah Al Hasyr ayat 6 yang  sekaligus menjadi dalil syar’i yang menjelaskan definisi Fa’i secara syar’an.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;strong&gt;وَمَا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;أَفَاءَ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;اللَّهُ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;عَلَى&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;رَسُولِهِ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;مِنْهُمْ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;فَمَا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;أَوْجَفْتُمْ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;عَلَيْهِ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;مِنْ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;خَيْلٍ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;وَلَا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;رِكَابٍ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;وَلَكِنَّ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;اللَّهَ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;يُسَلِّطُ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;رُسُلَهُ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;عَلَى&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;مَنْ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;يَشَاءُ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;وَاللَّهُ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;عَلَى&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;كُلِّ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;شَيْءٍ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;قَدِيرٌ&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Artinya : &lt;em&gt;Alloh Ta’ala berfirman : Dan harta rampasan fa’i dari mereka yang diberikan Alloh kepada Rosul-Nya, kalian tidak memerlukan kuda atau unta untuk mendapatkannya, tetapi Alloh memberikan kekuasaan kepada Rosul-RosulNya terhadap siapa yang Dia kehendaki. Dan Alloh Maha Kuasa atas segala sesuatu.&lt;/em&gt; Kemudian mari kita simak penjelasan para ulama berikut ini :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1.Ibnu Katsir Rohimahulloh berkata di dalam tafsirnya&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;strong&gt;فالفيء&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;: &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;فكلّ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;مال&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;أخذ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;من&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;الكفار&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;بغيرقتال&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;ولا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;إيجاف&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;خيل&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;ولا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;ركاب،&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;كأموال&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;بني&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;النضير&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;هذه&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Artinya : Fa’i adalah seluruh harta yang diambil dari orang-orang kafir tanpa perang dan tanpa pengerahan kuda atau unta, seperti harta Bani Nadhir ini. Lalu beliau berkata&lt;/em&gt;,&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;strong&gt;أي&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;: &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;لم&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;يقاتلوا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;الأعداء&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;فيها&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;بالمبارزة&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;والمصاولة،&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;بل&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;نزل&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;أولئك&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;من&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;الرعب&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;الذي&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;ألقى&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;الله&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;في&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;قلوبهم&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Artinya : yaitu mereka kaum muslimin) tidak memerangi musuh baik dengan perang tanding maupun serangan akan tetapi Alloh menghujamkan rasa takut ke dalam hati mereka (musuh).&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2.Al Qurthubiy Rahimahulloh berkata di dalam tafsirnya :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;strong&gt;ما&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;رده&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;الله&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;تعالى&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;عَلى&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;رَسُولِهِ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;من&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;أموال&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;بني&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;النضير&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Artinya : yaitu apa yang Alloh Ta’ala kembalikan dari harta Bani Nadhir kepada rosulNya.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;strong&gt;لم&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;تقطعوا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;إليها&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;شقة&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;ولا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;لقيتم&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;بها&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;حربا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;ولا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;مشقة،&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;وإنما&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;كانت&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;من&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;المدينة&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;على&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;ميلين،&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;قاله&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;الفراء&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;فمشوا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;إليها&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;مشيا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;ولم&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;يركبوا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;خيلا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;ولا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;إبلا،&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;إلا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;النبي&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;صلى&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;الله&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;عليه&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;وسلم&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lalu beliau rohimahulloh berkata&lt;em&gt; : kalian tidak menempuh perjalanan serta tidak juga kepayahan, dan hanyalah itu terjadi ditempat yang berjarak 2 mil dari madinah, demikian kata Al Farra. maka mereka berjalan ke sana dan tidak menunggang kuda maupun unta kecuali Nabi SAW. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3.Fiqh Hanafiy, dalam kitab Alfathul Qodir (Ibnul Humam) :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;فيء وهو المال المأخوذ من الكفار بغير الكتال كالخراج والجزية&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Fa’i adalah harta yang diambil dari orang-orang kafir tanpa peperangan seperti khuruj dan jizyah.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4.Fiqh Asy Syafi’i,  dalam kitab Al Minhaj (An Nawawiy Rahimahulloh) :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;strong&gt;الْفَيْءِ  مَصْدَرُ فَاءَ يَفِيءُ إذَا رَجَعَ سُمِّيَ بِهِ الْمَالُ الْآتِي لِرُجُوعِهِ إلَيْنَا مِنْ اسْتِعْمَالِ الْمَصْدَرِ فِي اسْمِ الْفَاعِلِ ؛ لِأَنَّهُ رَاجِعٌ ، أَوْ الْمَفْعُولِ ؛ لِأَنَّهُ مَرْدُودٌ سُمِّيَ بِذَلِكَ ؛ لِأَنَّ اللَّهَ تَعَالَى خَلَقَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا لِلْمُؤْمِنِينَ لِلِاسْتِعَانَةِ عَلَى طَاعَتِهِ فَمَنْ خَالَفَهُ فَقَدْ عَصَاهُ وَسَبِيلُهُ الرَّدُّ إلَى مَنْ يُطِيعُهُ… الْفَيْءِ مَالُ حَصَلَ مِنْ كُفَّارٍ بِلَا قِتَالٍ وَإِيجَافِ خَيْلٍ وَرِكَابٍ كَجِزْيَةٍ  وَعُشْرِ تِجَارَةٍ وَمَا جَلَوْا عَنْهُ خَوْفًا وَمَالُ مُرْتَدٍّ قُتِلَ ، أَوْ مَاتَ وَ مَالُ  ذِمِّيٍّ  مَاتَ بِلَا وَارِثٍ&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Fa’i adalah masdar dari fa’a – yafi’u artinya kembali, dinamakan demikian karena dia adlah harta yang kembali kepada kita, bila ditinjau dari penggunaan masdar di dalam isim fa’il karena dia “yang kembali” atas ijin maf’ul karena dia “yang dikembalikan”. Dinamakan demikian karena Alloh Ta’ala menciptakan dunia dan apa yang di dalamnya untuk orang-orang beriman sebagai alat bantu di dalam mentaatiNya. Maka barangsiapa menyelisihinya berarti dia maksiat kepada kepadaNya dan jalannya adalah pengembalian (dunia dan apa yang di dalamnya) kepada siapa yang mentaatiNya. Dan beliau, An Nawawiy Rahimahulloh) berkata : Al Fa’i adalah harta yang diperoleh dari orang-orang kafir tanpa peperangan dan pengerahan kuda maupun unta seperti jizyah, 1/10 perdagangan, dan apa yang mereka tinggalkan (terusir) karena takut, dan orang murtad yang terbunuh atau mati biasa, dan harta kafir dzimmi yag mati tanpa memiliki ahli waris.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;5.Fiqh Hanbali dalam kitab Muntahal Irodat, kitab Al Jihad, Bab Al fa’i, disebutkan:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;strong&gt;وَهُوَ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;مَا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;أُخِذَ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;مِنْ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;مَالِ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;كُفَّارٍ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;بِحَقٍّ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;بِلَا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;قِتَالٍ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;كَجِزْيَةٍ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;وَخَرَاجٍ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;وَعُشْرِ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;تِجَارَةٍ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;وَنِصْفِهِ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;وَمَا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;تُرِكَ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;فَزَعًا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;أَوْ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;عَنْ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;مَيِّتٍ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;وَلَا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;وَارِثَ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;لَهُ&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Fa’i adalah apa yang diambil dari harta orang-orang kafir dengan benar tanpa perang seperti jizyah, Khuruj, 1/10 perdagangan atau setengahnya dan ada yang ditinggalkan karena takut atau meninggal dunia tanpa pewaris.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari keterangan-keterangan di atas, jelas bahwa Fa’i adalah harta yang diambil dari orang-orang kafir baik kafir asli maupun kafir murtad tanpa peperangan. Dan tidak satupun yang mengaitkan Fa’i dengan wilayah perang. Bahkan Fa’i yang dilakukan Rosululloh SAW terhadap Bani Nadhir sebagaimana asbabun nuzul surat Al Hasyr ayat 6, terjadi di wilayah Darul Islam Madinah, yang mana Bani Nadhir yang semula sebagai kafir dzimmi telah melanggar dzimmah atau perjanjian sehingga mereka dikepung dan diusir dari madinah dan harta yang mereka tinggalkan itulah yang disebut Fa’i. Dengan demikian, pernyataan akhi Abdurrachim Ba’asyir dan ikhwannya bahwa Fa’i hanya berlaku di wilayah perang sangat bertentangan dengan hukum syar’iy berdasarkan pemahaman ulama As Salafus Sholih. Jadi, jelas merekalah yang keliru dan menyimpang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;II.&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;INDONESIA ADALAH WILAYAH PERANG&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebelum kita bahas apakah Indonesia wilayah perang atau wilayah dakwah (perang argumen / hujjah), haruslah dimulai dari bahasan apa yang dimaksud perang dan apa hukum perang hari ini khususnya di Indonesia&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;1.&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Jihad adalah Perang dan Perang adalah Jihad&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari segi hukum syar’i, para ulama sepakat bahwa jika kata jihad disebutkan secara mutlak tanpa embel-embel keterangan maka dia berarti perang melawan orang-orang kafir di jalan Alloh. Terlalu panjang bila saya nukilkan di sini pendapat para ulama dari berbagai mahzab fiqh, maka cukuplah perkataan Syeikh Abdulloh Azzam Rohimahulloh, berikut ini sebagi rangkuman : “&lt;em&gt;Beliau Rohimahulloh berkata : Jihad dan dia adalah perang dengan senjata, sekarang hukumnya fardlu ‘ain dan tetap fardlu ‘ain hingga akhir kawasan muslimin yang tadinya di bawah panji Laa ilaha Ilalloh kembali di bawah panji tersebut sekali lagi”. &lt;/em&gt;(An Nihayah wal Khulashoh, hal.32)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;2.&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Indonesia bagian dari kawasan (biq’ah) muslimin yang wajib diambil kembali dengan jihad (perang)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kaum muslimin di Indonesia, termasuk antum, wahai akhi Abdurrochim Ba’asyir dan ikhwanmu terkena fardlu ‘ain jihad (perang), paling tidak karena 2 kondisi :&lt;/p&gt; &lt;ol type="a"&gt;&lt;li&gt;Terjajahnya Biq’ah Muslimin oleh Orang-Orang Kafir&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Hukum jihad fardlu ‘ain hari ini bukan hanya sejak Baitul Maqdis dikuasai kafir yahudi. Danbukan hanya sejak AS dan sekutunya menjajah Afghanistan dan Irak, bahkan sejak kafir nashoro menjajah Andalusia tahun 1492 M. Dan sampai hari ini kaum muslimin di Andalusia dan sekitarnya bahkan seluruh dunia belum mampu membebaskannya. Kewajiban ini meluas hingga mengenai kaum muslimin di Indonesia. Sebagaimana fatwa Ibnu Taimiyah Rohimahulloh sebagai berikut :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;strong&gt;وَإِذَا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;دَخَلَ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;الْعَدُوُّ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;بِلَادَ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;الْإِسْلَامِ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;فَلَا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;رَيْبَ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;أَنَّهُ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;يَجِبُ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;دَفْعُهُ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;عَلَى&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;الْأَقْرَبِ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;فَالْأَقْرَبِ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;إذْ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;بِلَادُ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;الْإِسْلَامِ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;كُلُّهَا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;بِمَنْزِلَةِ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;الْبَلْدَةِ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;الْوَاحِدَةِ&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Artinya : Ibnu Taimiyah Rohimahulloh berkata : Apabila musuh memasuki negeri-negeri Islam maka tidak ragu bahwasannya wajib melawannnya atas penduduk terdekat lalu yang terdekat, karena negeri-negeri Islam semuanya berposisi sebagai negeri yang satu&lt;/em&gt;. (Al Fatawa Al Kubra, Kitabul Jihad)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di hadapan mata kita dan kalian, wahai akhi Abdurrochim Ba’asyir dan yang sependapat denganmu terpampang dengan jelas adanya perang atau perang fisik menurut istilah kalian, di berbagai belahan negeri Islam, di Afghanistan, di Pakistan, di Moro, di negeri-negeri Afrika Barat, di Jazirah Arob, di Somalia. Terlihat dan terdengar dengan jelas jeritan isak tangis anak-anak Palestin, anak-anak Afghanistan, anak-anak Pakistan, anak-anak di negeri Afrika Barat dan sebagainya. Terlihat dan terdengar dengan jelas, berita dipenjarakannya dan dinodainya kaum muslimah di berbagai negeri Islam. Dan berbagai derita nestapa saudara-saudara kita di negeri-negeri Islam akibat penjajahan orang-orang kafir terutama zionis dan salibis Internasional yang dikomandoi AS. Dan hingga kini mereka belum sepenuhnya berhasil dibebaskan oleh Mujahidin yang siang malam selalu sibuk di medan laga, walaupun sekian banyak yang telah menjadi Syuhada, Nahsabuhum Hakadza. Kemudian kalian di sini, di Indonesia, mengeluarkan pernyataan yang menunjukkan bahwa kalian tidak ada hubungannya dengan saudara-saudara kita tersebut, kalian menyatakan bahwa negeri Indonesia berbeda dengan negeri-negeri Islam lainnya. Kalian menyatakan bahwa negeri Indonesia bukan wilayah perang sementara negeri-negeri Islam lainnya dilanda peperangan. Di mana Mauqif kalian tentang makna negeri Islam terhadap fatwa Ibnu Taimiyah Rohimahulloh tersebut? Di mana posisi kalian tehadap sabda Nabi SAW :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;ما من مسلم يخذل أخاه في موطن ينتهك فيه من عرضه وتنتقص فيه من حرمته إلا خذله الله في موطن ينتقص فيهمن عرضه وتنتهك فيه حرمته&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Artinya : Tidaklah seorang muslim membiarkan saudaranya dinodai kehormatannya dan dilecehkan kemuliannya di suatu negeri melainkan Alloh biarkan dia dinodai kehormatannya dan dilecehkan kemuliannya di suatu negeri. &lt;/em&gt;(Shohih Jami’ Shogir no. 7519)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari segi waqi’ fakta realita, pemerintah NKRI yang berkuasa di Indonesia di bawah pimpinan SBY dan rezimnya, dengan terang-terangan menyatakan berwala’ terhadap AS dan sekutunya, dengan menyatakan perang terhadap teroris. &lt;em&gt;(baca: Mujahidin).&lt;/em&gt; Mereka, sebagaimana kalian tahu, mengerahkan segala kekuatan dan perangkat perangnya untuk bersama-sama dengan zionis dan salibis Internasional memerangi Mujahidin. Mereka membuat Undang-Undang Anti Terorisme atas perintah George Bush untuk melegalkan aksi brutal mereka, khususnya densus 88 &lt;em&gt;(laknatulloh ‘alayhim)&lt;/em&gt; terhadap siapapun yang akan melaksanakan perintah Alloh Ta’ala yaitu Jihad fi Sabilillah, yang hukumnya fardlu ‘ain. Bahkan sekarang, mereka telah memperluas front peperangan tersebut dan menjadi skala prioritas program rezim SBY di atas program-program pemerintah yang lain. Mereka juga telah membuat organisasi yang baku untuk keperluan itu yaitu Badan Nasional Penanggulangan Terorisme.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai konsekuensi dari perwala’an dengan zionis dan salibis Internasional tersebut adalah kebijakan mereka yang menggolongkan Terorisme &lt;em&gt;(baca: amaliyah Jihadiyah)&lt;/em&gt; sebagai kejahatan transnasional. Akan tetapi, kalian wahai Abdurrochim Ba’asyir dan para sahabatnya masih dengan tenang mengatakan Indonesia bukan wilayah perang melainkan wilayah dakwah, dimana berperang hanya dengan lisan. Jika kalian menyanggah dengan berdalil bahwa faktanya pasukan militer asing tidak menyerang Indonesia sebagaimana Afghanistan dan Irak, maka saya jawab :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Pertama:&lt;/em&gt; Hendaknya sebagai orang beriman berdalil dengan hukum syar’iy yang bersumber dari kitabulloh dan sunnah Nabi SAW, dan penjelasannya dari Ulama Salaf. Hukum syar’iy menetapkan atau menghukumi suatu fakta dan bukan fakta yang menetapkan atau menghukumi suatu ketentuan hukum syar’i. Fakta dari kondisi umat Islam seluruh dunia termasuk Indonesia telah ditetapkan hukum syar’i atasnya bahwa Jihad Fardlu ‘Ain sebagaimana keterangan sebelumnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika fakta kalian jadikan dalil untuk melahirkan suatu ketentuan hukum berarti tanpa sadar kalian semazhab dengan JIL (Jaringan Islam Liberal) yang salah satu prinsip &lt;em&gt;(mabda)&lt;/em&gt; mereka adalah “kontekstualisasi ajaran Islam”. Berdasarkan prinsip ini, mereka menolak hukum syar’i yang menyatakan rasio pembagian warisan laki-laki dan perempuan 2:1 karena mereka anggap tidak sesuai fakta dan tidak sesuai konteks. Mereka beranggapan bahwa faktanya perempuan pada hari ini memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi dibanding perempuan zaman rosululloh SAW. Yang pada akhirnya mereka anggap rasio 2:1 tidak adil dan harus disesuaikan dengan konteks dan fakta pada hari ini menjadi 1:1. Demikian pula, dengan prinsip yang sama, mereka menuntut perubahan-perubahan ketentuan hukum syar’i lainnya, seperti haramnya pernikahan muslimah dengan orang kafir, pelarangan perempuan sebagai amir, dan sebagainya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Juga bila demikian kalian dapat semazhab dengan al aroiyyun (orang-orang yang mengedepankan ro’yu atas syar’iy / taqdimurro’yi ‘ala syar’iy), wal ‘iyadzubillah, yang dianut oleh ikhwanul muslimin hari ini, sebagaimana perkataan salah satu tokoh mereka Muhammad al Ghozali di dalam kitabnya As Sunnah An Nabawiyah baina ahlil fiqh wal ahlil hadits :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Artinya : Bagaimana kita sanggup memaparkan Islam di antaranya hadits ini (yakni : sekali-kali tidak akan sukses suatu bangsa yang menyerahkan urusannya kepada perempuan) kepada warga Britania, sebagai contoh, padahal mereka telah sanggup merealisasikan sebagian keperluannya di bawah pimpinan Margareth Thathcher (seorang perempuan eks PM Inggris)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Oleh sebab itu, mereka membolehkan seorang perempuan menjadi kepala negara atau kepala pemerintahan, menjadi menteri, gubernur dan jabatan-jabatan kepemimpinan lainnya. Sebagaimana manhaj yang dianut pula oleh Partai Keadilan Sejahtera di Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bukankah kalian mengaku bermanhaj As Salafus Sholih di dalam memahami dan mengamalkan Islam dan di antara ciri khasnya adalah Taslimu &lt;em&gt;bi maa jaa’a bihinnash&lt;/em&gt; (penyerahan diri sepenuhnya terhadap apa yang didatangkan nash).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pernyataan kalian menilai Indonesia bukan wilayah perang sama sekali tidak didasarkan pada nash syar’iy. Ingatlah bahwa fakta dihukumi oleh nash syar’iy dan bukan menghukumi nash syar’i.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Kedua:&lt;/em&gt; Cukuplah fakta bahwa pemerintahan NKRI di bawah rezim SBY berwala’ kepada Amerika Serikat dan sekutunya di dalam memerangi Mujahidin sebagai kondisi berlakunya hukum syar’iy yaitu amaliyah jihadiyah yang bermakna amaliyah Qitaliyah sebagaimana mereka juga menyatakan perang terhadap Mujahidin. Dan tidak harus adanya penyerangan pasukan militer asing ke Indonesia seperti yang terjadi di Afghanistan atau Irak. Militer asing menyerbu suatu negeri, biasanya, jika pemerintah boneka di negeri tersebut sudah &lt;em&gt;kewalahan &lt;/em&gt;menghadapi Mujahidin. Inilah yang terjadi di Afghanistan. Perlu kalian ketahui bahwa Jihad di Afghanistan dimulai 1975, empat tahun sebelum Uni Soviet invasi tahun 1979. Kemudian AS dan NATO menginvasi Afghanistan antara lain dilatarbelakangi ketidakmampuan &lt;em&gt;konco-konconya &lt;/em&gt;seperti beberapa mantan tokoh Mujahidin yaitu Burhanuddin Robbani, Ahmad Shah Mas’ud, Sayyaf menghadapi kekuatan Mujahidin Taliban dan AlQoidah. Dan Jihad di Irak, telah beberapa kali terjadi tajarrubah melawan Saddam Husein. Sementara Jihad di Moro, Patani, negeri-negeri barat Afrika &lt;em&gt;(Biladul Maghrib)&lt;/em&gt; tidak dipicu adanya penyerangan militer asing.&lt;/p&gt; &lt;ol type="a"&gt;&lt;li&gt;Kondisi kedua yang menjadikan Jihad di Indonesia fardlu ‘ain adalah berkuasanya pemerintah murtad yang tidak berhukum kepada kitabulloh dan sunnah Nabi SAW. Dalilnya adalah hadits Ubadah bin Shomit r.a. berikut ini :&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;strong&gt;فَقَالَ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;دَعَانَا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;رَسُولُ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;اللَّهِ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;صَلَّى&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;اللَّهُ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;عَلَيْهِ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;وَسَلَّمَ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;فَبَايَعْنَاهُ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;فَكَانَ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;فِيمَا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;أَخَذَ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;عَلَيْنَا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;أَنْ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;بَايَعَنَا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;عَلَى&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;السَّمْعِ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;وَالطَّاعَةِ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;فِي&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;مَنْشَطِنَا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;وَمَكْرَهِنَا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;وَعُسْرِنَا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;وَيُسْرِنَا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;وَأَثَرَةٍ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;عَلَيْنَا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;وَأَنْ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;لَا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;نُنَازِعَ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;الْأَمْرَ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;أَهْلَهُ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;قَالَ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;إِلَّا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;أَنْ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;تَرَوْا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;كُفْرًا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;بَوَاحًا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;عِنْدَكُمْ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;مِنْ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;اللَّهِ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;فِيهِ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;بُرْهَانٌ&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Artinya : Rosululloh SAW memanggil kami lalu kami membai’atnya. Adapun yang beliau ambil atas kami bahwasannya beliau mengambil bai’at atas kami untuk dengar dan taat di dalam hal yang kami sukai maupun benci dan di dalam kesulitan maupun kemudahan kami serta di dalam keadaan hak kami di kebelakangkan. Dan tidak boleh kami menyelisihi perintah ahlinya (amir). Beliau SAW bersabda, kecuali kalian melihat kufur yang nyata pada kalian terdapat keterangan dari Alloh di dalamnya. &lt;/em&gt;(Muttafaqun ‘alaih dengan lafadz Muslim).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;strong&gt;قَالَ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;الْقَاضِي&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;عِيَاض&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; :&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;أَجْمَعَ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;الْعُلَمَاء&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;عَلَى&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;أَنَّ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;الْإِمَامَة&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;لَا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;تَنْعَقِد&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;لِكَافِرٍ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;،&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;وَعَلَى&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;أَنَّهُ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;لَوْ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;طَرَأَ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;عَلَيْهِ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;الْكُفْر&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;اِنْعَزَلَ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; …&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;الى&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;قوله&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;…&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;فَلَوْ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;طَرَأَ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;عَلَيْهِ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;كُفْر&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;وَتَغْيِير&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;لِلشَّرْعِ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;أَوْ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;بِدْعَة&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;خَرَجَ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;عَنْ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;حُكْم&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;الْوِلَايَة&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;،&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;وَسَقَطَتْ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;طَاعَته&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;،&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;وَوَجَبَ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;عَلَى&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;الْمُسْلِمِينَ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;الْقِيَام&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;عَلَيْهِ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;،&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;وَخَلْعه&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;وَنَصْب&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;إِمَام&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;عَادِل&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;إِنْ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;أَمْكَنَهُمْ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;ذَلِكَ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;،&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;فَإِنْ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;لَمْ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;يَقَع&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;ذَلِكَ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;إِلَّا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;لِطَائِفَةٍ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;وَجَبَ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;عَلَيْهِمْ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;الْقِيَام&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;بِخَلْعِ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;الْكَافِر&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;،&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;وَلَا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;يَجِب&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;فِي&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;الْمُبْتَدِع&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;إِلَّا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;إِذَا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;ظَنُّوا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;الْقُدْرَة&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;عَلَيْهِ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;،&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;فَإِنْ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;تَحَقَّقُوا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;الْعَجْز&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;لَمْ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;يَجِب&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;الْقِيَام&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;،&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;وَلْيُهَاجِرْ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;الْمُسْلِم&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;عَنْ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;أَرْضه&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;إِلَى&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;غَيْرهَا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;،&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;وَيَفِرّ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;بِدِينِهِ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Artinya : An Nawawiy berkata, AlQodhiy ‘iyadh berkata : Ijma’ ulama bahwa jika tampak padanya kekufuran (setelah menduduki imamah) maka dilengserkan -hingga perkataannya- maka jika tampak padanya kekufuran dan perubahan syariah atau bid’ah, dia keluar dari hukum wewenang kekuasaan serta ketaatan kepadanya gugur dan wajib atas kaum muslimin bangkit mencopotnya dan mengangkat imam yang adil jika memungkinkan. Apabila hal itu tak terlaksana kecuali oleh sekelompok kaum muslimin maka wajib atas mereka bangkit mencopot orang-orang kafir dan tidak wajib terhadap pelaku bid’ah kecuali mereka beranggapan ada kemampuan untuk itu, jika nyata adanya ketidakberdayaan maka tidak waji bangkit untuk mencopotnya danwajib hijrah dari negerinya ke negeri lain menyelamatkan Diennya&lt;/em&gt;. (Shohih Muslim Syarh An Nawawiy 12/229).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kedua kondisi tersebut merupakan waqi’ atau fakta obyektif yang telah jelas hukum syar’i yang berlaku atas waqi’ di Indonesia sebagaimana negeri-negeri Islam lainnya yaitu hukum Jihad fardlu ‘ain. Konsekuensinya adalah Indonesia menjadi wilayah perang yang mana fardlu ‘ain atas setiap muslim di Indonesia untuk berperan aktif di dalam amaliyah qitaliyah. Dengan adanya nash syar’i serta ijma’ maka tidak diperbolehkan adanya ijtihad untuk menentukan metode menghadapi thogut kafir yang berkuasa misal dengan alasan ijtihad, fardlu ‘ain jihad diganti dengan metode parlemen atau dibatasi hanya dakwah saja atau pendidikan saja atau usaha ekonomi saja. Ulama ushul sepakat bahwa tidak boleh ijtihad sementara ada nash syar’i.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;III.&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;WAJIB DAKWAH GUGUR DI DALAM JIHADUDAF’I&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari keterangan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa jenis jihad fardlu ‘ain hari ini adalah jihaduddaf’i bukan jihad tholabiy. Dan di negeri-negeri Islam berlaku jihadudaf’i sekaligus jihadul murtaddin. Dan hukum syar’iy yang menyertai jihaddud daf’i di antaranya gugurnya dakwah sebelum qital. Berikut fatwa ulama :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;strong&gt;قل محمد بن الحسن الشيبان رحمه الله: ولو أن قوما من اهل الحرب الذي لم يبلغهم الإسلام ولاالدعوة أتواالمسلمين في دارهم, يقاتلهم المسلمون بغير دعوة ليدفعوا عن أنفسهم, فقاتلوا منهم وسبوا و أخذواأموالهم فهذ جاءز يخمس ذلك ويقسم ما بقي من اصابه&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Artinya : Muhammad bin Al Hasan Asy Syaybaniy r.a. berkata : Jikalau suatu bangsa ahlul harbi yang belum sampai kepada mereka Islam dan tidak juga dakwah, mereka mendatangi kaum muslimin di negerinya, maka kaum muslimin memerangi mereka tanpa dakwah untuk mempertahankan diri, membunuh  mereka, menawan mereka, dan mengambil harta mereka maka ini di perbolehkan, (harta yangdiperoleh) dipotong seperlimanya dan dibagi sisanya kepada yang ikut berperang&lt;/em&gt;. (Assiarul kabir dan syarahnya 5/2233).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;strong&gt;قل ابن القيم رحمه الله : و منها أن المسلمين يدعون الكفار قبل قتالهم إلى الإسلام, وهذا واجب إن كانت الدعوة لم تبلغهم ومستحب إن بلغتهم الدعوة, هذا إذا كان االمسلمون هم القاصدين للكفر, فأم إذا قصدهم الكفر في ديارهم فلهم أن يقاتلوهم من غير دعوة للأنهم يدفعو نهم عن انفسهم وحريمهم&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Artinya : Ibnu Qoyyim Rohimahulloh berkata : Dan di anataranya, kaum muslimin mendakwahi orang-orang kafir sebelum memerangi mereka dan ini wajib jika dakwah belum sampai kepada mereka. Ini bila kaum muslimin sebagai pihak yang menyerang orang-orang kafir. Adapun bila orang-orang kafir menyerang kaum muslimin di negeri-negeri kaum muslimin, maka boleh bagi kaum muslimin memerangi orang-orang kafir tanpa dakwah karena mempertahankan diri dan keluarga mereka.&lt;/em&gt; (Ahkamu Ahlidz Dzimmah 1/88).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;(Lihat Ahkamud Dima’, Syaikh Abu Abdullah Al Muhajir)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Fatwa-fatwa di atas berkenaan dengan hukum dakwah sebelum perang terhadap orang-orang kafir asli seperti yahudi dan nashoro menyerang negeri Islam maka wajib atas kaum muslimin Jihaduddaf’i tanpa dakwah. Adapun memerangi orang-orang kafir murtad seperti penguasa negeri-negeri Islam hari ini hukumnya seperti memerangi kafir asli harbi yang telah sampai dakwah kepada mereka, sebagaimana di dalam Fathul Bari 12/269 berikut ini :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;strong&gt;إن حكم من ارتد عن الإسلام حكم الحربي الذي بلغته الدعوة&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Artinya : Sungguh, hukum orang yang murtad dari Islam adalah hukum kafir harbi yang telah sampai dakwah.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keadaan orang-orang murtad terbagi dalam 2 hal :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Pertama:&lt;/em&gt; Golongan Maqduron ‘Alaihim, yaitu ada kemampuan menjatuhkan hukum had atas mereka karena bukti atau pengakuan yang tetap serta mereka di dalam genggaman kaum muslimin. Pada keadaan pertama ini, jumhur ulama mewajibkan istitab (memberi kesempatan bertaubat) sebelum mereka dibunuh, jika bertaubat maka tidak dibunuh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Kedua:&lt;/em&gt; Golongan Mumtani’un biquwwah wa syawkah atau di darul harbi, yaitu negeri yang berkuasa di atasnya selain hukum Islam. Pada keadaan kedua ini, tidak wajib istitab. Dan waqi’ menunjukkan bahwa orang-orang murtad termasuk para penguasanya termasuk golongan ini. Berikut fatwa ulama’ tentang hukum memerangi mereka dan hukum berkenaan dengan diri dan harta mereka. Perlu diingat bahwa harta rampasan dari mereka dinamakan Fa’i sebagaimana keterangan sebelumnya. (Lihat Ahkamud Dima’, Syaikh Abu Abdullah Al Muhajir)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;strong&gt;قل شيخ الإسلام ابن تيميه رحمه الله : المرتد لو امتنع بأن يلحق بدار الحرب او بأن يكون المرتدون ذوي شوكة يمتنعون بها عن حكم الإسلام فإنه يقتل قبل استتابه بلا تردد&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Artinya : Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rohimahulloh berkata : Orang murtad jika dia membangkang berada di darul harbi atau mereka memiliki kekuatan bagi pembangkangannya terhadap hukum Islam, maka sesungguhnya di dibunuh sebelum istitab tanpa ragu-ragu.&lt;/em&gt; (Ashshorimulmaslul, 3/601).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perhatikanlah fatwa Ibnu Taimiyah Rohimahulloh dan cermatilah kondisi obyektif di Indonesia!!! Bukankah Indonesia tergolong darul harbi? Atau, bila berpegang pada sebagian pendapat ulama, Indonesia adalah Darul Islam Hukman bukan Haqiqotan atau Darul Islam Mughtashobah (darul Islam yang dirampas atau dijajah), &lt;em&gt;lihat kitab Ikhtilaful Darroin, DR. Ismail Lutfi dan Kitab Bughyatul Mustarsyidin&lt;/em&gt;, sehingga Jihad/perang menjadi Fardlu ‘Ain atas setiap muslim yang tinggal di Indonesia untuk mengembalikannya. Yang pasti, Indonesia bukanlah darul Islam yang tidak ada alasan berperang di dalamnya dan penguasa negeri Indonesia adalah penguasa murtad yang menolak dan membangkang terhadap ajakan Tathbiqusy Syariah. Bukankah begitu Akhi? Kecuali antum semazhab dengan para penganut Murji’ah yang beraqidah bahwa iman hanya di dalam hati sedangkan amal perbuatan tidak termasuk iman, seperti aqidah para salafi maz’um dan sejenisnya!!!&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;strong&gt;وقال ابن قدمة المقدسي رحمه الله : ولولحق المرتد بدارالحرب لم يزل ملكه لكن يباح قتله لكل أحد من غير استتابه  واخذ ماله لمن قدرعليه لأنه صاراحربيا حكمه حكم اهل الحرب وكذلك لو ارتد جماعة وامتنعوا في دارهم عن طاعة امام المسامين : زالت عصمتهم في انفسهم و اموالهم لأن الكفار الأصليين لا عصمة لهم في دارهم فالمرتد اولى&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Artinya : Ibnu Qudamah Al Maqdisiy Rohimahulloh berkata : Dan jika orang murtad berpindah  mendiami suatu darul harbi, pemilikannya tidak hilang, tetapi diperbolehkan membunuhnya bagi setiap orang tanpa istitab dan dirampas hartanya bagi yang mampu melakukannya karena dia telah menjadi harbiyun (pelaku perang), hukumnya sama dengan hukum Ahlul Harbi. Dan demikian pula jika suatu kelompok telah murtad dan membangkang di negeri mereka sendiri terhadap ketaatan Imamul Muslimin maka telah sirna keselamatan diri dan harta mereka karena orang-orang kafir asli tidak ada jaminan keselamatan di negeri mereka bagi orang murtad lebih pantas (untuk tidak ada jaminan keselamatan).&lt;/em&gt; (Al Mughniy : 9/20)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;قل ابن مفلح رحمه الله فإن لحق بدار الحرب فلكل و احد قتله بلا استتابه واخذها معه من مال&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Artinya : Ibnu Muflih Rohimahulloh berkata : Maka jika dia (orang murtad) berada di darul harbi, maka bagi setiap orang boleh membunuhnya tanpa istitab dan mengambil harta yang ada padanya.&lt;/em&gt; (Al Mubaddi’, 9/175).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;strong&gt;قل المجد ابن تيمية رحمه الله : و من قتل المرتد بغير إذن الإمام عزر الا أن يلحق بدار الحرب فلكل احد قتله بلا استتابه وأخذ ما معه من المال&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Artinya : &lt;em&gt;Al Mujid, Ibnu Taimiyah Rohimahulloh berkata : Dan siapa yang membunuh orang murtad tanpa ijin imam, dia di ta’zir, kecuali jika orang murtad itu ada di darul harbi maka boleh bagi setiap orang membunuhnya tanpa istitab dan mengambil harta yang ada padanya.&lt;/em&gt; (Al Muharror fil fiqh, 2/169).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keterangan ulama tersebut sangat jelas bahwa diperbolehkan bagi setiap orang untuk membunuh dan mengambil harta orang murtad yang ada di darul harbi. Dan tentu saja terhadap kafir asli juga demikian bila dakwah telah sampai. Dengan demikian, aplikasi Fa’i tidak terikat dengan apa yang kalian namakan wilayah perang. Fa’i dapat dilakukan di darul Islam seperti dialami Bani Nadhir atau kafir dzimmi yang melanggar perjanjian atau orang murtad sesudah istitab, dan dapat dilakukan di darul harbi seperti terhadap orang murtad sebagaimana keterangan para ulama tersebut tanpa istitab.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;IV.&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;PERINGATAN PENTING&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Agar tidak disalahpahami, maka perlu saya uraikan berikut ini beberapa butir peringatan :&lt;/p&gt; &lt;ol type="1"&gt;&lt;li&gt;Bila dinyatakan bahwa Indonesia adalah wilayah perang bukan berarti dakwah ditiadakan, akan tetapi dakwah hendaknya diposisikan sebagai bagian dari Jihad atau perang tersebut yaitu bagian dari i’dad maknawiy (misal dari segi tashihul fikroh) maupun i’dad madiy (misal dari segi penambahan kekuatan personel Mujahidin).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hendaknya ada pemilahan antara Umat Islam awam sebagi penduduk Indonesia dan pemerintah murtad yang berkuasa di Indonesia. Dengan demikian, ada golongan yang patut didakwahi agar memahami dan mudah-mudahan menjadi Mujahidin dan ada golongan yang wajib diperangi tanpa harus didakwahi terlebih dahulu, sebagiamana perkataan Ibnu taimiyah Rohimahulloh dalam Majmu’ Fatawa :&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Artinya : Lisan dengan lisan, lembing dengan lembing. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pernyataan yang menggeneralisir bahwa Indonesia bukan wilayah perang tetapi wilayah dakwah sangat tidak realistis dan lebih dari itu kontradiktif terhadap ketentuan hukum syar’i dan selanjutnya kontra produktif terhadap upaya menghidupkan ibadah jihad.&lt;/p&gt; &lt;ol type="1"&gt;&lt;li&gt;Berhati-hatilah di dalam mengeluarkan sebutan-sebutan terhadap Mujahidin dan amal jihadnya. Musuh-musuh Islam berusaha mendiskreditkan Mujahidin dengan sebutan teroris, dan amal Jihadnya dengan sebutan tindakan terorisme, dan ghonimah serta Fa’i dengan sebutan perampokan. Itu semua bagian dari strategi peperangan mereka yaitu Psycho War (perang urat syaraf) atau propaganda perang yang bertujuan menjauhkan Mujahidin dari Umat Islam. Sementara apa yang mereka lakukan disebut tindakan menjaga keamanan dan perdamaian. Seperti yang terjadi di Kuwait, Irak, Afghanistan, di mana mereka menguras aset kekayaan kaum Muslimin. Bahkan di Indonesia dan negeri-negeri Islam lainnya sumber kekayaan kaum Muslimin mereka rampok di bawah nama kerja sama ekonomi dan pasar bebas yang tidak memenuhi rasa keadilan. Oleh karena itu wahai Ikhwan, berhati-hatilah menggunakan lisan terhadap saudaramu. Jangan sampai tanpa disadari antum telah berjasa memperkuat kubu musuh-musuh Islam melancarkan propaganda perangnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jihad adalah amal ibadah yang di dalam aplikasinya dituntut banyak sekali ijtihad bahkan lebih banyak dibanding amal ibadah lainnya. Sehingga tidak mustahil terjadi kekeliruan-kekeliruan yang dilakukan Mujahidin di dalam upaya ijtihadnya maka janganlah tergesa-gesa menilai mereka sebagi orang yang memiliki pemahaman menyimpang. Akan tetapi, awali penilaian antum dengan tabayun untuk mengetahui duduk persoalan yang sebenarnya lalu berilah nasehat dengan adab Islami karena jika tidak demikian antum tidak berbeda dengan mereka yang menjadi pengamat dadakan dan diperkenalkan oleh media sebagai pakar terorisme atau pakar Islam radikal atau mantan aktivis Islam radikal atau mantan petinggi Jamaah Islamiyah atau veteran Afghanistan atau mantan dan mantan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Demikian Tadzkiroh ini saya sampaikan dan tidak ada taufik hidayah kecuali dari Alloh dan yang saya kehendaki hanyalah islah &lt;em&gt;Walhamdulillahi Rabbil ‘Alamin&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bumi Hijrah, Dzulqo’dah 1431H&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Al Fakir Ilallah, Abu Tholut Al Jawiy.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;(M Fachry/arrahmah.com/lintastanzhim.wordpress.com)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1978655410352353878-8594827235599445297?l=abuicanimovic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/feeds/8594827235599445297/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/2010/11/hukum-fai-di-indonesia-sebuah-rujukan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1978655410352353878/posts/default/8594827235599445297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1978655410352353878/posts/default/8594827235599445297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/2010/11/hukum-fai-di-indonesia-sebuah-rujukan.html' title='Hukum Fa&apos;i di Indonesia : Sebuah Rujukan Ilmiah'/><author><name>Mujahid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16235678722285318211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_kfRs7hQGr00/TPO6DbDM_ZI/AAAAAAAAAAM/Uypv7VOmp3s/S220/586MSC_logo-736079.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1978655410352353878.post-4772489077113867059</id><published>2010-11-27T19:56:00.000-08:00</published><updated>2010-11-27T20:24:46.817-08:00</updated><title type='text'>Bakti Sosial : Operasi Katarak Massal Gratis</title><content type='html'>Sebarkan info ini untuk kaum muslimin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka memberikan bantuan kesehatan mata, UIN Syarif Hidayatullah akan menyelenggarakan Baksos Operasi Katarak Massal Gratis bekerja sama dengan Hilal Ahmar Indonesia. Rincian rencana kegiatan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batas Akhir Pendaftaran : 4 Desember 2010&lt;br /&gt;"Screening" : 11 Desember 2010&lt;br /&gt;Operasi Katarak : 18 Desember 2010 &lt;br /&gt;"Check up" : 19 Desember 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persyaratan :&lt;br /&gt;1. Pasien katarak&lt;br /&gt;2. Membawa KTP &amp; KK &lt;br /&gt;3. Surat Keterangan tidak mampu dari RT/RW setempat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Info lebih jelas hubungi : Hilal Ahmar Indonesia : Angga(085695535335), Ayu wilda(08567659662)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1978655410352353878-4772489077113867059?l=abuicanimovic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/feeds/4772489077113867059/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/2010/11/bakti-sosial-operasi-katarak-massal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1978655410352353878/posts/default/4772489077113867059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1978655410352353878/posts/default/4772489077113867059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/2010/11/bakti-sosial-operasi-katarak-massal.html' title='Bakti Sosial : Operasi Katarak Massal Gratis'/><author><name>abu.icanimovic</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05403105886630943501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/TA0kHbW_w4I/AAAAAAAAABw/4uFTph-5HSw/S220/586MSC_logo-736079.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1978655410352353878.post-8555733119252941520</id><published>2010-10-10T03:23:00.001-07:00</published><updated>2010-10-10T03:42:27.905-07:00</updated><title type='text'>Jawaban Sufyan Tsauri (Tertuduh Intel Polri)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/TLGYU-qe5lI/AAAAAAAAAEA/v95S_Er02nA/s1600/sofyan_tasauri1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 190px; height: 139px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/TLGYU-qe5lI/AAAAAAAAAEA/v95S_Er02nA/s200/sofyan_tasauri1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5526365703946298962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat ini terpaksa saya tulis dengan harapan ummat ini bisa melihat jernih dengan apa yang dituduhkan kepada saya, fitnah keji terhadap saya, sungguh sebuah fitnah yang besar yang bisa saja mencelakakan suatu kaum karena kebodohan, yang akhirnya kita semua menyesali itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal umat ini diajarkan bagaimana mengelola berita yang datang, akhlak islam membimbing kita bertabayun terhadap berita yang datang, terlebih berita itu datang dari orang-orang fasik dan musuh-musuhnya, “Hai orang-orang yang beriman, jika orang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya agar kamu tak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatan itu,” (Al Hujurot ayat 6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat ini mengandung pesan yang sangat jelas bagi kita semua, manakala ada berita yang datang , terlebih dari musuh-musuh islam yang hendak merusak, menfitnah terhadap tentara tentaraNya Kaum Muwwahidin yang penuh barokah ini. Untuk meneliti lebih dalam dan bukan dzon (sangkaan buruk) yang diutamakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat ini memang terbiasa dengan berita-berita yang datangnya dari luar, mereka lupa dengan petunjuk yang Allah berikan melalui kitabNya. Sehingga tanpa sadar kita telah tercebur ke dalam kubangan dosa, terlebih dosa yang menyangkut hak anak Adam atau sesama manusia, “Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain, apa ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik, dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat dan Maha Penyayang”.(Al Hujurat ayat 12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi Allah, sebetulnya saya tidak terlalu peduli dengan opini dan berita yang menyudutkan saya, khusus kepada para mujahidin dan muwwahidin yang datangnya dari musuh-musuh kami, mereka berusaha membunuh karakter para pejuangNya, “Mereka hendak memadamkan cahaya (agama Allah) dengan mulut (ucapan-ucapan mereka) tetapi Allah tetap menyempurnakan cahayaNya meskipun orang-orang musyrik membenciNya”.(Ash Shof ayat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka rusak pribadi-pribadi tentaraNya, mereka adu domba kami, mereka menuduh kami, dengan tuduhan-tuduhan yang keji yang sebetulnya tidak kami perbuat kecuali orang-orang fasik, mujrimah, dan bajingan-bajingan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara para tentaraNya ada yang dituduh melakukan sodomi, perselingkuhan, dan menjadi calo jihad dan lain-lain. Dan kita semua tahu bahwa semua itu, “Orang-orang kafir mengadakan makar dan Allah pun mengadakan makar kepada mereka, dan Allah adalah sebaik-baik pembuat makar.” Untuk itu ya akhi muwwahid, bukanlah mukmin dan bukanlah seorang muwahidin atau mujahidin yang ikhlas yang kemudian kita mudah termakan adu domba musuh-musuhNya dan makar para penjahat-penjahat kesyirikan tersebut, tapi kita adalah ikhwah-ikhwah mujahidin wal muwahidin yang ikhlas yang telah ditarbiyah dari medan-medan dakwah dan jabhah (front) parit-parit jihad, dari madrasah-madrasah jihad syaikh kami Abdullah Azzam yang kemudian termakan dan begitu lemahnya lisan ini mengotorinya dengan ucapan-ucapan yang menuduh keji para tentaraNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi justeru fitnah, tuduhan, adu domba, dan penggembos penggembos jihad adalah dari lingkungan muslimin itu sendiri, berbagai berita yang seharusnya bisa menetralisir, memadamkan api fitnah justru menjadi sumber fitnah, mana adab dan akhlak yang kalian telah belajar darinya dan yang kalian ajarkan dari kitabullah dan sunnahNya? Kalian sepertinya sangat pandai seperti kementator sepakbola, kalian bodoh-bodohi kami dengan tuduhan isti’jal (terburu-buru), disusupi, tidak sabar, dan tuduhan-tuduhan lainnya. Sementara kami di sini di buru, dibunuh, berdarah-darah, berpeluh keringat letih, dan ditawan. Agar kami dilecehkan dan lain-lain, tapi kalian menyalahkan kami, membodoh bodohi kami, yang pada akhirnya saya adalah kambing hitam dari kegagalan ini. (kegagalan dari sisi politik meliter versi elhakimi-ed)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terpaksa menulis karena desakan dari ustadz-ustadz di sijjin, malas dan capek mengomentari gonggongan dari luar dan memilih bersabar yang Insya Allah, Allah juga memberikan pahala bagi saya Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun saya adalah mantan polisi adalah benar, sekali lagi mantan, saya sbetulnya adalah buah dari dakwah tauhid yang para da’i-da’i yang ikhlas serukan dan kibarkan. Saya rasa saya tidak perlu malu menyandang istilah mantan adalah fi’il madi yaitu kata kerja lampau, asal jangan saja mantan baik, dan mantan orang baik, tapi sekarang tidak baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya adalah orang yang ingin bertaubat dan minta diberikan kesempatan bertaubat memperbaiki diri saya dengan amalan-amalan yang seperti dicontohkan generasi terbaik umat ini yaitu sahabat, “Kamu adalah ummat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia…” (Ali Imran ayat 110), “Sebaik-baik manusia adalah generasiku (sahabat) kemudian orang-orang yang datang sesudah mereka (tabi’in) kemudian orang-orang sesudah mereka (tabiut tabi’in) (HR. Bukhari, tirmizi) Di dalam kitab Al Umdah di halaman 24&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan barangsiapa yang banyak dosa, maka obatnya adalah jihad karena Allah azza wajalla akan mengampuni dosa-dosanya seperti yang dikabarkan di Al qur’an dan Allah mengatakan di surah As Shoff ayat 12, “Niscaya Allah mengampuni dosa-dosammu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalirkan di bawahnya sungai-sungai…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah taubatnya Ikrimah bin Abi Jahal, Kholid bin Walid, Wahsyi, Amr bin Ash, dengan berjihad…? ya. Dengan jihad! Mereka dulunya mengarahkan pedang dan tombaknya ke arah kaum muslimin kemudian mereka masuk islam dengan kemudian mengarahkan pedang dan senjatanya kepada orang-orang kafir dan murtad ya akhi. Lihatlah Kholid bin Walid ra yang menghunusan pedangnya kepada orang-orang murtad dan membuka jalan pembebasan Iraq dan Romawi, lihatlah Amr bin Ash yang berkiprah dalam Yarmuk dan pembebas Mesir, lihatlah Wahsyi yang pernah membunuh Asaddullah dan Sayyidus Syuhada (Singa Allah dan penghulu dari Syuhada) manusia terbaik dari paman nabi lalu taubatnya diarahkan untuk menombak manusia terjelek di zamannya yaitu Musailammah Al Kadzab (nabi palsu), dan lihat Ikrimah bin Abi Jahal yang dirinya dan ayahnya memusuhi dakwah nabinya yang mulia lalu pada futuh makah diampuni lalu bertempur pada Ghozwah Yarmuk sebagai Istisyhadiyin. Ya akhi, apakah orang seperti saya yang merupakan produk dari dakwah tauhid harus dikucilkan dan tak diberikan kesempatan untuk bertaubat dan memperbaiki diri dengan syahid di jalan Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sebetulnya sudah cukup bersabar dengan fitnah-fitnah dan tudingan miring ketika memutuskan keputusan berat ini yaitu keluar dari dinas atau ansharut thogut, tetapi justru dituding dan difitnah sebagai jasus, intel atau apalah yang tidak enak didengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan terbesar dalam hidup saya adalah keluarnya dari sistem yang tidak syar’i ini, bagaimana tidak berat: karena saya harus dikucilkan dari keluarga besar yang notabene adalah keluarga besar polisi karena ayah dan abang adalah koprs baju coklat, lalu lingkungan rumah dan lingkungan adalah asrama kepolisian yang saya harus dikucilkan dari lingkungan, kemudian saya kehilangan rekan-rekan karib, di tempat kerja, bukan itu saja bahkan jama’ah tarbiyah (PKS) tempat awal saya berkiprah dalam dakwah ini juga tidak sepi dari hujatan, tapi hidayah ini telah merasuk dalam jiwa ini, semua itu tidak membuat surut dengan sedikitnya kawan dan banyaknya orang yang menentang bukankah Allah mengatakan, “Engkau Muhammad tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhir, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasulnya, sekalipun orang-orang itu bapaknya, anaknya, saudaranya, atau keluarganya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukannya motivasi dan dukungan, apalagi tausiyah di dalam kesabaran tapi justru tuduhan dari sebagian ikhwah yang sebetulnya saya berharap mereka mau menerima saya dengan ikhlas, mareka tidak melihat proses keluar dari kedinasan adalah sulit bukan seperti satpam pabrik atau hansip kelurahan yang mudah untuk mengundurkan diri. Tapi tuduhan ini terus menerus tanpa saya ketahui apa penyebabnya, dan inilah yang pada akhirnya menjadi duri dalam langkah saya di dalam jihad Aceh, karena orang-orang ini (semoga Allah memaafkan) terus membawa kayu bakarnya di jalin janthoi (dalam hal ini ustadz Aman dan Akhina Yudi lebih tahu) kasus ini juga pernah saya adukan kepada pak Yahya (Dulmatin), Ustadz Abdullah Sonata, dan ustadz Aman berkenan mendamaikan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata jalan kebaikan tidaklah mudah yang saya bayangkan, tetapi jalan ini banyak sekali belokan dan lubang bahkan duri yang siap menghadang, tapi karena kesungguhan Allah memberikan jalan kemudahan dan jalanNya, “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) kami, kami tunjukan kepada mereka jalan-jalan kami, dan sungguh Allah beserta orang-orang yang berbuat baik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah ustadz Hamzah@Yahya@Dulmatin rhm dan ustad Mus’ab@Sughoh dan ustadz Urwah@Bagus Budi Pranoto ra yang dengan tangan terbuka menyambut sikap dan taubat saya, hati mereka bersih sebersih sutra dan kaca sehingga Allah mengambil mereka dikarenakan keikhlasan mereka jual beli yang tidak merugi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka-mereka inilah yang mengenalkan saya kepada Al Qaeda dan merupakan kebanggaan bagi saya, dan membuat saya begitu terharunya bahwa saya diberikan kesempatan untuk berkontribusi dalam jalan jihad bersama kafilan syaikh kami tercinta Usama bin Ladin dan Syaikh kami tercinta Ayman Al Dzawahry hafizhahullah anhuma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini saya tidak ada urusan dengan JAT (jama,ah anshorut tauhit) JI (jama’ah Islamiyah) NII (Negara islam indonesia) ataupun cabang-cabangnya, MMI (majelis Mujahidin Indonesia) atau apalah…. karena kami adalah AL-QOIDA, jadi saya jangan dikait-kaitkan dengan jama’ah yang bergerak dalam dakwah ini. Kami bergerak karena berangkat dari rasa keprihatinan kami terhadap umat ini, terlalu lama mereka tidur yang sudah saatnya bangkit dari tidur mimpinya yang panjang, mereka dikuasai oleh tangan-tangan najis yang kotor baik kafir asli maupun murtadin yang merampok harta kaum muslimin yang denganya mereka melanggengkan kemusyrikan dan kekafiran, kami hanya ingin mengatakan tuhan kami adalah ALLAH dan beristiqomah dengan kalimatNya, kami hanya ingin membebaskan manusia sebagaimana Robi’ bin Amir ketika berhadapan dengan Rustum: ”kami datang untuk membebaskan manusia dengan tuhannya manusia” dari sempitnya dunia kepada keluasan islam, dari gelapnya kekufuran kepada cahaya islam, dari kezoliman penguasa kepada keadilan islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami hanya ingin kalimat ALLAH menjulang tinggi dan kalimat kekufuran runtuh. Dan hanya dengan pedang inilah kami menghunus leher kekufuran, kami memulai meletakkan batu pondasi tauhid sebagaimana nabi kami mengajarkan kepada kami untuk menjadi laki-laki sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sekali lagi kami adalah manusia yang pasti ada kelemahan dan salah, kami bukanlah malaikat yang tanpa salah dan selalu sempurna. Adapun yang menimpa kami sekarang adalah: “Setiap bencana yang menimpa kamu di bumi dan yang menimpa dirimu semuanya telah tertulis dalam kitab (lauhul mahfudz), sebelum kami mewujudkannya, sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah”. (Al Hadid ayat 22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah takdir kami yang sudah ditentukan oleh Allah Ta’ala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kronologis Latihan Di Mako Brimob&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tentang kami latihan di kelapa dua mako Brimob adalah benar adanya, sebetulnya yang membuka atau membocorkan pertama kali latihan di Kelapa adalah akhi Mus’ab atau martunis dari Bireun ketika menyerahkan diri di Langsa (semoga Allah mengampuninya) sekitar akhir Maret 2009, sebetulnya latihan menembak di Kelapa Dua sudah diwacanakan sebelum anak–anak Aceh ke Jakarta, waktu itu Bapak Sutrisno (sudah tertangkap karena menjual senjata api untuk Aceh kepada penulis) menawarkan bahwasanya kalau mau latihan menembak bisa tapi bayar, karena menurut pak Sutrisno banyak artis atau pengusaha atau perbakin biasa main di sana karena biayanya lebih  murah ketimbang di Senayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tertarik untuk latihan karena sudah lama tidak menembak semenjak keluar atau disersi dari kepolisian, terlebih kami yang pernah di kewilayahan juga memang orang latihan menembak. Waktu itu saya sudah punya kelompok kecil (Fiah) yang  mana ada rencana untuk latihan tapi dengan syarat celana (dipanjangkan) dan jenggot–jenggot kita dipotong (agar tidak curiga) karena kita latihan di sarang MACAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa waktu itu tidak jadi, dan lupa karena saya bersama sighoh (DPO) harus ke Aceh untuk  keperluan daurah bagi anak–anak Aceh (kelompok Aceh). Saya di Aceh bersama ustadz Hamzah (Dulmatin), ustadz Sighoh, mengisi acara di sana dan memberi struktur–struktur ikhwah–ikhwah di sana agar lebih rapi, dan waktu itu kami memilih sorang ikhwan untuk menjadi Mas-ul (penanggung jawab) dakwah tauhid wal jihad yang akan menjadi cikal bakal Jama’ah Jihad di Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi yang disampaikan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          Ustadz Yahya (Dulmatin) : Amniyah lid’dakwah wal JIHAD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          Ustadz Sighoh (Mus’ab): Imaroh, jama’ah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          Saya sendiri: Ukhuwah bainal muhajirin wal anshor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini kami belum mengenal FPI Aceh tapi salah satu peserta adalah akh Tnk Mukhtar dari Dayah Daarul Mujahidin-Lhok Seumawe-Aceh Utara. Waktu itu sekitar bulan Januari 2009, seiring invasi Israel ke kota Gaza yang menimbulkan solidaritas hampir di dunia islam dan barat, juga mengundang simpati di dalam negeri dan banyaknya penggalangan dana (sunduk) dan munasyaroh di berbagai tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dauroh kami diajak Tnk Ahmad dan Tnk Mukhtar (tertangkap semoga Allah memberikan kesabaran bagi keduanya) untuk bersilaturahmi ke Abu Muslim atau Tnk Liem (semoga Allah memaafkannya di akhir jihad dia berbalik dan merayu Tnk Mukhtar untuk menyerahkan senjatanya ke aparat) waktu itu kami bersama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          ustadz Hamzah atau Yahya atau Dulmatin Rhm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          Ustadz Sighoh atau Mus’ab hafizhohullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          Syaikh Ali warga Tunisia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          Tnk Marzuki ra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          Yudi dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuannya ini hanya silaturrahmi biasa, lalu kami pulang ke Jakarta bersama Dulmatin dan Sighoh. Tak lama kemudian Yudi meminta saya untuk melatih anak-anak relawan FPI Aceh (karena di Aceh ada mobilisasi pengiriman ke Gaza), maka diadakan tadrib askari selama empat hari. Sebetulnya saya waktu itu, saya tidak berkenan melatih dan sempat saya tawarkan kepada ustadz Hamzah atau Dulmatin. Dia juga tidak berkenan, dan mempercayakan kepada saya. Yudi dan Tnk Ahmad bersahil meyakinkan saya, bahwa ini adalah kesempatan yang bagus untuk memperbanyak kader atau rekrutmen calon mujahid dan akhirnya saya pun mau dengan syarat bahwa tiket pesawat ditanggung pp, karena selama di Aceh saya yang selalu membiayai akomodasi maupun tiket ke Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari di Jakarta saya langsung terbang ke Aceh untuk mentadrib mereka, dengan materi yang saya dapatkan di militer (kepolisian). Saya memberikan pengetahuan seperti pertempuran jarak dekat (PJD), pengetahuan teknik tempur, patroli dll. Dan ternyata benar kami menemukan mereka orang yang sedang bersemangat untuk berjihad di Palestina untuk membela saudara–saudara mereka, dan saya masukan sedikit tentang jihad global kepada mereka. Selesai 4 hari latihan saya langsung pulang ke Jakarta karena lama tidak bertemu anak–anak dan istri  karena dauroh dan ditambah lagi 4 hari lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan February akhir saya di telpon Tnk Mukhtar bahwa mereka sudah di Jakarta tepatnya di petamburan Jakarta Pusat markas FPI bersama 17 orang dari Aceg diantara mereka adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          Abu Rimba, Mukhlis, Taufik  atau Abu Sayyaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          Ja’far, Abu kuring, Mus’ab, Syam, Budiman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          Mansur, Tnk Muktar, Tnk Jalal, dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muktar dan Tnk Jalal bercerita kepada saya bahwa anak-anak Aceh sangat geram karena telah ditipu leh Yusuf Al Qordhowi-ketua FPI Aceh-ed (semoga Allah memburukkan wajahnya) karena tidak ada kebijakan FPI untuk mengirim relawan ke Gaza, adapun pelatihan dan pengiriman ke Gaza adalah inisiatif Yusuf Qordhowi untuk bisa menggalang dana sebanyak-banyaknya di Aceh (karena hampir di tiap kota seperti Samalanga, Bireun, Banda Aceh, Lhok Semawe, Pidie diadakan sunduq (kotak infaq) untuk palestina dengan menggalang dana). Saya melarang kepada anak-anak yang akan mengeroyok Yusuf Qordhowiàketerangan ini Tnk Muktar) akan menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sempat mengajak anak-anak untuk berkunjung ke rumah saya, hanya sekedar silaturrahim dan menasehati mereka dengan selalu bersabar dan jangan dendam, dan waktu itu saya mencari jalan tengah dan tinggal sementara di rumah saya saat itu mereka ada 7 orang selebihnya pulang ke Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun yang membuat mereka marah adalah karena mereka merasa ditipu di Aceh oleh Yusuf Qordhowi, karena ternyata pengiriman Aceh adalah akal-akalan Yusuf (semoga Allah balas apa yang diperbuatnya) -ed&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ke dua mereka malu ke Aceh lagi karena sudah terlanjur di Peuseujuk dan Kenduri sehingga mereka tidak jadi ke Palestina (dalam hal ini biar lebih obyektif biarlah akan dijelaskan anak-anak semuanya seperti Muhsin, Abu Rimba, dan Tnk Muktar) dan selama tinggal di Jakarta mereka belajar agama dan diberikan materi oleh beberapa ustadz diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          Ustadz Abdullah Sonata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          Ustadz Khaidir @ HASAN dpo Ex Afgan 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          Ustadz Sighoh @ Mus’ab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          Ustadz Hamzah @ Yahya@ Dulmatin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          Ustadz Zein&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          Ustadz Sofyan (saya sendiri)&lt;br /&gt;—          Yudi Zulfahri untuk mengisi hari-hari mereka di Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada waktu 1 bulan lebih mereka di Jakarta dan Insya Allah mudah-mudahan  bermanfaat, dan saya sempat teringat dengan janji pak Trisno tentang latihan di Mako Brimob, dan saya waktu itu ada senjata Revolver yang saya beli dari pak Trisno dan kami tanyakan berapa biayanya dan pak Trisno menjawab 3 juta untuk 5 orang. Saya sempat merubah penampilan teman-teman dan memotong jenggot, menurunkan celana dan mengubah dialek anak-anak Aceh dengan dialek Jakarta atau mereka diam saja jika tidak ditanya. Saya dan anak Aceh hanya tiga orang.  Mereka adalah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          Mus’ab-FPI @ Martunis (menyerahkan diri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          Jakfar @ Heri (tidak ikut)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          Muhlis @ mu (tidak ikut)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum berangkat latihan mereka kita dan Dani dengan pakaian satpam, stelan topi dan kaos satpam dan saat itu mengaku dari Bank Mandiri, karena saya mengajak teman dari Bank Mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pun tiba di sana dan latihan menembak dengan masing-masing 10 peluru dan senapan panjang jenis styer 10 peluru, dan ternyata memang benar setelah kami di sana memang saya melihat banyak warga sipil yang ikut menembak bersama kami, lihat apakah saya melibatkan FPI yang ikut latihan menembak ini dalam kasus teroris Aceh baru-baru ini…? Kecuali 1 orang yang kwalitasnya mudah menyerahkan diri seperti Mus’ab. Dan silahkan cek kepada Bpk Sutrisno dia tinggal di Depok Jl. Laut Aru, Kel Bakti Jaya Kec. Sukmajaya-Depok, tapi sekarang saya bersama dia di sini menjadi tahanan teroris di Polda Metro Jaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tertangkap tanggal 6 maret 2010 tepatnya di pertigaan Jl Raya Narogong—Cilengsi Bekasi Jawa Barat. Tertangkapnya saya di Jakarta karena ketidak sabaran saya ingin bertemu dengan anak dan istri saya waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 22 February 2010, setelah tertangkapnya Yudi kemudian terbongkarnya latihan di Aceh besar, saya yang memimpin camp 2 di Bireun sempat menampung beberapa orang yang berhasil lolos, di  antara mereka yang saya tampung sebagian besar syahid di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          Saptono (tertembak di Cikampek)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          Maulana (tertembak di Cawang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          Ridwan ( tertembak di Pamulang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          Hasan @ Black Barry-Filipina (tertembak di Pamulang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 24/3/2010 ternyata camp kami yang menjadi alternatif juga terbongkar, saya berempat  diantaranya, Maulana, Taufik @ Abu Sayyaf, Tnk Ahmad, dan saya sendiri juga berhasil lolos dari kepungan, bi-idznillah kami berempat menyusuri bukit-bukit, kebun-kebun dan hampir tertangkap dan alhamdulillah kami sampai jalan raya dan kami pergi ke Lhok Samawe. Di Lhok Samawe kami berpisah menjadi dua kelompok:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bersama Maulana dan Taufik bersama Tnk Ahmad (kasus penggranatan kantor UNICEF PBB dan penembak warga Jerman dan USA di Banda Aceh), turun di Idi Aceh Timur, sementara saya turun di Langsa Aceh Timur dan menginap di sana. Waktu itu tanggal 25 saya berpisah dengan Maulana dan ini pertemuan terakhir saya dengan beliau dan kata-kata yang saya dengar adalah, “Jika ada umur kita bertemu lagi akhi, Insya Allah” dan saya sendiri di Langsa kemudian menghubungi istri untuk ke Langsa dari Lhok Semawe. Kami kemudian menginap 1 malam di Langsa-Aceh Timur, dan mendapat kabar bahwa senjata saya dua Ak47 berhasil ditemukan oleh aparat, saya tidak habis pikir kenapa senjata bisa ditemukan, dan ternyata saya mendapat kabar berita dari Tnk Ahmad senjata itu ditimbun di hutan beserta 17.000.000 butir amunisi dan sepucuk Revolver 38, karena senjata sudah tertangkap musuh, saya berinisiatif membeli lagi di Jakarta, karena kita mau bertempur tapi senjata tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya memutuskan pulang sementara untuk mengambil senjata itu yang katanya ada ak47 dua pucuk dan AR 15/M16 tiga pucuk dan satu pucuk RPD (senapan mesin), lalu tanggal 28 saya ke Medan dan tanggal 1 Maret saya ke Jakarta untuk menitipkan istri saya yang ke dua ke rumah adik saya, dan tanggal 2 Maret saya tiba di Jakarta melalui darat dan sempat menginap di rumah rekan saya di Depok sambil melihat sitiasi yang ternyata kejadian kontak senjata antara ikhwah-ikhwah kita yang dijantho dengan Densus 88 di Lemkabeu. Saya mendapat berita, berita ini dari internet dan TV. Saya teringat bahwa barang-barang senjata harus dibeli dan langsung menghubungi ustadz Sonata agar bisa menghubungi ust Yahya (Dulmatin) tapi ternyata mereka tidak mau ketemu saya lagi, karena situasi sudah mencekam, dan lemaslah saya karena kalau begini saya tinggal menunggu waktu saja. Untuk menyiapkan perlawanan saya mengambil jenis senjata FN Browning cal 9mm dengan 600 butir peluru, saya berdo’a ya Allah karuniakanlah syahid di jalanMu. Waktu itu saya mendapat kabar bahwa perburuan semakin gencar dan saya berniat bertemu dengan anak-anak dan istri yang pertama, karena bisa jadi mereka tidak bertemu dengan abinya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu saya tidak tahu saya termasuk target utama setelah Dulmatin dan Sonata. Jadi bertemu dengan anak istri tidak berbahaya padahal 24 jam istri terus dipantau dan diikuti, dan ketika janjian di kota Wisata Cibubur dekat Cilengsi inilah istri terus diikuti dari belakang, waktu itu saya sudah firasat tidak enak karena malamnya saya bermimpi tertangkap polisi setelah saya meludah 3x dan beristigfar, saya ceritakan mimpi ini kepada istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAXI yang ditumpangi istri waktu itu sempat nyasar-nyasar dan saya sempat mengancam untuk menggagalkan pertemuan ini, karena sudah hampir 30 menit lebih menunggu di pinggir jalan. Sesuatu yang tabu menurut saya, dan ternyata densus memang telah memantau saya dari jauh (ini saya mendapatkan berita dari Densus yang menangkap saya waktu itu) dan ketika telah terlihat taxi yang ditumpangi anak dan istri saya pun masuk ke dalam taxi, dan meninggalkan adik ipar saya yang mengantar saya pake motor dan dia terus mengikuti taxi dari arah belakang. Dan ketika di pertigaan jl. Raya Norogong Cilengsi Bekasi ketika akan belok ke kanan, saya melihat mobil taxi kami di hadang dan kemudian saya melihat orang-orang bersenjata menghentikan dan membuka pintu mobil taxi belakang dan mengarahkan senjatanya ke arah saya, dan ketika itu posisi saya sedang menggendong anak saya yang ke 2 Abdullah Thoriq Jihadi (3,5 tahun) dan di samping kiri saya adalah anak saya yang pertama yaitu Al Muhandis Yahya Ayyash (7 tahun), dan disebelahnya adalah ummi yang sedang menggendong anak bungsu (Aisyah Syahidah Kamila, usia 10 bulan). Ketika kaget dan terpana, terdengarlah beberapa letusan senjata api yang mengagetkan anak-anak saya sehingga semuanya menangis, lalu anak saya yang ke 2 yang sedang saya pangku diambil dari saya dan ketika akan melihat ke belakang senjata sudah di arahkan kepada saya semuanya, ketika itu saya sadar akan tertangkap dan ketika akan melakukan perlawanan saya berfikir pasti anak-anak dan istri akan terkena tembakan dari mereka karena melihat mereka begitu dekat dengan saya, istri dan anak-anak. Maka ketika itu saya diseret keluar dan ditelungkupkan di pertigaan jalan dan diinjak bahu saya dan terdengarlah tembakan lagi yang membuat anak yang ke 2 menangis menyebut-nyebut abinya, dan ketika kaki di rantai dan tangan dirantai kemudian senjata FN saya, dompet dan tas diambil, lalu dimasukan ke dalam mobil. Dan ternyata kejadian tersebut dilihat oleh adik ipar saya yang mengabarkan kepada istri saya yang ke 2 bahwa mas Iyan (saya) sudah ditembak polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di jalan tadi, lemas semua termasuk istri saya yang ke 2 (Inong) dan adik kandung saya beserta suaminya (mas Heru), yang mengira saya sudah meninggal, dan setelah itulah kami terus digenjot sampai pagi untuk menanyai tentang keberadaan kawan-kawan dan berasal dari mana senjata-senjata tersebut, hingga bila ditotal 30 pucuk dan hampir 30 ribu peluru yang ditemukan untuk eksperiment jihad Aceh. Ini adalah sedikit dari pengalaman di dalam mengarungi medan dan parit jihad sebagai buah manisnya dakwah tauhid ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami yang berdarah-darah, terluka, diburu, dan terbunuh karena membela tauhid, sementara masih ada orang yang tega dengan terus menjelekkan dan bahkan makan dari hasil berita-berita kami. Waallahu a’lam allahul musra’an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang Terzolimi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sufyan Abu Ayyash&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;www.tauhidnews.wordpress.com&lt;/span&gt;, lihat juga: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Lintas-tanzhim&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1978655410352353878-8555733119252941520?l=abuicanimovic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/feeds/8555733119252941520/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/2010/10/jawaban-sufyan-tsauri-tertuduh-intel.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1978655410352353878/posts/default/8555733119252941520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1978655410352353878/posts/default/8555733119252941520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/2010/10/jawaban-sufyan-tsauri-tertuduh-intel.html' title='Jawaban Sufyan Tsauri (Tertuduh Intel Polri)'/><author><name>abu.icanimovic</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05403105886630943501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/TA0kHbW_w4I/AAAAAAAAABw/4uFTph-5HSw/S220/586MSC_logo-736079.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/TLGYU-qe5lI/AAAAAAAAAEA/v95S_Er02nA/s72-c/sofyan_tasauri1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1978655410352353878.post-8556339136896423560</id><published>2010-10-08T22:44:00.000-07:00</published><updated>2010-10-08T23:18:46.294-07:00</updated><title type='text'>Akar Terorisme di Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/TLAI9ALavoI/AAAAAAAAAD4/jMjZ1JpK5To/s1600/abu2c.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 102px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/TLAI9ALavoI/AAAAAAAAAD4/jMjZ1JpK5To/s200/abu2c.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525926586896531074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah terorisme selalu menjadi perhatian publik di Indonesia. Beragam pendapat diutarakan, beragam solusi diusulkan, namun sangat jarang yang melihat akar persoalannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden SBY, diamini para pembantunya, berusaha meyakinkan bahwa akar terorisme adalah kemiskinan dan kebodohan. Sebuah analisis yang kurang cerdas mengingat beberapa orang yang dituduh teroris justru bukan orang bodoh dan miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Azahari misalnya, seorang doktor dan dosen universitas ternama. Jelas dia tidak bodoh, tidak juga miskin atau pengangguran tanpa kerjaan. Di level dunia, tertuduh gembong teroris adalah Usamah bin Ladin, seorang lulusan univertas dan pengusaha konstruksi terkemuka di Timur Tengah. Wakil Usamah adalah dr. Ayman Azh Zhawahiri, seorang dokter spesialis bedah. Bodoh sekali orang yang menganggap Ayman miskin dan bodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa contoh tadi, jelas analisis tersebut kurang valid, kalau tidak bisa dibilang ngawur. Mungkin juga yang ngawur bukan SBY, melainkan para pembantu dan pembisiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, kelompok liberal dan sekuler melihat bahwa penyebabnya adalah ajaran agama Islam. Ayat-ayat dan hadits yang mendorong perilaku radikal dituding jadi kambing hitam. Ini sejalan dengan upaya Amerika untuk menghilangkan poin-poin syariat Islam tentang jihad fi sabilillah yang dianggap sebagai biang ideologi terorisme. Di Timur Tengah, misalnya, mereka mengedarkan Furqanul Haq. Sebuah versi Al-Quran edisi minus ayat-ayat jihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, tak hanya Islam, agama lain juga memiliki konsep “jihad.” Lihat saja Kristen, apa yang membuat mereka bisa melancarkan Perang Salib selama beberapa abad kalau bukan konsep mereka tentang Holy War?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka pandangan kelompok liberal dan sekuler ini tidak fair. Mereka ingin dunia damai dan aman dari terorisme, tetapi kuncinya dengan mengebiri semangat perlawanan umat Islam pada penindasan dan penjajahan. Maklum saja, majikan mereka, bangsa-bangsa penjajah Barat, sangat khawatir menghadapi perlawanan jihad Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa lalu, Inggris menciptakan sekte sesat bernama Ahmadiyah di India yang sedang dijajahnya. Pemimpinnya, Mirza Ghulam Ahmad, mengharamkan jihad melawan Inggris. Ia juga membanggakan Inggris sebagai tuan besar yang wajib ditaati. Yang lebih gila, ia mengaku nabi dan mengkafirkan orang Islam yang tak percaya pada kenabiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat jelas bahwa Inggris ingin melemahkan semangat jihad Islam agar bisa leluasa menjajah India. Menguasai dan menguras potensi alamnya. Sebuah metode menetralisir musuh agar tak terus melawan.&lt;br /&gt;Padahal melawan penindasan, perang dan militer adalah hal yang manusiawi. Manusia pasti ingin survive. Manusia pasti ingin melawan jika ditindas dan diperlakukan tak adil. Apapun agamanya, apapun rasnya. Bahkan semut pun menggigit jika manusia merusak sarangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terorisme yang dituduhkan kepada sekelompok umat Islam yang berjihad sebenarnya adalah upaya perlawanan. Sudah terlalu lama umat Islam dijajah, ditindas dan dikuras kekayaannya. Sudah terlalu banyak darah tertumpah oleh bangsa-bangsa penjajah Barat yang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Teroris” menyerang sasaran sipil karena Inggris, Amerika dan penjajah lain tak segan membantai Muslim sipil. “Teroris” meledakkan bom karena negeri-negeri Muslim yang dijajah diratakan dengan rudal dan roket. “Teroris” merampok musuhnya karena kekayaan alam negeri mereka dikuras para penjajah dengan bantuan boneka lokal yang setia pada tuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akar persoalan teroris, jika mau jujur, sebenarnya adalah upaya menuntut keadilan. Rangkaian bom Natal dan bom Bali terjadi karena dipicu serangan Kristen pada Muslim di Ambon. Muslim dizhalimi tetapi tak ada pembelaan memadai dari aparat keamanan. Pada titik ini pembalasan menjadi pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan jika ditarik lebih jauh, munculnya Darul Islam (DI/TII) pada 1949 pun merupakan reaksi Muslim pada ketidakadilan. Awalnya Muslim dan Kristen sudah sepakat dalam perumusan UUD 1945. Panitia Sembilan menyepakati Piagam Jakarta yang menjamin berlakunya syariat Islam bagi Muslim dengan rumusan “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru sehari merdeka, kesepakatan itu dikhianati, seorang tokoh Kristen dari Indonesia Timur mengancam akan keluar dari NKRI. Melalui seorang perwira Jepang, tokoh itu menekan Soekarno dan Hatta agar menghapus kewajiban menjalankan syariat Islam dari Konstitusi. Inilah benih separatisme pertama dalam sejarah Indonesia, mengancam memisahkan diri dari republik karena dengki pada umat lain yang ingin menjalankan syariatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya terjadilah kezhaliman hukum. Umat Islam mayoritas tetapi dihalangi menjalankan hukum syariatnya. Mereka dipaksa tunduk pada hukum Kristen dan sekuler warisan Belanda. Apalagi diplomasi Soekarno waktu itu begitu mengalah pada Belanda, perundingan Rennville membuat Jawa Barat dikosongkan. Wilayah dan penduduknya yang Muslim seolah diserahkan pada Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang memicu Darul Islam berdiri. Ketidakadilan persoalan hukum dan ketidakpuasan karena diserahkan pada Belanda. Ini juga akar semua perlawanan Islam di Indonesia. Sebenarnya mereka hanya menuntut satu hal saja, bisa menegakkan syariat Islam untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun keinginan itu selalu dihalang-halangi. Para aktornya pun selalu itu-itu saja. Piagam Jakarta dijegal berkat tekanan seorang tokoh Kristen. Renville ditandatangi PM Amir Syarifudin yang Kristen. Komji hingga Tanjung Priok didalangi oleh Benny Moerdani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, konspirasi itu semakin telanjang. Muslim di Kalimantan dibantai oleh Dayak Kristen, berlanjut ke Ambon dan Poso. Kasus di Poso bahkan menunjukkan adanya kerjasama Protestan dan Katholik. Fabianus Tibo cs yang Katholik memimpin serangan awal kepada Muslim. Belakangan mereka merasa diumpankan oleh kelompok Protestan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, Muslim bereaksi dan melawan. Mereka berhasil membalas dan menghentikan kezhaliman Kristen. Tetapi mereka yang melawan kemucian diberi cap teroris dan disikat tanpa ampun dengan Densus 88. Unit khusus yang dibiayai Amerika dan Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unit itu jelas sekali diproyeksikan untuk memusuhi Muslim. Mereka dipuji-puji ketika menangkap, menyiksa dan membunuh Muslim. Namun ketika mereka menangkap aktivis RMS, Australia mengancam akan menyelidiki kasus itu sebagai “pelanggaran HAM.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini Densus 88 diotaki oleh Gorries Mere. Secara resmi komandannya Tito Karnavian. Namun insiden ributnya Densus di Polonia dengan Provost AU membuktikan hal lain. Gorries memimpin langsung di lapangan meskipun ia sebenarnya bertugas di Badan Narkotika Nasional (BNN).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua rangkaian di atas membuktikan satu hal: semua kezhaliman yang menimpa umat Islam di Indonesia dan seluruh dunia merupakan buah konspirasi penjajah Barat yang Kristen dengan boneka lokalnya. Sementara semua aksi perlawanan, yang dicap terorisme, adalah reaksi terhadap kezhaliman tersebut. Inilah akar terorisme yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Majalah AnNajah Solo&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1978655410352353878-8556339136896423560?l=abuicanimovic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/feeds/8556339136896423560/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/2010/10/akar-terorisme-di-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1978655410352353878/posts/default/8556339136896423560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1978655410352353878/posts/default/8556339136896423560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/2010/10/akar-terorisme-di-indonesia.html' title='Akar Terorisme di Indonesia'/><author><name>abu.icanimovic</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05403105886630943501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/TA0kHbW_w4I/AAAAAAAAABw/4uFTph-5HSw/S220/586MSC_logo-736079.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/TLAI9ALavoI/AAAAAAAAAD4/jMjZ1JpK5To/s72-c/abu2c.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1978655410352353878.post-1885469040631055145</id><published>2010-08-30T11:06:00.000-07:00</published><updated>2010-08-30T11:18:35.652-07:00</updated><title type='text'>The Letter of Frederic Salvi (Ali) : "Its All Fitna!"</title><content type='html'>بسم الله الرحمن الرحيم&lt;br /&gt;Au Nom d'Allah, le Clement le Tres-Misericordieux&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Louanges à Allah, et Il me suffit.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Segala puji bagi Allah, dan Dia sudah cukup..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Que diriez vous si un beau jour vous decouvrez que vous faites la une des journeaux, et que vous etes accusés de complot terroriste …?&lt;br /&gt;C'est ma petite histoire que je viens vous raconter ici, et vous allez comprendre &lt;br /&gt;pourquoi inchaAllah.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Apa yang akan Anda katakan jika suatu hari Anda menemukan bahwa Anda adalah berita utama?.., dan kau dituduh merencanakan teroris&lt;br /&gt;Ini adalah kisah kecil saya, saya hanya mengatakan di sini, dan Anda akan memahami mengapa, Insya Allah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Je m'appelle Ali, Salvi Frederic ... et je suis, selon les medias : activement recherché pour participation à la préparation d'attentat terroriste en indonesie ; et ceci pour le compte d'alqaida, bien sur …&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Nama saya Ali, Salvi Frederic ... dan saya, menurut media: aktif mencari partisipasi dalam persiapan serangan teroris di Indonesia, dan mereka yakin ini untuk alqaida account &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J'ai appris tout cela hier, le 24 août 2010 en regardant les nouvelles sur le net : plusieurs articles parlaient de moi, et de cette accusation ... certains de ces articles datent de plusieurs jours, presque une semaine&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Saya belajar semua kemarin ini, 24 Agustus 2010 menonton berita di beberapa artikel bersih berbicara tentang saya, dan tuduhan ini ... beberapa artikel ini tanggal kembali beberapa hari, hampir satu minggu lamanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Je vais raconter ici en resumé ce dont il est question : &lt;br /&gt;Où se passe l’histoire ? ...  en Indonesie : j'ai vecu avec ma famille en Indonesie, jusqu’au mois d’avril passé  (j’ai passé un peu plus d’un an en indonesie, mais en fait presque trois ans en Malaisie et Indonesie alternativement )&lt;br /&gt;Où est le probleme ? ... les médias disent que les autorités indonésiennes auraient fait un « coup de filet » dans les « milieux radicaux », et auraient découvert des explosifs et autres objets indicant la préparation d’un attentat – sans doute à la voiture piégée- et qu’une voiture aurait été retrouvée à cet endroit : cette voiture n’est autre que « ma voiture », enfin elle était à moi lorsque je vivais en Indonésie, je l’ai revendue à un frère que je connaissais (qui a dit l’utiliser pour les besoins d’une école primaire islamique.)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Aku akan mengatakan di sini Ringkasan apa tentang:&lt;br /&gt;Mana ceritanya? ... di Indonesia: saya tinggal dengan keluarga saya di Indonesia, sampai April lalu (aku menghabiskan sedikit lebih dari satu tahun di Indonesia, tetapi sebenarnya hampir tiga tahun bergantian di Malaysia dan Indonesia)&lt;br /&gt;Di mana masalahnya? ... media mengatakan bahwa pemerintah Indonesia telah membuat tindakan keras  dalam "lingkaran radikal," dan diduga menemukan bahan peledak dan benda-benda lainnya yang menunjukkan persiapan serangan - mungkin sebuah bom mobil dan mobil- telah ditemukan di lokasi ini: mobil ini hanya "mobil saya" dan akhirnya itu saya ketika saya tinggal di Indonesia, saya dijual kepada seorang ikhwan yg saya tahu (yang mengatakan penggunaan untuk kebutuhan sekolah dasar Islam)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Les conclusions des authorités : c’est que j’aurais aidé un soit-disant groupe terroriste, et que j’aurai donné ma voiture pour qu’elle serve à préparer un attentat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;La partie qui est vraie donc : c’est que j’étais bien en indonésie, et que la voiture qui a été retrouvée (j’ai vu une photo dans la presse) est bien mon ancienne voiture...Quant aux accusations : elles ne sont que calomnie...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kesimpulan dari otoritas: itu adalah bahwa saya membantu sebuah kelompok teroris yang disebut, dan aku telah memberikan mobil yang akan digunakan untuk menyiapkan serangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian yang benar maka: bahwa aku berada di Indonesia, dan mobil telah ditemukan (saya melihat sebuah foto di media massa) adalah mobil lama saya ... Pada bagian dakwaan: mereka hanya fitnah belaka ... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ensuite, ils brodent une petite histoire autour de cela , en  prétendent que j’aurais « échapé de justesse » au coup de filet du 7 août en fuyant vers le maroc...En réalité, j’étais au Maroc depuis avril, ce qui n’a rien à voir avec le dit-coup de filet...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kemudian mereka membordir sebuah cerita seputar ini, saya berpendapat bahwa dalam "efcaped sempit" untuk tindakan keras pada tanggal 7 Agustus di melarikan diri ke Maroko ... Sebenarnya, aku berada di Maroko pada bulan April, yang tidak ada hubungannya dengan tindakan keras itu  .&lt;/span&gt;.. &lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;Ils prétendent aussi que je suis « activement recherché » par la police indonésienne et interpol en France : et ceci n’est autre qu’une énorme blague de plus, car les autoritées savent très bien où je suis, et ceci pour plusieurs raisons : quand on quitte l’indonésie, il nous faut un « permis de sortie », qui se demande au bureau de l’immigration, à partir de là ils connaissent très bien ma date de départ et mon pays de destination (j’ai été au maroc directement), et ils prétendent encore qu’ils « pensent » que j’aurais « fui » au Maroc...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mereka juga mengklaim bahwa saya "aktif dikejar" oleh polisi Indonesia dan Interpol di Perancis dan ini tidak lebih dari sebuah lelucon besar, karena Authoritys tahu betul di mana saya, dan ini karena beberapa alasan: saat kami meninggalkan Indonesia, kita membutuhkan keluar "izin", yang meminta kantor imigrasi, dari sana mereka tahu betul saya tanggal keberangkatan dan tujuan saya (saya di Maroko langsung), dan mereka masih mengklaim bahwa mereka "berpikir" bahwa saya "melarikan diri" di Maroko ... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;De plus pendant mon séjour au Maroc, j’ai eu à faire aux autorités marocaines pour un « contrôle » (genre garde à vue, mais plus souple) qui a duré 3 jours ; à la fin ils m’ont laissé sortir en me disant qu’ils avaient contacté les authorités françaises à mon sujet, qu’il n’y avait rien contre moi, et qu’ils s’excusaient pour le dérangement : donc, les autoritées marocaines et françaises savaient très bien où j’étais , ils savaient même que j’allais en Mauritanie, car je le leur ai dit au cours des interrogatoires.&lt;br /&gt;Et enfin, ici en Maurtitanie, j’ai été 3 fois aux bureaux de la Dst mauritanienne, pour les visas et passeports (c’est eux qui s’occupent de ça) : ils sont bien évidemment en contact avec leurs homologues français, auprès desquels ils font des vérifications sur notre identité avant de nous délivrer les visas longue durée...Donc : les autorités mauritaniennes et françaises savent très bien que je suis en Mauritanie, et où je suis exactement ; et ceci ne fait aucun doute. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Juga selama saya tinggal di Maroko, saya harus lakukan dengan pemerintah Maroko untuk "kontrol" (tahanan tersebut, tetapi lebih fleksibel), yang berlangsung tiga hari, pada akhirnya mereka mengizinkan aku keluar dengan menceritakan mereka telah menghubungi authoritie Prancis tentang aku, tak ada yang melawan aku, dan mereka meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi: begitu, Maroko dan Perancis Authoritys tahu persis di mana aku berada, mereka bahkan tahu aku akan ke &lt;br /&gt;Mauritania, saat aku mengatakan kepada mereka selama interogasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya, di sini Maurtitanie aku 3 kali ke kantor-kantor Dst di Mauritania untuk visa dan paspor (merekalah orang-orang yang berurusan dengan itu): mereka jelas-jelas berhubungan dengan mitra Perancis mereka, dengan yang mereka melakukan pemeriksaan keamanan pada identitas kita sebelum kita urus masalah visa ... Jadi panjang: otoritas Mauritania dan Perancis sangat menyadari bahwa saya di Mauritania, dimana saya persis, dan ini tidak diragukan lagi. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Question alors : pourquoi disent-ils qu’ils me recherchent activement... ? La réponse pour moi est évidente : pour les besoins de leur « scénario » médiatique...Un terroriste français, ayant participé à préparer des attentats en Indonésie, a pris la fuite de justesse, et est actuellement en « cavale », activement recherché  par interpol !...&lt;br /&gt;Cela sonne quand même plus lourd que de dire : on a trouvé en Indonésie des explosifs dans un local, auprès duquel était une voiture, ayant appartenue à un français qui habitait dans cette région avec sa famille, et qui avait quitté l’Indonésie 3 mois auparavant pour le Maroc, et qui habite actuellement en Mauritanie où il étudie avec sa famille.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pertanyaan: mengapa mereka mengatakan mereka secara aktif mencari saya ...? Jawaban bagi saya adalah jelas: untuk tujuan "script" media! ... Seorang teroris Perancis, terlibat dalam perencanaan serangan di Indonesia, telah hampir diambil penerbangan dan saat ini "kuda betina", secara aktif dicari Interpol! ...&lt;br /&gt;Masih terdengar lebih berat daripada mengatakan Indonesia ditemukan bahan peledak dalam sebuah ruangan, untuk yang merupakan mobil milik seorang pria Prancis yang tinggal di daerah ini dengan keluarganya, yang telah meninggalkan Indonesia tiga bulan sebelumnya untuk Maroko, dan yang sekarang tinggal di Mauritania dimana dia belajar dengan keluarganya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Avouez qu’il y a une marge entre les deux versions, non ??..et avouez que leur prétention de « recherche active » ne tient pas debout (avec les preuves que j’ai citées)... ! Et quant à leur accusation : ils me considèrent comme membre d’un groupe terroriste ayant voulu préparer un attentat à la voiture piégée, juste parce que mon ancienne voiture (que j’ai vendue depuis plusieurs mois) s’est retrouvée dans un endroit où ils auraient trouvé  des explosifs et autres ustensiles servant à préparer un attentat (s’ils ont réellement trouvé ce qu’ils disent...). Est-ce qu’un individu est tenu responsable de tout ce qui peut etre fait avec sa voiture, même après l’avoir vendue ??...Est ce que je sais moi, si la personne qui me l’a achetée l’a revendue, ou si elle lui a été volée, ou je ne sais quoi... ?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mengakui bahwa ada margin antara dua versi, kan? ..? Dan mengakui bahwa klaim mereka "pencarian aktif" tidak berlaku (dengan bukti yang telah saya sebutkan) ...! Dan sebagai surat dakwaan mereka, mereka menganggap saya sebagai anggota kelompok teroris yang ingin menyiapkan bom mobil bunuh diri, hanya karena mobil tua saya (saya menjualnya selama beberapa bulan) ditemukan di satu tempat mereka telah menemukan bahan peledak dan alat-alat lain yang digunakan untuk menyiapkan serangan (jika mereka telah benar-benar menemukan apa yang mereka katakan ...). Dapatkah seseorang bertanggung jawab atas apa yang dapat dilakukan dengan mobil, bahkan setelah dijual ??... Apakah apa yang saya tahu diri, jika orang yang membeli itu untuk saya dijual kembali, atau jika dicuri atau sesuatu ...? &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Voilà donc tout le fondement de leur accusation, un peu léger non ??... pour en arriver à des conclusions aussi lourdes.. !&lt;br /&gt;C’est pour cela qu’il faut enrober tout cela d’un scénario style roman policier pour faire passer le tout ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pour finir, j’ajoute que leur accusation ne s’arrête pas là... J’ai lu ce matin (mais l’article date de plusieurs jours) qu’ils m’accusaient aussi d’avoir préparé un attentat en 2004 contre l’ambassade d’Indonésie à Paris...(j’apprend par la même occasion &lt;br /&gt;l’existence du dit attentat de 2004...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jadi dasar seluruh tuduhan mereka, tidak sedikit ??... ringan untuk sampai pada kesimpulan sebagai .. berat!&lt;br /&gt;Inilah sebabnya mengapa kita harus bungkus semuanya dari gaya naskah novel   detektif untuk mendapatkan seluruh karangannya ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Akhirnya, saya menambahkan bahwa biaya mereka tidak berhenti di situ ... Pagi ini saya membaca (tapi artikel ini adalah beberapa hari) mereka juga menuduh saya merencanakan serangan tahun 2004 terhadap Kedutaan Besar Indonesia di Paris ... (Aku belajar sama selama keberadaan mengatakan, serangan pada tahun 2004 ...) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Voilà mon histoire...je voulais en parler publiquement avant qu’on m’en empêche...&lt;br /&gt;Suite à la publication de cette lettre, je pense aller au consulat français pour prouver par l’acte que je ne suis pas en cavale, ni « activement recherché » (même si les détails que j’ai cités ici suffisent à le prouver)...Et aussi pour affirmer que je suis totalement innocent des faits qui me sont reprochés.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bien entendu, je me doute bien qu’ils ne vont pas se contenter de mes paroles, et qu’il y aura enquête, et peut-être détention etc... Et c’est la seule raison pour laquelle  je n’ai pas déja été au consulat dès le premièr jour ; je profite encore de quelques instants de tranquilité avec ma famille, mes 3 filles... Avant que n’arrive ce qui arrivera ; et tout ce qui arrivera n’est que selon le décret d’Allah.&lt;br /&gt;Itu cerita saya ... Saya ingin berbicara di depan umum sampai mereka berhenti menuduh saya ...&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Menyusul penerbitan surat ini, saya pikir pergi ke konsulat Perancis untuk membuktikan tindakan saya tidak di jalankan, atau "aktif mengejar" (meskipun rincian yang telah saya sebutkan di sini sudah cukup untuk membuktikan itu). .. Dan juga untuk mengatakan bahwa saya benar-benar tidak bersalah atas tuduhan terhadap saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, saya tidak meragukan bahwa mereka tidak akan puas dengan kata-kata saya, dan akan ada investigasi, dan mungkin penahanan dll ... Dan satu-satunya alasan saya belum pernah ke konsulat pada hari pertama saya ambil saat lagi damai dengan keluarga saya, tiga anak saya ... Sebelum itu terjadi akan terjadi, dan segala sesuatu yang akan terjadi adalah bahwa di bawah keputusan Allah. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Et Allah me suffit, et Il est le Meilleur Protecteur&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dan Allah sudah cukup bagi saya, dan Dia adalah Pelindung Terbaik &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Ali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nouakchot&lt;br /&gt;2010 aout 25 Le     &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Nuakchot&lt;br /&gt;Pada tanggal 25 Agustus 2010 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;note ajoutée au 27 août : &lt;br /&gt;Suite a cette lettre, j'ai contacté l'ambassade de France a Nouakchott, qui m'ont affirmé qu'ils n'avait pas connaissance de cette affaire a mon sujet. Puis j'ai contacté interpol par e-mail, sans réponse jusqu'ici... Etrange... Vous avez dit : "recherches actives" ...??&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Catatan ditambahkan Agustus 27:&lt;br /&gt;Setelah surat ini, saya menghubungi Kedutaan Besar Perancis Nouakchott, yang mengatakan kepada saya bahwa mereka tidak memiliki pengetahuan tentang hal ini tentang saya. Lalu aku menghubungi Interpol melalui e-mail, ada jawaban sejauh ... Aneh ... Anda mengatakan: "Penelitian aktif" ...?? &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;note au 28 : &lt;br /&gt;Toujours aucune nouvelle, ni d’interpol, ni d’aucune autorité…  &lt;br /&gt;Aujourd’hui, cette lettre est envoyée aux medias en France, et en Indonésie …  vont-ils s’empresser de la publier comme ils se sont empressés de publier leurs accusations infondées…?   à suivre … &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Catatan 28 Aug:&lt;br /&gt;Masih tidak ada kabar, atau Interpol, atau otoritas apapun ...&lt;br /&gt;Hari ini, surat ini dikirim ke media di Perancis, dan Indonesia ... akan mereka buru-buru untuk menerbitkan sebagai mereka bergegas untuk mempublikasikan tuduhan tidak berdasar mereka ...? lanjutan ... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note au 30-08 :&lt;br /&gt;Suite d’infos par rapport à cette affaire : j’ai été hier à l’ambassade de france à nouakchott, au bureau du « service de coopération technique internationale de police »: un agent m’a recu et enregistré mes infos à ce sujet, pour les transmettre à ses collegues en france. Ce qui est confirmé : (sans surprise) c’est que les affabulations comme quoi je serais « recherché » par interpol, ou qu’il y aurait un « mandat » contre moi ... sont bien des mensonges médiatiques.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Catatan 30 Aug:&lt;br /&gt;Info lebih lanjut dari kasus ini: saya kemarin di Kedutaan Besar Prancis di Nouakchott, dari Kantor Pelayanan Kerjasama Teknis Internasional Polisi ": Saya menerima resmi dan terdaftar info tentang saya tentang hal itu, yg disampaikan kepada rekan-rekannya di Perancis. Hal ini telah dikonfirmasi (tidak mengherankan) : bahwa memang akan ada pembuatan issue seperti: saya 'diinginkan' oleh Interpol, atau akan ada mandat "terhadap saya” ... sungguh banyak manipulasi media. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ensuite, il y a effectivement une enquete du coté indonésien, à cause de ce qu’ils disent avoir trouvé (présence de mon ancienne voiture vers un atelier de bombes etc, vous connaissez l’affaire..), et des conclusions (hatives ?!!) qu’ils en ont tiré... Aussi, il semble qu’il y aurait une enquete en france, suite à celle d’indonesie, mais je n’ai pas de détails sur tout cela. Le policier m’a dit qu’il me tiendrait au courant...&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Lalu ada survei dari pihak Indonesia, karena apa yang mereka katakan mereka telah menemukan (keberadaan mobil lama saya untuk sebuah workshop bom dll-Anda akrab dengan kasus ini? ..) dan kesimpulannya (awal?! !) mereka telah menyitanya ... &lt;br /&gt;Juga, tampaknya mereka telah memiliki hasil survei di Perancis, berikut dari Indonesia, tapi saya tidak memiliki rincian tentang semua ini. Perwira itu mengatakan bahwa aku akan tahu ... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Au moins, la situation est beaucoup moins agitée et grave que les médias voulaient bien le dire !! Le fait qu’il y a une enquète à mon sujet à cause de tout ça n’a rien d’étonnant en soit. Mais tant que les choses sont faites calmement et objectivement, tout se passera bien inchaallah, et tout cela sera bientot fini inchaallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Setidaknya, situasi jauh dari gelisah dan serius sebagai media bersedia mengatakan! Fakta bahwa ada penyelidikan tentang aku karena semua ini tidak mengejutkan pada dirinya sendiri. &lt;br /&gt;Tetapi sebagai hal yang dilakukan dengan tenang dan obyektif, insya Allah semuanya akan baik-baik saja, dan semuanya akan segera selesai insya Allah. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merci à ceux qui ont participé à diffuser la lettre ouverte sur les divers médias, sites et forums.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Terima kasih kepada mereka yang berpartisipasi dalam surat terbuka ini dan disiarkan di berbagai media dan situs forum. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Et louanges à Allah en toutes circonstances.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dan aku memuji Allah dalam segala situasi. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1978655410352353878-1885469040631055145?l=abuicanimovic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/feeds/1885469040631055145/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/2010/08/letter-of-frederic-salvi-ali-its-all.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1978655410352353878/posts/default/1885469040631055145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1978655410352353878/posts/default/1885469040631055145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/2010/08/letter-of-frederic-salvi-ali-its-all.html' title='The Letter of Frederic Salvi (Ali) : &quot;Its All Fitna!&quot;'/><author><name>abu.icanimovic</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05403105886630943501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/TA0kHbW_w4I/AAAAAAAAABw/4uFTph-5HSw/S220/586MSC_logo-736079.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1978655410352353878.post-2819579377525763857</id><published>2010-07-14T03:43:00.000-07:00</published><updated>2010-07-14T03:56:08.474-07:00</updated><title type='text'>SERUAN PERLAWANAN ISLAM  INTERNASIONAL!!!</title><content type='html'>AQIDAH  JIHADIYAH DAN UNDANG-UNDANG DAKWAH  MUQOWWAMAH ISLAMIYAH ALAMIYAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/TD2WjG3PJmI/AAAAAAAAACY/_GH4f2iH1GQ/s1600/JihadiLogo-ID-WC-v1-1-300w.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 262px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/TD2WjG3PJmI/AAAAAAAAACY/_GH4f2iH1GQ/s320/JihadiLogo-ID-WC-v1-1-300w.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5493712650343753314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Undang-undang dakwah muqowwamah  berpijak dan berlandaskan pada prinsip-prinsip aqidah islam dan ahkam (ketetapan-ketetapan) politik syar'i. Pedoman tersebut dihasilkan  melalui pengamatan  terhadap situasi politik umat saat ini, dengan memahami qoidah  dar'ul mafasid (menolak kerusakan) dan  istijlabul masholih (mendatangkan maslahat), fiqh dhorurot (urgensitas) dan memperhatikan skala prioritas amal. Dengan mempertimbangkan dampak operasi dengan analisa yang teliti,  dibangun diatas kesimpulan yang cermat dalam memahami realita dunia islam dan sikon dunia internasional yang mengelilinginya saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini akan kami sebutkan secara ringkas tentang prinsip-prinsip aqidah jihadiyah qitaliyah bagi dakwah muqowwamah, di mana alenia-alenia berikut akan memuat secara rinci dan dalil-dalil syar'I bagi prinsip-prinsip di atas, insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://docs.google.com/View?id=dd9d2s3h_16gctvmxd6"&gt;&lt;font face="times new roman" size="3" color="black"&gt;&lt;b&gt;&lt;blink&gt;Klik disini untuk selanjutnya&lt;/blink&gt;&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1978655410352353878-2819579377525763857?l=abuicanimovic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/feeds/2819579377525763857/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/2010/07/aqidah-jihadiyah-dan-undang-undang.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1978655410352353878/posts/default/2819579377525763857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1978655410352353878/posts/default/2819579377525763857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/2010/07/aqidah-jihadiyah-dan-undang-undang.html' title='SERUAN PERLAWANAN ISLAM  INTERNASIONAL!!!'/><author><name>abu.icanimovic</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05403105886630943501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/TA0kHbW_w4I/AAAAAAAAABw/4uFTph-5HSw/S220/586MSC_logo-736079.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/TD2WjG3PJmI/AAAAAAAAACY/_GH4f2iH1GQ/s72-c/JihadiLogo-ID-WC-v1-1-300w.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1978655410352353878.post-8978887591119641539</id><published>2010-06-30T09:44:00.000-07:00</published><updated>2010-07-02T04:46:42.363-07:00</updated><title type='text'>Sebuah Catatan Untuk Buku : At-Taghyîr Hatmiyah ad-Dawlah al-Islâmiyyah (Metode Perubahan Sosial Politik)</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;oleh                         : admin (abu bilal al irhaby &amp; abu icanimovic)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/TCt4r9MjnKI/AAAAAAAAACQ/2QJTkd_5pX0/s1600/HTI-Obama-Presiden-dengan-Tangan-Berdarah.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/TCt4r9MjnKI/AAAAAAAAACQ/2QJTkd_5pX0/s320/HTI-Obama-Presiden-dengan-Tangan-Berdarah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5488613267438017698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari ana bertemu Ust.AK dalam sebuah pertemuan. Kemudian beliau memberikan ana sebuah buku karangan Dr. Mahmud Abdul Karim Hasan (seorang cendikiawan dari HT Internasional) untuk dijadikan bahan masukan terutama untuk kawan-kawan sesama harokah yang peduli terhadap perjuangan Syariat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langsung saja ana lahap lembar demi lembar buku tsb, dan beberapa hari setelahnya ana berikan buku tersebut ke kawan ana (abu bilal) untuk bersama kami kaji dan diberikan komentar. Tentunya komentar yg akan kami buat adalah komentar yang membangun, bukan komentar yang menjatuhkan sesama umat. Dan berikut adalah hasilnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Catatan terhadap Buku “Metode Perubahan Sosial Politik”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini kami hanya ingin memfokuskan pembicaraan pada bagian akhir buku ini, yang menurut penulisnya sendiri merupakan pembahasan yang paling penting, paling serius dan paling mendalam. Setidaknya ada tiga hal yang menarik perhatian kami. Pertama istilah “tholabun nushroh” (meminta pertolongan kepada golongan yang kuat) sendiri, terutama pengaplikasiannya pada realitas umat hari ini yang sebenarnya mayoritas dari segi jumlah tapi minoritas dari segi kualitas. Kedua dari sisi fakta yang dikemukakan, terutama berkenaan dengan jihad Afghanistan yang sesungguhnya berjasa menghidupkan kembali semangat jihad umat Islam, sekaligus menumbuhkan keyakinan umat bahwa mereka mampu menumbangkan raksasa thogut di bumi ini, yakni Uni Sovyet dan Insya Alloh menyusul AS dan Zionis Yahudi (hal 140). Ketiga, membicarakan point kedua ini, maka mengharuskan kami mengomentari kritik penulis terhadap pengemban dakwah yang memilih jalur kekuatan fisik untuk menghadapi kekuatan batil, yang penulis sebut dengan metode kedua (hal 142).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mewujudkan daulah Islamiyah yang akan melindungi umat di bawah payung syariat Islam, penulis menawarkan satu-satunya metode perubahan (taghyir) yang praktis dan syar’i, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;yaitu tholabun nushroh&lt;/span&gt;. Penulis menafikan jalan lain yang menghantarkan tegaknya daulah Islam, kecuali cara ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“...metode ini merupakan satu-satunya solusi yang realistis dan praktis, dan ini merupakan metode satu-satunya yang efektif dan menghantarkan pada tujuan,” tegas penulis. Metode ini, menurut penulis, ringkasnya adalah mengubah kekuatan-kekuatan yang ada di masyarakat atau sebagian masyarakat untuk menjadi pilar penopang dakwah kebenaran, menggantikan statusnya sebagai pilar penopang kebatilan dan sistemnya (hal 147). Perubahan ini dilakukan melalui pertarungan pemikiran dan perjuangan politik (shiraul fikri wa kifahus siyasi). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis lalu mengutip beberapa riwayat awal dakwah Rasululloh di Mekkah yang mengalami tantangan hebat dari pemuka Quraisy, dan hanya diterima sebagian kecil manusia – itupun dari kalangan rakyat jelata. Setelah berdakwah beberapa waktu di Mekkah, Rasul mulai mengarahkan dakwahnya kepada kabilah-kabilah di luar Mekkah, yang mau menerima sekaligus menjadi pelindung dakwah. Pada permulaan dakwah ini Rasul sama sekali tidak menggunakan kekuatan fisik sama sekali, melainkan fokus – menurut istilah penulis -- pada pertarungan pemikiran dan perjuangan politik. Awal perkembangan Dinul Islam ini dikenal dengan istilah fase Makkiyah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menariknya, bukan hanya penulis, sebagian besar jamaah dan harokah memandang fase ini merupakan refleksi umat Islam dewasa ini. Tentu saja pandangan ini mewarnai solusi yang mereka tawarkan. Jamaah salafy misalnya berpendapat bahwa umat dewasa ini dalam keadaan lemah, bodoh dan berkubang dalam perbuatan bid’ah dan kemusyrikan. Mereka meresepkan tashfiyah dan tarbiyah untuk mengobatinya, bukan yang lain. Jika ada yang mengambil penawar yang lain, cepat-cepat mereka bombardir dengan sebutan ahlul bid’ah, ruwaibidhoh, khoriji dan sebutan tak sedap lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula yang menyibukkan dengan berbagai ritual dzikir dan perayaan maulid, dengan dalih sebagai wujud cinta kepada Rasul. Jangan coba-coba mengkritik. Tuduhan wahabi sebagai balasannya. Lucunya sebagai apologi mereka sering membawa-bawa nama Sholahuddin sebagai pencetus maulid, yang karena perayaan inilah umat di masa itu berhasil dihasung untuk berjihad, sehingga kekuatan salibis berhasil diporak-porandakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi sekelompok pengemban dakwah yang berijtihad, untuk menegakkan syariat Islam mereka harus mengarungi lautan demokrasi. Akibatnya mereka tenggelam dalam kesyirikan, tidak timbul-timbul lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling menyedihkan, tampil sekelompok pecundang penderita skizofrenia dan inferiority complex yang menyusu dan dibesarkan oleh para orientalis. &lt;br /&gt;Merekalah para munafikin liberalis, yang dengan topeng muslim modernis berhasil mengelabui umat dan bekerja untuk kepentingan induknya, para salibis dan zionis. Menurut para pecundang itu, umat tak akan bisa maju kecuali meniru barat dengan mencampakkan Islam, sebagaimana barat mencampakkan agamanya. Itulah potret sebagian jamaah dan harokah dalam melihat kondisi umat dewasa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkenaan dengan tholabun nushroh sebagai solusi, sebenarnya kami bisa menerima, meski tidak sepenuhnya seperti yang dimaksud penulis. Sebab para pengemban dakwah tidak hanya memerlukan penopang, tapi juga pelindung dan penerus agar dakwah dapat berkesinambungan, sehingga kebatilan dapat dikalahkan dan dinul Islam tetap eksis. Dukungan itu diharapkan, tidak lain, datang dari elemen yang ada di tubuh umat Islam sendiri. Tapi kritik kami kepada penulis, karena beliau membatasi hanya pada pertarungan pemikiran dan perjuangan politik sebagai solusi kebangkitan umat, dan menyebutnya sebagai satu-satunya metode (thoriqoh) nabi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan ini, menurut kami, berangkat dari anggapan bahwa umat dewasa ini seperti pada fase Mekkah, yakni dalam kondisi tidak berdaya sementara musuh unggul dari banyak segi : sumber daya, sarana, teknologi dan senjata.  Sehingga apapun upaya untuk menumbangkan kebatilan dengan kekuatan fisik dan senjata, di mata penulis, sebagai metode ilusi dan tidak mungkin (hal 142). Benarkah anggapan ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kami membicarakan hal ini lebih lanjut, kami ingin mengutip hasil diagnosis “dokter” umat ini tentang penyakit mereka di akhir zaman, yang sudah disampaikan 15 abad lampau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Tsauban bahwasanya Rasululloh sholollohu alaihi wassalam bersabda : &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Hampir saja umat-umat mengerubuti kalian dari segala penjuru sebagaimana orang mengerubuti makanan di nampan.” Kami bertanya: “Apakah karena jumlah kami sedikit waktu itu wahai Rasululloh?” Beliau menjawab, “Bahkan kalian pada saat itu banyak. Tapi kalian laksana buih. Rasa takut terhadap kalian akan dicabut dari hati musuh-musuh kalian dan dijadikan penyakit wahn dalam hati kalian.” Shahabat bertanya: “Apakah wahn itu wahai Rasululloh?” Beliau bersabda: “Cinta dunia dan benci mati.” (HR Ahmad dan Abu Dawud) Dalam riwayat lain : “Cinta dunia dan benci peperangan.” &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah saudaraku, umat Islam dewasa ini lemah bukan karena sedikitnya bilangan mereka seperti masa awal Islam. Jumlah mereka banyak tapi tak membuat gentar. Semua itu karena kecintaan mereka kepada dunia dan bencinya mereka kepada jihad fi sabilillah, sebagaimana lebih jelas dalam hadits berikut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Umar bahwasanya Rasululloh bersabda: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Jika kalian mulai berjual-beli dengan inah, kalian mengambil ekor-ekor sapi, dan kalian ridho dengan cocok tanam serta kalian tinggalkan jihad, Allah akan timpakan kehinaan atas kalian. Ia tidak akan mencabutnya dari kalian, sampai kalian kembali kepada agama kalian.” (HR Abu Dawud)&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faidah lain dari hadits sebelumnya adalah jumlah umat Islam banyak tapi tak bersatu, bak buih di lautan. Ciri mereka sebagai orang mukmin hilang, yakni persatuan dan persaudaraan. Bukankah Rasululloh telah mengingatkan, “Orang mukmin dengan mukmin lainnya seperti sebuah bangunan. Satu dengan yang lainnya saling menguatkan,” Beliau lalu menganyam jari-jemarinya.  (HR Muttafaq alaih dari Abu Musa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pada masa awal Rasululloh melakukan tholabun nushroh dengan mencari dukungan di luar suku Quraisy, karena sedikitnya pengikut beliau dan lemahnya kondisi mereka. Hari ini umat Islam sangat banyak, tapi imannya lemah karena kecintaan mereka pada dunia, saling berpecah belah dan bencinya mereka pada kewajiban jihad, maka tholabun nushroh yang realistis dan sesuai hadits di atas adalah dengan menghasung umat dan mengkondisikanya untuk berjihad mengangkat senjata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja tanpa mengabaikan upaya lainnya mengingat musuh dewasa ini telah memperlebar medan peperangan, termasuk ke dalamnya perang ideologi, ekonomi dan pemikiran. Namun perang dalam makna qital (adu fisik) harus mendapat porsi lebih. Karena hanya cara inilah yang telah membuat gentar pengusung kebatilan selama berabad-abad. Sebaliknya meninggalkan cara ini membuat kita dicabik-cabik. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bukankah Granada jatuh dan Andalusia ditangisi, di saat mereka disebut-sebut sebagai mercusuar pengetahuan di Eropa, akibat mereka melalaikan membangun kekuatan militernya? Bukankah Palestina berhasil dicaplok Zionis Yahudi akibat kita tidak bersatu lantaran syubhat nasionalisme?&lt;/span&gt; Tak heran negara-negara muslim menganggap permasalahan Palestina merupakan permasalahan dalam negeri rakyat Palestina bukan permasalahan bersama. Begitu juga permasalahan yang terjadi pada berbagai negeri Muslim yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang lihat bagaimana raksasa thogut dan pentolan kekafiran pada beberapa waktu yang lalu, yakni Uni Sovyet tumbang di Afghanistan. Bukankah itu karena buah jihad dan bersatunya mujahid dari seluruh dunia, meski berusaha dikaburkan dedengkot kekafiran – koalisi salibis AS dan Zionis Yahudi --dan antek-anteknya hari ini. Mereka menghembuskan isu : mujahidin bisa menghancurkan Uni Sovyet karena bantuan persenjataan dan informasi dari intelejen mereka. Bahkan untuk menguatkan isu itu mereka membuat cerita rekaan RAMBO yang diedarkan di negeri-negeri Islam. Tujuannya jelas untuk menciptakan imej bahwa umat Islam itu lemah, tanpa bantuan mereka, umat Islam tak bisa berbuat apa-apa. Sayang, isu murahan ini bukan hanya ditelan orang awam, tapi juga tertelan para pengemban dakwah seperti penulis buku ini, dan tak menutup kemungkinan sebagian jamaah dan harokah lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktanya, mujahidin benar-benar hanya mengandalkan – setelah pertolongan Allah – kemampuan mereka sendiri. Syekh Abu Mus’ab As Suri, seorang mujahid asal Suriah dan merupakan seorang saksi sejarah pada perang tersebut, dalam bukunya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Da’watul muqowwamah”&lt;/span&gt; yang diterjemahkan menjadi “Perjalanan Gerakan Jihad” menceritakan bagaimana mujahidin tidak menggunakan sepucuk pun senjata anti pesawat buatan AS yang diselundupkan lewat Pakistan. Bahkan Syekh Abdullah Azzam, seorang tokoh mujahid yang berhasil menghasung umat untuk menapaki kembali jalan Jihad, dalam berbagai bukunya mengungkap maksud busuk ini. Beliau menceritakan bagaimana Amerika berkali-kali berusaha ingin menemui wakil mujahidin, namun selalu ditolak. Bahkan AS menggunakan tipu daya licik dengan memerintah PBB untuk mengundang mereka. Dan akhirnya dengan tipu daya tersebut delegasi mujahidin Afghanistan mau berangkat ke markas PBB di New York. Delegasi itu dipimpin oleh Hekmatyar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden AS ketika itu, Reagen sudah memasang perangkap untuk menjaring delegasi mujahidin ke pihaknya. Ia mengundang mereka ke Gedung Putih supaya terlihat oleh dunia bahwa perang Jihad di Afghanistan itu memang buatan dan mendapat bantuan Amerika. Tapi tipu daya itu sia-sia. Mujahidin menolak menemuinya pada 30 Oktober 1985 dan langsung pulang kembali dengan selamat di Afghanistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia digegerkan dengan pernyataan Hekmatyar yang menyatakan dengan tegas dalam konfrensi pers di AS bahwa mujahidin tidak pernah menerima bantuan dari AS dan tidak mempunyai hubungan apapun. “Kami menyatakan ini karena mass media Amerika pagi dan petang selalu menyatakan bahwa kaum mujahidin Afghanistan telah menerima sumbangan sebesar 250 juta dollar...” kata Hekmatyar seperti dikutip Syekh Abdullah Azzam dalam salah satu bukunya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Ibarun wa Bashoirun lil Jihadi fil Ashril Haadhiri”&lt;/span&gt; cetakan Maktabah al Manar Yordania. Bahkan peran Syekh Abdullah Azzam ini tak luput dari fitnah para pendengki itu. Beliau dituduh sebagai antek barat dan agen CIA. Ini diceritakan Syekh Abdul Mun’im Mushthofa Halimah (Abu Bashir) dalam buku beliau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Ath Thoriq ila Isti’naf Hayat Islamiyah”&lt;/span&gt; yang diterjemahkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Tiada Khilafah tanpa Tauhid dan Jihad”&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama juga dilakukan AS hari ini. Bedanya hari ini ia berhasil meraih dukungan antek-anteknya, para penguasa yang memerintah negeri-negeri kaum Muslimin. Dan relatif berhasil menanam benih syubhat dalam benak kebanyakan kaum Muslimin. Namun satu hal yang pasti, dan tidak bisa ditutup-tutupi, ketakutan mereka yang sangat terhadap bangkitnya generasi mujahid di seluruh dunia. Di antara buktinya adalah fokusnya mereka di Afghanistan, sebuah negeri yang berhasil menumbangkan raksasa thogut sebelumnya, yang kini bercerai berai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, metode perubahan sosial politik dengan thoriqoh jihad wal qital bukanlah sebuah metode ilusi. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ia merupakan metode yang mujarab&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja ia masih menyisakan sebuah pertanyaan : mengapa buah jihad di Afghanistan tempo hari (saat melawan Soviet) tidak bisa dinikmati kaum Muslimin keseluruhan? Inilah yang harus dipikirkan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Wassalamu'alaikum-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1978655410352353878-8978887591119641539?l=abuicanimovic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/feeds/8978887591119641539/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/2010/06/sebuah-catatan-untuk-buku-at-taghyir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1978655410352353878/posts/default/8978887591119641539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1978655410352353878/posts/default/8978887591119641539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/2010/06/sebuah-catatan-untuk-buku-at-taghyir.html' title='Sebuah Catatan Untuk Buku : At-Taghyîr Hatmiyah ad-Dawlah al-Islâmiyyah (Metode Perubahan Sosial Politik)'/><author><name>abu.icanimovic</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05403105886630943501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/TA0kHbW_w4I/AAAAAAAAABw/4uFTph-5HSw/S220/586MSC_logo-736079.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/TCt4r9MjnKI/AAAAAAAAACQ/2QJTkd_5pX0/s72-c/HTI-Obama-Presiden-dengan-Tangan-Berdarah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1978655410352353878.post-1870702953186192407</id><published>2010-06-30T09:12:00.000-07:00</published><updated>2010-06-30T09:21:21.823-07:00</updated><title type='text'>Dua’a for the Mujahideen’s Victory Over the Jews and Christian Zionist Crusaders</title><content type='html'>&lt;embed src="http://blip.tv/play/heYqgeSGQQI" type="application/x-shockwave-flash" width="400" height="385" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh Allah, completely, destroy and shatter the Jews. Oh Allah, torment them with a disease that has no cure or remedy. Send a thunderbolt down upon them from Heaven. Oh Allah, torment them with every kind of torment. Oh Allah, send upon them flocks of ababil birds that will pelt them with stones of baked clay, and turn them into straw that has been eaten. Oh Allah, turn their women into widows just like Muslim women were widowed. Allah, turn their children into orphans just like Muslim children were orphaned. Oh Allah, bless the efforts of the Mujahideen. Oh Allah, bring victory upon us soon. Ameen, ameen. Peace and blessings upon you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;from:the muslim defence force&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1978655410352353878-1870702953186192407?l=abuicanimovic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/feeds/1870702953186192407/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/2010/06/oh-allah-completely-destroy-and-shatter.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1978655410352353878/posts/default/1870702953186192407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1978655410352353878/posts/default/1870702953186192407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/2010/06/oh-allah-completely-destroy-and-shatter.html' title='Dua’a for the Mujahideen’s Victory Over the Jews and Christian Zionist Crusaders'/><author><name>abu.icanimovic</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05403105886630943501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/TA0kHbW_w4I/AAAAAAAAABw/4uFTph-5HSw/S220/586MSC_logo-736079.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1978655410352353878.post-7982596758829185663</id><published>2010-06-21T13:03:00.000-07:00</published><updated>2010-06-21T13:14:15.276-07:00</updated><title type='text'>Demonstration of MAC - Kuffar Media said they're extrimist &amp; radicalist??</title><content type='html'>England Muslim called "Muslims Against Crusade (MAC)" went out to show their existency when demo for Syariah Law in London. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="400" height="385"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/0UXLcIlDIuo&amp;color1=0xb1b1b1&amp;color2=0xd0d0d0&amp;hl=en_US&amp;feature=player_embedded&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowScriptAccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/0UXLcIlDIuo&amp;color1=0xb1b1b1&amp;color2=0xd0d0d0&amp;hl=en_US&amp;feature=player_embedded&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" allowScriptAccess="always" width="400" height="385"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1978655410352353878-7982596758829185663?l=abuicanimovic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/feeds/7982596758829185663/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/2010/06/demonstration-of-mac-kuffar-media-said.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1978655410352353878/posts/default/7982596758829185663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1978655410352353878/posts/default/7982596758829185663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/2010/06/demonstration-of-mac-kuffar-media-said.html' title='Demonstration of MAC - Kuffar Media said they&apos;re extrimist &amp; radicalist??'/><author><name>abu.icanimovic</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05403105886630943501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/TA0kHbW_w4I/AAAAAAAAABw/4uFTph-5HSw/S220/586MSC_logo-736079.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1978655410352353878.post-1001016160244958967</id><published>2010-06-12T00:11:00.000-07:00</published><updated>2010-06-12T00:48:59.359-07:00</updated><title type='text'>Mavi Marmara Attack by Jews Soldiers (May Allah destroy them)</title><content type='html'>Filthy Jews Killed 19th years-old Peace Activists on the Flotilla Just Like When They’re Killing the Children of Palestine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="400" height="385"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/RlElXOJV4CA&amp;color1=0x234900&amp;color2=0x4e9e00&amp;hl=en_US&amp;feature=player_embedded&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowScriptAccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/RlElXOJV4CA&amp;color1=0x234900&amp;color2=0x4e9e00&amp;hl=en_US&amp;feature=player_embedded&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" allowScriptAccess="always" width="400" height="385"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1978655410352353878-1001016160244958967?l=abuicanimovic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/feeds/1001016160244958967/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/2010/06/mavi-marmara-attack-by-jews-soldiers.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1978655410352353878/posts/default/1001016160244958967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1978655410352353878/posts/default/1001016160244958967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/2010/06/mavi-marmara-attack-by-jews-soldiers.html' title='Mavi Marmara Attack by Jews Soldiers (May Allah destroy them)'/><author><name>abu.icanimovic</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05403105886630943501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/TA0kHbW_w4I/AAAAAAAAABw/4uFTph-5HSw/S220/586MSC_logo-736079.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1978655410352353878.post-6316493358171304367</id><published>2010-05-31T03:42:00.000-07:00</published><updated>2010-05-31T03:47:40.337-07:00</updated><title type='text'>Wahai Ayah &amp; Ibu, Bergabunglah Dengan Kami</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/TAOTbbn7jPI/AAAAAAAAABo/A5wNz9hxplU/s1600/ayahibu.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 222px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/TAOTbbn7jPI/AAAAAAAAABo/A5wNz9hxplU/s320/ayahibu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477383671293644018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ust.Abu Sulaiman&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai bapakku, Sesungguhnya telah datang kepadaku sebahagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu, Maka ikutilah aku, niscaya Aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus.” (QS. Maryam [19] : 43)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai bapakku, janganlah kamu menyembah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu durhaka kepada Tuhan yang Maha Pemurah.” (QS. Maryam [19] : 44)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai bapakku, Sesungguhnya Aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa azab dari Tuhan yang Maha pemurah, Maka kamu menjadi kawan bagi syaitan.” (QS. Maryam [19] : 45)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah, Ibu… apakah kalian mengira bahwa kita diciptakan begitu saja dengan sia-sia, padahal Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main saja, dan bahwa kami tidak akan dikembalikan kepada kami ?” (QS. Al Mukminun [23] : 115)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu Wa Ta’ala menciptakan kita hanya untuk ibadah kepada-Nya, Allah ta’la berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS. Ad Dzariyat [51] : 56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak ahli tafsir yang menafsirkan ya’budun (supaya mereka beribadah kepada-Ku) dengan  yuwahhidun (supaya mereka mentauhidkan-Ku)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan ibadah kepada Allah, tetapi beribadah hanya kepada Allah saja, karena banyak orang beribadah kepada Allah, namun disamping itu mereka juga beribadah kepada selain Allah, seperti yang dilakukan kaum musyrikin dahulu dan sekarang, baik yang mengaku muslim atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi yang dituntut itu adalah mentauhidkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dengan segala macam bentuk ibadah, baik itu doa, isti’anah, sembelihan, persembahan, tasyri’ (penyandaran hukum) dan ibadah lainnya. Sedangkan tauhidullah ini tidak terealisasi kecuali dengan berlepas diri dari setiap ma’buud (yang diibadahi), matbuu’ (yang diikuti),muthaa’(yang ditaati) serta musyarri’ (pembuat hukum) selain Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Ibu… itu tadi adalah inti dari “Dienul Islam.” Ini yang merupakan makna Laa ilaaha illallaah yang mana orang tidak menjadi muslim kecuali dengan merealisasikan hal itu. Semua rasul, inti dakwahnya adalah sama, yaitu beribadah kepada Allah dan menjauhi thaghut. Allah ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “beribadahlah kepada Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu…” (QS. An Nahl [16] : 36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laa ilaaha adalah meninggalkan thaghut dan kufur terhadapnya, sedangkan illallaah adalah beribadah hanya kepada Allah. Sedangkan meninggalkan thaghut atau menjauhi thaghut itu adalah dengan cara tidak beribadah kepadanya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan orang-orang yang menjauhi thaghut (yaitu) tidak menyembahnya dan kembali kepada Allah, bagi mereka berita gembira; sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba- hamba-Ku”, (QS. Az Zumar [39] : 17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang beribadah kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa namun tidak meninggalkan ibadah terhadap thaghut, maka dia tidak merealisasikan Laa ilaaha illallaah, sehingga dia bukan lagi orang muslim. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia Telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus.” (QS. Al Baqarah [2] : 256)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Siapa yang mengucapkan Laa ilaaha illallaah dan kufur tehadap segala sesuatu yang diibadati selain Allah, maka haramlah darah dan hartanya, sedangkan perhitungannya adalah atas Allah ta’ala” [HR. Muslim].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya kufur terhadap segala yang diibadati selain Allah adalah sudah tercakup dalam Laa ilaaha illallaah, akan tetapi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menguatkannya dengan perkataan beliau : “…dan dia kufur terhadap segala sesuatu yang diibadati selain Allah…”, beliau lakukan itu karena sangat pentingnya kufur terhadap thaghut yang mana ia adalah separuh tauhid, dan tauhid tidak sah kecuali dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata saat menjelaskan hadits diatas : “Dan (hadits) ini tergolong dalil paling agung yang menjelaskan makna Laa ilaaha illallaah karena beliau shalallahu ‘alaihi wasallam tidak menjadikan pengucapan Laa ilaaha illallaah sebagai penjaga darah dan hartanya, bahkan tidak pula pengetahuan akan maknanya bersama pengucapannya, bahkan tidak pula pengakuan terhadap (kebenaran) hal itu, bahkan tidak pula keberadaan dia tidak menyeru kecuali Allah saja, sehingga dia menyertakan terhadapnya sikap kufur kepada segala sesuatu yang diibadati selain Allah, terus bila dia ragu/bimbang maka darah dan hartanya tidak haram…” [Ad Durar As Saniyah, Juz Jihad : 103]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thaghut adalah sesuatu yang diibadahi selain Allah sedangkan dia ridla dengan peribadatan tersebut, baik itu orang atau jin atau yang lainnya. Sedangkan orang atau jin yang shaleh dan juga malaikat  yang diibadahi  padalah mereka tidak suka dengan peribadatannya tersebut, maka mereka tidak disebut thaghut, dan peribadatan tersebut pada hakikatnya adalah jatuh terhadap syaitan yang menghiasi peribadatan terhadap mereka itu, sehingga syaitanlah yang menjadi thaghut yang diibadati itu, sebagaimana Allah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu Hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu” (QS. Yasin [36] : 60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengibadati syaitan di sini adalah mengikuti ajakan syaitan untuk beribadah kepada selain Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sebagaimana perkataan Ibrahim kepada bapaknya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai bapakku, janganlah kamu menyembah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu durhaka kepada Tuhan yang Maha Pemurah.” (QS. Maryam [19] : 44)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dikarenakan bahwa setiap peribadatan kepada selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala pada hakikatnya adalah beribadah kepada syaitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Ibu… sesungguhnya orang yang memalingkan salah satu macam ibadah kepada selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah bukan orang muslim, karena ia tidak kufur kepada thaghut, meskipun dia mengaku muslilm dan mayoritas amal ibadahnya ditujukan kepada Allah, sebagaiman yag ditunjukan oleh ayat-ayat dan hadits di muka tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata dalam kitab An Nubuwwah 127: “Siapa yang beribadah kepada selain Allah di samping dia beribadah kepada Allah, maka dia bukan muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata : “Bila amal-amalanmu seluruhnya hanya ditujukan kepada Allah, maka kamu adalah muwahhid, dan bila di antara amalan itu ada penyekutuan terhadap makhluk maka kamu adalah musyrik.”  [Ad Durar As Saniyah : 1/168]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan orang berbuat syirik itu amal-amalannya hapus tidak ada artinya, sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Az Zumar [39] : 65)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Ibu… orang yang berbuat syirik itu adalah kafir, sedangkan amalan kafir itu hapus pula, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…Barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari kiamat termasuk orang-orang merugi.” (QS. Al Maidah [5] : 5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang rugi, karena dia telah banyak beramal ibadah di dunia, namun karena sebab syirik yang dia lakukan dan tidak bertobat darinya akhirnya di akhirat dia harus mendekam di penjara neraka dan amalan yang dilakukan ternyata hilang lenyap tak berbekas. Sebagaimana Firman-Nya Subhaanahu Wa Ta’aalaa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Banyak muka pada hari itu tunduk terhina, bekerja keras lagi kepayahan, memasuki api yang sangat panas (neraka)” (QS. Al Ghasyiyah [88] : 2-4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu bukan untuk sementara, akan tetapi kekal untuk selama-lamanya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, Maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (QS. Al Maidah [5] : 72&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan inilah sebagian apa yang telah Allah persiapkan bagi orang-orang musyrik atau kafir :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka, disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka, dengan air itu dihancur luluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka), dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi, setiap kali mereka hendak ke luar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya. (kepada mereka dikatakan), “Rasailah azab yang membakar ini.” (QS. Al Hajj [22] : 19-22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Ibu… setelah uraian tadi, ananda ingin mengajak kalian untuk meninggalkan kemusyrikan dan kekufuran yang masih saja kalian lakukan. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih.” (QS. Al Ahqaf [46] : 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Ibu… janganlah kalian meminta kepada orang yang sudah mati atau orang yang ghaib (yang tidak ada di tempat), apalagi meminta kepada batu, pohon, mata air, dan benda-benda lainnya, atau meminta kepada manusia sesuatu yang tidak mampu dilakukan kecuali oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Janganlah kalian lakukan itu semua, karena semuanya adalah syirik akbar yang mengeluarkan dari Islam lagi menghapuskan amalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah kalian meminta do’a atau syafa’at kepada orang yang sudah meninggal dunia, meskipun itu adalah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, karena Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan janganlah kamu menyeru apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian), itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim.” (QS. Yunus [10] : 106)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Ibu… kalau mau minta itu semua, maka mintalah kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa karena Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Bila kami meminta maka mintalah kepada Allah, dan jika kamu minta tolong maka maka minta tolonglah kepada Allah” [HR. At Tirmidzi, hasan shahih]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Ibu… manfaat dan madharat, pemenuhan kebutuhan, penyelamatan dari bencana, dan pengkabulan do’a hanyalah di Tangan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan bila itu diyakini dari selain Allah, maka itu adalah syirik akbar. Oleh karena itu jangan ikut-ikutan membaca shalawat Nariyyah (Munfarijah) yang dibuat-buat oleh kaum Quburiyyun karena isinya adalah syirik akbar, karena isinya banyak bertentangan dengan banyak ayat Allah dan hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya…” (QS. Yunus [10] : 107)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketauhilah… sesungguhnya shalawat syirik itu menjelaskan bahwa yang melenyapkan bencana atau kesulitan, memperkenankan keinginan dan kebutuhan adalah Rasulullah. Sungguh, ini adalah syirik yang lebih syirik dari orang kafir Quraisy, di mana mereka yakin bahwa hanya Allah-lah yang bisa menolong mereka dari kesulitan. Oleh sebab itu saat mereka ditimpa badai dan topan di tengah lautan mereka hanya memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan apabila mereka dilamun ombak yang besar seperti gunung, mereka menyeru Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya…” (QS. Lukman [31] : 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Allah memerintahkan Rasul-Nya untuk menghujjah mereka :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah : “Terangkanlah kepadaku jika datang siksaan Allah kepadamu, atau datang kepadamu hari kiamat, apakah kamu menyeru (Tuhan) selain Allah; jika kamu orang-orang yang benar!”, (Tidak), tetapi hanya Dia-lah yang kamu seru, maka dia menghilangkan bahaya yang karenanya kamu berdoa kepadanya, jika dia menghendaki, dan kamu tinggalkan sembahan-sembahan yang kamu sekutukan (dengan Allah). (QS. Al An’am [6] : 40-41)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah mereka orang-orang kafir Quraisy, mereka lebih mengagungkan Allah daripada pembuat shalawat itu dan dari orang-orang yang mengamalkannya padahal dia mengerti akan isinya. Wahai Ayah Ibu, tinggalkanlah shalawat syirkiyyah itu…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai bapakku, Sesungguhnya Aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa azab dari Tuhan yang Maha pemurah, Maka kamu menjadi kawan bagi syaitan.” (QS. Maryam [19] : 45)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Ibu… kenapa kalian masih saja membuat tumbal? Ketahuilah… sesungguhnya tumbal itu syirik akbar, karena sembelihan itu adalah ibadah yang merupakan hak khusus Allah, bila Ayah memotong hewan untuk dikonsumsi keluarga tapi saat menyembelihnya engkau menyebut nama selain Allah maka engkau telah terjatuh ke dalam syirik isti’anah (syirik meminta tolong), dan bila engkau menyembelih untuk tumbal atau sesajian, maka engkau telah jatuh dalam syirik ibadah, meskipun saat menyembelihnya engkau membaca “Bismillah….” Bukankah saat ayah shalat dan dalam iftitah engkau mengucapkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya shalatku,, sembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (kepada Allah).” (QS. Al An’am [6] : 162)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat, sembelihan, hidup dan mati kita adalah harus ditujukan kepada Allah saja. Sedangkan orang yang membuat tumbah maka berarti dia telah memalingkan sembelihan tersebut kepada Jin dan syaitan, padahal ini adalah syirik akbar. Sungguh, ananda mengkhawatirkan engkau tertimpa adzab dari Allah, kemudian engkau jadi teman syaitan… Ayah Ibu, sungguh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda:  “Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah” [HR. Muslim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, sungguh Al Imam An Nawawi Asy Syafi’iy rahimahullah telah berkata  saat menjelaskan hadits ini di dalam Syarah Shahih Muslim tentang orang yang membuat tumbal itu: Bila orang yang menyembalih itu (asalnya) muslim, maka dengan sebab sembelihannya itu ia menjadi murtad.” Allah berfirman tentang saji-sajian yang biasa dilakukan oleh orang-orang musyrik terdahulu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan mereka memperuntukkan bagi Allah satu bagian dari tanaman dan ternak yang telah diciptakan Allah, lalu mereka berkata sesuai dengan persangkaan mereka : “Ini untuk Allah dan Ini untuk berhala-berhala kami.” Maka saji-sajian yang diperuntukkan bagi berhala-berhala mereka tidak akan sampai kepada Allah; dan saji-sajian yang diperuntukkan bagi Allah akan sampai kepada berhala-berhala mereka. Amat buruklah ketetapan mereka itu.” (QS. Al An’am [6] : 136)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Ibu… yang ghaib itu hanya di tangan Allah, dan Dia tidak memperkenankan selain-Nya untuk mengetahuinya kecuali rasul-rasul-Nya saja dalam hal-hal yang Allah beritahukan terhadap mereka. Ayah Ibu… Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kahin (dukun), tukang ramal, orang pintar dan paranormal, sahir (tukang sihir/tenung/santet) semuanya adalah orang-orang kafir, bahkan mereka itu adalah para thaghut. Barangsiapa yang datang untuk sekedar bertanya atau konsultasi terhadapnya namun tidak mempercayai apa yang mereka katakan, maka orang itu tidak diterima shalatnya selama 40 malam. Rasulullah bersabda : “Siapa yang mendatangi ‘Arraf (orang pintar) lalu dia bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima shalatnya 40 hari” [HR. Muslim]. Dan bila mempercayai atau membenarkan apa yang mereka katakan maka ia telah kafir, tidak bermanfaat segala amal ibadah yang dilakukan serta tidak ada harganya pengakuan Islam yang diklaimnya. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Siapa yang mendatangi ‘Arraf atau Kahin (dukun) lalu dia membenarkannya terhadap apa yang dia ucapkan, maka dia telah kafir terhadap apa yang telah diturunkan kepada Muhammad” [HR Abu Dawud, An Nasai, At Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Hakim].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Ibu… janganlah kalian terpedaya oleh syaitan, karena jarang dukun itu mengaku dirinya dukun, bahkan yang sering terjadi di tengah masyarakat adalah dukun dipanggil ustadz, kiyai, wali, ajengan, dan nama-nama lainnya. Banyak tanda-tanda dan ciri-ciri bahwa si fulan itu dukun walaupun orang menyebutnya kiayi, ustadz atau apa saja,di antaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;N      Sebelum si pasien mengutarakan maksudnya, ternyata si dukun telah mengetahui maksudnya atau mengetahui daerah tempat tinggalnya, atau yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;N      Biasanya dia bertanya siapa nama si pasien dan nama ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;N      Menyuruh berpuasa dalam beberapa hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;N      Memberi azimat atau isim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;N      Memberikan sesuatu untuk dikubur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;N      Meminta hewan tertentu dengan warna tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;N      Menyuruh memotong hewan, kemudian darah hewan tersebut dioleskan pada si pasien atau disuruh membuangnya ditempat tertentu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;N      Berkomat-kamit dengan kalimat yang tidak dimengerti dan terkadang dibacakan ayat-ayat Al Qur’an untuk mengelabui. Dan yang lain-lainnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Ibu… bertaubatlah bila engkau pernah datang ke dukun ! karena Allah menerima taubat meskipun ia syirik dan kekafiran bila taubat itu dilakukan denga penuh ketulusan dan kejujuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Ibu… ananda mengkhawatirkan dirimu, orang-orang kafir senantiasa menebarkan kekafiran dan kemusyrikan di hadapan kita, mereka sebagaimana yang Allah katakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka).” (QS. An Nisa [4] : 89)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang mereka inginkan ini tercapai dengan gemilang, sebagaimana yang di sabdakan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam :“Hari kiamat tidak akan terjadi sehingga kabilah-kabilah-kabilah dari umatku bergabung dengan orang-orang musyrik…” [HR. Abu Dawud, shahih]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realita membuktikan kebenaran apa yang Rasulullah sabdakan, bukankah ayah ibu sering mendengar kata “Demokrasi” ?? juga ungkapan “Dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat” ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ajaran demokrasi, kedaulatan dan kekuasaan serta wewenang membuat hukum serta undang-undang berada di tangan rakyat yang mereka percayakan pada wakil-wakil mereka di Parlemen (MPR/DPR) lewat jalur pemilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Dalam ajaran demokrasi, sesungguhnya kebenaran itu adalah suara mayoritas&lt;br /&gt;   2. Dalam ajaran demokrasi sesungguhnya semua agama itu sama lagi di akui dan dibebaskan&lt;br /&gt;   3. Dalam ajaran demokrasi hukum yang dipakai adalah hukum buatan manusia atau hukum-hukum yang disahkan oleh mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Ibu… apakah kalian ikut serta dalam pemilu, baik sebagai pemberi suara, panitia, saksi, petugas keamanannya atau tugas lainnya ?, bukankah pemili itu adalah pesta demokrasi ? sedangkan demokrasi itu adalah ajaran agama  (dien) diluar Islam, karena dalam Islam sesungguhnya wewenang penetapan hukum hanya di tangan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, sebagaimana firman-Nya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…Kewenangan hukum  itu hanyalah kepunyaan Allah…” (QS. Yusuf [12] : 40)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat wewenang ini dilimpahkan kepada selain Allah, maka itu adalah syirik akbar sebagaimana dalam ajaran demokrasi. Pemilu adalah pelimpahan wewenang ini kepada Parlemen (MPR/DPR) dari rakyat, saat kalian ikut memberikan suara sedang Ayah dan Ibu mengetahui makna demokrasi, maka berarti engkau jatuh dalam syirik akbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Ibu… ketahuilah, rancangan apapun baik yang mirip aturan Islam atau tidak, yang disodorkanoleh fraksi atau partai manapun tidaklah menjadi undang-undang yang berlaku lagi memiliki kekuatan hukum kecuali setelah disahkan oleh lembaga hukum mereka, dan tentunya sebelumnya itu harus sejalan dengan Undang Undang Dasar yang ada, dan ini mereka nyatakan dengan jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, sesungguhnya dalam ajaran tauhid (Islam) dinyatakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka, dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah  diturunkan Allah kepadamu…” (QS. Al Maidah [5] : 49)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dalam demokrasi, orang memutuskan dengan hukum buatan manusia, sama saja baik ada yang serupa dengan ajaran Islam atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam demokrasi, orang diperintahkan untuk mengikuti keinginan rakyat atau, mayoritasnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam demokrasi, penguasa dihati-hatikan dari menyelisihi apa yang diinginkan oleh rakyat…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Ayah Ibu masih mendukung demokrasi ? kalau masih kurang jelas kekafiran sistem ini, maka ananda katakan : bukankah dalam demokrasi itu bahwa yang benar dan yang harus diikuti itu adalah suara seluruh atau mayoritas rakyat (manusia) ? padahal Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyatakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.” (QS. Al Baqarah [2] : 147)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga Allah mengatakan dalam firman-Nya Subhanahu Wa Ta’ala :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah…” (QS. Al An’am [6] : 116)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum yang digulirkan lewat demokrasi adalah hasil karya manusia meskipun asal rancangan sebagiannya di ambil dari sebagian ajaran Islam. Jadi hal itu bukanlah apa yang telah Allah turunkan, akan tetapi hal itu adalah apa yang mereka gulirkan, sedangkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyatakan dalam firman-Nya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.” (QS Al Maidah [5] : 44)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hukum yang dihasilkan itu adalah wahyu syaitan, sebagaimana yang Allah jelaskan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan janganlah kamu memakan dari sembelihan yang tidak disebutkan Nama Allah saat menyembelihnya, karena itu adalah kefasiqan. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu; dan jika kamu menuruti mereka, Sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik.” (QS. Al An’am [6] : 121)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Ibu… janganlah kalian dukung demokrasi, jangan setuju dengan hasilnya, jangan terlibat dengan pelaksanaan pemilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Ibu… saya melihat kalian sangat bangga sekali dengan Pancasila, sampai-sampai kalian senang sekali bila si kecil sudah pandai bernyanyi Garuda Pancasila, dan dengan bangganya kalian pasang gambar lambang burung tersebut, bahkan kalian ikut merayakan hari kesaktiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Ibu… ketahuilah, sesungguhnya falsafah Pancasila yang dibanggakan oleh kaum musyrikin di negeri ini adalah ajaran kufur lagi syirik yang “digali” dari bumi Indonesia. Mereka akui itu bukan ajaran samawi (langit) tapi ajaran bumi yang penuh dengan syaitan jin dan syaitan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah agama Pancasila mengakui semua agama-agama yang ada, semua direstui dan diridhai oleh “tuhan” Pancasila (burung garuda), sedangkan Tuhan Yang Maha Tinggi Allah hanya merestui dan meridhai satu saja, yaitu Al Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam…” (QS. Al Maidah [5] : 19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita heran, bukankah orang-orang Nashrani memiliki tuhan, orang-orang Budha juga memiliki banyak tuhan, orang-orang Hindu juga memiliki banyak Tuhan, sedang kaum muslim Tuhan mereka adalah Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan agama serta kepercayaan lainnya yang memiliki banyak tuhan. Apakah satu Tuhan yang diibadati para pemeluk agama-agama dan kepercayaan di Indonesia ini atau banyak tuhan yang berbeda-beda ? maka jawabannya adalah banyak tuhan, akan tetapi kenapa sila kesatu dalam Pancasila dikatakan Ketuhanan Yang Maha Esa, bagaimana hubungannya? mudah sekali jawabannya, semua agama diakui oleh Pancasila serta Tuhan-tuhan yang banyak itu dilindungi dan disatukan oleh “Tuhan Yang Maha Esa” (dalam Pancasila) yaitu Burung Garuda…!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka apakah Ayah dan Ibu masih bangga dengan Pancasila ini ? Ananda percaya bahwa kalian tidak akan bangga dengan kekafiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu Ayah dan Ibu ketahui, bahwa Pancasila memberikan kebebasan kepada orang untuk memeluk dan menganut agama serta keyakinan sesuai dengan kepercayaannya masing-masing, dalam ajaran Pancasila bila ada orang muslim keluar dari Islam, maka orang tersebut tetap dilindungi dan diakui, orang yang meminta-minta ke kuburan juga dilindungi, dan pokoknya semua bentuk kemurtaddan terbuka lebar dalam naungan Burung Garuda. Padahal dalam ajaran Islam, sesungguhnya orang murtad itu harus dibunuh, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Siapa yang mengganti agamanya, maka buhlah” [HR Al Bukhari]. Seandainya ada seorang muwahhid membunuh orang murtad tentulah hukum Pancasila menindaknya. Maka apakah Ayah dan Ibu masih mendukung Pancasila dan menyuruh si kakak untuk menjadi Patriot Pancasila…???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu ketahuilah wahai Ayah Ibu, sesungguhnya agama Pancasila mengajarkan pemeluknya untuk mencintai orang lain meskipun dia itu kafir atau orang murtad, karena semuanya adalah saudara sebangsa, sehingga tidak boleh memusuhinya, padahal Allah menyatakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka…” (QS. Mujadillah [58] : 22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan juga Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. An Nisa [4] :  101)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memusuhi orang-orang dan musyrik adalah ajaran semua rasul, sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka : “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dan daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja…” (QS. Al Mumtahanah [60] : 4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama tafsir bekata bahwa yang dimaksud dengan orang-orang yang bersama Ibrahim adalah para Rasul dan umatnya yang beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memusihi orang kafir adalah ajaran Tauhid, sedangkan mencintai orang kafir adalah adalah ajaran syirik Pancasila, sedangkan memusuhi orang muwwahid mujahid adalah ajaran syirik Pancasila. Tidak mungkin dua ajaran yang kontradiksi itu berjalan dalam satu waktu pada diri seseorang, bila ajaran Pancasila ada pada diri seseorang maka tauhid lenyap. Dan tidak mungkin ada seorang muslim yang berpancasila, orang muslim pasti menolak Pancasila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :“Ikatan iman yang terkuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah” Apakah ayah dan ibu masih  mendukung Pancasila ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ingin lebih mengetahui kekafirannya, maka saya tambahkan lagi… Ketahuilah, sesungguhnya Pancasila mengajarkan bahwa kepentingan nasional harus didahulukan atas semua kepentingan termasuk agama, oleh sebab itu semua hukum yang berkaitan dengan agama tidak dipakai karena mengganggu “Kestabilan nasional” , hukum pidana Islam, jihad terhadap orang kafir, jizyah atas ahli kitab dan yang lainnya ditiadakan karena merusak hubungan Nasional. Nasionalisme adalah segalanya… padahal Allah mengatakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika bapak-bapak, anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya…” (QS. At Taubah [9] : 24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Nasionalisme adalah bentuk kekafiran lain yang didoktrinkan kepada pemeluknya. Sebenarnya masih ingat kekafiran-kekafiran yang menjadi inti dari ajaran Pancasila ini. Dan dikarenakan Pancasila adalah ajaran pemerintah RI ini yang mana mereka anut dan junjung tinggi, sedangkan pemerintah kafir itu adalah sifatnya sebagaimana yang Allah firmankan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka)…” (QS. An Nisa [4] : 89)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna realita disini, mereka (pemerintah RI) ingin supaya kamu menjadi Pancasilais sebagaimana mereka menjadi Pancasilais lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Oleh sebab itu semua jenjang pendidikan negeri atas swasta yang ingin disamakan oleh pemerintah harus ada materi PPKN yang wajib, bahkan hal itu adalah syarat kelulusan. Bila semua materi lulus tapi PPKN-nya tidak lulus, maka si anak tidak mungkin lulus. Sedangkan yang didoktrinkan di dalam materi itu adalah kekafiran Pancasila dan si anak tersebut tidak bisa lari dari ulangan dan ujian bila ingin lulus, sedangkan dalam ujian itu tidak akan terlepas dari pengakuan atau sanjungan, atau pujian terhadap Pancasila dan ajarannya. Padahal itu semua adalah kekafiran. Bukankah ayah dan ibu dahulu mengalami hal yang sama, sehingga mati rasa kepekaan akan kekafiran ini, dan sekarang kalian mau mengulanginya lagi pada anak kalian ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila ayah dan ibu berkilah bahwa si anak benci akan kekafiran itu dan ia hanya mengucapkan di lisan saja atau dituangkan di dalan tulisan saja tanpa ada keyakinan hati, maka saya katakan : kekafiran itu tidak disyaratkan untuk diiringi dengan hati, karena tujuan orang-orang kafir itu tidak menguasai hati, dan justru yang mereka inginkan adalah persetujuan secara dhahir, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti ajaran mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)”. dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”. (QS. Al Baqarah [2] : 120)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalan ayat yang lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang dzalim” (QS Al Baqarah:145)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang dzalim di sini adalah orang-orang kafir, sebagaimana firman-Nya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…dan orang-orang kafir Itulah orang-orang yang zalim…” (QS. Al Baqarah [2] : 254)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama menjelaskan,dan di antaranya Syaikh Sulaiman Ibnu Abdillah Alu Asy Syaikh rahimahullah dalam Ad Dalaail : “Bahwa orang-orang Yahudi dan Nashrani juga orang-orang musyrik tidak akan rela sehingga kaum muslimin mengikuti ajaran mereka, dan yang mereka inginkan itu bukanlah perubahan keyakinan hati, karena mereka tidak bisa menguasainya, namun mengikuti mereka secara dhaihir saja”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila ayah dan ibu berkilah bahwa si anak melakukannya hanya main-main dan tidak serius, maka jawabannya adalah sama saja karena hal tersebut masuk ke dalam ayat-ayat tadi, baik serius ataupun main-main. Syaikh Sulaiman Ibnu Abdillah berkata : “Para ulama telah ijma bahwa orang-orang yang mengucapkan kekufuran seraya main-main, maka sesungguhnya ia telah kafir, maka apa gerangan dengan orang-orang yang menampakan kekafiran karena takut dan ingin dunia ?” [Ad Dalaail]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Sulaiman rahimahullah juga berkata : Sesungguhnya orang bila menampakan terhadap kaum musyrikin sikap setuju atas ajaran mereka  karena takut dari mereka, lemah lembut terhadap mereka atau basa-basi untuk menghindari kejahatan mereka, maka sesungguhnya mereka itu kafir seperti mereka walaupun tidak suka terhadap ajaran mereka, membenci mereka serta walaui cinta pada Islam dan kaum muslimin” (Ad Dalaail )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dikarenakan Allah berfirman setelah ayat kemurtaddan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang demikian itu disebabkan karena sesungguhnya mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan bahwasannya Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang kafir”. (QS. An Nahl [16] : 107)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Ibu…  sekarang kalian mengerti bahwa anakmu dididik dengan pendidikan kekafiran, dan minimal dia bisa lulus dengan syarat melakukan kekafiran meskipun di hati dia benci ~dan ini jarang~ sedangkan umumnya disertai hati dididik dan ujian, sedangkan kalian tahu benar, apakah kalian restu dan ridha terhadap kekafiran ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarlah dan bangunlah kalian dari tidur kalian selama ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa sesungguhnya kebejatan anakmu adalah hasil pendidikan dari sekolah-sekolah itu, sesungguhnya Fir’aun kejam karena membunuh semua anak laki-laki tapi si anak itu mati di atas fithrah tauhid dan kelak mereka di akhirat masuk surga. Akan tetapi Fir’aun-Fir’aun sekarang di negeri ini mematikan fithrah tauhid anak-anak sehingga mati rasa layaknya mayat, dan apabila Fir’aun-Fir’aun itu tidak mampu membunuh fithrahnya sewaktu masik kanak-kanak maka baru mereka membunuhnya di kala dewasa saat menjadi muwahhid mujahid, atau paling tidak dipenjarakan !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Ibu… sesungguhnya kalian tidak berstatus muslim apabila tidak kufur terhadap thaghut, yaitu meninggalkan ibadah terhadap thaghut, sedangkan thaghut terbesar di negeri ini adalah dustur (Undang Undang Dasar) dan qawanin (undang-undang). Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya”. (QS. An Nisa [4] : 60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thaghut di sini adalah undang-undang buatan (UUD dan UU), orang yang membuatnya dan memutuskan dengannya. Sedangkan beribadah kepada UUD atau UU adalah dengan cara mengikutinya, berhakim kepadanya, menerima dan pasrah pada aturan-aturannya serta ridha dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim rahimahullah berkata : “Thaghut adalah sesuatu yang dilampaui batasnya oleh si hamba, baik itu yang diibadati, atau yang diikuti atau yang ditaati, maka thaghut setiap kaum adalah yang dirujuk hukum oleh mereka selain Allah dan Rasul-Nya, atau mereka ibadati selain Allah atau mereka ikuti tanpa ada bashirah (pedoman) dari Allah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi setiap yang dirujuk hukum selain ajaran Allah adalah thaghut, baik berupa manusia (hakim, jaksa, dan yang lainnya) atau berupa undang-undang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Katsir rahimahullah berkata saat menjelaskan ayat di atas: “Sesungguhnya ayat ini mencela setiap orang yang berpaling dari Al Kitab dan As Sunnah, serta justru mereka berhakim kepada selain keduanya (yaitu) berupa hukum-hukum bathil, dan ialah yang dimaksud thaghut disini”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Ibu… saya ingatkan, bukankah dahulu saat menjabat posisi di pemerintahan ini atau saat dilantik menjadi PNS, engkau pernah bersumpah atau memberikan sumpah atau menanda tangani berita acara sumpah setia kepada Undang Undang Dasar dan loyal kepada Negara Kafir Republik Indonesia serta Pancasila? Sungguh itu adalah ucapan dan perbuatan kekafiran, oleh sebab itu kalian harus taubat dari sumpah itu, dan kalau tidak berarti kalian masih berada dalam kekafiran…!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila saja orang yang menyatakan akan mengikuti sebagian urusan kekafiran, maka Allah memvonisnya murtad :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, syaitan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka”. “Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka itu berkata kepada orang-orang yang benci kepada apa yang diturunkan Allah: “Kami akan mematuhi kamu dalam sebagian urusan”, sedang Allah mengetahui rahasia mereka”. (QS. Muhammad [47] :25- 26)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjelaskan saat mati :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimanakah (keadaan mereka) apabila malaikat (maut) mencabut nyawa mereka seraya memukul-mukul muka mereka dan punggung mereka ?” (QS. Muhammad [47] : 27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa mereka diadzab seperti itu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah dan karena mereka membenci (apa yang menimbulkan) keridhaan-Nya, sebab itu Allah menghapus (pahala) amal-amal mereka”. (QS. Muhammad [47] : 28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan ayah dan ibu telah mengikuti Undang Undang Dasar dan undang-undang buatan yang mana ia menimbulkan murka Allah, bahkan berikrar sumpah untuk setia kepada thaghut itu… Jika kalian berkilah dengan mengatakan : “Saya bersumpah itu hanya berbohong saja dan di hati tidak ada niat untuk merealisasikan isinya”, maka jawabannya sama saja… karena Allah juga memvonis kafir terhadap orang-orang yang berjanji untuk melakukan hal-hal kekafiran akan tetapi sebenarnya ia dusta saat berjanji dan tidak ada niat untuk merealisasikannya, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang munafik yang berkata kepada saudara-saudara mereka yang kafir di antara Ahli Kitab : “Sesungguhnya jika kamu diusir niscaya kamipun akan keluar bersamamu; dan kami selama-lamanya tidak akan patuh kepada siapapun untuk (menyusahkan) kamu, dan jika kamu diperangi pasti kami akan membantu kamu.” dan Allah menyaksikan bahwa sesungguhnya mereka benar-benar pendusta”. (QS. Al Hasyr [59] : 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang munafiq di dunia dihukumi muslim, akan tetapi tatkala menampakkan pembatal keIslaman maka ia di vonis murtad saudara-saudara orang kafir. Sedangkan kekafiran pada ayat di atas adalah janji mereka membantu Yahudi jika diperangi Rasulullah, padahal janji mereka itu dusta. Jadi, bila saat bersumpah ibu lakukan sembari dusta, maka perbuatan itu adalah tetap suatu kekafiran, oleh karena itu taubatlah dari sumpah itu karena ia adalah sumpah yang merupakan kekafiran…!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah menjadi pelindung (tentara/polisi) kekufuran yang merupakan kekafiran juga, saya lihat dan mendengar kalian ingin bila si anak menjadi Polisi atau tentara agar bisa berbakti untuk negara. Ketahuilah, sesungguhnya negara ini adalah sebuah negara kafir (Undang Undang Dasar + Pancasila + Nasionalisme + undang-undang buatan), sedangkan tentara dan polisi itu adalah pelindung sistem thaghut tersebut dan yang mengamankan setiap orang yang berupaya merong-rong para thaghut itu. Merekalah yang mengangkat senjata bila ada para muwahidin berjihad dalam rangka menumbangkan sistem thaghut yang ada. Mereka saat berperang bukanlah dalam rangka menegakan kalimat Laa ilaaha illallaah, namun dalam rangka menegakan dan mengokohkan sistem thaghut dan wali-wali syaitan sebagaimana firman-Nya Subhanahu Wa Ta’ala :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu…” (QS. An Nisa [4] : 76)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu tentara dan Polisi adalah orang-orang kafir lagi wali-wali syaitan yang berdiri di jalan thaghut. Apakah ayah dan ibu rela anaknya menjadi kafir lagi sebagi wali syaitan ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Ibu… masih ada satu lagi yang ingin ananda sampaikan. Ananda bersyukur ayah dan ibu telah memahami tauhid ini, tetapi ananda sangat kecewa saat ayah menyampaikan bahwa boleh melakukan kekafiran dengan alasan siasat (taqiyyah) karena takut dari orang kafir, lalu ayah berdalih dengan firman Allah yang ditafsirkan secara serampangan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka.…” (QS. Ali Imran [3] : 28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahiulah wahai ayah, sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang orang-orang mukmin dari tawalliy terhadap orang-orang kafir, dan Dia vonis pelakunya sebagai orang kafir pula :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai orang-orang yang beriman janganlah kalian menjadikan orang-orang Yahudi dan Nashrani sebagai pemimpin mereka, sebagian mereka adalah wali bagi sebagian yang lain. Dan siapa yang tawalliy kepada mereka di antara kalian maka, maka sesungguhnya Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang dzalim” (QS. Al Maidah [5] : 51)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawalliy adalah membela orang-orang kafir dan mendukukng mereka atas kaum muwahhidin dengan lisan atau dengan senjata, atau mengikuti dan setuju akan kekafiran dan kemusyrikan mereka serta membantu mereka terhadap kekafirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Allah kabarkan bahwa mayoritas orang yang jatuh dalam tawalliy ini adalah karena faktor takut, namun Allah tidak mengudzur mereka karena alasan takut itu, Dia tetap memvonis mereka kafir, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman setelah ayat tadi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana”. Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka. Dan orang-orang yang beriman akan mengatakan: “Inikah orang-orang yang bersumpah sungguh-sungguh dengan nama Allah, bahwasanya mereka benar-benar beserta kamu ?” rusak binasalah segala amal mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang merugi”. (QS. Al Maidah [5] : 52-53)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah memvonis bahwa di hati mereka itu ada penyakit, lalu Allah kuatkan bahwa kekafiran mereka itu membuat amalannya rusak binasa. Dan Allah tidak menjadikan rasa takut yang bukan ikrah (paksaan) itu sebagai udzur (alasan) dalam penampakan tawalliy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun taqiyyah (siasat) adalah bersikap hati-hati dari bahaya orang-orang kafir dengan cara menyembunyikan sikap permusuhan terhadap mereka dan dengan cara lembut terhadap mereka dalam kondisi takut dari mereka, sengan syarat tidak membantu mereka atas kekafirannya atau tawalli terhadap mereka atau melakukan pembatal keIslaman. Dan hukum taqiyyah adalah boleh berdasarkan firman Allah dalam surat Ali Imran : 28 bila takut dari orang-orang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim rahimahullah berkata saat menjelaskan surat Ali Imran : 28 : “Dan sudah diketahui bahwa tuqaah (taqiyyah) itu bukan muwaallaah (loyalitas), akan tetapi tatkala Allah melarang mereka dari muwaallaah kuffar (loyal terhadap orang-orang kafir), maka hal itu menuntut untuk memusuhi mereka, bara’ah dari mereka dan terang-terangan di hadapan mereka dengan sikap permusuhan itu dalam setiap kondisi, kecuali bila mereka takut dari kejahatan mereka, maka Allah membolehkan taqiyyah bagi mereka, sedangkan taqiyyah itu bukan loyalitas” [Badari’ul Fawwaza’id : 2/69]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi taqiyyah (siasat) itu adalah menyembunyikan permusuhan di hati saja dan tidak menampakan sikap permusuhan itu di luar, dan hal ini boleh apabila takut dari orang-orang kafir dengan syarat tidak ikut dalam kekafiran mereka atau melakukan pembatal keIslaman, karena kalau ikut dalam kekafiran mereka, maka ini bukan taqiyyah (siasat) akan tetapi tawalliy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Sulaiman Ibnu Sulaiman Alu Asy Syaikh rahimahullah berkata : “Para ulama berijma bahwa orang yang menampakan kekafiran seraya bercanda, maka sesungguhnya dia itu kafir, bagaimana gerangan dengan orang yang menampakan kekafiran kekafiran karena takut dan menginginkan suatu tujuan dunia !”  [Ad Dalaail]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga berkata : “Sesungguhnya orang yang menampakkan  terhadap kaum musyrikin sikap setuju atas ajaran mereka karena takut dari mereka, bersikap lembut terhadap mereka dan mudahanah (basa-basi) untuk menghindari kejahatan mereka, maka sesungguhnya dia itu kafir seperti mereka, mskipun tidak menyukai ajaran mereka, membenci mereka dan mencintai Islam dan kaum muslimin”  [Ad Dalaail]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Ibu… ketahuilah, bahwa kekafiran itu hanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala bolehkan saat dipaksa (ikrah), sedangkan takut itu bukan ikrah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini kiranya yang ananda ingin sampaikan kepada ayah dan ibu. Ananda lakukan karena kasihan terhadap kalian berdua…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, saya telah menyampaikan apa yang menjadi tanggung jawab hamba…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, bukakanlah hati orang tua hamba untuk menerima dan mengamalkan kebenaran ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, kuatkan hamba dan ikhwan sekalian di atas tauhid ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu) : “Berimanlah kamu kepada Tuhanmu” maka kamipun beriman…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah kami dari kesalahan-kesalahan kami dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan Kami, berikanlah kepada kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan Rasul-Mu dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tiada menyalahi janji…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Atas nama anak-anak yang bertauhid di sijn PMJ-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1978655410352353878-6316493358171304367?l=abuicanimovic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/feeds/6316493358171304367/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/2010/05/wahai-ayah-ibu-bergabunglah-dengan-kami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1978655410352353878/posts/default/6316493358171304367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1978655410352353878/posts/default/6316493358171304367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/2010/05/wahai-ayah-ibu-bergabunglah-dengan-kami.html' title='Wahai Ayah &amp; Ibu, Bergabunglah Dengan Kami'/><author><name>abu.icanimovic</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05403105886630943501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/TA0kHbW_w4I/AAAAAAAAABw/4uFTph-5HSw/S220/586MSC_logo-736079.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/TAOTbbn7jPI/AAAAAAAAABo/A5wNz9hxplU/s72-c/ayahibu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1978655410352353878.post-1256943403696368216</id><published>2010-05-03T07:00:00.000-07:00</published><updated>2010-05-03T07:14:00.070-07:00</updated><title type='text'>Wasiat dari Mujahid</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/S97Y1hVOXDI/AAAAAAAAABg/ODQagAhvwB0/s1600/mujahid.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 287px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/S97Y1hVOXDI/AAAAAAAAABg/ODQagAhvwB0/s400/mujahid.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467045411666418738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah wasiat dari para mujahidin di Indonesia. Semoga Allah merahmati mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/0b7nj2yE/U_Abu_Jabir_-_Wasiat_Muhasabah.html"&gt;Klik disini untuk Ust.Abu Jabir (Urwah)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/nIJkUdO3/18_-_Jangan_letakkan_senjata.html"&gt;Klik disini untuk Ust.Nurdin&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1978655410352353878-1256943403696368216?l=abuicanimovic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/feeds/1256943403696368216/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/2010/05/wasiat-dari-mujahid.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1978655410352353878/posts/default/1256943403696368216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1978655410352353878/posts/default/1256943403696368216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/2010/05/wasiat-dari-mujahid.html' title='Wasiat dari Mujahid'/><author><name>abu.icanimovic</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05403105886630943501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/TA0kHbW_w4I/AAAAAAAAABw/4uFTph-5HSw/S220/586MSC_logo-736079.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/S97Y1hVOXDI/AAAAAAAAABg/ODQagAhvwB0/s72-c/mujahid.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1978655410352353878.post-723976197700413323</id><published>2010-04-13T17:51:00.000-07:00</published><updated>2010-04-13T18:12:28.205-07:00</updated><title type='text'>Bagaimana Musuh Mengkotak-kotakkan Kita</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;oleh : &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Admin (Abu Bilal &amp; Abu Icanimovic)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/S8UVl64Bp7I/AAAAAAAAABQ/ZZsrdimZBNU/s1600/jil-2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/S8UVl64Bp7I/AAAAAAAAABQ/ZZsrdimZBNU/s200/jil-2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5459793864460183474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Strategi Musuh Membusukkan Islam dari Dalam &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peperangan antara haq dan batil memang akan terus berlanjut. Hizbulloh di satu sisi berhadap-hadapan dengan hizbusysyaithon di sisi yang lain. Kaum muslimin diwakili mujahidin sebagai cermin hizbulloh sementara kaum kuffar dan antek-anteknya sebagai pengejawantahan hizbusysyaithon. Pertarungan ini akan terus berlanjut – sebagaimana dinubuatkan Rasululloh sholollohu alaihi wasalam – hingga yaumil qiyamah.&lt;br /&gt;Musuh kita hari ini yang dipimpin oleh Amerika Serikat – anak haram Zionis Yahudi – berupaya mati-matian melindungi induknya, tidak hanya dengan menggunakan cara kekerasan tapi juga cara-cara kotor. Mereka menciptakan virus, bakteri dan kuman untuk disuntikkan ke dalam tubuh pergerakan umat Islam, sehingga kita tak berdaya melawan mereka. Inilah strategi musuh dalam upayanya menghancurkan kita. Makar mereka dibeberkan dalam dokumen resmi mereka.  Allah subhanahu wa ta’ala jauh-jauh hari telah mengingatkan kita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang-orang Yahudi dan Nashoro tidak akan senang kepadamu sehingga kamu mengikuti agama mereka…” (QS alBaqoroh : 120)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup…” (QS alBaqoroh : 217)&lt;br /&gt;“Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus…” (QS anNisa : 102)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2003, sebuah dokumen resmi berjudul CIVIL DEMOCRATIC ISLAM: Partners, Resources and Strategies, dikeluarkan oleh RAND Corporation, sebuah Pusat Penelitian &amp; Pengkajian Strategi tentang Islam &amp; Timur Tengah, yang berpusat di Santa Monica – California dan Arington – Virginia, di USA, atas biaya Smith Richardson Foundation. Rand Corporation yang dulunya adalah perusahaan persenjataan Douglas Aircraft Company di Santa Monica-California didirikan setelah berakhirnya perang dunia ke-2. Kini perusahaan tersebut melihat dirinya sebagai lembaga think tank independen, walaupun sebagian besar dana untuk 800 orang staf penelitinya diperoleh dari pengerjaan proyek penelitian badan militer AS, Pentagon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokumen tersebut memuat agenda komprehensif kebijakan Amerika Serikat &amp; sekutunya yang dijalankan di Dunia Islam selama ini, sekaligus pemetaan kekuatan Islam dan rencana-rencana untuk memecah belah dan menciptakan konflik di tengah masyarakat Islam yang dikemas melalui berbagai program bantuan untuk dunia Islam.&lt;br /&gt;Dokumen lain yang terbit pada bulan Desember tahun 2004, diproduksi oleh Dewan Intelijen Nasional Amerika Serikat (National Inteligent Concil/NIC) yang diketuai Robert Hutchings membuat prediksi akan masa depan dunia yang tertuang dalam laporan berjudul Mapping The Global Future. Laporan tersebut sudah diberitakan oleh harian USA Today edisi 13 Februari 2005 dan juga dikutip harian Kompas edisi 16 Februari 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti dari laporan NIC tersebut adalah memperkirakan skenario peristiwa yang akan terjadi pada tahun 2020. Adapun kemungkinan skenario yang akan terjadi tahun 2020 menurut NIC adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Dovod World: Kebangkitan ekonomi Asia dengan China dan India akan menjadi pemain penting ekonomi dan politik dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pax Americana : Dunia masih tetap dipimpin dan dikontrol oleh Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. A New Chaliphate : Bangkitnya kembali KHILAFAH ISLAMIYAH, sebuah pemerintahan Islam Global yang mampu memberikan tantangan pada norma-norma dan nilai-nilai global barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Cycle of Fear : Munculnya lingkaran ketakutan, yaitu ancaman terorisme dihadapi dengan cara-cara kekerasan dan pelanggaran aturan, atau dengan kata lain akan terjadi kekacauan di dunia, kekerasan dibalas kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokumen NIC tersebut juga menyertakan pendapat dan pandangan 15 Badan Intelijen dari 15 Negara Barat yang dipimpin oleh AS. Terhadap prediksi mengenai peran global Amerika Serikat yang dibuat pada tahun 2004 tersebut, NIC telah merevisi dengan mengeluarkan sebuah laporan baru berjudul “Mapping Global Future” yang dikeluarkan pada tahun 2008 yang lalu. Inti dari prediksi terbaru NIC adalah bahwa pengaruh Amerika Serikat akan berkurang pada tahun 2025, akan tetapi masih tetap memegang kendali penting terhadap politik global. Dalam bahasa Hillary Clinton, menteri luar negeri Amerika Serikat “Amerika tidak bisa memecahkan sendiri masalah yang mendesak dengan kekuatannya sendiri, dan dunia tidak bisa memecahkannya tanpa Amerika. Kita harus menggunakan smart power, keseluruhan perangkat yang ada ditangan kita”. Smart power adalah kombinasi hard power of command dengan soft power of attraction.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan kebijakan terhadap dunia Islam, hal ini berarti Amerika Serikat dan sekutunya akan menghalalkan segala cara demi menghancurkan Islam dan Umat Islam.&lt;br /&gt;Pada tahun 2007, Rand Corp, kembali menerbitkan dokumen dengan judul Building Moderate Muslim Networks, yang juga didanai oleh Lembaga Donasi Smith Richardson Foundation. Dokumen terakhir ini memuat langkah-langkah strategis untuk membangun Jaringan Muslim Moderate yang Pro Barat di seluruh Dunia Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik Rand Corp., maupun Smith Richard Foundation adalah lembaga-lembaga yang berafiliasi dengan gerakan Zionisme Internasional dimana para personilnya adalah bagian dari gerakan bawah tanah Freemasonry-Illuminati, sekte yahudi yang berpegang pada kitab Talmud. Mereka juga selalu mengunakan istilah “Komunitas Internasional” untuk mengganti istilah Zionisme Internasional, agar maksud dan tujuan sebenarnya tersamarkan dan sekaligus memanipulasi negara-negara non Barat dan non muslim lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua Dokumen produksi Rand Corp maupun prediksi National Intelligent Council tersebut sudah diadopsi sepenuhnya oleh Pentagon (Departemen Pertahanan AS) dan Departemen Luar Negeri AS sebagai kebijakan Resmi Pemerintah AS yang tengah diterapkan terhadap Dunia Islam. Dokumen tersebut bisa diakses langsung melalui http://www.rand.org/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini Resume dari Agenda dan Strategi Pecah Belah Islam yang termuat dalam kedua Dokumen Resmi produksi Rand Corp. tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Komunitas Internasional menilai bahwa Dunia Islam ada dalam Frustasi dan Kemarahan, akibat dari periode keterbelakangan yang lama dan ketidak-berdayaan komparatif serta kegagalan mencari solusi dalam menghadapi kebudayaan global kontemporer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Komunitas Internasional menilai bahwa upaya umat Islam untuk kembali kepada kemurnian ajaran Islam adalah suatu ancaman bagi peradaban Dunia Modern, dan bisa mengantarkan kepada Clash of Civilization (Benturan Peradaban).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Komunitas Internasional menginginkan Dunia Islam yang ramah terhadap Demokrasi dan Modernitas serta mematuhi aturan-aturan Internasional untuk menciptakan perdamaian global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Komunitas Internasional perlu melakukan pemetaan Kekuatan dan Pemilahan Kelompok Islam untuk mengetahui kawan dan lawan, serta pengaturan strategi dengan pengolahan sumber daya yang ada di Dunia Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Komunitas Internasional mesti mempertimbangkan dengan sangat hati-hati terhadap elemen-elemen, kecenderungan-kecenderungan, dan kekuatan-kekuatan mana dalam Islam yang mereka ingin perkuat; apa sasaran dan nilai-nilai dari persekutuan potensial yang berbeda itu; dan siapa yang akan dijadikan anak didiknya; dan konsekuensi-konsekuensi lebih besar seperti apa yang akan tampak ketika memperluas agenda-agenda masing-masing;  termasuk resiko mengancam atau mencemari kelompok-kelompok atau orang-orang yang sedang dibantu oleh AS dan sekutunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunitas Internasional membagi Umat Islam dalam Empat Kelompok, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Fundamentalis: yaitu kelompok masyarakat Islam yang menolak nilai-  nilai Demokrasi dan kebudayaan Barat Kontemporer, serta menginginkan formalisasi penerapan Syariat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Tradisionalis: yaitu kelompok masyarakat Islam Konservatif yang mencurigai modernitas, inovasi dan perubahan. Mereka berpegang kepada substansi ajaran Islam tanpa peduli kepada formalisasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Modernis: yaitu kelompok masyarakat Islam Modern yang ingin Reformasi Islam agar sesuai dengan tuntutan zaman, sehingga bisa menjadi bagian dari modernitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Sekularis: yaitu kelompok masyarakat Islam Sekuler yang ingin menjadikan Islam sebagai urusan privasi dan dipisah sama sekali dari urusan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunitas Internasional melakukan penilaian terhadap tiap kelompok sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fundamentalis: sangat anti Barat sehingga menjadi ancaman bagi demokrasi dan modernitas. Mendukung kelompok ini bukan suatu opsi bagi Barat, kecuali untuk pertimbangan taktis sementara. Penghancuran Fundamentalis menjadi suatu keharusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tradisionalis: tidak anti Barat tapi penuh kecurigaan terhadap modernitas, sehingga mudah terpengaruh oleh Fundamentalis. Karenanya, kelompok ini harus dirangkul dan dijauhkan dari Fundamentalis, tapi mesti selalu diwaspadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modernis: Pro Demokrasi dan Modernitas serta dekat dengan Barat dalam nilai dan kebijakan, sehingga bisa digunakan untuk mengcounter berbagai pemikiran Islam Fundamentalis. Namun ada kendala-kendala serius bagi Modernis di tengah masyarakat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekularis: Pro Barat dan bisa dimanfaatkan, namun terkadang sulit menjadi   sekutu karena afiliasi ideology yang berbeda. Karenanya, kelompok ini hanya bisa dimanfaatkan sepanjang memiliki  ideology yang menopang demokrasi dan modernitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/S8UVHmbYw4I/AAAAAAAAABI/MSxGd7JPekw/s1600/jil.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/S8UVHmbYw4I/AAAAAAAAABI/MSxGd7JPekw/s200/jil.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5459793343575278466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunitas Internasional menetapkan strategi terhadap tiap kelompok sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Mengkronfotir dan Menentang Kaum Fundamentalis, dengan jalan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(a) Menentang tafsir mereka atas Islam dan menunjukkan ketidak-akuratannya&lt;br /&gt;(b) Mengungkap keterkaitan mereka dengan kelompok-kelompok dan aktivitas-aktiviats illegal.&lt;br /&gt;(c) Mengumumkan konsekuensi dari tindak kekerasan yang mereka lakukan.&lt;br /&gt;(d) Menunjukkan ketidak-mampuan mereka untuk memerintah.&lt;br /&gt;(e) Memperlihatkan ketidak-berdayaan mereka mendapatkan perkembangan positif atas negara-negara mereka dan komunitas-komunitas mereka.&lt;br /&gt;(f) Mengamanatkan pesan-pesan tersebut kepada kaum muda, masyarakat tradisionalis yang alim, kepada minoritas kaum muslimin di Barat, dan kepada wanita.&lt;br /&gt;(g) Mencegah menunjukkan rasa hormat dan pujian akan perbuatan kekerasan dari kaum Fundamentalis, ekstrimis dan teroris.&lt;br /&gt;(h) Kucilkan mereka sebagai pengganggu dan pengecut, bukan sebagai pahlawan.&lt;br /&gt;(i) Mendorong para wartawan untuk memeriksa isu-isu korupsi, kemunafikan, dan tidak bermoralnya lingkaran kaum fundamentalis dan kaum teroris.&lt;br /&gt;(j) Mendorong perpecahan antara kaum fundamentalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bukti tindakan untuk memojokkan kelompok yang disebut Fundamentalis oleh barat tersebut adalah: menafsirkan Al-Qur’an secara sengaja untuk menyesatkan dengan menyatakan penentangan dan pengharaman poligami pada satu sisi, namun menghalalkan perkawinan sejenis, lesbianisme dan homoseksual, mengulang-ulang tayangan gambar yang out of date dan tidak relevan terkait aksi-aksi umat Islam yang dinilai mengandung kekerasan di televisi, sementara itu kegiatan dari berbagai ormas Islam yang bersifat konstruktif seperti menjadi relawan didaerah bencana alam tidak pernah sekalipun ditayangkan, “mengeroyok” dan menyerang argumen narasumber yang berasal dari kelompok yang dianggap fundamentalis dengan format acara dialog televisi 3 lawan 1 seperti acara Todays Dialogue, Save Our Nation, Topik Minggu Ini, wawancara khusus dan lain sebagainya, memenjarakan aktivis-aktivis islam dengan tuduhan teroris atau sebagai pelaku kekerasan, menghapus panggilan kehormatan kiyai, ustadz, habib dalam pemberitaan media massa terhadap aktivis islam yang dianggap fundamentalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mendorong Kaum Tradisionalis untuk melawan Fundamentalis, dengan jalan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(a) Dalam Islam tradisional ortodoks terdapat elemen-elemen demokrasi yang dapat dipakai untuk mengcounter Islam fundamentalis otoriter yang represif dan otoriter.&lt;br /&gt;(b) Menerbitkan kritik-kritik kaum tradisionalis atas kekerasan dan ekstrimisme yang dilakukan kaum fundamentalis.&lt;br /&gt;(c) Mendorong perbedaan antara kaum tradisionalis dan fundamentalis.&lt;br /&gt;(d) Mencegah aliansi antara kaum tradisionalis dan kaum fundamentalis.&lt;br /&gt;(e) Mendorong kerja sama antara kaum modernis dan kaum tradisionalis yang lebih dekat dengan Kaum modernis.&lt;br /&gt;(f) Jika memungkinkan, didik kaum tradisionalis untuk mempersiapkan diri mereka untuk mampu melakukan debat dengan kaum fundamentalis. Karena Kaum fundamentalis secara retorika seringkali lebih superior, sementara kaum tradisionalis melakukan praktek politik “Islam pinggiran” yang kabur .&lt;br /&gt;(g) Di tempat-tempat seperti di Asia Tengah, mereka mungkin perlu untuk dididik dan dilatih dalam Islam ortodoks untuk mampu mempertahankan pandangan mereka.&lt;br /&gt;(h) Melakukan diskriminasi antara sektor-sektor tradisionalisme yang berbeda.&lt;br /&gt;(i) Memperuncing khilafiyah yaitu perbedaan antar madzhab dalam Islam, seperti Sunni – Syiah, Hanafi – Hambali, Wahabi – Sufi, dll.&lt;br /&gt;(j) Mendorong Kaum Tradisionalis agar tertarik dengan modernisme, inovasi dan perubahan.&lt;br /&gt;(k) Mendorong mereka untuk membuat isu opini-opini agama dan mempopulerkan hal itu untuk memperlemah otoritas dari penguasa yang terinspirasi oleh paham Kaum Fundamentalis.&lt;br /&gt;(l)Mendorong popularitas dan penerimaan atas Sufisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa contoh yang menjadi bukti aktivitas program ini diantaranya adalah  membiayai beasiswa aktivis JIL seperti Ulil Abshar Abdalah, Sumanto Al Qurtubi Cs untuk sekolah di Amerika Serikat, memuat artikel-artikel yang menghina dan melecehkan Islam di berbagai surat kabar, mengadu domba dengan cara polemik di surat kabar yang tak berkesudahan antara HTI dengan Kiyai Hasyim Muzadi tentang khilafah, membuatt issu “rebutan masjid” antara PKS dengan Muhammadiyah, memanipulasi dan membajak simbol-simbol ormas islam seperti NU dan Banser, seperti yang dilakukan oleh AKKBB, Guntur Romli dan Nuril dalam peristiwa Monas dan peristiwa di pengadilan negeri Jakarta Pusat dan dibenturkan dengan FPI. Serta berita yang terbaru adalah promosi kepada Ulil Abshar Abdalah untuk menjadi Ketua Umum PB Nahdatul Ulama, agar NU dapat dijadikan kendaraan kelompok Liberal dalam mengacak-ngacak Islam dari dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mendukung sepenuhnya Kaum Modernis, dengan jalan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(a)Menerbitkan dan mengedarkan karya-karya mereka dengan biaya yang disubsidi. &lt;br /&gt;(b)Mendorong mereka untuk menulis bagi audiens massa dan bagi kaum muda.&lt;br /&gt;(c) Memperkenalkan pandangan-pandangan mereka dalam kurikulum pendidikan Islam.&lt;br /&gt;(d) Memberikan mereka suatu platform publik.&lt;br /&gt;(e) Menyediakan bagi mereka opini dan penilaian pada pertanyaan-pertanyaan yang fundamental dari interpretasi agama bagi audiensi massa dalam persaingan mereka dengan kaum fundamentalis dan tradisionalis, yang memiliki Web sites, dengan menerbitkan dan menyebarkan pandangan-pandangan mereka dari rumah-rumah, sekolah-sekolah, lembaga-lembaga, dan sarana yang lainnya.&lt;br /&gt;(f) Memposisikan sekularisme dan modernisme sebagai sebuah  pilihan “counterculture” bagi kaum muda Islam yang tidak puas.&lt;br /&gt;(g) Memfasilitasi dan mendorong kesadaran akan sejarah pra-Islam dan non-Islam dan budayannya, di media dan di kurikulum dari negara-negara yang relevan.&lt;br /&gt;(h) Membantu dalam membangun organisasi-organisasi sipil yang independent, untuk Mempromosikan kebudayaan sipil (civic culture) dan memberikan ruang bagi rakyat biasa untuk mendidik diri mereka sendiri mengenai proses politik dan mengutarakan pandangan-pandangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bukti tindakan dalam program ini adalah: mengubah muatan kurikulum pendidikan di pesantren-pesantren dengan biaya dari negara-negara barat, menggunakan slogan-slogan “time is Money, “dengan pengeluaran sekecil-kecilnya menghasilkan pendapatan yang sebesar-besarnya”, pada masa lalu dalam mata pelajaran PMP dikenalkan gambar-gambar rumah ibadah masing-masing agama dengan tulisan dibawahnya “semua agama sama”, mendirikan berbagai LSM baru yang bergerak dibidang kajian dan filsafat Islam, seperti Wahid Institute, Ma’arif Institute, LkiS, Yayasan Fahmina, LSAF, ICIP, ICRP dan lain-lain, menyebarluaskan artikel dan tulisan produksi LSM-LSM yang dibiayai Amerika, yang intinya menyatakan bahwa semua agama adalah hasil karya manusia dan merupakan peradaban manusia, untuk tujuan menggoyahkan keyakinan iman agama Islam, membiayai web site JIL, blogg Guntur Romli dan siaran radio kongkow bareng Gus Dur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mendukung secara selektif Kaum Sekularis, dengan jalan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(a) Mendorong pengakuan fundamentalisme sebagai suatu musuh bersama&lt;br /&gt;(b) Mematahkan aliansi dengan kekuatan-kekuatan anti Amerika berdasarkan hal-hal seperti nasionalisme dan ideologi kiri.&lt;br /&gt;(c) Mendorong ide bahwa agama dan Negara juga dapat dipisahkan dalam Islam dan bahwa hal ini tidak membahayakan keimanan tapi malah akan memperkuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa contoh tindakan ini adalah: membangun mitos tentang sekulerisme, memanipulasi hari peringatan Pancasila untuk kepentingan sekularisme, pluralisme dan liberalisme, mengkampanyekan penampilan ke-soleh-an individual dan mencegah berlakunya perda-perda yang disebut perda syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjalankan program-program diatas maka, dalam dokumen Building Moderate Muslim Networks, Pemerintah Amerika Serikat harus menyediakan dana bagi individu-individu dan lembaga-lembaga seperti LSM, pusat kajian di Universitas-Universitas Islam maupun Universitas umum lainnya dan membangun jaringan antar komponen tersebut untuk memenuhi tujuan-tujuan Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh keberhasilan membangun jaringan ini adalah apa yang pernah ditempuh oleh Amerika Serikat ketika mensponsori Kongres Kebebasan Budaya (Conggress of Cultural Freedom), dimana pertemuan ini berhasil membangun komitmen antar elemen untuk membentuk jaringan anti komunis. Upaya yang serupa juga perlu dilakukan untuk membangun jaringan anti Islam. Bahkan bila perlu, sikap tidak setuju dengan kebijakan Amerika perlu sesekali ditampilkan oleh para aktivisnya sekedar untuk menampilkan citra independen dari Amerika dan Barat serta membangun kredibiltas semu para aktivis liberal pro barat, demi mencapai tujuan utamanya memusuhi Islam secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika dan Barat dalam dokumen tersebut sepenuhnya sadar bahwa mereka terlibat dalam sebuah peperangan yang merupakan perang dengan senjata maupun perang ide. Dalam konteks ini Amerika dan Barat ingin memenangkan perang dengan cara “ketika ideologi kaum ekstrimis tercemar dimata penduduk tempat asal ideologi itu dan dimata pendukung pasifnya”. Kalimat ini jelas adalah merupakan tujuan Amerika dan Pihak barat lainnya untuk menghancurkan Islam dan menjauhkan Islam dari ummat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan jaringan muslim moderat ini dilakukan pada tiga level:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(a) Menyokong jaringan-jaringan yang ada;&lt;br /&gt;(b) Mengidentifikasi jaringan dan mempromosikan kemunculan dan pertumbuhannya.&lt;br /&gt;(c) Memberikan kontribusi untuk membangun situasi dan kondisi bagi berkembangnya faham pluralisme dan sikap toleran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pelaksana proyek ini Departemen Luar Negeri AS dan USAID telah memiliki mandat dan menunjuk kontraktor pelaksana untuk menyalurkan dana dan berhubungan dengan berbagai LSM, Individu di negeri-negeri muslim yaitu National Endowment for Democracy (NED), The International Republican Institute (IRI) The National Democratic Institute (NDI), The Asia Foundation (TAF), dan The Center for Study of Islam and Democracy (CSID).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha untuk membangun jaringan muslim moderat ini pada fase pertama adalah dengan fokus pada sebuah kelompok inti dengan metodelogi organisasi-organisasi bawah tanah, yang kemudian berdasarkan penilaian Amerika baru ditingkatkan menjadi jaringan terbuka apabila situasi dan kondisi memungkinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kelompok-kelompok yang dijadikan sasaran untuk direkrut dan dijadikan anak didik Amerika dan Barat adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(a) Akademisi dan Intelektual Muslim Liberal dan Sekuler;&lt;br /&gt;(b) Cendikiawan Muda Muslim yang Moderat;&lt;br /&gt;(c) Kalangan Aktivis Komunitas;&lt;br /&gt;(d) Koalisi dan Kelompok Perempuan yang mengkampanyekan kesetaraan gender;&lt;br /&gt;(e) Penulis dan Jurnalis (wartawan) yang moderat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pejabat di kedutaan Amerika yang berada di negeri-negeri muslim harus memastikan bahwa kelompok ini terlibat dan sesering mungkin melakukan kunjungan ke Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu program-program prioritas untuk mendukung pembangunan jaringan muslim moderat ini diletakkan pada sektor:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(a) Pendidikan Demokrasi, yaitu dengan mencari pembenaran dari nash-nash dan sumber-sumber Islam terhadap demokrasi dan segala sistemnya.&lt;br /&gt;(b) Dukungan pada Media massa untuk melakukan liberalisasi pemikiran;Kesetaraan Gender, yang merupakan medan tempur utama dalam perang pemikiran dengan kelompok Islam;&lt;br /&gt;(c) Advokasi Kebijakan, untuk mencegah agenda politik kelompok Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak Amerika juga sadar bahwa ide-ide radikal berasal dari Timur Tengah, oleh karenanya perlu dilakukan upaya “Arus Balik” yaitu menyebarkan ide-ide dan pemikiran dari intelektual-intelektual moderat dan modernis yang berhasil dicuci otak dan setuju dengan westernisasi dan gaya hidup barat, yang bukan berasal dari Timur Tengah, seperti Indonesia. Tulisan dan pemikiran moderat dari kalangan di luar Timur Tengah ini harus sesegera mungkin diterjemahkan dalam bahasa arab untuk disebarkan di kawasan Timur Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah terdapat jawaban, mengapa akhir-akhir ini Indonesia sering dijadikan tempat pertemuan Internasional cendikiawan dan intelektual muslim dari berbagai negara yang disponsori oleh Amerika dan negara barat lainnya. Dan saat ini banyak sekali produk-produk baik berupa tulisan maupun film yang diproduksi oleh kaum “intelektual islam indonesia” yang disebarkan dan diterjemahkan dalam bahasa arab. Semua bantuan dana dan dukungan politik ini tujuan utamanya adalah untuk memerangi Islam dan Umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks politik di Indonesia, secara keseluruhan agenda-agenda yang disusun oleh koalisi Zionis Salibis Internasional tersebut tengah berjalan. Bisa kita lihat bukti-bukti dari berbagai fenomena yang ada di kehidupan masyarakat Indonesia. Bermunculannya berbagai LSM yang didirikan oleh tokoh-tokoh “Islam” yang memproduk berbagai materi anti Islam dan memusuhi Islam, media massa yang selalu memberitakan negatif tentang umat Islam, bermunculannya tokoh-tokoh liberal yangn memegang posisi sebagai opnion maker, bahkan dalam penyusunan kabinet yang terakhir ini, posisi-posisi kunci diserahkan kepada orang-orang yang sangat pro Amerika, seperti menteri-menteri bidang perekonomian yang sejak dulu hingga sekarang selalu dipegang oleh kelompok yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti dari seluruh dokumen yang diproduksi berbagai lembaga proxy zionis adalah berisi agenda tentang rencana menghancurkan Islam dari dalam, yaitu dengan menggunakan berbagai kaki tangan mereka alias antek mereka untuk memecah belah, mengadu domba dan melakukan politik belah bambu. Cara ini juga yang digunakan oleh mereka ketika meruntuhkan kekhilafaan Islam dan menjauhkan umat Islam dari Syariat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya umat Islam di Indonesia segera perlu menyadari strategi pecah belah, adu domba dan belah bambu yang dijalankan oleh koalisi Zionis Salibis Internasional untuk menghancurkan Islam dari dalam. Konspirasi iblis ini dilakukan dengan menyediakan dana hingga milyaran dollar, demi tujuan menghancurkan Islam. Dengan kesadaran dari umat Islam, terutama tokoh-tokoh Islam yang masih istiqomah, maka menjadi kewajiban dari tokoh-tokoh tersebut agar dapat segera membangunkan umat Islam dari mimpi dan tidur panjang.  Dan Allah telah mengingatkan kita melalui firmanNya : “Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka.” (QS arRo”du : 11) Jika kita diam berpangku tangan dan tidak peduli maka kita akan menjadi santapan empuk musuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“… dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri.” (QS anNisa : 79).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamualaikum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/S8UWKtOmhFI/AAAAAAAAABY/-MOTxB8wYwM/s1600/11802_1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 360px; height: 204px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/S8UWKtOmhFI/AAAAAAAAABY/-MOTxB8wYwM/s400/11802_1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5459794496451937362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1978655410352353878-723976197700413323?l=abuicanimovic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/feeds/723976197700413323/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/2010/04/bagaimana-musuh-mengkotak-kotakkan-kita.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1978655410352353878/posts/default/723976197700413323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1978655410352353878/posts/default/723976197700413323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/2010/04/bagaimana-musuh-mengkotak-kotakkan-kita.html' title='Bagaimana Musuh Mengkotak-kotakkan Kita'/><author><name>abu.icanimovic</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05403105886630943501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/TA0kHbW_w4I/AAAAAAAAABw/4uFTph-5HSw/S220/586MSC_logo-736079.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/S8UVl64Bp7I/AAAAAAAAABQ/ZZsrdimZBNU/s72-c/jil-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1978655410352353878.post-1595592742192116452</id><published>2010-04-03T07:02:00.000-07:00</published><updated>2010-04-13T17:51:02.301-07:00</updated><title type='text'>Demokrasi adalah Kesyirikan!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/S7dLeWHs_MI/AAAAAAAAABA/kCqePbONByY/s1600/Abu+Muhammad+al-MAqdisi.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 390px; height: 310px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/S7dLeWHs_MI/AAAAAAAAABA/kCqePbONByY/s400/Abu+Muhammad+al-MAqdisi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455912458288692418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Al-Kahfi:26..."dan Dia tidak mengambil seorang sekutu-pun dalam hukum-Nya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qashash:70. "Dan Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, bagi-Nyalah segala puji di dunia dan di akhirat, dan bagi-Nyalah segala HUKUM dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan." &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Inilah salah satu karya fenomenal ulama dakwah Tauhid asal Jordania Syekh Abu Muhammad Ashim Al Maqdisy, setelah kitab "Millah Ibrahim" yg dianggap sebagai kitab terpenting dalam pergerakan "harokah jihad" di seluruh dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal kehidupannya, layaknya penuntut ilmu biasa, beliau sama seperti kebanyakan orang lain yang mana sering bertaklid dalam menuntut ilmu melalui para ulama di Saudi dan jazirah arab lainnya. Namun kehausan beliau akan tauhid membawa beliau ke jalan kebenaran sejati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan beliau berubah total setelah membaca kitab "Ad-Durar As Saniyyah", sebuah kitab dari 'Aimmatud Da'wah Tauhid Nejd (Imam Dakwah Tauhid di Nejd), yg lama disembunyikan oleh penguasa Saudi. Dalam kitab tsb banyak penjelasan-penjelasan penting mengenai hakikat syirik dari Syaikh Muhammad Ibn Abdil Wahhab dan cucu-cucunya, yang mana mayoritas umat tidak mengetahuinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Beliau saat ini masih dalam tahanan thagut di penjara. Semoga Allah merahmati beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membacanya, kami harap anda dapat membuka hati untuk melihat realita yg terjadi di tempat anda, dan segeralah : AMBIL SIKAP!! UNTUK MEMILIH ISLAM, ATAUKAH DEMOKRASI!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/account/file/256061126/3c488c8d/DEMOKRASI_ADALAH_SYIRIK.html"&gt;Klik disini untuk mendownload file!&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1978655410352353878-1595592742192116452?l=abuicanimovic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/feeds/1595592742192116452/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/2010/04/inilah-salah-satu-karya-fenomenal-ulama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1978655410352353878/posts/default/1595592742192116452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1978655410352353878/posts/default/1595592742192116452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/2010/04/inilah-salah-satu-karya-fenomenal-ulama.html' title='Demokrasi adalah Kesyirikan!!'/><author><name>abu.icanimovic</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05403105886630943501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/TA0kHbW_w4I/AAAAAAAAABw/4uFTph-5HSw/S220/586MSC_logo-736079.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/S7dLeWHs_MI/AAAAAAAAABA/kCqePbONByY/s72-c/Abu+Muhammad+al-MAqdisi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1978655410352353878.post-1365516123752379293</id><published>2010-03-30T00:32:00.000-07:00</published><updated>2010-03-30T00:36:47.665-07:00</updated><title type='text'>Kami Tunggu Kedatangan Kalian</title><content type='html'>Sumber : Dr. Najih Ibrohim-&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Risalah ila kulli man ya’malu lil Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami Tunggu Kedatangan Kalian…&lt;br /&gt;Sekarang, kami semua sedang menunggu tibanya hari saat para aktivis muslim, khususnya para pemuda, datang bersemangat memperjuangkan Islam dan kaum muslimin. Kami menunggu-nunggu hari semacam hari Abu Bakar saat terjadi murtad massal, semacam hari Khalid saat perang Yarmuk, semacam hari Sa’ad saat perang Qodisiyah, semacam hari Sholahuddin saat perang Hithin, semacam hari Quthuz saat perang ‘Ain Jalut, semacam hari Muhammad al-Fatih saat penaklukan Konstantinopel dan semacam  hari Sulaiman al-Halabi saat menghabisi Jenderal Prancis, Jean Baptiste Kleber.&lt;br /&gt;Kami ingin — walau sesaat sebelum kami dijemput maut — mata kami dapat merasakan sejuknya menyaksikan Khilafah Islamiyah. Menyaksikan panji-panjinya berkibar di Timur dan Barat. Menyaksikan payungnya yang teduh memenuhi dunia dengan keadilan, kebenaran, cahaya dan petunjuk. Kami ingin menyaksikan saat khalifah memandang awan lalu berkata, “Wahai awan, pergilah ke timur atau ke barat, kamu pasti akan menjumpaiku di sana!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami menunggu saat kata-kata itu menjadi nyata. Saat kekuasaan Islam sampai ke Timur dan Barat, sampai ke seluruh pelosok negeri. Saat kekuasaan khilafah memenuhi setiap jengkal bumi ini dengan kebaikan, hidayah dan cahaya.&lt;br /&gt;Kami benar-benar merindukan suatu hari saat Alloh menaklukkan Roma — ibukota Nasrani di jagat ini — bagi kaum Muslimin. Rasululloh telah mengabarkan bahwa kota ini akan ditaklukkan setelah ditaklukkannya Konstantinopel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konstantinopel atau Istambul telah takluk di tangan Sultan Muhammad alFatih. Beliau berhak menyandang pujian Nabi dalam hadits yang terkenal : “Konstantinopel pasti akan ditaklukkan. Panglima perangnya adalah sebaik-baik panglima, dan pasukannya pun sebaik-baik pasukan.” (HR Ahmad dalam Musnad IV/335 dan Syekh alAlbani mendhoifkan dalam asSilsilah adhDhoifah no 878)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu Sultan alFatih telah bersiap-siap untuk menaklukkan Roma. Eropa pun diliputi kegelisahan, ketakutan dan kengerian. Namun, ajal menjemput sang Sultan sebelum proyek agung ini terealisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti bahwa Eropa diliputi kegelisahan dan kengerian adalah gereja-gereja di Eropa pada umumnya dan Roma pada khususnya terus-menerus membunyikan lonceng selama tiga hari berturut-turut sebagai tanda suka cita menyambut kematian Sultan muslim yang agung itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami menunggu hari semisal hari-hari itu dengan sangat cemas dan gelisah. Sesungguhnya kemenangan Islam adalah harapan tertinggi yang menjadi cita-cita seseorang, supaya matanya berbinar di dunia karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, kita merasakan bahwa bukanlah isteri sholihah yang dimaksud dengan kebaikan di dunia yang termuat di dalam firmanNya : “Wahai Robb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat.” (alBaqoroh : 201)&lt;br /&gt;Tapi, itu adalah kemenangan Islam dan din ini — sebagaimana dikatakan oleh sebagian ulama. Kebaikan yang tiada tandingannya. Kebaikan yang menepis segala kelesuan, kegundahan dan kesedihan. Meskipun ada di antara kita yang harus kehilangan keluarga, anak, harta atau kedudukannya di jalan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami benar-benar merindukan hari-hari semisal hari saat Alloh memenangkan agamaNya, memuliakan wali-waliNya dan hizbNya melebihi kerinduan kami kepada isteri-isteri kami, anak-anak kami, bapak-bapak kami, ibu-ibu kami saat kami sudah tidak berjumpa dengan mereka selama bertahun-tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami benar-benar merindukan sejuknya mata kami oleh hari semacam hari Uqbah bin Nafi, saat ia tegak di atas pelana kudanya, menceburkan kudanya di tepian samudera Atlantik seraya berkata, “Demi Allah, sekiranya aku tahu bahwa di seberang sana ada daratan, niscaya aku akan berperang di sana di jalan Alloh.” Kemudian Uqbah menatap langit seraya berkata, “Wahai Robbku, jikalau bukan karena lautan ini, niscaya aku akan ke seberang sana sebagai mujahid di jalanMu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami benar-benar menunggu hari-hari itu. Bagaimana dengan anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1978655410352353878-1365516123752379293?l=abuicanimovic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/feeds/1365516123752379293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/2010/03/kami-tunggu-kedatangan-kalian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1978655410352353878/posts/default/1365516123752379293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1978655410352353878/posts/default/1365516123752379293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/2010/03/kami-tunggu-kedatangan-kalian.html' title='Kami Tunggu Kedatangan Kalian'/><author><name>abu.icanimovic</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05403105886630943501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/TA0kHbW_w4I/AAAAAAAAABw/4uFTph-5HSw/S220/586MSC_logo-736079.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1978655410352353878.post-3386023657513578507</id><published>2010-03-18T19:27:00.000-07:00</published><updated>2010-03-18T20:45:31.285-07:00</updated><title type='text'>Dialog JI Mesir vs Syekh Albani : Kupas Tuntas Istilah 'Jamaah Takfir wal Hijrah</title><content type='html'>JAMAAH ISLAMIYAH MESIR MENJAWAB SYEKH AL ALBANI&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;BAGIAN III&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;oleh : &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Abu Isro' Al Asyuthi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EMPAT :&lt;br /&gt;Penjelasan tentang kafirnya para penguasa saat ini&lt;br /&gt;Meski dengan menerapkan pendapat Ibnu Abbas atas diri mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah jelas bagi kita dari perkataan-perkataan ulama`yang kami nukil diatas bahwa perkataan Ibnu Abbas menunjuk pada pengertian orang yang memutuskan satu kasus atau beberapa kasus dengan selain syariat Allah berada pada dua keadaan : kafir asghar atau akbar, jika yang mendorongnya berbuat seperti itu adalah syahwat dan hawa nafsunya dengan masih mengakui ia berbuat dosa, dan ia mengakui hukum Allah itulah hukum yang benar : maka kufurnya adalah kufur ashghar. Adapun jika ia melakukannya karena mengingkari hukum Allah atau meyakini selain hukum Allah lebih baik dari hukum Allah, atau sebanding atau ia boleh memilih untuk berhukum dengan hukum Allah atau hukum lain atau ia mengganggap remeh syariat Allah, maka kekafirannya adalah kafir akbar yang mengeluarkan dari millah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah kami jelaskan bahwa penguasa yang menetapkan undang-undang yang diterapkan atas rakyat dengan selain hukum Allah, atau ia memaksa rakyat untuk mau dihukumi dengan selain hukum Allah, tidak masuk dalam perincian keterangan diatas. Meskipun demikian kami katakan kalaulah kita katakan pendapat penguasa yang menetapkan undang-undang selain hukum Allah termasuk dalam atsar ini, tentunya setiap orang yang jujur tentu akan mengikuti bahwa para penguasa hari ini terjatuh pada beberapa bentuk kekafiran yang mengeluarkan dari millah. Sikap mereka tidak menunjukkan kalau mereka orang-orang yang dikuasai syahwat atau hawa mafsunya sehingga berhukum dengan selain hukum Allah namun masih meyakini wajibnya berhukum dengan hukum Allah dan perbuatannya tersebut sebuah maksiat yang pantas mendapat ancaman Allah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika presiden Mesir terdahulu menghina hijab syar`i dengan menyebutnya sebagai tenda, mungkinkah dikatakan ia mengakui tuduhannya itu sebuah kesalahan dan ia didorong oleh syahwat dan hawa nafsunya untuk tidak berhukum dengan syariat Allah ? Ataukah penghinaan ini sebenarnya adalah bukti penolakan terhadap syariat Allah dan mengutamakan hukum manusia atas hukum Allah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pemerintah Mesir sekarang melarang meski hanya sekedar dialog penerapan syareat di Majelis Perwakilan Rakyat, apakah ada makna lain selain mereka tidak senang atau tidak menginginkan meski hanya sekedar berfikir tentang penerapan syareat Allah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika persiden Mesir sekarang mengirim surat berisi ancaman agar tidak menerapkan syareat Islam kepada persiden Sudan terdahulu, Ja`far Numeri yang mengumumkan penerapan syareat Islam di Sudan. Ketika persiden Mesir membanggakan diri karena telah menasehati pemerintah Tunisia agar memberangus aktifis-aktifis islam yang menuntut penerapan syareat dan bersikap keras kepada mereka dengan menunjukkan tidak adanya problem ketika nasehatnya dipenuhi sebagaimana problem yang dihadapi presiden Aljazair terdahulu Syadzali bin Jaded yang tidak menuruti nasehat ini. Saya tanyakan; ketika semua ini terjadi apakah bisa dikatakan presiden Mesir termasuk mereka yang didorong oleh syahwat dan hawa nafsunya untuk tidak berhukum dengan hukum Allah sementara ia mengakui itu perbuatan dosa ? Jika syahwatnya telah  mendorongnya untuk tidak berhukum dengan hukum Allah di negaranya, maka bagaimana dengan para penguasa lainnya ?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa ia menasehati mereka untuk tidak berhukum dengan syariat Islam ? Kenapa ia menasehati mereka untuk memberangus orang-orang yang menuntut penegakan syariat ? Kenapa ia memberinya pengalaman dan bantuan dalam berinteraksi dengan para da`i dan cara memberantas mereka? saya tidak memahami dari ini semua selain kenyataan bahwa ia secara asal memang menolak syareat Allah dan mengutamakan hawa nafsu manusia atas syareat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan saya katakan kondisi para penguasa sekarang ini yang paling baik adalah orang yang berpaham demokrasi, yaitu penguasa yang menyatakan saya mengikuti kemauan rakyat, jika mereka mengingkari syareat Islam saya tidak akan menghalanginya. Meskipun ini penguasa yang paling baik kondisinya, ia tetap kafir keluar dari milah, sebagaiman penjelasan Ibnu Qoyyim,“ Jika ia menyakini ia tidak wajib berhukum dengan hukum Allah dan ia boleh memilih, meskipun ia menyakini hukum Allah, maka ini adalah kufur akbar.“ [Madarijus salikin 1/337]. Penguasa yang mengembalikan urusan kepada rakyat ini, ia telah menyakini bolehnya memilih dalam hal berhukum dengan hukum Allah ini. Ia telah meyakini tidak wajibnya berhukum dengan hukum Allah. Ucapan dan perbuatan menunjukkan kenyataan ini. Dengan meminta pendapat manusia dalam masalah menerapkan syareat Allah, ia telah keluar dari barisan orang beriman karena Allah telah berfirman : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وما كان لمؤمن ولا مؤمنة إذا قضى الله ورسوله أمرا أن يكون لهم الخيرة من أمرهم&lt;br /&gt;" Dan tidaklah patut bagi orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan sebuah keputusan, mereka mempunyai pilihan lain tentang urusan mereka.” [QS Al Ahzab : 36].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singgasana para penguasa kita tegak diatas paham sekulerisme yang memisahkan dien dengan negara. Presiden Mesir terdahulu selalu mengulang-ulang pernyataannya yang terkenal,“ Tidak ada agama dalam politik dan tidak ada politik dalam agama”. Para penguasa kita tetap bersikap seperti ini, membuat dikotomi kehidupan manusia antara hak Allah dan hak hawa nafsu, dengan selalu mengumandangkan slogan “Berikan hak Allah kepada Allah dan hak raja kepada raja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka memberi ruang bagi Allah dalam masalah ritual peribadatan semata, sementara aspek kehidupan yang lain seperti politik, ekonomi, social dan yang lainnya mereka serahkan kepada hawa nafsu orang-orang yang tidak paham. Mereka ini seperti firman Allah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أفتؤمنون ببعض الكتاب و تكفرون ببعض فما جزاء من يفعل ذلك منكم إلا خزي في الحياة الدنيا ويوم القيامة يردون إلى أشد العذاب&lt;br /&gt; “ Apakah kalian beriman dengan sebagian Al Kitab dan kafir dengan sebagian yang lainnya. Tak ada balasan atas perbuatan kalian ini selain kehinaan dalam kehidupan dunia dan pada hari kiamat mereka akan dikembalikan kepada adzab yang pedih.” &lt;br /&gt;[ Q S Al Baqarah :85 ]. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka selalu menyatakan tidak adanya perbedaan antara seorang muslim dengan selain muslim dalam negara sekuler mereka. Mereka selalu mengumandangkan slogan,“ Agama milik tuhan, tanah air milik kita bersama.” Mereka menganggap hukum-hukum tentang ahlu dzimmah sebagai hukum primitive yang telah kadaluarsa. Posisinya diganti dengan konsep nasionalisme yang menyamakan seluruh warga negara di hadapan hukum. Tak diragukan lagi hal ini berarti telah menolak hukum-hukum Allah dan menentang penerapannya. Ini jelas-jelas sebuah kekafiran sebagaimana Fatwa Lajnah Ad Da`imah lil Buhuts al Ilmiyah wal Ifta`  1/541,” Adapun orang yang tidak membedakan antara Yahudi, Nasrani dan seluruh orang kafir lainnya dengan kaum muslimin kecuali dengan tanah air, dan menyamakan kedudukan mereka di hadapan hukum, maka orang ini telah kafir.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penguasa kita hari ini, perhatian serius mereka adalah memberangus gerakan-gerakan Islam yang menuntut penegakan syariat Islam. Inilah dia pemerintah Mesir yang menangkap, menyiksa dan membunuh para da`i di jalan-jalan dan pelataran masjid. Kehormatan masjid-masjid diinjak-injak oleh tentara pemerintah di hadapan penglihatan dan pendengaran rakyat. Mahkamah militer terus-menerus menjebloskan pemuda-pemuda pilihan ke tempat-tempat penyiksaan, tak lain karena mereka mengajak diterapkannya syariat Islam dan ingin menegakkan kitabullah dan sunnah rosul-Nya. Apakah pemerintah seperti ini bisa dikatakan penguasa yang mengakui bahwa perbuatannya tersebut adalah sebuah dosa dan maksiat,  berhak untuk dihukum atas perbuatannya ini ? Padahal pemerintah ini lewat persidennya pada tahun 1986 M telah mengumumkan bahwa Jama`ah Islamiyah adalah penyakit yang harus diberantas, mereka mencoba segala cara untuk menghancurkan jama`ah tersebut. Pada awal kepemimpinannya yang ketiga tahun 1993 M, ia mengumumkan bahwa tugas pertama yang akan menjadi focus progamnya adalah memberangus kaum fundamentalis. Semua orang mengetahui bahwa yang dimaksud dengan kaum fundamentalis tak lain adalah para da`i yang menyerukan penerapan Al Qur`an dan As sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penguasa kita loyal kepada Yahudi dan Nasrani, membantu mereka dalam memusuhi kaum muslimin yang bertauhid. Mu`tamar Syarmsyekh tidak jauh dari kita, diadakan pada tahun 1996 M untuk membantu pemerintah Yahudi yang dipimpin Shimon Peres. Mu`tamar Syarmsyekh diadakan setelah berlansungnya operasi-operasi jihad yang sukses oleh Hamas dan Jihad Islamy di Palestina yang terampas. Mu`tamar ini diadakan di Mesir atas perintah Bill Clinton, gembong dari semua penguasa kita, tujuannya demi membantu Yahudi menghancurkan mujahidin  di Palestina. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penguasa kita telah meninggalkan jihad baik defensive maupun ofensif, sementara Syekh Al Albani mengatakan,” Penguasa manapun di dunia jika dikatakan kepadanya,“ Kenapa engkau tidak berjihad fi sabilillah ? Jika ia menjawab,“ Sekarang ini sudah tidak ada lagi jihad, sekarang ini era kebebasan, siapa ingin beriman silahkan beriman, siapa ingin kafir silahkan kafir. Dan ta`wil-ta`wil lain yang tidak diizinkan Allah. Penguasa yang mengingkari jihad seperti ini telah kafir.  Adapun penguasa yang meyakini ia wajib berjihad, ia mengatakan Allah menolong kita tapi kita tidak mempunyai kekuatan, kita tidak mempunyai persiapan yang layak, dan perkataan-perkataan lain sementara ia mampu melaksanakan persiapan, maka penguasa seperti ini berdosa.” [ Fatawa Syaikh Al Bani hal : 303-304].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penguasa kita ketika meninggalkan jihad dengan kedua bentuknya, mereka tidak mengatakan,” Allah menolong kita” atau “kami mengetahui jihad itu wajib namun kami tidak mempunyai kekuatan.“ Mereka termasuk dalam bentuk pertama yang dihukumi syekh Al Albani : telah kafir. Penyebabnya mereka tidak mengakui konsep jihad untuk menyebarkan Islam. Mereka mengejek orang-orang yang  menyerukan jihad. Sebagai gantinya mereka mengakui ketetapan PBB yang menyatakan tidak boleh menggunakan kekuatan kecuali untuk defensive. Meski demikian sampai jihad defensive melawan Yahudi pun telah mereka tutup pintunya. Presiden Mesir terdahulu telah mengumumkan bahwa perang Oktober adalah perang terakhir melawan Yahudi. Para penguasa kita senantiasa mengumumkan bahwa perundingan damai dengan Yahudi adalah satu-satunya pilihan mereka. Kalau mereka termasuk penguasa yang mengakui jihad namun mengatakan,“ Allah menolong kita” seperti ungkapan syekh Al Albani, tentulah mereka membiarkan pihak selain mereka untuk berjihad. Tapi kenyataannya mereka justru terus menerus memusuhi umat Islam yang menyerukan jihad untuk membebaskan Palestina. Mereka tolong menolong dengan pemerintah Yahudi untuk memberangus para mujahidin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan data-data ini yang bisa dikatakan tentang para penguasa kita hari ini : tidak mungkin mengatakan mereka tidak berhukum dengan hukum Allah karena dorongan syahwat dan nafsunya belaka. Tapi kenyataan yang sebenarnya adalah mereka mengutamakan hawa nafsu penduduk dunia atas syareat Rabb bumi dan langit. Kekafiran penguasa seperti mereka menurut ahlul haq (pengikut kebenara) tidak mungkin disifati sebagai kafir asghar. Yang benar adalah kafir akbar dan jelas murtad. Wallahu A`lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir barang kali pembaca mendapati kami memfokuskan diri pada penguasa Mesir hari ini. Ini karena merekalah yang kami ketahui keadaannya. Kami tidak mengira mayoritas para penguasa kaum muslimin hari ini kecuali seperti para penguasa Mesir juga. Meskipun demikian, penguasa lain yang kami dapati tidak melakukan kekafiran yang disebutkan diatas, maka ia tidak termasuk penguasa kafir yang kami maksudkan. Kita juga mengetahui bersama bahwa diantara para penguasa kaum muslimin hari ini ada yang dasar pemikiran atau ideologinya telah jelas-jelas kafir dan bertentangan dengan syari`at, tanpa melihat kepada masalah hukum. Contohnya seperti penguasa yang berideologi Nusairiyah, mengingkari As Sunnah atau meyakini ideologi partai Ba`ats. Wallahu A`lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 3 :&lt;br /&gt;Diskusi dengan tema lain bersama Syekh Al AlBani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita selesai mendiskusikan dua permasalahan di atas, saya melihat akan sangat tepat bila saya sebutkan beberapa catatan singkat mengenai pendapat-pendapat syekh Al Albani lainnya yang masih berkaitan dengan perubahan yang telah lewat. Saya katakan billahi taufiq - :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pemahaman Yang Aneh Tentang Permasalahan I`dad.&lt;br /&gt;Allah berfirman :&lt;br /&gt;وَأَعِدُّوا لَهُم مَّااسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللهِ وَعَدُوَّكُمْ وَءَاخَرِينَ مِن دُونِهِمْ لاَتَعْلَمُونَهُمُ اللهُ يَعْلَمُهُمْ&lt;br /&gt;“ Dan persiapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu mampu, dan dari kuda-kuda yang tertambat untuk berperang, dengannya kalian menggentarkan musuh-musuh Allah dan musuh-musuh kalian.” [ QS. Al ِِAnfal : 60],&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam ayat ini ada perintah ilahy yang ditujukan kepada kaum muslimin untuk mempersiapkan pembekalan untuk memerangi musuh-musuh. Namun syekh Al Albani menetapkan syarat yang aneh untuk melaksanakan perintah Allah ini, di mana sepengetahuan kami tidak ada seorangpun yang berpendapat demikian sebelum beliau.&lt;br /&gt;Dalam fatawa syaikh Al Albani,  beliau berkata,“   Untuk siapa ayat ini ditujukan   (وَأَعِدُّوا لَهُم) Siapkanlah wahai seluruh umat Islam !!!….Siapkanlah wahai semua orang yang beriman dengan sebenar-benar iman …. Apakah keimanan kita sudah demikian? jika demikian, kita tidak dituju oleh ayat ini secara langsung karena kita belum mukmin dengan sebenarnya ….” (??!!)&lt;br /&gt;[ Fatawa Syekh Al bani  hal :254, dari kaset no :171 ].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku yang sama, beliau mengulang pendapat beliau, “Untuk siapa ayat  (  وَأَعِدُّوا لَهُم )  ditujukan ? orang-orang Islam, orang-orang mukmin yang sebenarnya yang menjaga semua perintah Allah dan rosul-Nya, ataukah untuk orang-oramg muslim akhir zaman semisal kita ini ? Siapa yang di maksud oleh ayat ini ? mereka, tentu saja adalah orang-orang mukmin golongan yang pertama.” [Fatawa Syekh Al bani  hal : 448 ]&lt;br /&gt;Kemudian beliau menjelaskan sifat-sifat orang-orang mukmin yang dituju oleh ayat ini, “ Mereka tidak harus shoum selamanya dan sholat malam, tidak, ini hanya nafilah saja, namun orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah orang-orang yang mengerjakan semua perintah Allah dan meninggalkan semua yang diharamkan Allah.” [ Fatawa Syekh Al Albani  hal :254, dari kaset no : 136 ].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami ingin bertanya kepada Syekh : Dari mana beliau mendapatkan syarat yang aneh ini ? Dalil mana yang menunjukkan bahwa ayat ini ditujukan kepada orang-orang yang mukmin dengan sebenar-benar iman saja ? Atau orang-orang yang Syekh sifati mengerjakan perintah-perintah Allah dan meninggalkan larangan-larangan Nya ? &lt;br /&gt;Allah telah berfirman kepada orang-orang beriman : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ&lt;br /&gt;“ Hai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kalian shaum sebagaimana telah diwajibkan atas kaum sebelum kalian supaya kalian bertaqwa.” [QS Al Baqarah : 183].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman :&lt;br /&gt;يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ&lt;br /&gt;" Hai orang-orang yang beriman, tepatilah janji kalian.” [Q S Al Maidah : 1]. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman : &lt;br /&gt;يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاَةِ فَاغْسِلُوا&lt;br /&gt;“ Hai orang-orang yang beriman, jika kalian hendak melaksanakan sholat maka basuhlah wajah kalian.” [QS. Al Maidah : 6], &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman :&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”   [QS. Al Ahzab : 56],&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ayat-ayat lain yang ditujukan kepada orang-orang yang beriman, baik berupa perintah maupun larangan. Maka mungkinkah bagi seseorang untuk menyatakan ayat-ayat ini khusus ditujukan segolongan umat Islam tertentu, yaitu orang-orang beriman dengan sebenar-benar iman ? Kalau apa yang dikatakan oleh Syekh Al Albani benar, tentulah setiap orang boleh mengatakan,“ &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Saya tak akan pernah shoum Ramadlon karena saya tidak termasuk orang-orang yang beriman dengan sebenar-benar iman&lt;/span&gt;, yang melaksanakan seluruh perintah Allah dan meninggalkan seluruh larangan Allah, atau ia akan mengatakan saya tak akan menetapi janji dan tak akan mengucapkan sholawat atas Nabi karena saya belum beriman dengan sebenar-benar iman.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Syekh Al Albani menyangkal,“ Saya tidak berpendapat demikian kecuali dalam hal jihad saja.” Kami jawab, “Apa bedanya perintah untuk melakukan i`dad dengan perintah-perintah larangan syar`I lainnya? Bukankah semuanya ditujukan kepada orang-orang beriman ?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai alangkah besarnya pintu yang terbuka bagi orang-orang yang melalaikan perintah-perintah Allah. Dikatakan kepada mereka --- menurut pendapat Syekh Al Albani ini---, “Karena kalian pelaku maksiat dan melalaikan kewajiban-kewajiban syar`I, maka kami cukupkan kalian dengan menggugurkan kewajiban I`dad, terlebih lagi kewajiban jihad, kalian tak terkena kewajiban jihad. Karena selama seseorang tak terkena kewajiban i`dad ia tidak terkena kewajiban jihad.” Bahkan saya telah mendengar sebuah kaset Syaikh sejak beberapa tahun yang lalu. Dalam kaset tersebut Syaikh juga menyatakan gugurnya kewajiban jihad. sayang sekali kaset tersebut saat ini tidak ada pada saya, sehingga saya tidak bisa menuliskan ucapan beliau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang benar jihad dan i`dad untuk melaksanakan jihad merupakan dua kewajiban syar`i, untuk melakukannya seseorang tidak disyariatkan harus lepas dari dosa dan maksiat. Perintah untuk jihad dan i`dad merupakan perintah mutlaq tanpa syarat yang disebutkan oleh Syekh Al Albani ini. Pada masa salafus sholeh, orang-orang berjihad padahal pada dirinya belum terpenuhi syarat-syarat yang disebutkan oleh Syekh Al bani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantaranya adalah hadits Bara`,“Seorang laki-laki dengan baju besi untuk perang datang kepada Nabi. Ia bertanya, “Ya Rasulullah saya ikut perang langsung atau masuk Islam dahulu? Beliau menjawab,“ Masuklah Islam terlebih dahulu baru kemudian ikut berperang !”   Laki-laki itu masuk Islam lalu ia ikut berperang hingga terbunuh. Maka Rasulullah bersabda,  “Ia beramal sedikit namun diberi pahala yang banyak.” [H R. Bukhori : 2808, Muslim :1900, dengan lafadz Bukhori ].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki ini lansung ikut berperang setelah masuk Islam dan Nabi tidak memintanya untuk menunggu dulu sehingga menjadi seorang mukmin yang sebenar-benar iman, mukmin yang menjalankan perintah-perintah Allah dan meninggalkan larangan Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah yang semisal terjadi pada diri Ushoirim Bani Abdul Asyhal. Imam Ibnu Ishak meriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata, “ Mereka menceritakan kepadaku tentang seorang laki-laki yang masuk jannah padahal belum sholat sekalipun. mereka tidak mengetahui siapa laki-laki tersebut dan menanyakannya, maka Abu Hurairah menjawab, “ Ushoirim bani Abdul Asyhal ( Amru bin Tsabit bin Waqash ).  Al Husain (perawi) berkata, “Saya bertanya kepada Mahmud bin Asad, “ Bagaimana sebenarnya ceriata tentang Ushoirim bani Abdul Asyhal ? Ia menjawab, “Ia tidak mau masuk Islam. Ketika Rasulullah keluar pada perang Uhud, Ia terketuk untuk masuk Islam. Ia lalu masuk Islam dan mengambil pedangnya lalu masuk barisan kaum muslimin. Ia ikut berperang hingga akhirnya terjatuh karena luka-luka yang dialaminya. Ketika Bani Abdul Asyhal mencari korban-korban yang meninggal dari kaum mereka, mereka menemukannya tergeletak. Mereka bertanya-tanya,“ Ini Ushoirim ? Kenapa ia datang ? Kita meninggalkannya dalam keadaan membenci perkataan ini ( syahadat) ?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menanyai Amru,“ Ya Amru, apa yang mendorongmu ikut berperang ? Karena membela kaummu atau senang kepada islam ? Ia menjawab,” Karena senang kepada Islam. Aku telah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Aku masuk Islam, lalu kuambil pedangku, aku ikut berperang bersama Rasulullah sampai aku terluka seperti ini,“ Ia hanya bertahan sebentar dan tak lama kemudian ia meninggal di depan mereka. Mereka melaporkan kisah Ushoirim kepada Rasulullah, maka beliau bersabda,“ Ia termasuk penghuni syurga.” [HR. Ibnu Ishaq, sebagaimana disebutkan di dalam sirah Ibnu Hisyam III/95, di shohihkan oleh Al Hafidz di dalam Al Fath VI/25. Kisah ini juga diriwayatkan dengan sanad lain dari Abu Hurairah oleh Abu Daud (2537) dan Al Hakim III/28].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits Abu Hurairah secara marfu`,“ Sesungguhnya Allah akan menolong dien ini dengan laki-laki yang fajir ( pendosa ).” [HR. Bukhori 3062, Muslim 111 ].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits Abu Mihjan Ats Tsaqafy, bahwasanya ia terus didera karena minum khomr. Karena  sudah terlalu sering dan tidak pernah jera, akhirnya mereka memenjarakan dan mengikatnya. Pada saat perang Qadisiyah berkecamuk, ia melihat pertempuran kaum muslimin. Seakan-akan ia telah melihat orang-orang musyrikin telah mengalahkan umat Islam. Ia segera mengutus seseorang untuk mengatakan kepada isteri Sa`ad,“ Abu Mihjan berpesan kepada anda bila anda melepaskan ikatannya dan mengantarkan kuda dan pedang kepadanya, ia akan pulang pertama kali kecuali kalau terbunuh.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isteri Sa`ad melepaskan ikatan Abu Mihjan dan membawakan kuda yang ada di rumah lalu menyerahkan pedang kepadanya. Segera Abu Mihjan melesat ke medan pertempuran. Ia terus bertempur dengan gagah berani sehingga membunuh musuh-musuh yang ada di depannya dan membabat punggungnya. Sa`ad melihat kepadanya dengan penuh keheranan dan bertanya-tanya,“ Siapa penunggang kuda ini ?” Kaum muslimin terus bertempur sampai Allah mengalahkan orang-orang musyrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Mihjan segera kembali ke tempat penahanannya, mengembalikan senjata dan mengikat kedua kakinya seperti sedia kala. Ketika Sa`ad datang, isterinya segera bertanya, “Bagaimana jalannya pertempuran ?” Sa`ad menceritakan jalannya pertempuran dengan urut.“ Kita terdesak sampai Allah mengutus seorang penunggang kuda. Kalaulah tidak karena Abu Mihjan kutinggalkan dalam keadaan terikat, tentulah aku sudah mengira penunggang kuda tersebut adalah Abu Mihjan.” Isterinya menjawab,“ Demi Allah, itulah Abu Mihjan. Ia tadi begini dan begini…” Mendengar hal itu, Sa`ad segera memanggil Abu Mihjan dan melepaskan ikatannya.  “Demi Allah, kami tidak akan menderamu lagi karena kamu minum khomr.” Abu Mihjan menjawab,“ Dan saya tidak akan minum khomr lagi.” [ Diriwayatkan oleh Abdu Razaq no : 17077, dari Ma`mar dari Ayub dan Ibnu Sirrin, sanad ini shahih bersambung sampai Ibnu Sirrin. &lt;br /&gt;Hadits ini  juga diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (15593), Sa`id bin Manshur (2502) dan Abu Ahmad al Hakim seperti dalam Al Ishobah (IV/173) dari Muhammad bin Sa`ad bin Abi Waqash ].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Diantara aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama`ah adalah berjihad bersama umara`(pemimpin), baik yang sholih maupun yang fajir.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya jihadnya penguasa yang fajir adalah disyareatkan, kita dituntut untuk berjihad bersamanya sekalipun ia fasiq dan fajir. Aqidah  ini jelas menggugurkan syarat yang disebutkan oleh Syekh Al Albani.&lt;br /&gt;Yang paling ganjil dari seruan Syekh Albani ini adalah seruan ini menyelisihi sabda Rasulullah,“ Akan senantiasa ada suatu kelompok umatku yang berperang diatas jalan kebenaran, mereka menang hingga hari kiamat.” [Muslim 156,1923, Ahmad III/345, Abnu Hibban 6780, Ibnu Jarid dalam Al Muntaqa  1031, dari hadits Jabir bin Abdullah. Hadits yang semakna diriwayatkan oleh Jabir bin Samurah dalam shohih Muslim 1922, hadits Uqbah bin Amer dalam shohih Muslim 1924, dan hadits Imron bin Husain dalam sunan Abu Daud 2484 dan musnad Ahmad IV / 437].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi telah memberitahukan akan senantiasa ada sekelompok umatnya yang berperang fi sabilillah dan hal itu tidak akan berhenti sampai terjadinya akhir zaman, Imam Al Khithobi berkata  dalam Ma`alim Sunan,“ Dalam hadits ini ada penjelasan bahwa jihad tidak akan pernah berhenti selamanya. Jika pernyataan tidak mungkin semua penguasa itu adil adalah sebuah pernyataan yang masuk akal, maka hadits ini menunjukkan jihad melawan orang-orang kafir bersama penguasa yang dholim adalah wajib sebagaimana jihad bersama penguasa yang adil. Kedzaliman mereka tidak menggugurkan kewajiban ta`at kepada mereka dalam jihad dan kebaikan lainnya.” [Ma`alim Sunan Hasyiyah Abi Daud III/11].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Syarh Muslim XIII/67, An Nawawi mengatakan,“ Dalam hadits ini terdapat mu`jizat nyata, bahwa sifat ini senantiasa ada ---Al Hamdulillah--- sejak zaman Nabi hingga sekarang, ia akan tetap ada hingga datang ketetapan Allah yang disebutkan dalam hadits.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud dari perkataan Syekh Albani, bahwa kaum muslimin semisal kita yang berada di akhir zaman ini : sekarang ini tidak diperintahkan untuk pergi berjihad dan beri`dad karena kita bukan orang-orang yang beriman dengan sebenar-benar iman, sementara hadits-hadits ini menjelaskan suatu masa tak akan pernah kosong dari suatu kelompok yang berperang fisabilillah apapun kondisi umat saat itu; kuat, lemah ataupun jauh dari syariat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kami katakan, “ Bukan menjadi hak seseorang untuk memvonis umat Islam lainnya. Boleh jadi ia tak mampu berjihad, bahkan untuk melakukan i`dad sekalipun, sementara orang lain boleh jadi mampu melakukannya. Orang yang mampu wajib melakukan apa yang tidak mampu dikerjakan oleh pihak yang tidak mampu. Pada saat itu orang yang tidak mampu tidak boleh mengingkari orang lain, yang mampu menegakkan perintah Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Qadhi Ibnu Abil `Izz dalam Muqaddimah Syarh Thahawiyah halaman 16 mengatakan,“ Jika seorang hamba lemah untuk mengetahui sebagiannya atau untuk mengamalkannya, maka janganlah kelemahannya tersebut menghalangi dari apa yang dibawa Rasulullah. Cukuplah celaan itu gugur darinya karena kelemahannya. Namun hendaklah ia bergembira karena orang lain telah mengerjakan amal tersebut, hendaklah ia ridlo dengan hal itu dan berharap bisa melakukannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Apa faedah mengkafirkan para penguasa kalau tidak mampu memerangi mereka ?&lt;br /&gt;Syekh Albani berkata, “ Tarohlah  kekafiran para penguasa adalah kafir karena murtad. Jika ada penguasa yang kedudukannya lebih tinggi dari mereka dan mengetahui kekafiran mereka, maka hukuman had bisa di tegakkan. Sekarang faedah apa yang bisa kalian ambil dari aspek amal, kalau kita mengakui kekafiran mereka adalah kafir murtad ? Apa yang bisa kalian lakukan ? Orang-orang kafir menguasai negara Islam, sementara kita disini diuji dengan pendudukan Yahudi atas Palestina. Apa yang kalian dan kita bisa lakukan terhadap orang-orang kafir yang menguasai negeri Islam, sehingga kalian bisa melawan para penguasa yang kalian yakini mereka telah kafir ? Kenapa masalah ini tidak kalian tinggalkan saja, lalu kalian memulai membangun kekuatan inti yang menjadi pondasi pemerintahan islam dengan mengikuti sunah yang dengannya Rasulullah membina dan menggembleng para sahabat ?” [Fatawa Syekh Albani hal : 250,251, dari kaset 670 ].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh dalam hal ini berpendapat tidak boleh mengusik para penguasa kafir jika kita tidak mampu merobah mereka. Beliau berpendapat sewajarnya kita diam, tidak mengumumkan kekafiran mereka, tidak mengatakan kebenaran di hadapan mereka dan tidak melakukan I`dad untuk jihad melawan mereka. Sebagai gantinya kita harus menyibukkan diri dengan membangun kekuatan inti Islam melalui metode yang selalu Syekh Albani sebut dengan istilah Tashfiyah dan Tarbiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya katakan tidak diragukan lagi urgensi tarbiyah imaniyah yang diserukan oleh Syekh, tapi kami berbeda pendapat dengan Syekh dalam hal tashfiyah wa tarbiyah sebagai satu-satunya kewajiban dan kita tidak boleh melakukan sesuatupun dalam menyikapi para pengusa kafir selama kita tidak mampu menyingkirkan mereka. Penyebabnya tak lain karena konsekwensi dari kafirnya para penguasa bukanlah sekedar perang dan keluar dari ketaatan kepada mereka saja, namun ada banyak konsekwensi lain yang harus dilakukan umat Islam terhadap orang yang di hukumi kafir, baik penguasa maupun rakyat, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antaranya  berlepas diri dari orang kafir tersebut dan mengumumkan sikap berlepas diri dengan menampakkan kebencian dan permusuhan karena kekafirannya.&lt;br /&gt;Allah berfirman :&lt;br /&gt;قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَءَآؤُا مِنكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَآءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللهِ وَحْدَهُ&lt;br /&gt; “ Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagi kalian pada diri Ibrahim dan orang-orang beriman yang bersamanya. Ketika mereka berkata kepada kaumnya,” Sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian sembah selain Allah. Kami ingkari kekafiran kalian dan telah nyata antara dengan kalian kebencian dan permusuhan buat selama-lamanya sampai kalian beriman kepada Allah saja.” [ Q S Mumtahanah : 4 ].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak diragukan lagi bahwa Ibrahim dan pengikut beliau ketika mengungkapkan ungkapan ini, berjumlah sedikit dan lemah, tidak mampu memerangi kaumnya. Meskipun demikian, mereka mengatakan berlepas diri dari kaum mereka dan mengumumkan permusuhan dan kebencian yang sangat. Demikian pula kondisi Rasulullah di Makkah. Beliau bersama pengikutnya hanyalah kelompok lemah yang tidak mampu memerangi kaum musyrikin Quraisy. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun beliau tetap lantang menyerukan kebenaran di hadapan mereka, membodoh-bodohkan penyembahan selain Allah dan mengancam mereka dengan adzab yang pedih di akhirat. Bahkan beliau mengancam mereka di dunia juga, seperti sabda Rasulullah yang berbunyi :&lt;br /&gt;أتسمعون يا معشر قريش أما والذي نفسي بيده لقد جئتكم بالذبح &lt;br /&gt;"  Apakah kalian dengar wahai orang-orang Quraisy ?. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya. Aku benar-benar datang untuk menyembelih kalian.” [HR. Ahmad II/218, Ibnu Ishaq sebagaimana dalam sirah Ibnu Hisyam I/289-290, At Thobari dalam Tarikh II/332, Al Baihaqi dalam Dalailun Nubuwah II/275 dari Abdullah bin Amru. Hadits ini diriwayatkan oleh Al Haitsami dalam Majma`uz Zawaid VI/15-16, dan ia mengatakan,“ Diriwayatkan oleh Ahmad. Ibnu Ishaq  telah menegaskan ia mendengarnya, dan perawi lainnya adalah perawi Ash shohih.” Hadits ini dishohihkan oleh Syekh Ahmad Syakir dalam Syarh beliau terhadap musnad Ahmad II/204 ].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Baihaqi dalam Dalailun Nubuwah II/275 berkata,“ Dalam hadits ini disebutkan Rasulullah mengancam akan menyembelih mereka, yaitu membunuh mereka dalam kondisi seperti itu. Allah lalu menampakkan kebenaran ucapan beliau setelah lewat beberapa waktu, Allah menghancurkan mereka dan menjaga kaum muslimin dari kejahatan mereka.”&lt;br /&gt;Menasehati ummat dengan menerangkan kondisi penguasa-penguasa yang mengaku Islam padahal mereka bukan kaum muslimin. Membiarkan tanpa menjelaskan kondisi mereka adalah suatu penipuan terhadap ummat dan penyembunyian kebenaran yang diperintahkan untuk disuarakan dengan lantang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang murtad tidak halal sembeliahan mereka, tidak boleh dinikahi perempuan-perempuan mereka. Maka wajib bagi orang yang mengetahui kondisi orang-orang yang murtad untuk tidak makan sembelihan mereka dan tidak menikahi wanita mereka. Ia juga wajib memberi tahu orang-orang yang belum tahu akan kondisi orang-orang murtad tersebut sehingga bisa memperlakukan orang-orang murtad dengan perlakuan yang benar.&lt;br /&gt;Wajib bagi umat Islam untuk mengadakan I`dad, sehingga ketika mereka telah mampu, mereka bisa memerangi orang-orang kafir tersebut. Syaikh Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu` Fatawa XXVIII/259 berkata, “Wajib hukumnya mempersiapkan diri untuk jihad dengan menyiapkan kekuatan dan menambatkan kuda-kuda perang ketika tidak mampu melakukan jihad karena masih lemah. Sesungguhnya hal yang suatu kewajiban tak akan sempurna tanpanya, maka hukum hal tersebut adalah wajib.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kewajiban-kewajiban lain yang terhadap orang-orang murtad dan tidak berkaitan dengan kemampuan memerangi mereka. Jika seorang muslim tidak mampu melakukan sebagian kewajiban ini, kewajiban yang ia bisa lakukan tidaklah gugur. Dalam kaedah ushul telah diakui kaedah “ hal yang mudah tidak gugur dengan adanya kesusahan.” Rasulullah bersabda :&lt;br /&gt;“ Barang siapa melihat kemungkaran, jika ia sanggup hendaklah ia merubahnya dengan tangannya. Jika tidak sanggup, hendaklah ia merubah dengan lisannya. Jika tetap tidak sanggup, hendaklah ia merubah dengan hatinya. Dan itulah tingkatan iman yang paling lemah.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita tidak bisa merubah kemungkaran penguasa yang kafir ini, yaitu kekafirannya, dengan tangan kita, maka kewajiban kita adalah merubahnya dengan lisan kita kalau mampu. Yaitu menerangkan kekafirannya, kewajiban menjatuhkannya dan bertaubat. Seorang mukmin wajib merubah kemungkaran sesuai dengan kemampuannya.&lt;br /&gt;Bagi orang yang merubah kemungkaran tidak disyareatkan mengetahui kemungkaran akan hilang dengan usaha tersebut. Yang wajib adalah memerintahkan yang ma`ruf dan yang melarang yang mungkar, sekalipun ia tahu kemungkaran akan tetap seperti sedia kala.&lt;br /&gt;Imam An Nawawi dalam Syarah Muslim II/23, mengatakan,“ Kewajiban amar ma`ruf nahi munkar tidak gugur dari seorang mukallaf dikerenakan ia yakin usahanya tidak akan bermanfaat. Bahkan ia wajib melakukannya karena peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang mukmin. Sudah kami terangkan didepan bahwa yang menjadi kewajibannya adalah memerintah dan melarang, bukan diterimanya (peringatan tersebut), sebagaiman firman Allah :&lt;br /&gt;ما على الرسول إلا البلاغ...&lt;br /&gt;“ Kewajiban Rasul tidak lain hanyalah menyampaikan.” (Al Maidah : 99)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Albani menyebutkan bahwa kaum muslimin tidak mampu melepaskan Palestina dari cengkeraman Yahudi. Kami katakan “ya” benar. Namun apakah karena tidak adanya kemampuan ini menghalangi kita untuk membicarakan bahaya Yahudi  dan ajakan kepada umat Islam untuk berjihad melawan yahudi ? Kami yakin Syekh Albani tidak berpendapat wajibnya diam dari membicarakan Yahudi dan kewajiban berjihad melawan mereka dengan alasan tidak mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga kami katakan dalam masalah penguasa jika telah kafir. Ketidak mampuan kita untuk merubahnya tidak menjadi penghalang untuk mengerjakan kewajiban-kewajiban yang kita mampu melaksanakannya terhadap penguasa kafir, Wallahu A`lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3- Mencampur Adukkan antara Jama’ah Takfir Dengan Orang-Orang Yang Mengkafirkan Penguasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah kita simak perkataan syaikh Albani di awal kaset yang menjadi pembahasan kita pada dua pasal terdahulu, yaitu perkataan beliau,” Sesungguhnya realita kehidupan kaum muslimin dibawah para penguasa, katakanlah mereka penguasa kafir menurut istilah jama’ah takfir…” Jelas dari perkataan syaikh bahwa beliau mencampur adukkan antara orang yang mengatakan kafirnya penguasa dengan jama’ah takfir. Hal ini terulang beberapa kali dalam ungkapan seperti ini atau ungkapan lainnya, di tempat lain dalam kaset beliau serta dalam kesempatan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ingin kami jelaskan kepada syaikh, tidak setiap orang yang menyatakan kafirnya penguasa termasuk dalam gerakan yang disebut dengan nama jama’ah takfir. Jama’ah takfir adalah nama untuk sebuah jama’ah yang mendasarkan pemikirannya kepada beberapa pendapat bid’ah, yang paling penting adalah mengkafirkan orang yang terus menerus berbuat maksiat dan menganggap dirinya sajalah jama’atul muslimin itu. Orang yang tidak masuk dalam jama’ah mereka tidak mereka akui sebagai seorang muslim.&lt;br /&gt;Adapun mengkafirkan  penguasa yang menetapkan undang-undang positif, maka ini suatu hal yang telah disepakati oleh para ulama sebagaimana telah kami jelaskan, bukan khusus milik jama’ah yang mereka namakan jama’ah takfir dan menamakan dirinya jama’atul muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Mesir misalnya, Jama’ah Islamiyah mengatakan kafirnya penguasa yang mengganti hukum-hukum syariat. Jama’ah Islamiyah berpendapat keluar dari ketaatan kepada mereka. Meski demikian, Jama’ah Islamiyah berbeda dengan jama’ah takfir, bahkan Jama’ah Islamiyah mempunyai beberapa studi dan pembahasan yang membantah pemikiran-pemikiran pengkafiran. Dalam buku “Mitsaqul Amal Al Islamy” ---buku ini memuat pemikiran-pemikiran Jama’ah Islamiyah--- terdapat sebuah pasal berjudul “ Aqidah kami”.1 Dalam pasal ini, jama’ah Islamiyah menjelaskan aqidahnya, yaitu aqidah salafush sholih, lalu merinci aqidah tersebut. Ternyata rincian itu adalah sama dengan  aqidah yang ditulis  syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan para muridnya tentang tauhid rububiyah, uluhiyah, asma’ wa shifat, masalah-masalah iman dan  lain sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Mitsaqul Amal Al Islamy hal. 32, ditulis,” Seorang muslim tidak dikafirkan karena kemaksiatannya sekalipun banyak dan tidak bertaubat, selama hatinya tidak menghalalkan maksiat tersebut..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Mitsaqul Amal Al Islamy  juga terdapat pasal berjudul “Pemahaman kami”, dalam hal. 56 ditulis,” Aturan satu-satunya yang benar untuk memahami Islam dengan pemahaman yang benar, yang bebas dari kekurangan dan bersih dari kesalahan,  adalah mencari pemahaman salaf umat ini terhadap Islam; pemahaman shahabat, tabi’in tabi’it tabi’in dan para ulama yang teguh dan terpercaya yang mengikuti jejak mereka, yang tidak membuat bid’ah dan tidak merubah-rubah serta tidak mengganti, mereka merealisasikan sabda Rasulullah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Maka berpegang teguhlah dengan sunahku dan sunah para khalifah sesudahku yang lurus dan mendapat petunjuk. Gigitlah dengan gigi geraham kalian…”&lt;br /&gt;Karena itu kami tidak berpaling dari pemahaman saafush sholih kepada pemahaman lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun jama’ah Syukri Musthafa yang disebut dengan jama’ah takfir wal hijrah, ia sama sekali berbeda. Jama’ah Syukri tidak meyakini pemahaman salafush sholih, tidak pula pemahaman selain salafush sholih. Jamaah ini, sebagaimana kami sebutkan tadi,  mengkafirkan pelaku dosa yang tidak bertaubat. Sampai dalam masalah keluar dari penguasa sekalipun, terdapat perbedaan yang sangat mencolok antara jama’ah Syukri dengan jama’ah-jama’ah jihad lain seperti Jama’ah Islamiyah dan lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang tidak banyak diketahui orang, bahwa Syukri berpendapat tidak boleh keluar dari para penguasa secara mutlak, bahkan sejak awal ia berpendapat tidak ada jihad kecuali setelah kekuatan persenjataan pembunuh modern di seluruh dunia telah habis. Setelah itu barulah jama’ah Syukri akan muncul memerangi sisa-sisa kekuatan orang kafir, ia mengatakan hal ini dalam bukunya “Al Khilafah”, “ …Apakah ada kesempatan bagi gerakan Islam hari ini yang lebih besar dari menjadi sebuah kekuatan yang menunggu di sebuah daerah di muka bumi, beribadah kepada Allah dan menunggu bagaimana negara-negara kafir satu sma lain saling menghancurkan dengan izin Allah, sembilan tahun misalnya atau lebih banyak dari itu, sesuai dengan kekuatan bom dan rudal serta makar setan abad dua puluh…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang peran gerakan Islam selama masa menunggu tersebut, ia mengatakan,” Dalam masa tersebut, kaum muslimin mencurahkan waktunya di sebuah daerah di muka bumi untuk beribadah kepada rabb mereka, mendekatkan diri kepada-Nya dengan amal-amal sholih, menegakkan sholat, menunaikan zakat, membersihkan baju-baju mereka dari kotoran dan najis jahiliyah yang menempel dan mengotorinya. Barulah pada saat itu fajar diizinkan segera menjelang….kewajiban kaum muslimin adalah menunggu, mengambil pelajaran, bersabar, sujud, ruku’ dan berjalan sesuai ketetapan taqdir melalui realita yang ada sampai mereka diizinkan untuk membawa pedang tertolong untuk menghancurkan sisa-sisa orang kafir yang telah ditaqdirkan Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukri tidak mengatakan adanya jihad, selamanya, sampai pedang, anak panah dan kuda kembali hadir di tengah manusia. Dalam buku yang sama, ia mengatakan, “Sesungguhnya kaum muslimin tidak mengetahui dan sekali-kali tidak mengetahui sebuah peperangan, kecuali dengan shaf, pedang, kuda dan anak panah dan bahwasanya tidak akan ada perang di jalan Allah sejak hilangnya peralatan yang telah disebutkan tadi, dan juga …” [Dokumen “Al Khilafah” tulisan Syukri Ahmad Musthafa, diterbitkan dalam buku “Ats Tsairun” karya Raf’at Sayid Ahmad hal. 115-160].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun juga, pikiran yang diserukan oleh Syukri ini termasuk dalam peribahasa “menceritakannya semata sudah cukup untuk membantahnya.” Termasuk sebuah kedzaliman yang nyata bila kita menyamakan antara kelompok-kelompok jihad terkhusus lagi Jama’ah Islamiyah di Mesir dengan pemikiran Jama’ah Takfir hanya karena kedua belah pihak sependapat mengenai telah kafirnya penguasa saat ini. Kalau begitu, kita pun boleh menyamakan antara Jama’ah Takfir dengan Syaikh Albani karena keduanya sama-sama berpendapat tidak bolehnya keluar dari penguasa pada saat ini dan cukup dengan melakukan tarbiyah, sekalipun masing-masing mempunyai konsep yang berbeda mengenai tarbiyah. Orang yang jujur tentu tak akan mengatakan demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski kami mempunyai catatan terhadap pemikiran pengakfiran ini, namun siapa saja yang mengikuti realita gerakan Islam hari ini, khususnya di Mesir, ia pasti mencatat telah lunturnya pemikiran ini karena di Mesir hanya segelintir orang yang tercerai-berai saja yang masih mempunyai pemikiran seperti pendapat Syukri Musthafa semasa ia hidup. Pemerintah Mesir juga tidak memburu mereka, sebagaimana pemerintah memburu mereka sebelumnya, karena pemerintah mengetahui meskipun jama’ah Syukri mengkafirkan pemerintah dan seluruh masyarakat, namun jama’ah Syukri tidak berpendapat bolehnya keluar dari pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1-Di antara permasalahan jihad&lt;br /&gt;Dalam kasetnya ini dan mungkin dalam kaset lainnya, syaikh Al Albani mengkitik hal-hal yang terjadi saat keluar dari penguasa. Tujuan kami bukanlah mendiskusikan hal ini secara terperinci, karena syaikh Al Albani sejak awal tidak mengakui disyariatkannnya keluar dari pemerintah kafir ini maka tak ada gunanya mendiskusikannya. Hanya saja ada dua permasalahan yang menarik perhatianku, saya ingin mengomentarinya secara singkat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a- Permasalahan Pertama. &lt;br /&gt;Syaikh telah mengkritik terbunuhnya anak-anak dan wanita di Aljazair, beliau menyebutkan dari as sunah larangan membunuh anak-anak dan wanita. Saya katakan bahwa dalam hal ini syaikh Al Albani benar. Perbedaan antara kami dengan beliau dalam masalah keluar dari penguasa kafir bukan berarti kami menolak kebenaran yang beliau sebutkan. Selalunya kami katakan wajibnya berpedoman kepada aturan-aturan syar’I dalam masalah jihad. Tidak ada kebaikan dalam sebuah amalan, sekalipun amalan tersebut disyariatkan, kecuali jika dikerjakan oleh pelakunya sesuai dengan kaedah-kaedah syariat yang lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali tepat bila saya sampaikan di sini bahwa Jama’ah Islamiyah Mesir termasuk pihak yang pertama kali mengingatkan tidak benarnya seruan kelompok Islam bersenjata Aljazair yang membolehkan membunuh anak-anak dan wanita. Sebagaimana Jama’ah Islamiyah Mesir juga telah memperingatkan kesalahan-kesalahan lain yang terjadi di Aljazair, seperti pembunuhan dua ulama ; syaikh Muhammad Sa’id dan syaikh Abdu Razzaq rajam, pembunuhan rahib (yang mengasingkan diri di biara, ed) dan lain-lain.&lt;br /&gt;Kami, alhamdulillah, menerima setiap koreksi yang disampaikan dalam perjalanan jihad ini, kami tidak ridha bila panji jihad tercemari oleh pelanggaran hal-hal yang tidak ditetapkan syariat yang lurus dan tidak diridhai Allah Ta’ala dan rasul-Nya, baik itu di Aljazair, Mesir atau negeri lainnya. Kebenaran lebih berhak untuk diikuti. Wallahu al Musta’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b- Permasalahan Kedua. &lt;br /&gt;Berkaitan dengan sebuah soal yang ditujukan kepada syaikh Al Albani, “Ada sebuah fatwa dari Jama’ah Islamiyah Mesir, jika seorang anggota Jama’ah Islamiyah ditawan dan diinterogasi yang mengakibatkan pengakuannya, mereka membolehkannya untuk bunuh diri. Bagaimana hukum masalah ini ?”2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh menjawab hal itu tidak boleh, karena biasanya menunjukkan menentang qadha’ dan qadar Allah. Lalu syaikh mengatakan, “Saya harus mengatakan ---sebagai penutup---saya katakan,” Hukum ini khusus hanya dari Jama’ah Islamiyah. Mereka mengira memberi fatwa untuk diri mereka sebagian orang atau untuk jama’ah mereka sendiri dan anggota-anggotanya, bahwa jika ditawan oleh penguasa yang dzalim maka boleh baginya bunuh diri. Dari mana mereka mendapatkan hukum ini ? Bukankah kaum muslimin generasi awal juga mengalami hal yang dialami oleh mereka, orang-orang belakangan itu ? Apakah Rasulullah memberi mereka fatwa dengan fatwa seperti ini ? Fatwa ini berngkat dari kebodohan; Pertama. Terhadap Al Qur’an dan As Sunah. Kedua. Terges-gesa dalam menegakkan kewajiban, yaitu menegakkan hukum dengan Islam, dengan Al Qur’an dan As Sunah.  Bagiamana mungkin orang yang tergesa-gesa berfatwa dengan fatwa yang menyelisihi Al Qur’an dan As Sunah akan menegakkan hukum dengan Al Qur’an dan As Sunah ?”. [dari buku “Fatawa Syaikh Al Albani hal. 364-365].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya saya tidak tahu bagaimana syaikh Albani meridhai dirinya menuduh orang lain padahal beliau belum pernah bertemu dengan mereka dan mengetahui keadaan mereka secara  sempurna, dengan tuduhan-tuduhan bodoh, tergesa-gesa, berfatwa dengan fatwa yang menyelisihi Al Qur’an dan As Sunah ? Meskipun demikian, saya akan menanyakan kepada beliau, semoga Allah memaafkan kami dan beliau,” Kenapa anda tidak mengecek lebih lanjut apakah benar Jama’ah Islamiyah mengeluarkan fatwa ini ? Apakah anda telah menemui seorang anggota Jama’ah Islamiyah yang mengatakan hal ini ? Apakah anda telah membaca tulisan-tulisan Jama’ah Islamiyah ada fatwa seperti ini ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin, syaikh Albani belum melakukan ini semua. Jika sudah, tentunya beliau tidak akan berkata seperti yang telah beliau katakan sekarang ini. Sebenarnya menisbahkan fatwa tersebut kepada Jama’ah Islamiyah tidaklah benar. Syaikh tidak berhak menanyakan dalilnya kepada kami, bukankah semestinya beliau dan pihak yang bertanya kepada beliau lah yang mendatangkan bukti karena hukum asal adalah tidak adanya penisbahan fatwa tersebut dan fatwa lainnya kepada Jama’ah Islamiyah, kecuali bila ada bukti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, kami sebutkan di sini sebuah bukti kepada syaikh Albani yang menjelaskan tidak benarnya apa yang beliau katakan, yaitu penjelasan resmi Jama’ah Islamiyah yang menyatakan tidak keluarnya fatwa yang menyerukan kepada anggotanya yang ditangkap dan diinterogasi untuk melakukan usaha bunuh diri. Dalam penjelasan resmi tersebut disebutkan, ”Sesungguhnya Jama’ah Islamiyah belum dan tak akan pernah mengeluarkan fatwa seperti ini, karena Islam jelas telah mengharamkan bunuh diri dengan dalil-dalil yang tetap dan qath’i.” Penjelasan resmi tersebut juga menerangkan bahwa fatwa ini adalah kedustaan pihak pemerintah Mesir agar bisa membunuh lebih banyak lagi anggota Jama’ah Islamiyah yang ditangkap, lalu mengaku bahwa mereka bunuh diri dengan landasan fatwa palsu tersebut. [Pembaca bisa menelaah teks lengkap penjelasan resmi Jama’ah Islamiyah dalam lampiran di akhir buku ini].&lt;br /&gt;Akhirnya saya katakan kepada syaikh, “Daripada mencela orang yang anda tidak mengenal mereka, Bukankah akan lebih baik bila anda mengatakan, “Kalau apa yang kau tanyakan ini benar maka jawabannya begini dan begini.” Atau anda menjawab dengan jawaban umum seperti anda mengatakan, “Hal itu secara syar’I tidak boleh,” tanpa perlu menunjuk perorangan dan tidak tergiring oleh berita-berita yang ada tidak bisa mengecek kebenarannya ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5- Penjelasan Penting Mengenai Kondisi di Mesir&lt;br /&gt;Hal penting yang perlu diingatkan di sini, banyak sekali orang berbicara tentang peristiwa yang terjadi di Mesir dan negeri-negeri lainnya, namun mereka tidak mengetahui banyak kondisi yang sebenarnya dari negara tersebut. Akibatnya timbullah kesalahan dalam menyimpulkan sebuah hukum. Contoh mudahnya adalah apa yang kami sebutkan sebelum ini tentang tuduhan bahwa Jama’ah Islamiyah Mesir mengeluarkan fatwa bolehnya bunuh diri bagi anggotanya yang ditangkap dan diinterogasi pemerintah. Contoh lain yang lebih penting, bahwa peristiwa yang terjadi beberapa tahun belakangan ini di Mesir bukanlah usaha menjatuhkan pemerintah Mesir, melainkan usaha darurat mempertahankan diri. Jama’ah Islamiyah Mesir memang menyatakan wajibnya keluar dari pemerintah kafir, namun Jama’ah Islamiyah Mesir memandang untuk mengakhirkan hal itu sampai persiapan untuk itu sempurna, sehingga maslahat keluar dari penguasa kafir adalah maslahat rajihah (kuat). Sebagai ganti dari itu semua, konsentrasi dialihkan kepada dakwah, mentarbiyah anggota, menyebarkan aqidah shahihah, konsentrasi dengan menuntut ilmu dengan disertai  merubah kemungkaran yang dhahir yang mampu dirubah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pemerintah sekuler Mesir tetap tidak memberi kesempatan kepada Jama’ah Islamiyah Mesir untuk meneruskan dakwah seperti ini sampai waktu memetik buahnya. Pemerintah sekuler Mesir terus berusaha memberangus dakwah ini. Pemerintah memulai dengan penangkapan besar-besaran dan penyiksaan di luar batas kemanusiaan, menahan wanita-wanita, menyerbu masjid-masjid, membunuh para dai di jalan-jalan dan serambi masjid. Mereka tidak mempunyai alasan untuk melakukan itu semua, kecuali untuk mencekik dakwah dan mencegah perkembangannya. Bahkan tujuan utama pemerintah ini tidak tersembunyi lagi, yaitu menghancurkan Jama’ah Islamiyah Mesir dan jama’ah-jama’ah lain yang disebutnya dengan kaum fundamentalis. Seorang yang mengerti tentang pemerintah seperti pemerintahan Mesir ini tentu juga mengetahui, bahwa setelah jama’ah-jama’ah ”fundamentalis” ini berhasil dihancurkan, usaha pemerintah tidak akan selesai. Mereka akan meneruskannya dengan jama’ah-jama’ah yang terkadang disebutnya sebagai jama’ah “moderat”, seperti ikhwanul muslimin dan lain-lain.&lt;br /&gt;Jama’ah Islamiyah Mesir pada tahun 1408 H telah mengeluarkan sebuah buku kecil dengan judul “Laporan Penting”, dalam buku itu Jama’ah Islamiyah Mesir menulis nama-nama dan jumlah anggota Jama’ah Islamiyah Mesir yang ditahan, disiksa, dibunuh, penahanan wanita dan pengguguran kandungan wanita-wanita anggotanya oleh rezim pemerintah sekuler Mesir. Di akhir buku kecil tersebut, Jama’ah Islamiyah melontarkan sebuah pertanyaan, “Apakah jika kami mengangkat senjata setelah ini semua terjadi, untuk membela nyawa kami, kami masih tetap dikatakan da’i-da’i keras dan teroris ?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini Jama’ah Islamiyah melihat kondisinya adalah membela diri yang tidak mungkin ditunda-tunda. Tak diragukan lagi jihad membela diri (defensif) tidak disyaratkan syarat-syarat yang terdapat pada jihad menyerang (ofensif). Yang harus dilaksanakan adalah membela diri semampunya sesuai sarana yang ada. Sikap orang-orang yang membela diri ini mengatakan,” Jika pemerintah yang durjana ini tidak bertujuan kecuali untuk membunuh kami, maka itu hanya akan terjadi setelah kami membuat mereka merasakan gelas kematian sebelum mereka menuangkan gelas kematian tersebut kepada kami. Kami harus menimpakan kepada mereka pelajaran yang membuat mereka berfikir seribu kali sebelum mereka berfikir sekali lagi untuk memerangi para dai.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai akibat dari pemahaman ini, kita lihat para pemuda melawan tentara-tentara penakut yang menamakan dirinya secara dusta tentara-tentara keamanan, yang akan menciduk mereka. Mereka tidak menyerah, tetapi tetap berperang hingga terbunuh atau Allah menyelamatkan mereka dari tentara-tentara penakut tersebut. Mereka memahami betul perkataan imam Ahmad mengenai kondisi seperti ini,” Saya tidak senang jika ia ditawan.  Jika ia berperang itu lebih aku sukai karena ditawan itu urusannya berat. Hendaklah ia berperang, meskipun mereka memberi jaminan keamanan karena mereka mungkin saja mengingkari jaminan tersebut.”” [Al Furu’ karya Ibnu Muflih VI/201-202].&lt;br /&gt;Para pemuda yang memberikan perlawan ini mengerti betul, urusannya tak begitu saja selesai dengan masuknya mereka ke penjara. Mereka akan disiksa dengan siksaan di luar ambang batas kemanusiaan sampai mereka mau menunjukkan tempat saudara-saudaranya dan mengakui tuduhan yang dilontarkan para interogator, padahal perbuatan yang dituduhkan tersebut tidak mereka lakukan. Belum lagi penghinaan terhadap saudara muslim yang tertawan ini dari pemerintah yang durjana ini.  Para pemuda ini mengerti betul, mereka akhirnya pasti akan dibunuh, sebagian mereka dihukum mati melalui apa yang mereka namakan mahkamah militer. Tak diragukan lagi ia bertempur sampai mati dan tidak menyerah, dalam kondisi seperti ini adalah lebih baik dan lebih mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pemuda tadi sudah berusaha memberitahukan kondisi sebenarnya yang terjadi di Mesir ini kepada saudara-saudara mereka, sesama umat Islam, namun usaha ini terbentur di satu pihak oleh keterbatasan sarana dan di lain pihak mass media pemerintah yang senantiasa memputar balikkan fakta tentang para da’i dan mujahidin dengan menggambarkan mereka sebagai kelompok teroris yang tak mempunyai keinginan selain merusak stabilitas nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membantu menyampaikan kondisi sebenarnya yang terjadi di Mesir, di akhir buku ini kami lampirkan sebuah penjelasan resmi Jama’ah Islamiyah yang telah disebarkan bertepatan dengan hari Iedul Adha tahun 1413 H. Penjelasana tersebut ditulis oleh saudara Thal’at Yasin, seorang da’I dan pimpinan Jama’ah Islamiyah. Ketika pemerintah Mesir melancarkan penumpasan terhadap “teroris”, ia memimpin gerakan militer. Dalam penjelasana tersebut, ia mengisahkan dengan bahasa yang menggetarkan bagaimana seorang pemuda muslim berubah, dari sekedar berdakwah dengan lisan, menjadi seorang mujahid yang mengangkat senjata demi membela dien, nyawa dan kehormatan. Tak lebih dari satu tahun setelah penjelasan resmi ditulis, saudara Thal’at Yasin telah terbunuh di tangan tentara pemerintah. Departemen Dalam Negeri mengatakan ia terbunuh saat  melawan  tentara pemerintah yang akan menawannya. Kita berdoa kepada Allah semoga menerimanya di barisan syuhada’ dan menerima amalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6- Kalimat terakhir&lt;br /&gt;Kalimat terakhir ini saya tujukan kepada beliau syaikh Al Albani hafidzahullah, sebagai bentuk nasehat yang Allah wajibkan atas kaum muslimin. Saya katakan,“ Wahai syaikh, telah banyak majelis anda yang membahas orang-orang yang tidak sependapat dengan anda seperti dalam masalah-masalah yang kami sebutkan pada lembaran-lembaran sebelum ini, atau di tempat lain. Kami menyaksikan --- sebagaimana orang lain menyaksikan --- sikap anda yang sangat keras terhadap orang yang tidak sependapat dengan anda. Anda menuduh mereka bodoh, sedikit ilmu, menyelisihi firqah najiyah, dan tuduhan-tuduhan lain yang anda sebutkan dalam banyak majelis. Boleh jadi inilah pendapat anda terhadap orang-orang yang tidak sependapat dengan anda. Namun apa pendapat anda mengenai para penguasa sekuler yang memegang kekuasaan di negeri-negeri kaum muslimin, berhukum dengan selain hukum Allah dan menimpakan bermacam-macam siksaan kepada para da’i ? Sekalipun anda tidak meyakini kafirnya mereka, kami mengira paling tidak anda meyakini mereka itu fasiq, dzalim dan jauh dari syariat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda tidak mampu mengkritik mereka secara terang-terangan, apakah anda tidak bisa bersikap seimbang dalam perkataan anda, misalnya dengan mengatakan ---selain keras terhadap orang-orang yang tidak sependapat dengan anda---, “Sesungguhnya sebab kerusakan yang terjadi adalah para penguasa yang tidak berhukum dengan hukum Allah, kalau mereka berhukum dengan syariat Allah tentulah mereka telah mampu menyelesaikan berbagai problem yang ada.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan saya meminta syaikh untuk melakukan hal yang lebih mudah dari hal ini, hendaklah beliau memberikan nasehat yang lunak kepada para penguasa tersebut ; beliau menerangkan kepada mereka wajibnya menerapkan syariah Allah, bersikap lemah lembut kepada rakyat dan beramal sholih untuk kebaikan umat.  Jika syaikh Albani berpendapat hal ini sama sekali tak ada gunanya, kenapa beliau tidak pernah memperhitungkan kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan beliau terhadap orang-orang yang tidak sependapat dengan beliau ? Bukankah mereka juga saudara beliau yang mencintai dan menghormati beliau, banyak di antara mereka yang belajar melalui buku-buku beliau atau mengambil manfaat dari beliau ? Apakah lantang menyuarakan kebenaran itu hanya di hadapan orang-orang lemah tertindas, yang dhahir amal mereka menunjukkan mereka beramal hanya demi kebenaran semata ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara jujur saya katakan kepada syaikh, “Sungguh kalimat-kalimat anda ini kepada para pemuda Mesir yang disiksa ini lebih menyakitkan dari siksaan cemeti para  penyiksa. Karena para penyiksa itu sudah sama-sama diketahui memusuhi dakwah. Dari mereka tak mungkin ditunggu selain pemberangusan dan penyiksaan para da’i. Adapun anda, para pemuda yang disiksa ini tetap melihat anda dengan menganggap anda seorang ulama umat Islam, mereka meminta bantuan kepada anda meski sekedar doa yang benar. Tetapi ternyata mereka mendapati anda ---tanpa kesengajaan anda--- berada di parit para thaghut, anda membela para thaghut dan membodoh-bodohkan mereka yang mengkafirkan para thaghut, anda menuduh mereka dengan tuduhan-tuduhan keji. Sungguh para thaghut adalah orang yang paling bahagia dengan perkataan-perkataan anda, wahai syaikh yang terhormat. Mereka memanfaatkannya semaksimal mungkin untuk meruntuhkan semangat para pemuda dan menggoyang kepercayaan para pemuda terhadap para ulama mereka dengan membuat perselisihan antara para pemuda dakwah dengan para ulama mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir saya katakan kepada syaikh, sesungguhnya rasa cinta kami kepada beliaulah yang mendorong kami menulis tulisan ini sebagai sebuah koreksi, nasehat dan kecintaan terhadap perbaikan. Saya berdoa kepada Allah untuk diri saya sendiri, untuk anda dan segenap kaum muslimin agar dikarunia keikhlasan dalam berkata dan berbuat, kembali kepada kebenaran dan husnul khatimah. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas hal itu. Amien.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1978655410352353878-3386023657513578507?l=abuicanimovic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/feeds/3386023657513578507/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/2010/03/jamaah-islamiyah-mesir-menjawab-syekh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1978655410352353878/posts/default/3386023657513578507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1978655410352353878/posts/default/3386023657513578507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/2010/03/jamaah-islamiyah-mesir-menjawab-syekh.html' title='Dialog JI Mesir vs Syekh Albani : Kupas Tuntas Istilah &apos;Jamaah Takfir wal Hijrah'/><author><name>abu.icanimovic</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05403105886630943501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/TA0kHbW_w4I/AAAAAAAAABw/4uFTph-5HSw/S220/586MSC_logo-736079.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1978655410352353878.post-3574179707712515512</id><published>2010-02-17T22:20:00.000-08:00</published><updated>2010-02-17T22:30:54.589-08:00</updated><title type='text'>Tabligh Akbar, Kajian/Bedah Buku - 20&amp;21 Februari 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/S3zeXm-68TI/AAAAAAAAAA4/5_3KqHNIT24/s1600-h/pamflet_sks5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 225px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/S3zeXm-68TI/AAAAAAAAAA4/5_3KqHNIT24/s320/pamflet_sks5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5439466947139531058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/S3zdZGsn3XI/AAAAAAAAAAw/vwRSnyYXf1w/s1600-h/MM.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 223px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/S3zdZGsn3XI/AAAAAAAAAAw/vwRSnyYXf1w/s320/MM.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5439465873320959346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi Tabligh Akbar, Kajian/Bedah Buku - Sabtu-Ahad, 20-21 Februari 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1978655410352353878-3574179707712515512?l=abuicanimovic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/feeds/3574179707712515512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/2010/02/tabligh-akbar-kajianbedah-buku-20.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1978655410352353878/posts/default/3574179707712515512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1978655410352353878/posts/default/3574179707712515512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuicanimovic.blogspot.com/2010/02/tabligh-akbar-kajianbedah-buku-20.html' title='Tabligh Akbar, Kajian/Bedah Buku - 20&amp;21 Februari 2010'/><author><name>abu.icanimovic</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05403105886630943501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/TA0kHbW_w4I/AAAAAAAAABw/4uFTph-5HSw/S220/586MSC_logo-736079.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AQW6HdeqNRg/S3zeXm-68TI/AAAAAAAAAA4/5_3KqHNIT24/s72-c/pamflet_sks5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1978655410352353878.post-7503927125989596755</id><published>2010-02-05T02:08:00.000-08:00</published><updated>2010-02-05T02:16:00.470-08:00</updated><title type='text'>Wasiat Asy Syahid (Insya Allah) Syaikh DR. Abdullah Azzam</title><content type='html'>WASIAT HAMBA ALLAH-YANG FAQIR DI HADAPAN ALLAH:&lt;br /&gt;ABDULLAH ‘AZZAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu sore, senin 12 Sya’ban 1406 H. bertepatan dengan 20 April 1986 M. sepulang dari rumah kediaman syeikh Jalaluddien Haqqoni, kutulis kata-kata ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah, hanya kepada-Nya kita memuji, memohong pertolongan, memohon ampunan, serta memohon perlindungan dari kejahatan jiwa kita dan keburukan amal perbuatan kita. Barangsiapa yang diberi peunjuk oleh Allah, maka tiada seorang pun yang dapat menyesatkannya. Dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka tiada seoarang pun jua yang bisa memberi petunjuk kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bersaksi bahwa tiada Ilah selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah ! Tiada kemudahan selain yang telah Engkau jadikan mudah, dan jika Engkau berkehendak, niscaya kesedihan akan Engkau jadikan kemudahan.&lt;br /&gt;Kecintaan kepada jihad benar-benar telah melekat pada diri dan hidupku, jiwa dan perasaanku, serta hati dan inderaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat muhkamat dalam surat at taubah yang menerangkan kewajiban jihad dalam Islam, benar-benar telah memeras kesedihan hatiku untuk mencabik-cabik jiwaku dengan duka, sedangkan aku sadar akan kekuranganku dan kekurangan kaum muslimin terhadap kewajiban jihad di jalah Allah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat tentang kewajiban mengangkat pedang telah memansukh (menghapus) lebih kurang 120 atau 140 ayat sebelumnya yang berbicara tentang jihad. Ini benar-benar merupakan bantahan yang telak dan jawaban yang tuntas bagi orang yang mau bermain-main dengan ayat-ayat Allah yang berkenaan dengan perang di jalan Allah. Juga buat orang yang begitu berani mentakwilkan ayat-ayat muhkamat atau berani membelokkan arti dhohir yang qoth’ie baik maksud maupun keabsahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara ayat-ayat yang berkaitan dengan kewajiban melaksanakan jihad tersebut adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَآفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَآفَّةً وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ ….. dan perangilah musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka memerangi semuanya; dan ketahuilah bahwasannya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa “. (QS. 9:36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَإِذَا انْسَلَخَ اْلأَشْهُرُ الْحُرُمُ فَاقْتُلُوا الْمُشْرِكِيْنَ حَيْثُ وَجَدْتُمُوْهُمْ وَخُذُوْهُمْ وَاحْصُرُوْهُمْ وَاقْعُدُوْا لَهُمْ كُلَّ مَرْصَدٍ فَإِنْ تَابُوْا وَأَقَامُوا الصَّلاَةَ وَءَاتَوُا الزَّكَاةَ فَخَلُّوْا سَبِيْلَهُمْ إِنَّ اللهَ غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyirikin di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang “. (QS. 9:5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencari-cari alasan untuk tidak berjihad dengan alasan yang bermacam-macam akan mengotori jiwa. Maka merelakan diri untuk tidak berjihad fie sabilillah merupakan sendau gurau dan main-main bahkan mempermainkan agama Allah. Padahal kita diperintahkan berpaling mengjauhi orang-orang seperti mereka, sesuai firman Allah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَذَرِ الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَهُمْ لَعِبًا وَلَهْوًا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikabn agama mereka sebagai main main dan sendau gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia “. ( QS. Al An’am : 70).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya mencari-cari alasan dengan angan-angan tanpa melakukan i’dad adalah kondisi jiwa yang kerdil yang tiada punya semangat merengkuh puncak gunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِذَا كَانَتِ النُّفُوسُ كِبَارًا&lt;br /&gt;تَعِبَتْ مِنْ مُرَادِهَا اْلأَجْسَامِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Jika semua itu memang jiwa yang besar&lt;br /&gt;bersusah payahlah badan karena cita-citanya “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duduk-duduk berdampingan di masjidil Harom dan memakmurkannya dengan berbagai amal ibadah tidak mungkin dapat dibandingkan dengan jihad di jalan Allah. Dalam hadits shohih muslim diriwayatkan, ketika para shahabat berselisih pendapat tentang amal yang paling utama sesudah iman, “ Memakmurkan Masjidil Harom (adalah amalan yang paling utama) “.Yang lain berkata, “ Bukan ! Tapi (amalan yang paling utama adalah) memberi minuman orang-orang yang beribadah haji “. Yang lain lagi berkata, “ Bukan ! Tapi jihad di jalan Allah! “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya peristiwa itu maka turunlah ayat 19 hingga 22 surat At Taubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَجَعَلْتُمْ سِقَايَةَ الْحَآجِّ وَعِمَارَةَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ كَمَنْ ءَامَنَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلأَخِرِ وَجَاهَدَ فِي سَبِيلِ اللهِ لاَيَسْتَوُونَ عِندَ اللهِ وَاللهُ لاَيَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ {19} الَّذِينَ ءَامَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِندَ اللهِ وَأُوْلاَئِكَ هُمُ الْفَآئِزُونَ {20} يُبَشِّرُهُمْ رَبُّهُم بِرَحْمَةٍ مِّنْهُ وَرِضْوَانٍ وَجَنَّاتٍ لَّهُمْ فِيهَا نَعِيمُُ مُّقِيمٌ {21} خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا إِنَّ اللهَ عِندَهُ أَجْرٌ عَظِيمُُ {22}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Apakah (orang-orang) yang memberi minuman kepada orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidil haram, kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah. Mereka tidak sama di sisi Allah; dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang zhalim. Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapatkan kemenangan. Rabb mereka mengembirakan mereka dengan memberikan rahmat daripada-Nya, keridhoan dan jannah, mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal. Mereka kekal di dalanya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar “. (QS. 9:19-22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jelaslah bahwa jihad di jalan Allah itu lebih besar derajat dan pahalanya dibanding memakmurkan Masjidil Harom, khususnya kalau dilihat dari sebab turunnya ayat, yaitu adanya perselisihan pendapat di antara para shahabat seputar masalah ini.&lt;br /&gt;Asbabun Nuzul (sebab turunnya) ayat ini tidak boleh dikhususkan untuk masalah lain, atau dita’wilkan (dipahami dengan arti jihad yang lain, umpamanya jihad melawan hawa nafsu – pent.) sebab di dalam nash tersebut sudah terdapat makna yang qoth’i.&lt;br /&gt;Dan semoga Alloh merahmati Abdulloh ibnul Mubarok. Suatu ketika beliau berkirim surat kepada Al Fudzail bin ‘Iyadl, ia berkata :&lt;br /&gt;يَاعَابِدَ الْحَرَمَيْنِ لَوْ أَبْصَرْتَنَا &lt;br /&gt;لَعَلِمْتَ أَنَّكَ بِالْعِبَادَةِ تَلْعَبُ &lt;br /&gt;مَنْ كَانَ يَخْضِبُ خَدَّهُ بِدُمُوعِهِ &lt;br /&gt;فَنُحُورُنَا بِدِمَائِنَا تَتَخَضَّبُ&lt;br /&gt;“ Wahai orang yang beribadah di Masjid Haromain&lt;br /&gt;Seandainya engaku mengerti keadaan kami teىntu engkau tahu bahwa&lt;br /&gt;Engkau bermain-main dengan ibadah itu&lt;br /&gt;Kalau orang pipinya dilinangi genang air mata&lt;br /&gt;Maka pangkal leher kami dilumuri darah yag tertumpah “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah anda pendapat seorang yang ahli fiqih, ahli hadits dan sekaligus mujahid ini (yaitu Abdullah bin Mubarok) tentang orang yang duduk-duduk bersanding di Masjid Harom, beribadah di dalamnya, sedang saat-saat yang sama tempat-tempat suci Islam dihancurkan, darah kaum muslimin ditumpahkan, kehormatan mereka diinjak-injak dan dihinakan serta Agama Allah dicabut sampai akar-akarnya ! Saya katakan bahwa beliau berpendapat,  “…. Itu adalah bermain-main dengan Agama Allah ….. “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, membiarkan kaum mulimin dibantai, dibunuh dengan semena-mena – disuatu negeri nun jauh di sana – sedangkan kita hanya membaca Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Roji’un dan Laa Haula Wa Laa Quwwata Illa Billahil ‘Aliyyil ‘Adzim sambil membuka telapak tangan kita dari  jarak jauh tanpa terdetik di hati kita untuk tampil membela mereka, sungguh ini adalah bermain-main dengan agama Allah serta mengumpatkan kedustaan dan kebekuan hati serta menipu diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كَيْفَ الْقَرَارُ وَكَيْفَ يَهْدَأُ مُسْلِمٌ&lt;br /&gt;وَالْمُسْلِمَاتُ مَعَ الْعَدُوِّ الْمُعْتَدِي&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Bagaimana tetap tinggal diam,&lt;br /&gt;dan bagaimana hati seorang muslim tetap tenang&lt;br /&gt;sedang kaum muslimat bersama musuh yang kejam “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berpendapat – seperti yang telah saya tuliskan dalam kitab Ad Difa’ ‘An Arodhil Muslimin ahammu Furudhul a’yan (Terj. Membela Bumi Kaum Muslimin Adalah Fardhu Ain yang Paling Utama)- Dan sebelum saya berpendapat seperti ini Ibnu Taimiyah telah berpendapat seperti ini. Beliau mengatakan bahwa jika musuh menyerang dan membinasakan seluruh urusan Dien dan dunia, maka tidak ada saat itu yang paling wajib setelah iman selain melawan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berpendapat – sekarang ini – tidak ada bedanya antara orang yang meninggalkan jihad dengan orang yang meninggalkan sholat, puasa dan zakat ?&lt;br /&gt;Saya berpendapat semua penghuni dunia memikul tanggung jawab di hadapan Allah kemudia dihadapan sejarah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berpendapat tidak ada alasan yang bisa diterima untuk meninggalkan jihad, baik alasan berda’wah, sibuk mengarang, sibuk mendidik dan sebagainya. &lt;br /&gt;Saya berpendapat di atas leher setiap muslim di dunia ini sekarang ini terikat beban dan tanggung jawab disebabkan mereka meninggalkan jihad (perang di jalan Alloh). Dan semua orang Islam telah memikul dosa karena enggan memanggul senjata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, setiap orang yang berjumpa dengan Alloh – selain ulid dzhoror – sedangkan tidak ada senjata ditangannya, ia berjumpa Alloh dengan menanggung dosa karena dia meninggalkan perang. Karena hukum perang sekarang ini adalah fardhu ‘ain bagi setiap muslim di muka bumi – selain orang-orang yang mempunyai udzur- . Sedangkan orang yang meninggalkan kewajiban itu berdosa karena kewajiban itu definisinya adalah perbuatan yang pelakunya mendapat pahala dan orang yang meninggalkannya akan dihisab atau berdosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya saya berpendapat – wallohu a’lam – sesungguhnya orang yang dimaafkan Alloh dalam meninggalkan jihad adalah orang buta, orang pincang, orang sakit dan orang-orang lemah dari kalangan laki-laki, perempuan dan anak-anak yang tidak bisa berupaya dan tidak tahu jalan. Maksudnya tidak bisa berpindah ke medan perang dan tidak tahu jalan menuju ke sana. Maka berdosalah orang-orang yang meninggalkan tugas perang, baik di Palestina atau Afghanistan atau di belahan bumi manapun yang diinjak dan dinodai oleh orang-orang kafir dengan najisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya berpendapat pada hari ini tidak diperlukan lagi ijin kepada siapapun untuk berperang atau berjihad di jalan Allah tidak perlu ijin orang tua bagi anaknya, suami bagi istrinya, atau orang yang menghutangi bagi orang yang berhutang, guru bagi muridnya, serta ijin pemimpin bagi yang dipimpinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah ijma’ seluruh ulama di segala zaman. Bahwa dalam keadaan seperti ini seorang anak pergi berperang tanpa ijin orang tuanya dan seorang perempuan pergi berperang tanpa ijin suaminya, barangsiapa berusaha mencari-cari kesalahan dalam permasalahan ini benar-benar ia telah melampaui batas dan berbuat zalim, serta mengikuti hawa nafsu tanpa berdasarkan petunjuk dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah ini sudah cukup gamblang dan tegas yang di dalamnya tiada lagi kekaburan atau kerancuan. Karena itu tidak ada peluang bagi siapa pun untuk membelokkan, menyelewengkan, atau bermain-main dengannya dan menta’wilkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya amiirul mu’minin tidak dimintai ijin untuk berjihad dalam tiga keadaan :&lt;br /&gt;1.Bila ia menihilkan jihad&lt;br /&gt;2.Bila ia menutup perijinan untuk berjihad&lt;br /&gt;3.Bila sebelumnya kita telah ketahui bahwa ia akan menolak permohonan ijin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berpendapat bahwa kaum muslimin pada hari ini bertanggung jawab atas setiap kehormatan yang dinodai di Afghanstan dan sertiap darah yang tercucur di sana. Sesungguhnya – wallohu a’lam – mereka semuanya berperan dalam menumpahkan darah di Afghanistan sebab mereka kurang memperhatikan, sedangkan kaum muslimin mampu mengirim senjata untuk membela mereka, atau dokter untuk mengobati mereka, atau harta untuk membeli makanan atau buldoser untuk menggalikan parit perlindungan bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Hasyiyah Ad Dasyuki As Syarkhil Kabir halaman 111 – 112 juz II diterangkan :&lt;br /&gt;“ Orang yang memiliki kelebihan makanan dan melihat seseorang kelaparan (tapi) ditinggalakan sampai mati, kalau orang yag memiliki makanan itu mengira orang yang kelaparan itu tidak mati, maka ia harus mambayar diyatnya (denda) dari harta kerabatnya. Dan kalau sengaja membiarkan mati maka ada dua riwayat dalam madzhab (pertama) dia harus membayar diyat dari hartanya sendiri, dan (pendapat kedua) dia harus diqishos mati, karena dia (hakikatnya) adalah pembunuh “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, hisab dan siksa macam apakah yang sedang dinanti oleh orang-orang yang memiliki kekayaan dan harta benda, lalu ia salurkan harta tersebut untuk bersenang-senang dan membelanjakan sia-sia hanya demi menuruti hawa nafsu dan kemewahan itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;WAHAI KAUM MUSLIMIN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup kalian adalah jihad, kemuliaan kalian adalah jihad, serta wujud dan eksistensi kalian terikat erat dengan jihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;WAHAI PARA JURU DAKWAH !&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada arti dan nilai hidup kalian jika kalian tidak mengayunkan pedang untuk membabat kesuburan para  thoghut, kaum kuffar dan para penindas.&lt;br /&gt;Sesungguhnya orang-orang yang mengira bahwa Islam ini bisa menang tanpa jihad dan perang, tanpa pertumpahan darah dan serpihan-serpihan daging mereka, sebenarnya mereka itu dalam kekaburan dan tidak mengerti tabiat naluri Dinul Islam.&lt;br /&gt;Wibawa para juru dakwah, kekuatan dakwah dan kejayaan kaum muslimin tidak bakal terwujud tanpa perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosulullah shollAllahu ‘alaihiw asallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَيَنْزِعَنَّ اللهُ مِنْ قُلُوبِ أَعْدَاءِكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللهُ فِي قُلُوبِكُمُ الْوَهْنَ قَالُوا وَمَا الْوَهْنُ يَا رَسُولَ اللهِ ؟ قَالَ : حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ. وَفِي رِوَايَةٍ كَرَاهِيَةُ الْقِتَالِ&lt;br /&gt;“ Dan benar-benar Allah akan mencabut rasa takut dari musuh-musuh kalian, dan melemparkan penyakit wahn ke dalam hati kalian ! para shahabat bertanya : Apakah penyakit wahn itu ya Rosul Allah ! beliau menjawab : “ &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Cinta dunia dan benci dengan kematian&lt;/span&gt; “. Dalam riwayat lain, “ &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;benci dengan peperangan&lt;/span&gt; “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَقَاتِلْ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ لاَ تُكَلَّفُ إِلاَّ نَفْسَكَ وَحَرِّضِ الْمُؤْمِنِيْنَ عَسَى اللهُ أَنْ يَكُفَّ بَأْسَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَاللهُ أَشَدُّ بَأْسًا وَاَشَدُّ تَنْكِيْلاً &lt;br /&gt;“ Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para mukmin (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah amat besar kekuatan dan amat keras siksaan(Nya) “. (QS. 4:84).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemusyrikanpun akan merajalela dan berjaya jika tidak ada perang. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لاَتَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ للهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah ”. (QS. Al Anfal : 39).&lt;br /&gt;Dan yang dimaksud dengan fitnah di sini adalah kemusyrikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya jihad merupakan jaminan satu-satunya bagi kebaikan di permukaan bumi ini.&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;وَلَوْلاَ دَفْعُ اللهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَّفَسَدَتِ اْلأَرْضُ&lt;br /&gt;“ Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian manusia dengan sebagaian yang lain, pasti rusaklah bumi ini ”. (QS. Al Baqoroh : 251).&lt;br /&gt;Sesungguhnya jihad juga merupakan jaminan satu-atunya guna memelihara syi’ar-syi’ar dan tempat-tempat peribadahan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَوْلاَ دَفْعُ اللهِ النَّاسَ بَعْضَهُم بِبَعْضٍ لَّهُدِّمَتْ صَوَامِعُ وَبِيَعٌ وَصَلَوَاتٌ وَمَسَاجِدَ يُذْكَرُ فِيهَا اسْمُ اللهِ كَثِيرًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah ”. (QS. Al Haj : 40).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;WAHAI PARA JURU DAKWAH ISLAM !&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gandrungi dan kejarlah kematian, nisacaya kalian akan dikaruniai kehidupan. Janganlah terpedaya oleh angan-angan, dan janganlah tertipu oleh apapun dalam mentaati Alloh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah kalian sampai tertipu dengan kitab-kitab yang kalian baca, dan dengan ibadah-ibadah sunnah yang kalian tekuni. Kesibukan kalian dalam urusan-urusan kecil yang membuai hati jangan sampai melupakan kalian dari masalah-masalah yang besar dan agung, &lt;br /&gt;وتودون أن غير ذات الشوكة تكون لكم...&lt;br /&gt;…dan kalian menginginkan bahwa yang tanpa senjatalah yang akan kalian hadapi…&lt;br /&gt;Janganlah kalian mentaati siapapun dalam urusan jihad. Tidak perlu ijin dari komandan untuk pergi berjihad. Sesungguhnya jihad itu adalah penegak dakwah kalian dan benteng agama kalian serta perisai syari’at-syari’at kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;WAHAI ULAMA ISLAM !&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampillah memimpin generasi yang sedang kembali kepada jalan Robnya ini, dan janganlah takut menegakkan Dien, janganlah gandrung dan cinta kepada dunia serta jagalah diri kalian, jangan sampai mencicipi hidangan-hidangan thoghut, karena hal itu akan menjadikan hati kalian gelap dan mati, akan menjadi dinding pemisah bagi kalian dari generasi ini, serta penutup antara hati kalian dan hati mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;WAHAI KAUM MUSLIMIN !&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah lama tidur kalian. Burung-burung pipit telah menjelma menjadi burung-burung Elang di bumi kalian. Alangkah indahnya makna bait-bait puisi ini :&lt;br /&gt;طَالَ الْمَنَامُ عَلَى الْهَوَانِ فَأَيْنَ زُمْرَةِ اْلأُسُودِ&lt;br /&gt;وَاسْتَنْسَرَتْ عُصْبَ الْبُغَاتِ وَنَحْنُ فِي ذُلِّ الْعَبِيْدِ&lt;br /&gt;قِيْدُ الْعَبِيْدِ مِنَ الْجُنُوعِ وَلَيْسَ مِنْ زَرْدِ الْحَدِيْدِ&lt;br /&gt;فَمَتَى نَثُورُ عَلَى الْقُيُودِ مَتَى نَثُورُ عَلَى الْقُيُودِ&lt;br /&gt;“ Kian panjang tidur terlena dalam kehinaan&lt;br /&gt;dimanakah gerangan barisan singa itu&lt;br /&gt;sementara burung-burung pipit telah menjelma menjadi Elang&lt;br /&gt;sedangkan kita terbelenggu bagai budak&lt;br /&gt;belenggu  budak itu berupa buhul nestapa&lt;br /&gt;bukannya rantai dari besi&lt;br /&gt;lalu, kapan kita berontak belenggu itu ?&lt;br /&gt;kapan kita berontak belenggu itu?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;WAHAI KAUM WANITA !&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jagalah diri kalian dari kemewahan, karena kemewahan adalah musuh jihad. Kemewahan mengkerdilkan jiwa manusia. Hati-hatilah terhadap keadaan yang berlebih-lebihan. Cukuplah dengan yang perlu-perlu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didiklah anak-anak kalian dengan kesederhanaan, dengan sifat kejantanan dan kepahlawanan serta kemauan untuk berjihad. Jadikanlah rumah kalain sebagai kandang singa, bukannya kandang ayam yang setelah gemuk dijadikan sembelihan penguasa durhaka. Tanamkanlah dalam jiwa putra-putri kalian kecintaan berjihad, mencintai lapangan pacuan kuda dan medan-medan pertempuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiduplah dengan selalu menyertai segala kesulitan kaum muslimin. Usahakan dalam satu minggu sekali – minimal – untuk hidup seperti hidupnya kaum muhajirin dan mujahidin, yaitu hanya dengan sepotong roti kering dengan lauk yang tidak berlebihan dan beberapa teguk air teh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;WAHAI PARA REMAJA !&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbuhlah kalian dalam desingan peluru-peluru, dentuman meriam, raungan kapal terbang dan deru suara tank. Jauhilah kenikmatan hidup, dendangan musik dan kasur-kasur yang empuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;ADAPUN ENGKAU WAHAI ISTRIKU !&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya banyak hal yang ingin aku sampaikan kepadamu wahai ummu Muhammad. Semoga Allah melimpahkan balasan pahala kepadamu karena pengorbananmu kepadaku dan kepada kaum muslimin, juga karena dukunganmu kepadaku. Eangkau telah lama bersabar bersamaku menempuh jalan ini, dan engkau telah merasakan pahit dan manisnya hidup bersamaku. Dan engkau adalah sebaik-baik penolong bagiku dalam menempuh perjalanan yang penuh berkah ini, dan untuk berjuang di medan jihad. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau telah kutinggalkan di rumah sejak tahun 1969 M., pada saat itu kita baru mempunyai dua anak kecil perempun dan seorang bayi laki-laki. Engkau hidup di sebuah kamar yang terbuat dari tanah liat yang tidak ada dapur dan perabotnya. Dan kutinggalkan engkau dirumah ketika hamil tua dan bertambah anggota keluarga, anak-anak sudah mulai besar, dan semakin banyak kenalan kita dan semakin bertambah pula tamu-tamu kita. Engkau terima semua itu hanya karena Alloh kemudian karena aku. Maka semoga Alloh membalas jasamu terhadap diriku dan terjadap kaum muslimin dengan sebaik-baik balasan. Kalau bukan karena Allah, kemudian karena kesabaranmu atas kepergianku yang sekian lama dari rumah, tidaklah aku mampu memikul beban begitu berat sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar-benar aku telah mengerti bahwa engkau seorang wanita zahidah (ahli zuhud), bagimu materi dunia ini tidak ada nilainya dalam hidupmu. Engakaupun tidak pernah mengeluh pada hari-hari yang berat karena sedikitnya uluran tangan pertolongan. Dan engkau pun tidak pernah bermewah-mewah juga tidak membanggakan diri pada hari-hari Allah membukakan sedikit pintu kenikmatan dunia. Dinia ini tidak pernah tinggal dalam hatimu, padahal sebagian besar kesempatan ada di tanganmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya kehidupan jihad adalah kehidupan yang paling lezat, serta menahan sabar atas kesempitan lebih indah daripada bergelimang diantara bermacam-macam kenikmatan dan tumpukan kemewahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpegang teguhlah pada sifat zuhud, niscaya Allah akan mencintaimu. janganlah mencintai apa yang dimiliki manusia, niscaya manusia mencintaimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Qur’an adalah kenikmatan hiburan dalam kehidupan. Bangun sholat malam (tahajud), puasa sunnah, serta beristighfar pada waktu-waktu sahur (sepertiga malam terakhir) menjadikan hati lembut, beribadah menjadi manis. Bersahabat dengan orang-orang yang baik, tidak berlebih-lebihan di dunia, jauh dari glamour dan orang-orang yang sibuk dengan dunia semua itu akan menjadikan hati tenang..&lt;br /&gt;Harapan kita hanya kepada Allah, mudah-mudahan kita dikumpulkan di Jannah Firdaus, sebagaimana Dia telah mengumpulkan kita di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ADAPUN KALIAN WAHAI ANAK-ANAKKU !&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh kalian hanya mendapatkann sedikit saja dari waktuku, juga hanya sedikit pendidikan dariku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ! aku sibuk dan tidak sempat mengurus kalian. Tapi apakah yang harus aku perbuat, sedangkan bencana yang menimpa kaum muslimin seakan membuat wanita yang menyusui tak ingat akan nasib susuannya. Dan malapetaka yang menyiksa umat Islam begitu dahsyat seolah-olah jambul anak-anak muda beruban karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi Allah, tak kuat aku hidup bersama kalian sebagaimana induk ayam dalam sangkarnya hidup bersama anak-anaknya. Tak sanggup aku hidup dengan hati dingin sedangkan api ujian membakar hati kaum muslimin tak rela aku tinggal besama kalian sepanjang waktu sedangkan derita dan kaum muslimin merobek-robek setiap orang yang memiliki hati nurani atau masih tersisa akalnya. Tidaklah kesatria hidup diantara kalian sambil bergelimang dengan kenikmatan yang sebagian dihamparkan untukkku dan sebagian lagi diangkat, diantara tumpukan daging dan beraneka ragam jajanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi Allah, dalam hidupku aku telah membenci kemewahan baik berupa pakaian, makanan, ataupun tempat tinggal. Aku telah berusaha semampuku untuk mengangkat kalian kepada tingkatan para zahidin (ahli zuhud) dan menjauhkan kalian dari gelimangan orang-orang yang hidup dalam kemewahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku wasiatkan kepada kalian berpeganglah pada aqidah kaum salaf, yaitu aqidah ahlus sunnah wal jama’ah, dan jauhilah sifat berlebih-lebihan. Aku wasiatkan kepada kalian, untuk membaca dan menghafalkan Al-Qur’an. Jagalah juga lidah kalian. Begitu juga sholat malam, berpuasa, bergaul dengan teman-teman yang baik, dan bergabunglah bersama gerakan Islam. Tapi hendaklah kalian ketahui bahwa pemimpin gerakan itu tidak berhak melarang kalian berjihad, atau mengasikkan kalian dalam bidang dakwah hingga melalaikan dari medan-medan kejantaan dan medan-medan perang. Kalian tidak perlu minta ijin kepada seorang pun untuk berjihad di jalan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajarlah bagaimana menghentakkan senjata dan mengendarai kendaraan perang. Tapi, menembak lebih aku sukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku wasiatkan kepada kalian, wahai anak-anakku agar kalian taat kepada ibumu, menghormati kakak-kakak perempuanmu (ummu Al Hasan dan ummu Yahya). Hendaklah kalian menekuni ilmu syari’ah yang bermanfaat. Hendaklah kalian taat kepada kakak laki-lakimu (Muhammad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya nasehatkan kalian untuk saling mencintai dan berbakti kepada kakek dan nenek kalian, hormatilah keduanya. Dan berbaktilah kepada kedua bibimu (ummu faiz dan ummu Muhammad). Karena kedua beliau itu memiliki jasa dan keutamaan besar kepadaku sesudah Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambunglah kekerabatan kita dan berbuat baklah kepada keluarga dan tunaikanlah hak persahabatan kita kepada orang yang bersahabat dengan kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ADAPUN KEPADA MAKTAB AL-KHIDMAT &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pada aslinya tertulis: “Saya wasiyatkan agar yang menjadi penanggung jawab setelahku adalah Abu Hudzaifah yang telah menghabiskan waktu mudanya untuk maktab ini. Khususnya dia telah menyumbangkan hartanya untuk para mujahidin. [Pada teks aslinya tidak tertulis “Wakilnya” adalah] Abu Sayyaf Fat-hi dan dibantu oleh Abu Hamzah dan Abu Hajir. Namun Syaikh Abdulloh Azzam mencoret tulisan ini. Lihat aslinya&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kepada ikhwah sekalian, hendaknya mereka menjaga orang-orang yang menjadi pendahulu dalam berjihad ini, dan setiap mujahid mendapat keutamaan dengan lebih cepatnya dia berada dalam medan perang ini. Dan kepada para ikhwah hendaknya mereka menghormati para pendahulu mereka dalam jihad ini, khususnya (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;pada teks aslinya tertulis: Abu Hudzifah, namun Syaikh Abdulloh Azzam mencoret dengan penanya. Lihat aslinya&lt;/span&gt;) Usamah, Abul Hasan Al-Madani, Nurud Din, Abul Hasan Al-Maqdisi, Abu Sayyaf Dan Abu Burhan. Adapun Abu Mazin sungguh saya mengetahuinya (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;dalam teks aslinya tertulis; Wallohi [demi Alloh] namun Syaikh Abdulloh Azzam mencoretnya dengan penanya&lt;/span&gt;) dia adalah orang yang lebih bersih dari air yang turun dari langit. Dia ahli puasa, sholat malam dan bersemangat dalam berjihad. Alloh menggiringnya untuk jihad maka dia membantu dengan diam-diam. (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;dalam teks aslinya tertulis: “meskipun orang-orang mempeributkannya dan kalian jangan terpedaya dengan mereka” namun Syaikh Abdulloh Azzam mencoretnya dengan penanya. Lihat aslinya&lt;/span&gt;) dan dia adalah salah satu penopang jihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tundukkanlah pandangan kalian dari ketergelinciran-ketergelinciran mereka dan jagalah posisi mereka. Dan jangan kalian lupakan keutamaan Abul Hasan Al-Madani dan perannnya dalam membantu jihad. Terimalah nasehat-nasehat Abu Hajir. Dan hendaknya dia yang mengimami sholat kalian karena dia itu lembut dan khusyu’ (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;pada teks aslinya tertulis; “begitu pula saudara Abul Barro’ “, namun Syaikh Abdulloh Azzam mencoretnya dengan penanya. Lihat aslinya&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan banyaklah mendo’akan (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;pada teks aslinya tertulis: “dan banyaklah mendo’akan orang-orang yang menanggung makta
